CHAPTER 3 Kemunculan claude zoster

di malam yang indah terlihat di dalam hutan seorang wanita berumur 18 tahun sedang tertidur di bawah Pohon yang rindang dengan. api unggun di depannya

juga angin malam yang sejuk dan mengenai tubuh halus dan lembut wanita itu

wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Kia afgan yang tertidur setelah perjalanan panjangnya

dan terdengar gemerisik dari sebuah semakin semak yang dekat dengan pohon yang Kia singgahi

"apa itu?" penasaran Kia yang tatapannya tertuju pada semak semak tersebut

Kia berdiri dan mendekati semak semak tersebut dan ternyata dibalik semak semak tersebut ada seorang pria tampan yang tergeletak tak sadarkan diri

"ini... seorang pria tampan? sepertinya bagus, kalau dia tampan berarti dia memiliki banyak uang, aku akan merawatnya sampai dia sadar dan meminta uangnya." ucap Kia pada dirinya sendiri dengan tatapan aneh

setelahnya Kia mengangkat pria tampan itu dan membaringkannya di dekat api unggun

selanjutnya Kia mulai mengobati luka luka pria tampan itu secara perlahan

setelahnya Kia tidur kembali menunggu hari esok datang

keesokan harinya

terlihat pria tampan yang kemarin malam Kia selamatkan telah sadarkan diri dan melihat sekelilingnya dan menatap Kia terus menerus

"uh.. apakah sudah pagi?" ucap Kia dengan wajah polosnya sambil mengusap matanya

"hm? kau sudah bangun ya?bagus sekali, sekarang berikan uang perawatanmu padaku." ucap Kia pads pria tampan itu

"uang perawatan? apa maksudnya? siapa kau? apa kau salah satu kelompok orang orang itu?" ucap pria tampan itu pada Kia

"eh? kelompok apa? namaku Kia afgan, dan kemarin malam aku menemukanmu di semak semak dan sedang terluka parah dan tak sadarkan diri, jadi aku menolongmu dan merawat semua luka lukamu, sekarang bayar uang perawatannya." ucap Kia pada pria tampan itu

"hah? baiklah.. kalau kau tidak membohongiku aku akan membayarmu berapapun yang kau mau." ucap pria tampan itu pada Kia

"setuju, sekarang bayar aku dulu." ucap Kia pada pria tampan itu

"ck! dasar, satu keping emas." ucap pria tampan itu pada Kia seraya memberikan Kia sebuah satu keping emas

Kia mengambilnya dengan penuh senyuman dan menaruhnya di kantongnya

"karena sekarang kita sudah impas, aku pergi dulu ya Tuan." ucap Kia seraya berdiri dan berniat pergi dari sana

"tunggu, siapa namamu?"ucap pria tampan itu pada Kia

Kia yang sudah sedikit jauh dari pria tampan itu kembali mendekatinya

"sudahku bilang, namaku adalah Kia afgan, ingat itu." ucap Kia pada pria tampan itu

"sekarang beritahukan namamu padaku." ucap Kia pada pria tampan itu

"namaku adalah claude zoster." ucap claude pada Kia

Kia mengangguk anggukkan kepalanya dan pergi dari sana

claude yang masih ingin bertanya sesuatu pada Kia langsung berlari dan mendekati Kia dengan cepat

"aku masih belum selesai bertanya, karena kau telah merawat lukaku jadi hanya kau yang tahu caranya merawat lukaku kan jadi kau harus ikut aku ke istana dan merawatku." ucap claude pada Kia

"hah? tapi aku tidak bisa menggunakan sihir dan lagi pula aku hanya menggunakan tanaman liar dan membalut lukamu dengan kain bajuku yang ku robek." ucap Kia pada claude

"aku akan menambah bayaranmu jika kau mau ikut denganku ke istana." ucap claude pada Kia

"setuju." ucap Kia yang langsung menyetujui perjanjian dari claude

'wanita ini benar benar pencinta uang.' Gumam claude dalam hatinya

mereka berdua akhirnya mulai berjalan dan mencari jalan keluar dari hutan tersebut

dan tak terasa siang hari telah tiba dan waktunya Kia dan claude untuk makan siang

kebetulan di Dekat tempat peristirahatan mereka berdua ada sebuah Danau

Kia akhirnya pergi ke sana dan menangkap ikan untuk dimakan

sedangkan claude yang hanya memerhatikan Kia menangkap ikan

beberapa saat kemudian Kia berhasil mendapatkan beberapa Ikan dengan ukuran yang cukup besar

setelahnya Kia membawanya ke tempat peristirahatan mereka dan mulai memasak ikan tersebut

pertama tama Kia menyalakan apinya dengan cara memantulkan sinar matahari ke kayu

tak lama kemudian kayu itu terbakar dan akhirnya kia memasak ikannya

sedangkan claude yang melihat cara kia membakar kayu tersebut merasa tertarik

"apa kau tidak bisa menggunakan sinir?" ucap claude pada Kia

"kan sudah aku bilang, kau tidak bisa menggunakan sihir." ucap Kia kemudian memindahkan ikan yang telah dia bakar

setelahnya mereka berdua mulai makan

claude yang baru pertama kali mencoba masakan Kia terkejut dengan rasa asam manis dari ikan bakar Kia

"rasanya enak dan aku baru pertama kali mencoba masakan aneh seperti ini." ucap claude pada Kia

"kalau begitu, makanlah yang banyak." ucap Kia pada claude sambil makan

claude akhirnya mengambil sepotong ikan bakar lagi dan menikmatinya bersama dengan Kia

"karena kau tidak bisa menghina sihir, maka aku akan mengajarimu, sekarang perhatikan aku."ucap claude pada Kia

" pertama alirkan manamu dan fokuskan pikiranmu pada sihirmu dan fokuskan juga pandanganmu pada targetmu dan katakan "weapon attack"." ucap claude

dan secara ajaib muncul sebuah senjata dan menyerang pepohonan dengan secepat kilat

Kia yang melihat sihir yang claude tunjukkan padanya sangat kagum

"weapon attack adalah sihir yang membantu seseorang menyerang dengan senjata, sekarang kau peragakan." ucap claude pada Kia

Kia mengangguk anggukkan kepalanya dan mulai memperagakan gerakan claude tadi

dan berhasil dalam sekali percobaan

Kia sungguh tak menyangka kalau dirinya akan bisa menggunakan sihir suatu hari nanti

see you

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!