pagi hari dikediaman Bleszynski,
diruang makan terlihat satu keluarga sedang berkumpul makan bersama setelah selesai mereka baru bisa bicara.
"adik apa kamu sibuk hari ini?"tanya Arsenal Bleszynski menatap adiknya
"ya ka aku sibuk, aku ada janji dengan guru Michel"ucap arstella Bleszynski
"bisakah ditunda dulu dek karna kakak ingin mengajak kamu jalan² ke ibu kota"tanya gerland Narendra
"maaf ka gerland tapi arstella hari ini arstella ada latihan dengan guru Michel di hutan"ucap arstella Bleszynski mata berkaca-kaca, dia ingin ikut kakak² jalan² tapi dia sudah berjanji pada guru Michel.
"apa kehutan!!! jangan kamu tidak boleh pergi hutan itu sangat berbahaya nanti kamu kenapa² gimana" ucap arsen dan gerland bersamaan.
"iss ka gerland ka arsen aku udah biasa kali kehutan berkelahi bahkan aku sama guru Michel pernah masuk lapisan 5 tidak terjadi apa ko"ucap arstella Bleszynski
"apa kamu sudah pernah kehutan berlatih dan masuk lapisan 5 pasti kamu bohong kan dek, ayah bilang sama arsen kalau arstella bohong"ucap Arsenal Bleszynski dia masih belum percaya dengan ucapan sang adik.
"tidak yang di katakan adikmu benar bahkan sebelum dia membangkitkan sihirnya dia sudah membunuh 10 preman" ucap Duke Bleszynski.
Trang
"apa!!! putriku membunuh preman sebelum membangkitkan sihirnya kenapa aku baru tahu"ucap Duchess velencia menatap tajam kearah Duke Afhdal.
glukk
"itu kamu kan sedang berkunjung kekerajaan sebelah jadi kamu tidak tau sayang, apa lagi kamu tinggal disana kan selama sebulan jadi aku lupa memberitahukanmu" ucap Duke Bleszynski yang mencoba mencari alasan yang benar agar dia tidak kena marah oleh sang istri.
mendengar hal itu duchess pun duduk sambil melipat tangannya di kedua gundukan nya dengan gaya merajuk, yang dimana dimata Duke sangat gemas melihat tingkah sang istri jika sedang merajuk.
"jika begitu kakak akan ikut kamu pergi kehutan" ucap Arsenal Bleszynski.
"kakak juga akan ikut" ucap gerland Narendra.
"mm baiklah kakak²ku boleh ikut lihat arstella berlatih di hutan" ucap arstella Bleszynski.
"jadi kapan kita akan kehutan?"tanya gerland Narendra yang tidak sabar melihat latihan apa yang dijalankan oleh adiknya ini.
"kita tunggu guru Michel datang, ayo kita pergi keruang tamu siapa tau guru Michel sudah datang" ucap arstella Bleszynski
"ayah ibu aku pergi dulu yah" ucap arstella Bleszynski pamit, kemudian beranjak dari duduknya keluar dari ruang makan
*******
di sebuah tempat yang tidak ketahui terdapat seseorang yang sedang duduk di singgasananya
"apakah ini saatnya aku mencari penerus untuk alam kegelapan lagi?"tanyanya pada diri sendiri. jika dilihat ada raut wajah ragu²
"ya aku harus mencari penerusku andai aku punya seorang anak atau cucu mungkin alam kegelapan akan ku serahkan pada anak atau cucuku tapi itu pun jika mereka terpilih, tapi sayangnya Gimana mau punya anak jika istri saja saya tidak punya"ucap lelaki baya sambil terkekeh sendirinya.
"baiklah sudah ku putuskan aku akan mencoba mencari penerus lagi " ucap lelaki baya yang kemudian melepaskan cincin alam kegelapan, entah berapa kali dia melepaskan cincin itu.
kemudian setelah melepaskan cincin mutlaknya dia pun membaca seperapah kata yang tidak di mengerti tiba² cincin itu melayang.
"pergilah' carilah penerus alam kegelapan yang sangat cocok menjadi pemimpin kegelapan"perintah lelaki baya itu kepada cincin mutlaknya. tiba² cincin itu melesat laju keluar.
"ha dia.. dia pergi? itu berarti dia mendapatkan penerus yang cocok untuk menjaga alam kegelapan ini?"tanyanya terkejut, pasalnya saat dia menyuruh cincin itu untuk mencari penerus, cincin itu tidak sama sekali mencari cincin itu bahkan langsung masuk di salah satu jari lelaki baya itu.
makanya saat cincin itu melesat dia sangat gembira itu berarti cincinnya telah menemukan penerus yang akan menjaga alam kegelapan.
"jika begitu aku tidak akan melihat berkas jelek ini yang selalu tertumpuk di atas mejaku, dan aku bisa pergi kemana mana² aku penasaran pemuda mana yang beruntung menjadi penerus alam kegelapan?"tanya lelaki baya itu pada dirinya sendiri.
********
disebuah hutan terdapat 3 pemuda tampan dan 1 wanita cantik meski umurnya masih di bilang bocah.
"jadi latihan apa yang akan adikku pelajari?"tanya seorang lelaki dia adalah Arsenal Bleszynski
"aku akan mengajarkannya menggunakan sihir"jawab Michel Andrean.
"baiklah kita telah sampai"ucap Michel Andrean. sontak saja 2 pemuda itu sadar dan melihat sekelilingnya tiba² mata mereka membulat saat mereka tau di hutan ke berapa ini
"ini hutan lapisan 6!!!"teriak Arsenal dan gerland yang baru sadar jika mereka sudah berada di lapisan 6 karna keasikan berbicara hal yang tidak penting dipertanyakan.
andai Michel tau jika mereka ber2 sangat bising dia pasti tidak akan berpikir 2kali untuk membawa mereka
"hu~ lain kali aku tidak akan membawa mereka lagi, entah mengapa aku rasa mereka berdua seperti perempuan saja yang mulutnya tidak bisa diam" guman Michel Andrean menatap jengah 2 pemuda itu.
"hai bisakah kalian diam!!" teriak Michel Andrean yang sudah sangat kesal dengan 2pemuda ini yang tidak bisa diam sedari tadi, sangat berbeda dengan adik mereka yang hanya diam menyaksikan perdebatan kakanya.
2 pemuda yang diteriakkan langsung menoleh saat itu mereka melihat wajah kekesalan Michel membuat mereka langsung terdiam.
"jika aku mendengar kalian berdebat lagi maka jangan salahkan aku jika aku akan melemparkan kalian kehutan lapisan 7 mengeri!!!" teriak Michel kesal kepada 2 pemuda itu.
"me.. mengerti"ucap mereka ber2 serempak.
"baiklah arstella pembelajaran hari ini kamu akan bertarung denganku menggunakan sihir, aku ingin melihat seberapa kuat sihirmu sekarang... "..." aku melihat basicmu sudah berada 1000 itu berarti sekarang kultivikasimu sekarang berada pemula akhir dan sedikit lagi kau akan mencapai kultivikasi awal
"tidak seperti semua orang yang akan tetap berada di kultivikasi pemula" ucap Michel Andrean, tapi meski mereka selamanya berada di pemula itu tidak menjadi masalah dan tidak akan menjadi ancam jika ada dunia atas atau dunia paling bawah menyerang dunia mereka tinggali,karna jika mereka turun kedunia yang mereka tinggali makan kultivikasi mereka akan ditekan menjadi pemula, kultivikasi mereka akan kembali semula jika mereka kembali ketempat mereka tinggali.
"jadi mereka tidak akan terancam jika ada orang dari lapisan langit datang ketempat mereka.
"baik guru arstella siap bertarung dengan guru" ucap arstella Bleszynski.
"baiklah mari mulai"ucap Michel Andrean yang sudah bersiap menyerang arstella dengan sihirnya.
Michel pun merapalkan mantra tiba² muncul angin topan sebelum Michel mengerakkan tangannya untuk menyerang arstella tiba² terdengar suar teriakan teriakan itu berasal dari seorang perempuan dia adalah
"arstella/adik!!!"teriak 3 pemuda tampan itu saat melihat arstella teriak kesakitan sebelum jatuh pingsan
"aaaaa!!!!"
brukk
tak..
tak..
tak..
"Stella bangun"ucap ucap Arsenal Bleszynski panik melihat adikknya tak sadarkan diri.
"Stella bangun jangan bercanda dong" ucap gerland Narendra panik bercampur takut,
"lebih baik kita bawa dia pulang untuk di periksa"saran Michel Andrean, dia juga ketakutan jika terjadi sesuatu kepada anak muridnya.
"baik ayo" ucap Arsenal Bleszynski yang menggendong arstella.
"lebih baik kita menggunakan portal agar cepat"ucap gerland Narendra memberi saran.
"baik" ucap Michel Andrean dia pun membaca sebuah mantra dan terlihat sebuah portal dimensi di depan mereka.
"ayo masuk" ucap Michel Andrean, mereka bertiga pun masuk kedalam portal Dengan sigap mereka telah sampai di sebuah kamar yang tak lain kamar arstella.
"gerland cepat panggil tabib kesini untuk memeriksa keadaan arstella" ucap Michel Andrean, sedangkan Arsenal dia sedang menangis dan mengguncang² tubuh arstella.
beberapa menit kemudian...
seorang tabib pun datang dengan tergesa² dan di susul 2 orang baya yang berbeda jenis dan di susul seorang pemuda.
"cepat periksa adik saya" ucap Arsenal Bleszynski kepada tabib yang baru datang.
"baik tuan muda tolong anda pindah sebentar saya ingin memeriksa nona muda dulu" ucap tabib, arsen pun pergi dari sana. dan tabib pun mulai memeriksa keadaan arstella
"gimana tabib dengan keadaan Putri saya" ucap Duchess velencia yang sudah ada disana bersamaan dengan tabib datang.
"kondisi nona muda baik² saja duchess tidak ada masalah dengan kondisinya, mungkin nona muda kecapean kali duchess makannya nona muda pingsan" ucap tabib jelas saat memeriksa. keadaan arstella yang baik² saja.
HAI SEMUA AUTHOR BALIK LAGI NI, JANGAN LUPA FOLLOW YAH YANG BELUM FOLLOW, VOTE KARNA WAJIB GAIS, GIF APA SAJA, LIKE LIKE, KOMEN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA GUYS, SAMPAI JUMPA EPISODE SELANJUTNYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments