Tok...
Tok...
Tok...
Di saat mereka tengah membahas mengenai beberapa ide tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk tak lama kemudian masuk lah seorang wanita dengan rambut panjang dan tergerai dengan wajah yang sangat Kristy kenali memasuki ruangan dimana dia berada.
"Maaf Bu tadi saya di panggil ke kantor direktur,jadi baru bisa mengikuti training nya sekarang" ujar nya sedikit terkejut melihat Kristy ada di dalam ruangan itu juga.
'Sialan kenapa harus ada si miskin itu sih di sini' batin nya mengumpat pada Kristy yang selalu ada dimanapun berada..sekuat mungkin dia tahan agar tak mencakar wajah Kristy dan makah akan mempermalukan diri nya.
"Hm..silahkan duduk dan ikuti training nya dengan baik" jawab pihak HRD dengan tegas.
Ribella duduk di bagian paling belakang dan mengikuti training nya seolah tak terjadi apapun.
Sementara Kristy..dia memijat kepala nya yang tiba-tiba terasa gatal..dia tak menyangka akan bekerja satu tempat dengan Ribella dan itu membuat nya tak nyaman baik jiwa dan raga nya.
Kristy masih belum bisa melupakan masa-masa di awal kuliah dulu dimana saat itu ketiga wanita pengacau itu menyeret nya ke balik gedung kampus dan menganiaya nya..sampai saat ini dia masih trauma dan itu sangat membekas di hati nya.
Kini yang bisa Kristy lakukan adalah menghindar dari Ribella..bahkan Jiak hanya sekedar untuk makan siang saja dia memiliki berada di kubikel nya.
Ting.....
Satu pesan masuk dan tampak nama Maiden tertera di layar ponsel nya.
(Bagaimana hari pertama mu Kristy?)..isi pesan dari Maiden.
Kristy membaca pesan dari Maiden di jam makan siang..apa anak itu bangun pagi..astaga.
(Buruk sekali..kapan kau akan pulang?)..balas Kristy.
(Ya tuhan kasihan kau..sorry aku tak tau kapan pasti nya karena saat ini aku harus melakukan pemotretan mengganti kan rekan ku di Eropa karena dia sedang sakit..oh ya bagaimana makan malam kalian waktu itu..apa lancar?)..jelas Maiden dan bertanya pada Kristy.
(Huftt..dia terlalu sempurna Maiden..aku hanya takut jika dia adalah seorang scammer)..balas Kristy.
"What's... Aku akan menelfon mu mumpung di sini masih pagi dan aku belum terlalu sibuk)..balas Maiden lagi.
Benar saja tak berapa lama kemudian ponsel Kristy berbunyi dan tertera sebuah nama di layarnya yaitu Maiden..tak banyak basa basi Kristy mengangkat nya dan beralih menuju tempat yang agak sepi agar percakapan nya dengan Maiden tidak ada yang menguping.
Kristy menceritakan semua yang dia alami pada Maiden termasuk juga dengan kejadian makan malam di hotel xxx bersama Roger yang menurut nya terlalu berlebihan.
"Astaga Kristy..kau serius..siapa nama nya biar aku cari tau" tanah Maiden yang juga ikut penasaran.
"Aku tidak tau Maiden..dia hanya bilang nama belakang nya panjang dan aku tidak akan bisa mengingat nya jadi dia memintaku mengenal nya dengan nama Roger saja..ah iya aku baru ingat kata seorang suster yang membantuku saat pemeriksaan kesehatan kemarin dia bilang Roger adalah dokter bedah terkenal tapi ketika aku mencari di internet tidak ada yang bernama Roger,atau mungkin dia tidak menggunakan nama aslinya ya?" ujar Kristy menjelaskan dana menerka-nerka.
"Hmmm..mungkin saja seperti itu..oh ya Kristy bukan kah dia yang kemarin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap mu Minggu lalu bukan?" Maiden teringat sesuatu dan dia langsung mengatakan nya pada Kristy.
"Iya.. kenapa memang nya?" tanah Kristy mengernyit bingung.
"Hey kau lihat saja nama nya di surat keterangan pemeriksaan kesehatan mu nanti kita selidiki begitu maksud ku" ujar Maiden menjelaskan.
"Ck.. sayang sekali surat itu sudah aku berikan pada pihak HRD" Kristy berdecak saat baru menyadari nya.
"Apa tidak bisa di ambil lagi?" tanya Maiden seakan tidak tau apapun.
"Tidak bisa lah Maiden..yang ada nanti malah mereka yang curiga padaku..tapi seperti nya aku bisa ke rumah sakit untuk mengambil salinan nya" tiba-tiba Kristy teringat akan sesuatu dan mengutarakan nya pada Maiden.
"Maiden coba kau Googling pemilik hotel xxx yang sekarang,kemarin dia mengatakan padaku bahwa dia akan membeli hotel itu" jelas Kristy yang teringat dengan hotel xxx.
Maiden terdiam setelah mendengarkan kata-kata Kristy begitu juga dengan Kristy yang terdiam setelah bercerita..lalu semenit kemudian tawa mereka pecah hingga terbahak-bahak.
"Hahahaha.. hahahahaha" tawa kedua nya pecah.
Mana mungkin mereka menganggap ucapan Roger serius tentang hotel itu..jika di pikir-pikir lagi Roger memang sering mengucapkan kata-kata yang di luar logika dan kadang menggelitik mereka..paling dia hanya bercanda..pikir kedua nya.
"Hahaha astaga sudah lah anggap kau sedang mendengarkan stand up komedi" kata Maiden di sela-sela tawa nya.
"Memang terdengar lucu sih tapi yang jelas para pengacau itu sudah di beri pelajaran bukan.. berterimakasih lah pada siapapun itu yang telah membuat mereka bertiga di usir" jelas Maiden memberi masukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 154 Episodes
Comments