Mawinei yang mengintip dari jendela dari tadi merasa senang tapi dia tidak berani keluar.
mawinei berharap dengan kedatangan pangeran Shun Land pernikahan dengan maasiak anak juragan pasar bisa batal.
Shun land di ajak masuk ke dalam ruangan pribadi bersama Boma dan tidak lama mawinei masuk memberi hormat dan menyapa Boma
''ada keperluan apa pangeran menemui hamba hingga bersusah datang ke rumah hamba pada hal pangeran bisa memerintah pengawal dengan senang hati hamba akan datang'' Djata ketua pengawal istana bertanya dengan sopan
''paman aku kesini bukan sebagai pangeran kerajaan tapi sebagai saudara dan sahabat dari saudara angkat saya Boma'' sambil menunjuk Boma lalu melanjutkan bicaranya.
''saya ingin paman membatalkan pernikahan pernikahan putri paman mawinei kepada maasiak, karna saudara angkat saya Boma sangat mencintai putri paman, walau saya harus berlutut di hadapan paman'' Shun land menjelaskan maksud kedatangannya, lalu berlutut di hadapan Djata
semua kaget melihat kesungguhan Shun land tapi mereka tidak menyangka bahwa Shun Land rela merendahkan dirinya seorang pangeran di depan seorang kepala pengawal hanya demi sahabat dan saudara angkat.
melihat itu Djata sangat kaget dan takut bila sang Ratu SHI Khal dan perdana menteri tau, apa lagi kalau sang panglima Shu khal tahu, Djata tidak bisa membayangkan nasibnya menghadapi kemarahan para junjungannya, bagai tidak dia telah membuat seorang pangeran terhormat harus berlutut di depannya.
sebelum Djata ketua pengawal istana bicara hanya melongo kaget Boma langsung ke depan meraih tangan Shun land untuk berdiri dan berkata
''pangeran biar langit runtuh menimpa ku aku rela asal jangan membuat pangeran merendahkan diri aku rela mati demi kehormatan pangeran, masalah cintaku masih banyak gadis lain bangunlah pangeran'' suara Boma terbata-bata menahan keharuan melihat junjungannya berlutut demi dirinya.
''tidak Boma kau selalu mendahulukan kepentinganku di atas kepentingan dirimu kau rela lapar demi mengenyangkan perutku bahkan kau rela tubuhmu menjadi tameng untuk tubuhku demi keselamatan ku, biarkan kali ini membelamu setelah ini aku akan memohon bunda Ratu untuk melamar untuk mu'' mendengar ini ini semua Boma bersujud air matanya tak tertahankan
'' jangan lakukan ini pangeran, bangunlah pangeran'' terucap dengan lirih.
sedangkan mawinei kekasih Boma merasa sangat bersalah menyesal menceritakan keadaan dirinya kepada Boma dia mematung dengan titik titik air mata jatuh dari kelopak matanya.
Djata ketua pengawal istana segera berlutut di hadapan Shun land yang belum berdiri dan berkata
''bangunlah pangeran hamba akan bicara kepada ayah dari maasiak bahwa pertunangan ini tidak bisa di lanjutkan semoga dia mau menerima alasan hamba''
''aku tidak akan bangun bila paman beliau membatalkan pertunangan ini'' jawab Shun Land dengan teguh hati
mendengar itu Djata segera berdiri dan keluar menemui juragan pasar Upiak arai dan anaknya maasiak
setelah berhadapan Djata berkata dengan wajah pasrah dan menyesal
''tuan Upiak arai dengan berat hati saya harus memutuskan bahwa pertunangan ini tidak bisa di lanjutkan, karena saya tidak berdaya menolak pihak istana yang memohon untuk membatalkan pertunangan ini mohon kerendahan hati tuan''
mendengar ucapan ini dahi Upiak arai berkerut di dalam benaknya bertanya pihak siapakah yang ikut campur utusannya, Upiak arai sangat penasaran
''baiklah aku akan mempertimbangkannya asal kau katakan siapa yang membuat kau berubah pikiran'' kata Upiak arai juragan pasar
Djata menjawab ''Dia pangeran Shun Land''
wajah Upiak arai terhenyak kaget mendengar sebuah nama yang sangat populer di kalangan istana dan para bangsawan serta para saudagar, dia mulai berpikir lalu berkata
''Baik lah Djata jangan di ambil menjadi hal serius, ini hanya masalah kecil aku akan memutuskan pertunangan ini dengan sarat pertemukan aku dengan pangeran'' mendengar itu hati Djata menjadi lega masalah mempertemukan dengan pangeran dia rasa urusan mudah
maasiak anak Upiak arai juragan pasar itu sangat kecewa, atas putusan ayahnya mengapa begitu mudah memutuskan tidak meminta pendapatnya terlebih dahulu.
Di wajah Upiak arai tersirat kegembiraan, Upiak arai sendiri ingin menjadikan pernikahan anaknya dengan anak ketua penjaga istana dengan tujuan ingin membangun kedekatan dengan istana hingga bisnis perdagangan yang dia kelola bisa berkembang baik di negeri ini.
menurut upiak arai ini sebuah keberuntungan bisa menanam Budi baik kepada seorang pangeran, yang menjadi terobosan sebuah kedekatan dan keuntungan di masa depan
Di sisi lain setelah ayahnya meninggalkan ruangan itu mawinei ikut berlutut dan sujud sambil berkata
''pangeran bangunlah maaf kan saya karena saya ceroboh menceritakan hal saya kepada kakak Boma pangeran jadi susah''
Shun Land tidak menjawab dia sudah teguh untuk membela Boma saudara angkatnya sekaligus sahabat sejatinya
ketika keheningan di ruangan pribadi Djata ketua pengawal istana,
tiba-tiba pintu terbuka, Djata dengan wajah cerah langsung berlutut di hadapan Shun Land, dia merasa tak pantas bicara sambil berdiri sedangkan pangeran sendiri sedang berlutut. Djata berkata dengan nada gembira
''pangeran bangunlah kepala keluarga Upiak arai telah setuju pertunangan di batalkan dengan sarat Sudi kiranya pangeran menemui nya hanya sekedar Minum teh bersama''
Shun land mendengar keputusan Djata lalu berkata dan berdiri
''baiklah paman Djata terima kasih telah mengabulkan keinginan saya dan di mana saya harus menemui kepala keluarga Upiak arai''
melihat pangeran bangun Djata mengikuti, Boma melirik ke Mawinei memberi isyarat untuk berdiri.
mereka berempat keluar jalan di depan Shun Land di sebelahnya agak kebelakang Djata, Boma dan Mawinei mengiring dengan dengan saling senyum bahagia
Boma menyenggol bahu Mawinei dengan bahunya sambil senyum bahagia, Mawinei melirik dan tertunduk malu malu.
mereka berempat masuk Ruangan tamu, Upiak arai melihat pangeran segera berlutut serta mengisyaratkan maasiak anaknya untuk mengikutinya, walau dengan terpaksa maasiak ikut berlutut, tapi melihat Boma dan Mawinei jalan berdampingan hatinya terasa sakit.
timbul dendam di hati maasiak kepada Shun Land, oleh karena Shun Land ikut campur pernikahan dengan Mawinei yang di cintai gagal
''ingat pangeran masalah ini belum selesai sampai di sini aku akan membalas penghinaan ini'' maasiak berjanji dalam hatinya
Shun Land membalas hormat dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada
''bangunlah tuan saya bukan Raja yang perlu tuan hormat saya hanya kebetulan terlahir dari seorang Ratu'' Shun Land berkata dengan tegas
setelah berbincang-bincang dan tidak ada lagi yang perlu dibicarakan Shun land dan Boma berpamitan pulang ke istana
tidak berselang lama Upiak arai juragan pasar dengan wajah gembira ikut berpamitan, Upiak arai merasa sangat puas dengan hasil pembicaraan dengan pangeran karena pangeran sendiri berjanji akan membalas kebaikan Upiak arai di masa depan
...****************...
cukup sampai di sini dulu para sahabat-sahabat novel jangan lupa jaga kesehatan bye bye
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
Sak. Lim
nyari mati dasar idioooooot
2023-09-30
0
🍭ͪ ͩ𝕸y💞🅰️nnyᥫ᭡🍁❣️
next bang
2022-11-05
3
🍭ͪ ͩ𝕸y💞🅰️nnyᥫ᭡🍁❣️
next
2022-11-05
3