"Selamat..silahkan isi formulir nya dengan data yang di perlukan..anda bisa mulai bekerja Minggu depan tapi sebelum itu anda harus melakukan medical check up dulu di salah satu rumah sakit atau klinik yang ada di daftar ini..simpan kwitansi nya dan berikan kepada finance untuk di reimbus" jelas sang pihak HRD pada Kristy.
Kegembiraan dan kebahagiaan yang Kristy rasakan saat itu langsung hilang dan menguap begitu saja setelah mendengar ucapan si pihak HRD..dan ternyata fakta nya dia harus membayar dulu biaya untuk pemeriksaan kesehatan baru setelah nya akan di ganti oleh pihak perusahaan..seketika dia teringat uang yang ada di rekening nya yang hanya tersisa 100 dollar saja.
Biaya untuk cek kesehatan saja dia tidak tau apa mahal atau tidak..dan dari mana dia bisa mendapatkan uang tambahan nya kalau kurang coba..ya tuhan setelah kau angkat ke atas awan kemudian kau jatuhkan kedalam kerak bumi terdalam..oh God.
Dengan tak bersemangat Kristy mengambil kertas formulir itu kemudian berpamitan dengan berat hati..jika dihitung lagi sekarang saja baru hari senin mana bisa dia mendapat uang dari menyebar brosur karena pekerjaan itu hanya di lakukan pada akhir pekan saja.
Ya tuhan dari mana dia bisa mendapatkan biaya tambahan itu..apa dia harus meminjam dari Maiden astaga otak mu Kristy jangan aneh-aneh kau sudah banyak merepotkan nya..jangan konyol bodoh.
"Sebaik nya aku pastikan dulu berapa biaya untuk cek kesehatan itu lalu aku akan mencari tambahan uang nya nanti" ujar nya dalam hati.
Kristy pergi ke rumah sakit yang ada di list tadi dengan berjalan kaki karena gedung itu tak jauh dari perusahaan tempat nya melamar..dia hanya akan menanyakan biaya nya saja untuk memastikan berapa kekurangan nya.
Di lobby rumah sakit itu banyak sekali calon pasien yang tengah mengantri sehingga Kristy juga harus melakukan hal yang sama dengan mereka..ketika dia tiba di depan resepsionis tiba-tiba wajah si resepsionis itu berubah menjadi tidak sabaran.
"Permisi..maaf saya mau tanya..emm.. kira-kira berapa biaya untuk melakukan cek kesehatan seperti ini?" tanya Kristy sambil menyerahkan formulir yang tadi dia bawa.
Si resepsionis menoleh dan menjawab dengan ketus pertanyaan Kristy.
"Sebentar saya cek dulu" jawab nya ketus kelewat malas meladeni Kristy.
Sabar Kristy sabar.
Sembari mengecek perhatian nya terus memperhatikan pintu masuk ke lobby rumah sakit..si resepsionis seperti tengah menunggu seseorang.. sang resepsionis tampak terburu-buru dalam menyelesaikan tugas nya seolah seperti ingin segera bertemu kekasih pujaan nya.
"Biaya nya 300 dollar" jawab si resepsionis dengan masih ketus sambil menatap ke arah pintu masuk.
"Oh astaga" Kristy terkejut mendengar biaya nya.
"Baiklah terimakasih" lanjut Kristy.
'Ternyata mahal sekali' batin Kristy meratapi nasib nya.
Kristy pun hendak berbalik dengan lesu meninggalkan lobby itu namun saat dia mau meninggalkan meja resepsionis dia mendengar suara si resepsionis tampak berbinar-binar dan mendayu-dayu menyapa seseorang dengan manja.
"Siang dokter" sapa si resepsionis manja dan kalem.
Kristy pun mengangkat wajah nya dan melihat orang yang di sapa si resepsionis itu..ya tuhan ini toh penyebab si resepsionis merubah suara nya menjadi begitu manja.
Si resepsionis yang awal nya tidak sabaran kini berubah 180 derajat di depan dokter yang membuat si resepsionis itu seperti kesurupan.
Ternyata sedang menunggu orang yang baru masuk ini toh..astaga.
Orang yang baru masuk lobby rumah sakit itu masih muda dan tampan pasti nya hingga membuat seisi tempat itu heboh dan memperhatikan nya.
Kehadiran nya seakan membuat udara di sekitar sana kembali segar..Si resepsionis,suster dan staf lain nya tampak begitu menghormati dan mengangguk sopan pada dokter itu.
Dokter itu pun membalas sapaan juga mengangguk sebagai tanda jawaban,di saat pandangan orang itu menyapu ke arah Kristy,dia sedikit terkejut namun dia segera mengembangkan senyuman lebar nya di depan Kristy.
"Loh Kristy..kau di sini juga,sedang apa di sini?" tanya nya menatap Kristy intens.
Kristy pun tampak tak mempercayai penglihatan nya itu..orang yang baru saja di sapa sebagai dokter itu rupa nya adalah Roger..orang yang waktu itu dia tabrak dan juga mengantar nya pulang hingga apartemen.
'Dia seorang dokter.. really?' batin nya menjerit tak percaya.
Dia bahkan masih terlalu muda untuk menjadi seorang dokter..Kristy juga merasa dia bukan sekedar dokter biasa melihat dari betapa dia di hormati dan disegani oleh para staf Kristy rasa Roger memiliki posisi lebih penting di rumah sakit ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 154 Episodes
Comments