Di mulut gua ada Boma yang baru selesai membuang serpihan batu altar di sebelahnya Lodaya bermain dengan burung Rajawali terlihat keakraban walau baru beberapa saat mereka bertemu.
Boma menyambut mereka dengan senyum dan anggukan kepala tanda hormat. Lodaya sang harimau besar dan Rajawali memandang mereka penuh keheranan
May Lien memandang Lodaya penuh tanda tanya hatinya berkata
''mungkin dia yang melukainya''
Rajawali terbang hinggap di bahu kiri Shun Land, mereka masuk kedalam gua untuk melihat-lihat,
May Lien takjub dengan gua itu apa lagi dengan batu kristal yang menjadi sumber pencahayaan sangat indah tak bosan untuk melihatnya
''terima kasih telah percaya padaku kau membolehkan aku melihat-lihat gua tempat berlatih mu'' May Lien membuka obrolan
''adik May aku akan kembali ke istana besok aku pun tak bisa menentukan kapan bisa kembali kesini lagi'' Shun Land bicara lirih
may Lien sudah tau jadi dia tak kaget makanya dia memberanikan diri untuk meminta mengunjungi tempat latihan Shun land
''aku tahu kau akan pergi makanya aku ingin ikut kesini dan aku ingin memberimu sesuatu'' May Lien mengeluarkan sebuah botol kecil mengeluarkan bau harum yang sedikit hambar lalu menyodorkannya ke hadapan Shun Land
Shun Land agak Ragu menerimanya tapi akhirnya menerimanya takut May Lien tersinggung dan kecewa, Shun lalu bertanya
''apa isi botol ini ?? ''
''itu adalah penawar segala racun bahkan racun terkuat sekalipun, aku takut waktu kau di kontes latih tanding kau terkena senjata lawan yang ada racunnya'' jawab may Lien yang penuh kekhawatiran akan keselamatan Shun Land.
''terima kasih atas kebaikan dan kekhawatiran mu tentang keselamatan ku semoga dimasa depan aku bisa membalas'' Shun Land berterima kasih
hari semakin gelap sang Surya telah menjalankan tugasnya dengan baik dan tak pernah tidak tepat waktu.
''hari mulai gelap sebaiknya ku antar engkau ke seberang'' Shun land mengajak May Lien untuk kembali
''kakak Shun izinkan aku malam ini menemanimu aku mohon'' may Lien memohon dengan mengatupkan kedua telapak tangan di depan dada
mendengar ini Shun land tidak langsung menjawab di dalam benaknya dia menolak dia takut terjadi hal yang tidak baik karena berduaan dengan lawan jenis di dalam gua bisa terjadi sesuatu yang merusak masa depan mereka berdua bila dia tidak dapat menahan godaan
''baik lah, tapi kau tidak takut aku melakukan hal-hal yang tidak baik padamu'' akhirnya Shun Land mengizinkan May Lien tinggal dia berencana menikmati sinar rembulan di luar gua di temani Boma Lodaya sang harimau besar.
mendengar ucapan Shun Land May Lien tersenyum dan menjawab
''memang hal tidak baik apa yang akan kakak Shun lakukan padaku aku tak takut walaupun harus jatuh ke jurang asal dengan kakak Shun aku lakukan'' may Lien menunjukkan rasa ketertarikan nya kepada Shun Land dia merasa pemuda di depannya membuat rasa nyaman di relung-relung sudut hatinya, sedangkan Shun Land mendapat jawaban seperti itu menjadi gelagapan tak tau harus berbuat apa dan berkata apa dia hanya melongo......
(maklum broo Shun land masih polos kaya penulis hiiiihiiihiiii) lanjut aaaah
Shun Land mengajak keluar May Lien dari gua
mereka Duduk berdampingan di tepi danau air danau sangat tenang seakan tak mau menggangu kedua remaja yang hanyut dalam lamunan masing-masing
cerahnya malam membuat sinar rembulan ikut menemani malam yang akan di kenang oleh sepasang remaja di perjalanan hidup mereka
di sisi lain Boma memandang dari kejauhan dia sangat bangga mempunyai tuan sekaligus sahabat sejatinya mempunyai kepribadian yang luhur, tidak semua pemuda bisa menahan godaan hasrat nafsu birahi, tidak semua bisa menahan gejolak libido dapat kesempatan seperti ini.
''kakak Shun ceritakan kehidupan kakak walau sedikit masa dari tadi aku terus yang cerita'' Suara lembut may Lien merajuk
Akhirnya Shun Land bercerita kisah pilunya kehilangan kakak dan adiknya hingga dia memutuskan untuk mempelajari ilmu olah Kanuragan untuk menjadi kuat.
setelah kuat ingin mencari keberadaan kakak dan adiknya, dia tau dunia di luar sana sangat kejam dan tak mengenal belas kasihan yang kuat memakan yang lemah karna itu sudah menjadi hukum alami dunia ini.
''kakak bolehkah May Lien ikut berkelana ketika saat itu tiba'' may Lien menyela di akhir cerita Shun land
''tidak aku tak ingin menempatkan dirimu dalam bahaya'' jawab Shun land tegas
Shun land walau belum tahu persis perasaan apa yang hinggap di hatinya terhadap May Lien tapi ia pun tak ingi menempat may Lien dalam bahaya, alasan lain dia tidak tahu berapa lama akan pencarian ini.
''baiklah tapi kakak Shun harus janji tidak melupakan may Lien dan menemui may Lien bila ada kesempatan'' may Lien tidak memaksa dia tahu batas dirinya
perasaan may Lien sudah bisa dekat seperti ini dia sudah sangat bahagia tidak semua gadis dapat sedekat ini dengan seorang pangeran sedangkan dia cuma anak seorang tabib itu pun bukan tabib istana besar.
may Lien menyandarkan kepalanya ke dada Shun Land hingga tidur.
Shun Land memandang wajah gadis cantik polos yang tertidur di dadanya dengan pandangan penuh kasih,
''andai adik ku ada mungkin sebesar dia'' Shun land masih ingat Dulu setelah bermain adiknya sering tidur pangkuannya.
Shun land membelai wajah may Lien hingga may Lien terbangun Shun Land dengan cepat menarik tangannya.
may Lien tersenyum sambil meraih tangan Shun Land dan menempelkan di pipinya dia pun memejamkan mata lagi dan tertidur
Shun Land pun akhirnya tertidur sambil bersandar di pohon.
sang Rajawali kecil hinggap di bahu Shun Land dan menggosok-gosokan kepalanya kewajah Shun Land
ketika mata Shun Land terbuka betapa kagetnya tidak mendapati may Lien yang tidur di sebelahnya.
segera dia masuk kedalam gua tidak di dapatinya dia pun keluar lagi kali ini hanya melihat Boma sedang mengikat rakit ke tiang kayu.
''kau mencari may Lien'' Boma bertanya
Shun land hanya mengangguk matanya melihat ke sekitar
''Dia sudah pergi baru saja aku mengantarnya dia berpesan segeralah menemui nya dan bila menemukan ular besar hijau jangan melukainya karna penawar racun yang dia berikan bahan dasarnya dari ular hijau peliharaannya''
Shun land pun merasa tenang hatinya berkata
''pantas setiap melihat Lodaya ada rasa kebencian'' sambil mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti
''Boma kita bersiap-siap pulang ke istana'' Shun Land kata
Shun land membersihkan diri melangkah menghampiri Boma yang telah bersiap di sampingnya ada Lodaya sang harimau besar sedangkan Rajawali kecil di punggungnya.
''untuk perjalan pulang kita berlari sambil mengasah ilmu saipi angin''
tanpa aba aba Shun Land melesat mendahului di ikuti Boma dan Lodaya sang harimau besar.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
.
alangkah baiknya May Lien hingga memberi penawar racun ke Shun land
2022-11-14
2
🍭ͪ ͩ𝕸y💞🅰️nnyᥫ᭡🍁❣️
cieee.. adek May.. 🥰🥰🥰
2022-11-02
2
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
teh may ngagombal, atuh reusep kan Shun land di rencangan ku awewe anu geulis 🤗
2022-10-27
4