Hari sabtu telah tiba di depan mata.. Kristy hari ini sangat bersemangat untuk melakukan pekerjaan nya di cafe sebagai pelayan paruh waktu..dia sudah tidak sabar untuk segera bertemu Roger astaga..apa ini hey Kristy jangan aneh-aneh kau.
Di saya Kristy tengah serius mengerjakan pekerjaan nya tiba-tiba dari arah belakang tampak a di panggil oleh seseorang.. Kristy menoleh ke belakang dan menemukan 3 orang gadis cantik namun buruk etika tengah menatap nya remeh.
"Kristy.. it's you?" panggil salah satu gadis-gadis itu pada Kristy.
Nasib buruk untuk mu Kristy.
Huftt....
Kristus menghela nafas nya panjang sesak dan jengah kenapa juga dari sekian banyak nya tempat yang bagus di negara ini harus bertemu mereka di tempat kerja nya..tahan Kristy kau tak boleh cari masalah.
Kristy tak menjawab dia hanya bersikap profesional tahan Kristy beberapa jam lagi maka kau akan bebas dari pada pengacau ini.
"Ada yang bisa saya bantu nona-nona sekalian?" tanya Kristy bersikap profesional.
"Wah..wah..wah.. jauh-jauh ke sini ternyata hanya menjadi seorang waitress saja hahaha kasihan sekali nasib mu" ujar salah seorang gadis yang memang sangat tidak menyukai Kristy dan menatap nya dengan tatapan jijik.
"Maaf nona silahkan jika anda sekalian mau pesan" tak menghiraukan ejekan gadis-gadis pengacau itu Kristy memilih bersikap layak nya pelayan yang melayani sang pelanggan.
"Cih..sombong sekali kau..kau hanya seorang pelayan jangan banyak tingkah" ujar si gadis nomor 2 yang sudah sangat kesal dengan sikap profesional nya Kristy.
Kristy dia tak meladeni dia berusaha tersenyum meski perih dan sakit yang hati nya rasakan..Kristy hanya mampu menahan tangis dan emosi nya.
#
#
Waktu sudah semakin sore.. Kristy harus segera kembali dan bersiap..setelah membersihkan kekacauan yang di perbuat oleh ketiga gadis pengacau itu Kristy sekarang sudah bersiap hendak pulang.
Dia mengambil bayaran nya dulu yang hanya 80 dollar kemudian kembali ke apartemen.. Kristy teringat bahwa dia tak memiliki tas tangan yang cukup layak untuk di bawa ke tempat janjian nanti.
Dia membeli tas tangan yang harga nya murah namun pantas dan layak di bawa ke tempat mahal..tas milik nya sudah usang,banyak yang sudah mengelupas,bahkan tali nya sering putus hingga Kristy harus pintar-pintar mengakali nya agr bisa bertahan lama.
Tepat pukul 8 jemputan yang Roger janjikan telah tiba.. Kristy bergegas turun ke bawah dan menemukan ternyata benar supir yang waktu itu yang menjemput nya.
"Selamat malam nona..apa anda sudah siap?" sapa si supir sopan dan bertanya.
"Malam pak..saya sudah siap" balas Kristy membungkuk membalas sapaan sang supir.
"Baiklah..silahkan masuk nona..tuan sudah berada di tempat janjian" ujar si supir membukakan pintu mobil mahal itu untuk Kristy dan mengatakan bahwa Roger telah berada di tempat mereka janjian.
Kristy hanya tersenyum bingung mau mengatakan apa..dia masuk dan duduk dengan tenang..harum dan mewah suasana di dalam mobil juga tenang yang pasti.
"Kita berangkat sekarang nona" kata si supir meminta pendapat Kristy.
"Iya pak" jawab Kristy mengikuti saja.
Mereka menuju tempat janjian..selama dalam perjalanan hanya ada keheningan karena Kristy tak tau lagi mau apa..dia tidak bermain untuk sekedar bertanya karena takut di anggap lancang dan malah akan menggangu konsentrasi sang supir.
Kristy telah sampai di tempat janjian mereka..sebuah gedung dengan bertingkat-tingkat menjualnya di depan mata nya..gedung itu sangat mewah dan pasti nya mahal.. restoran dan hotel termahal dan termewah di kota itu.
Kristy tak pernah terpikir akan menginjakkan kaki nya di gedung itu karena dia tau dia tidak akan bisa mewujudkan impian nya itu.
"Silahkan masuk nona..tuan sudah menunggu di dalam" ujar si supir memberitahu.
"Terimakasih pak" balas Kristy kemudian masuk kedalam gedung mewah itu saat dia masuk ada yang aneh karena tampak tak ada satupun pengunjung yang terlihat.
Aneh sekali.
Kristy di sambut oleh salah satu karyawan tempat itu dan di antar menuju tempat dimana Roger telah menunggu nya.
Kristy telah sampai di salah satu ruangan..nyaman dan mewah kesan yang hotel itu tampilkan.. Kristy berjalan menuju sebuah lorong yang sudah di beritahu oleh pegawai tadi..tanpa di ujung lorong Kristy dapat melihat Roger yang baru saja duduk namun saat diri nya melihat Kristy dia berdiri dan menghampiri Kristy.
Roger berjalan mendekati Kristy dengan senyuman manis nya yang membuat Kristy berdebar-debar.. Kristy berusaha menyembunyikan kesedihan nya jika mengingat tadi sebelum sampai di sini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 154 Episodes
Comments