Lagi lagi aku hampir telat ke kantor. Saking enak nya tidur nih, memanjakan badan yang rasa nya Remuk redam.
Selamat satu menit tidak terlambat untuk Absensi.
"Baru dateng Mid??" Tanya Mbak Dela si tepat waktu..sudah duduk menggerembol dengan Mas Budi. Pasti ada Gosip lagi nih.
"Macet Mbak di sepanjang Jalan Sutiono.." Langsung Duduk menyalakan Komputer, Menunggu loding sambil menyangga wajah imut ku dengan tangan kiri.
"Coba sini Mid!" Mas Budi pasti mulai Kepo dan ngajak ngegosip.
"Ap'an sih Mas!!"
"Lo udah denger berita belum Mid??"
"Berita Apa'an sih??" Kan jadi ikutan kepo.
"Nih dapat kiriman dari anak bawah!" Mbak Dela nunjukin hape nya, "Profil sama setatus nya Adit sama, diganti sama Gambar cewek bersandar di pundak nya..tapi cuma keliatan rambut nya doang!"
"Kayak nya Gue pernah Liat iket Rambut nya deh Del!! nggak asing kok!" Mas Budi lngsung jadi detektif.
" Lihat nih caption nya Queen di kasih gambar hati lagi"
Kumat deh Ke kepoan mbak Dela, serasi banget sama Mas Budi.
Jangan sampe tahu, kalau yang di Gambar itu beneran Gue semalam. Sial sial.. ngapain pake tidur di pundak Pak Adit segala sih. Buseet! Lagian kenapa juga di Foto. Awas aja Lo Pak! Bikin heboh orang sekantor.
"Gue inget! itu kan Iket Rambut Midia!! iya Kan Mid! ngaku Lo!!" Mas Budi dengan segala keyakinan nya.
"Beneran?? ini Kamu Mid??" Mbak Dela nggak mau kalah.
Untung aja, hari ini aku nggak pakai ikat Rambut semalam. Dan Gue Pastiin iket rambut yang Gue pake semalam bakalan Gue buang.
Gue nggak mau jadi bulan bulanan orang sekantor gara gara ulah Pak Adit.
"Nggak lah Mbak! mana punya aku! Nih Liat ikat Rambut ku ya cuma ini! yang biasa aku pake!!" Aku membela diri.
"Bohong Lo Mid! Gue yakin ini punya Lo??" Mas Budi masih ngeyel.
"Nggak Mas! beneran aku nggak bohong! orang semalem aku langsung pulang kok!" terpaksa berbohong deh..
"Warna rambut nya juga nggak asing kan Mas Budi??" Mbak Dela nggak mau kalah.
sampai perdebatan Ini harus selesai di karenakan Mas Budi harus Meeting,
masalah rambut dan ikat rambut sudah selesai , aman nggak jadi ketahuan. Lagian cuma hal sepele kayak Gini Aja jadi heboh.
Seperti biasa, aku mulai menyelesiakan dan mengerjakan pekerjaan ku. Sampai tibalah waktu yang di tunggu tunggu Jam Istirahat telah tiba.
Mas Budi membuka Pintu "Thanks ya Dell , Midia! Meeting kali ini Lancar dan berhasil!!" terpancar Rona kebahagiaan di wajah Mas Budi.
"Ya udah,kita makan siang dulu yuk!" ajak Mbak Dela. Aku segera memberesi semua peralatan di atas meja.
"Ayok Mbak!!"
"Nih!! aku tadi take Away buat kalian" Pak Adit datang kayak Jalangkung, dengan membawa dua kantung kresek di kedua tangan nya. Aku mendelik kesal melihat nya. Mau minta penjelasan mengenai setatus di Wa, tapi nggak mungkin sekarang.
"Apa ini Pak??" tanya Mbak Dela
"Makan siang Del buat kalian bertiga,"
"Terimakasih Pak.." Mas Budi menimpali.
"Ini ada Eskrim. cone dan kentang goreng buat Midia, sorry semalem nggak sempet ngasih cemilan..Gara gara deadline"
"Makasih Pak.."
"Jangan lupa jaga kesehatan dan stamina untuk bulan ini, banyak jadwal Deadline Mid.." Begitulah Pesan nya sebelum pergi.
Mas Budi dan Mbak Dela jelas tertawa cekikikan
"Cieeee Perhatian banget ya Pak Adit! nggak biasa nya gitu????" goda Mbak Dela.
"Rejeki mbak!! hajar aja! lumayan kan?? irit uang makan hahahah" balas ku.
"Kalian emang cocok Loh Mid!! pacaran aja lah sama Pak Adit!" Bisa bisa nya Mas Budi meledek ku lagi.
Aku terkesiap seketika, sialan Gara Gara Mas Budi Eskrim cone ku jadi terasa Pahit.
"Nggak Lucu!!!" Aku menatap tajam mereka.
Aku masih berharap agar bisa balikan lagi sama Elgin. Pokok nya apa pun besok, aku harus ketemu sama Elgin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments