Setelah berbincang-bincang dan tidak ada lagi yang perlu dibicarakan Shun land dan Boma berpamitan pulang ke istana
tidak berselang lama Upiak arai juragan pasar dengan wajah gembira ikut berpamitan, Upiak arai merasa sangat puas dengan hasil pembicaraan dengan pangeran Shun Land karena pangeran sendiri berjanji akan membalas kebaikan Upiak arai di masa depan
sinar sang Surya muncul di Ufuk timur dengan malu malu, sang Pajar dengan sombong mendahului tanpa ragu, sementara awan yang biasa melayang tak berani mempermalukan sang surya.
Di pagi yang cerah secerah Nuansa hati Boma yang sedang mabuk asmara cinta sang bidadari mawinei anak ketua pengawal istana.
Di sudut istana seorang gadis tinggi semampai berkulit putih mulus dengan rambut panjang terurai berwajah cantik sorot mata teduh bila tersenyum sederet gigi indah terlihat di sela-sela bibir merah alami, memanjakan mata yang memandang.
Dia berdiri di depan pintu membawa senampan sarapan pagi dengan aroma teh yang menggoda, dia menunggu pengisi kamar keluar
''adik aku masuk yah aku bawakan sarapan masakan ku sendiri untuk adik''
dari dalam kamar tak ada jawaban akhirnya dia mendorong pintu pelan pelan, ternyata di dalam tak ada orang yang mau dia temui,
Dia meletakkan nampan itu di meja kecil di sudut ruangan ketika dia berbalik mau keluar tubuhnya menabrak sesuatu hingga terdorong kebelakang tiba-tiba tangan kokoh menahan badannya hingga badan tangan itu tertarik ke hadapan wajahnya, hanya berjarak dua jari wajah mereka bersentuhan pandangan mereka bertemu begitu dekat,
wajah sang gadis cantik tinggi semampai merah merona bagai besi di bakar bara Api.
''maaf aku tak melihat kau ada di dalam hingga kau mau terjatuh untung aku segera meraih tubuhmu'' sang penolong berkata
gadis itu diam terkesima dengan tubuh doyong kebelakang dengan leher tersangkut di lengan tangan laki-laki kokoh sedangkan tubuhnya menempel lekat ke perut sang penolong itu.
wajah tampan memandang dengan senyum khas menghias di bibirnya lalu berseru
''kakak betah menyiksa adik menahan tubuh kakak yang akan terjatuh''
baru sadar gadis itu segera berdiri dan merapihkan bajunya
''maaf adik Shun habis kakak kaget pas berbalik mau jalan kakak muncul'' putri Sari Tungga Dewi anak tetua agung Khal San menjawab dengan malu-malu.
''Adik aku bawakan sarapan masakan ku sendiri untuk adik'' lanjut putri Sari Tungga dewi sepupu Shun Land
''Terima kasih kakak sudah bersusah payah menyediakan sarapan untuk saya, ada perlu apa kakak pagi-pagi menemui adik'' Shun land menimpalinya
Mereka duduk bersebelahan sangat dekat hingga bagian paha mereka bersentuhan
Putri Sari dewi melirik dengan malu-malu terus berkata menjelaskan maksudnya, dia bertanya apa Shun land ikut kontes latih tanding yang di adakan kerajaan Shun land mengiyakan terus bertanya
''Memang ada apa kak kalau saya ikut kontes kan cuma latih tanding'' Shun Land penasaran
''Aku takut adik terluka ketika adik melawan kak Shugal dia telah menguasai ilmu pedang Maya, jurus jurus pedang Maya ini sangat berbahaya aku khawatir adik bila berhadapan dengannya'' sambil memegang tangan Shun Land penuh kekhawatiran.
Shun land mengerti kekhawatiran putri Sari Tungga Dewi karena dia belum mengetahui bahwa dirinya telah mempelajari ilmu kelas tinggi salah satu ilmu warisan leluhur
''Kakak jangan khawatir adik bisa jaga diri'' sanggah Shun Land
''Aku pulang dulu dik'' ucap Putri Sari Tungga dewi sambil berdiri, Shun Land ikut berdiri
Putri Sari Tungga Dewi ngeloyor keluar tapi setelah tiga langkah berbalik dan memeluk Shun Land tiba-tiba dan berbisik lirih
''Kakak kangen banget'' hanya itu yang keluar dari mulut mungil gadis cantik Putri Sari Tungga Dewi.
Ketika sedang berpelukan dari arah pintu terdengar suara setengah ngeledek.
''Jadi begitu yaa kelakuannya plin-plan sini mau sana mau'' Boma ngeledek dan mengungkapkan ketidak setujuannya terhadap kedekatan Shun land dengan putri Sari Tungga Dewi adik dari Khal Shugal yang telah membuat mereka berdua terluka bahkan dirinya hampir mati.
Mendengar ucapan itu putri Sari Tungga dewi segera melepaskan pelukannya dan segera pergi sambil melototi Boma.
Walau tidak suka dengan orangnya tapi makanannya di embat Boma tak tersisa, melihat itu Shun Land diam saja hanya menyindir.
''Orangnya tak suka kirimannya di simpan biar gak basi''
''ini sayang Shun land bila harus di buang'' jawab Boma tanpa dengan roman datar.
''Aku akan latih tanding dengan paman panglima kau mau ikut'' Shun Land bertanya
''Mau mau sambil ingin minta penjelasan ilmu kapak pada tuan panglima'' Boma berkata dengan mulut penuh makan.
Di tempat latihan tanding para prajurit kerajaan, tempat itu kosong hanya ada panglima Shu khal dan Dewi sumayi menunggu Shun Land datang.
''Bagai mana kabar ibumu'' panglima Shu khal bertanya.
''Paman datanglah sesekali menemui ibu, kayanya bila paman menemui ibu sekarang ibu sangat senang'' Dewi sumayi berharap
Tetua dua (kalau sekarang setingkat menteri) Sri khal di masa lalu adalah kekasih panglima Shu khal walau ada pertalian darah jauh.
Di jaman itu sudah lumrah asal jangan hubungan asmara antara adik dengan kakak kandung tau paman dengan ponakan itu di anggap tabu, kalau saudara sepupu atau saudara jauh di jaman itu tidak melanggar kesusilaan.
Tetapi di tengah-tengah hubungan berjalan ada musibah, ketika itu seorang pemuda merebut kesucian Sri khal muda, walau pemuda itu mati di tangan panglima Shu khal
hingga membuat Sri khal muda merasa tidak pantas berdampingan dengan kekasihnya, panglima Shu khal pernah mencoba untuk bicara bahwa dia tidak keberatan dengan keadaan Sri khal muda, tapi tetap Sri khal muda menolak,
Peristiwa itu melahirkan Dewi sumayi makanya panglima Shu khal sangat menyayangi Dewi sumayi.
Sejak kejadian itu tetua dua Sri khal tidak pernah membicarakan hubungan mereka kecuali masalah sifatnya tugas negara atau hal-hal umum.
Dewi sumayi tau sejarah dirinya terlahir dan sekarang ini membujuk sang ibu untuk bersama dengan sang panglima Shu khal. karena menurut pemikiran Dewi sumayi mereka berdua masih saling mencintai buktinya mereka masih belum mempunyai pasangan,
''Baiklah setelah latihan dengan kakak mu kita menemui ibu mu semoga paman tak di usirnya'' sang panglima mau mencoba kembali melunakan hati pujaan hatinya
dari kejauhan terlihat Shun Land dan Boma berjalan mendekati.
''maaf paman panglima Ananda terlambat sebelum kesini menemui ibu angkat dulu''
setelah memberi hormat Shun Land memberikan penjelasan.
Celetuk Boma bicara.
''Ketemu ibu sih cuma sekejap mata tapi lamanya ketemuu'' Boma tidak melanjutkan sambil celingukan seakan mencari sesuatu yang tak jelas
''Paling putri kurus itu yang selalu ganggu kakak Shun andai ilmu olah Kanuragan ku tinggi akan aku tendang jauh sampai ketengah laut biar lupa jalan pulang'' Dewi sumayi bersungut-sungut.
Shun Land melotot ke arah Boma karena memancing singa tidur yang kena imbasnya kemarahannya Dia.
...****************...
lain waktu sambung lagi 🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
𝗩⃝🌟Dragon Borneo
ayo mulai...
2022-11-04
3
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
putri Sari Dewi ini, sepupu nya Shun land kan? kok seperti nya dia menyukai Shun land yak🤔
2022-10-29
6
Wak Jon
✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌
2022-10-12
3