Semangat untuk hari ini, fokus!! fokus!! untuk bekerja.
"Pagi Mas Budi.. Pagi Mbak Dela!!" sapa ku seperti biasa, meski sebenar nya aku masih canggung gara -gara kejadian kemarin.
"Pagi Mid!" balas Mbak Dela memutar kursi nya mengarah pada ku.
"Gimana kemarin?? Santai aja kali! Gue nggak marah kok Mid sama Lo!! kewajiban Gue negur Lo kan ,kalau Lo salah.. kita harus profesional kerja." kata Mas Budi. Syukur lah kalau Mas Budi nggak bawa bawa masalah kemarin ke pekerjaan. Mas Budi emang thebeast deh!.
"Ya Gitu deh Mas.. tapi ya udah lah.. buat pengalaman.." Kemudian aku menyalakan Komputer.
"Lo nggak kenapa - kenapa kan??? Adit ngapa ngapain Lo nggak?" Detektif Budi mulai beraksi.
"Di apa apain maksud Lo gimana Mas??? ada gosip baru apa nih!!" dasar Mbak Dela , antusias banget kalau ada berita baru , langsung beraksi mendekati kami.
"Apa'an sih Mbak Dela! di apa -apain gimana nih Mas maksud nya??" ku tanya balik aja, apa sih maksud Pertanyaan Mas Budi.
"Porno lo berdua!! semalem Gue sampe nggak nyenyak ! kepikiran terus Mid.. Biasa nya Adit kalau marah suka bertindak gegabah.. Ya Gue takut aja, kalau Adit sampe ngambil keputusan sepihak.. bisa aja kan Lo di Mutasi".
"Nggak Mas..Gue udah minta Maaf kok. Cuma di tegur aja sih."
"Syukur deh kalau gitu.." Mas Budi kembali ke kursi kebesaran nya.
"Emang Pak Adit kenapa Mas Budi???" Mbak Dela masih penasaran.
"Biasa lah Del! sama calon istri..ada masalah dikit! tuh si Midia SkSd sama keponakan nya" jawab Mas Budi, bisa bisa nya ngeledek orang
"Enak aja!! Sorry!! Mending Gue jadi jomblo!!"
"Hahaha oh pendekatan..ngambil hati keponakan nya dulu, baru Om nya.." ledek Mbak Dela.
Ruang Manager.
"Dit! kita harus segera Mencari tahu! siapa dalang dari Sumber kekacauan ini!"
"Aku sedang mengumpul kan bukti, sampai pelaku tertangkap!!"
"Lantas kira kira siapa yang kamu curigai???"
"Mas Reza nanti juga bakal tahu"
"Kalau kamu butuh bantuan, Aku siap membantu mu.. kalau perlu kita cari tahu sama sama.."
"Tidak perlu Mas! aku sendiri mampu mencari pelaku nya, hanya saja Bukti ku belum cukup kuat."
Pak Reza terlihat sedikit tegang.
"Bukti apa yang sudah kamu dapat kan???"
"Mas Reza nggak perlu tahu..Nanti kalau sudah waktu nya tiba..Mas Reza bakalan tahu sendiri.."
"Oke!!"
Pak Reza meninggal kan ruangan dengan kesal, mungkin karena niat baik nya di abaikan oleh Pak Adit.
Jam makan siang telah tiba bagi staff dan para petinggi di Perusahaan ini.
Seperti biasa, Aku Mbak Dela dan Budi selalu makan dalam satu meja.
Selang beberapa Saat Pak Adit and the gank juga masuk ke dalam Pantry. Biasa lah orang orang kaya duduk nya khusus Di bangku VVIP.
Mas Erwin dengan setia membawa kantung Plastik yang berisi makanan seperti nya.
"Tuh calon suami!!" Mbak Dela kembali mengejek ku sambil mengenggol pundak ku.
.
Mas Budi juga, ikut ketawa bikin sebel.
"Apaan sih mbak!!" dan lebih sial nya lagi, Pak Adit duduk dengan berhadapan dengan ku.
Padahal nih ya, aku mati matian nggak mau ngeliat dia, eh Malah Mbak Della se enak nya nyenggol nyenggol! pasti Gede kepala tuh orang.
"Hai Mas Budi..Mbak Dela, Eh Midia.." sapa Mas Erwin berdiri tepat disebelah ku.
"Iya Win..silah kan gabung sama kita??" tawar Mas Budi.
Ya ampun Ganteng nya Mas Erwin, kenapa nggak dia aja yang jadi Manager..
"Ini ada dari Pak Adit Mid.." Mas Erwin meletak kan kantung kresek di Depan ku, membuat mata indah ku melotot. Buru buru menyambar botol minum
"Pelan pelan Mid..." Mbak Dela mengelus pundak ku.
"Buat Midia Win???" tanya Mas Budi.
"Iya sih Mas! tepat nya untuk cemilan nanti pas Lembur.. tapi ini banyak kok..cukup buat kalian bertiga. Lagian Midia juga nggak akan habis" jawab Mas Erwin dengan santai nya.
sontak membuat Mbak Della dan Mas Budi tertawa terbahak-bahak bersama.
"Kami terima dengan senang hati.." kata Mbak Dela.
"Mbak Della apa an sih!!" sela ku.
"Nanti habis istirahat..aku ke Lapangan Lho Win..Della juga jarus meninjau ke Pabrik baru"
Jelas Mas Budi.
"Nggak masalah Mas! Seperti biasa nya, Midia pasti bisa menghandle nya sendiri.. Nggak apa apa kan Mid kamu lembur sendiri.."
Aku langsung menatap tajam ke arah Pak Adit. Eh dia nya pura pura nggak ngelihat. Kenapa nggak ada komunikasi dulu keMas Budi .
Se enak nya aja nyuruh lembur,
"Mid!! its oke kan???" tanya Mas Erwin Lagi.
"Iya Pak..." jawab ku tak bersemangat.
Ya udah deh, Lembur lembur biar cepet kaya! pokok nya minggu ini harus pulang kampung. Banyak hal yang mau aku ceritain ke Mama.
"Mid!" Pak Adit datang menghampiri ku, ternyata masih punya perasaan juga dia. Tahu aja kalau di ruangan ini tinggal Gue doang!
"Nih!! Lupa tadi!" menarih Satu botol Susu UHT di mejaku.
"Makasih Pak"
"Istirahat sebentar kalau kamu capek. " kata Pak Adit, sabil memeriksa lembaran kertas di dalam Map nya.
"Yah! kok di tambahin lagi sih Pak! ini kan udah mau selesai!" protes ku
"Guna nya saya nyuruh kamu lembur buat apa! kamu kerja kebanyakan ngeluh!"
"Bentar lagi kan pulang Pak??""
"Selesaikan malam ini! kalau kelewat jam pulang! hitungan nya juga masuk jam lembur! di bayar juga kan!"
Menyebal kan sekali orang ini, bodo amat! Langsung aku lempar aja pake kepalan kertas
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments