di pasar kawasan Duke Bleszynski.
"adik apa yang ingin kau beli' dari tadi kamu tidak membeli barang apa pun kecuali jajan yang bersusun rapi dijalan" ucap Arsenal Bleszynski, di mengeluh tingkah adiknya ini dulu dia jika kepasar dia pasti akan beli gaun² meski gaunnya sudah banyak dan penuh rak lemari. tapi sekarang ini tidak yang ada adiknya membeli jajanan pasar hampir setiap jajanan dia borong.
"tidak ada yang menarikan yang perhatian arstella ka arsen, kecuali dengan jajan ini" ucap arstella Bleszynski dengan berbinar sambil memakan jajanan dia beli.
begitu pula dengan gerland bahkan, lihatlah belum habis makan di mulut dia malah memasukkannya bahkan mulutnya sangat cemot.
"kakak ayo kita kesana" ucap arstella Bleszynski tiba²,
"memangnya kamu mau apa kesana? dia sana sudah tidak ada pasar jadi mengapa kau mau kesana?"tanya Arsenal Bleszynski menatap kearah yang di tunjuk adiknya,
"entah tapi ka arsen mau yah temanin arstella kesana?"tanya arstella Bleszynski sambil menatap arsen dengan memohon.
melihat adiknya yang memohon arsen tidak tega jadi dia mengiyakan" iya baiklah kita akan kesana tapi jika tidak ada apapa² kita harus balik lagi" ucap Arsenal Bleszynski kepada arstella.
"baik ka" ucap arstella Bleszynski.
"baiklah ayo kita kesana ka"ucap arstella Bleszynski, berjalan duluan. dan di ikuti oleh arsen dan gerland yang tidak henti² memakan.
mereka berdua berjalan yang di pandu oleh adiknya. dan tibalah mereka di sebuah toko yang yang dimana tidak ada sama sekali pengunjung.
arsen dan gerland melihat sekitar toko itu yang terlihat tidak ada orang berlalu lalang disekitar tempat mereka singgahi.
"adik apa kau serius kita kesini?"tanya gerland Narendra.
"ya ayo masuk ka aku penasaran barang² apa saja di toko ini? apakah di dalam toko ini ada barang yang menarik untuk Arstella"ucap arstella Bleszynski, bukan tanpa alasan dia kesini. saat itu dia sedang asik makan tiba² sebuah aura menariknya untuk mengikutinya kesini dan alhasil mereka arstella dia bawa ketempat toko yang terlihat reyok.
"ayo ka kita masuk"ucap arstella Bleszynski, dan melangkah menuju kearah toko. dan di ikuti oleh ars dan land.
mereka berdua akhirnya masuk ketokoh terlihat pandangan yang memanjakan mata terlihat banyak rak² dia sana bukan hanya ada alat sihir tapi di sana ada persenjataan, buku, ramuan entah ramuan apa tapi tersusun rapi dia sana dan berbagi barang lainnya.
"wah aku tidak menyangka ada toko menjual barang perlengkapan alat sihir seperti ini bahkan senjata juga ada" ucap gerland Narendra menganga melihat pemandangan di dalam yang berbeda dari luar yang terlihat jelek.
"kamu benar sepertinya kita harus melihat barang² disini siapa tau ada sesuatu yang menarik perhatian kita nanti apa lagi lusa kita akan masuk academy" ucap Arsenal Bleszynski. sebelum mereka menuju tempat rak yang ingin di kunjungi tiba² seorang lelaki baya menyambut mereka dari belakang membuat mereka terkejut sampai mengeluarkan sihir mereka.
"selamat datang anak mu...."ucap lelaki baya, yang terhenti karna melihat 2 lelaki mengeluarkan sihirnya, tidak lama itu pria baya itu tertawa.
hahahaha
"anak muda jangan takut saya adalah pemilik toko ini maaf membuat kalian terkejut saya baru saja dari luar membeli makanan dan baru datang saya tidak tau jika ada pembeli yang datang ke toko saya, ini pertama kalinya saya kedatangan pengunjung sekian lamanya "ucap pria baya yang pemilik toko yang di masuki oleh arstella dan kedua kakaknya.
mendengar penuturan pria baya yang baru saja mengagetkan mereka, akhir mereka menghilangkan sihir mereka.
"tidak apa² paman" ucap gerland Narendra dan di angguki oleh arsen.
"jadi anak muda ini mau mencari apa?"tanya pria baya itu sambil menatap arstella dan berganti menatap kedua lelaki itu.
"kami hanya ingin melihat² saja dulu paman apa boleh?"tanya arstella Bleszynski dengan sopan.
"ya tentu silahkan, mudahan kalian dapat apa yang kalian cari di toko saya ini" ucap pria baya itu sambil menatap lekat ke arah arstella membuat arstella agak risih melihat pria baya itu memandangnya lekat.
"baiklah paman jika begitu kami akan mencari disana dulu" ucap Arsenal Bleszynski.
"baik silakan anak muda" ucap pria baya itu.
arstella dan kedua kakak lakinya menuju kearah rak yang paling ujung dia sana hanya ada buku sihir.
"kakak aku akan kesana Kaka lihat² lah" ucap arstella Bleszynski, tanpa memberi mereka ber2 menjawabnya.
"di mana asal aura itu?"batin arstella Bleszynski sambil mencari sumber aura yang dia ikuti menuju ke toko ini.
lama mencari dia tidak menemukan sumber aura yang dia ikuti sampai akhirnya dia menyerah tiba ² sebuah bisikan terdengar di Indra pendengarannya.
"fokuskan pikiranmu kau akan merasa aura yang berbeda dari yang lain "ucap suara bisikan. membuat arstella celingak celinguk mencari keberadaan suara bisikan itu.
"apa aku tidak salah tadi aku mendengar ada suara bisikan tapi orangnya tidak ada"guman arstella Bleszynski, tapi dia tetap melakukan apa yang dia dengar.
arstella pun memfokuskan pikirannya selang beberapa detik dia merasakan sebuah aura yang kuat,sedang, dan biasa.
arstella mengikuti sumber aura itu dan dia sekarang berada dia rak perlengkapan buku sihir bermacam² sihir buku disana. dia pun mengambil beberapa buku dia mengambil mengikuti aura buku itu dia mengambil buku dengan aura sedang dan kuat.
lalu dia berpindah lagi sekarang dia ada di rak senjata
gadis itu mengambil senjata berwarna hitam, merah dan biru muda
hitam dengan gabungan emas di pinggir pedangnya dan selebihnya warna hitam memiliki aura yang sangat kuat dengan gambar sebuah naga dengan warna emas di di pinggirnya
, sedangkan merah lumayan kuat tapi kuatan aura dari pedang hitam, pedang merah ini bercampur dengan warna ungu dengan lambang bunga mawar merah seperti warna pedang itu meski ada sedikit campuran warna ya itu ungu ,
sedangkan pedang untuk biru muda setara dengan pedang merah kuatnya, pedang biru muda ini juga mempunyai warna hitam dengan lambang tengkorak.
setelah selesai mengambil barang yang dia perlukan gadis itu beranjak menuju ketempat dimana kakaknya berada
"kakak apa kakak sudah selesai memilih?"tanya arstella Bleszynski, kepada arsen, sedangkan arsen yang sedang asik memilih beberapa buku sihir dikagetkan dengan suara adiknya.
"ah ya kakak hampir selesai" ucap Arsenal Bleszynski sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan pandangannya tertuju dengan barang yang di pilih adiknya. dia melihat 3 pedang yang sudah berkarat dan 6 buku yang terlihat buruk.
"adik apa kau tidak salah mengambil barang?"tanya Arsenal Bleszynski kepada adiknya.
"tidak" jawab arstella Bleszynski, lalu dia bertanya lagi " memangnya kenapa ka apa aku salah memilih barang yang aku ambil?"tanya arstella Bleszynski dengan tatapan bingung.
"mm ya mengapa kau mengambil pedang yang sudah berkarat itu bahkan kau mengambil pedang berkarat itu 3 dengan buku yang buruk sebanyak itu" bukan arsen yang menjawab tapi gerland yang mendahului arsen menjawab.
arstella yang mendengar itu menyengir dahinya dengan bingung mendengar ucapan Kaka sepupunya yang mengatakan barang yang dia pilih buruk dan berkarat,
"apa maksud ka gerland? aku tidak mengambil barang yang seperti ka gerland bilang" ucap arstella Bleszynski
HAI SEMUA AUTHOR BALIK LAGI NI JANGAN LUPA FOLLOW YAH YANG BELUM FOLLOW, VOTE KARNA WAJIB GAIS, GIF APA SAJA, LIKE LIKE LIKE, KOMEN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA GUYS SAMPAI JUMPA EPISODE SELANJUTNYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
GAK TAU ANJ!!
smangat thor
2022-10-28
0