Shun land merebahkan tubuhnya dekat Lodaya sang harimau besar dan kepalanya bersandar di perut Lodaya
matanya menatap bintang bintang terbersit di hatinya
''apa yang sedang di lakukan gadis itu di malam malam seperti ini''
perasan Shun land merasa tidak sabar ingin segera pagi tiba, lama-lama akhirnya Shun Land tertidur juga dengan pulas
pagi pagi sekali Shun land keluar membawa kapak tidak berapa lama Suara pohon pohon tumbang
Boma langsung melesat keluar kaget dia pikir ada binatang buas menyerang di lihatnya Shun land sedang memanggul pohon sebesar badan anak-anak,
''wah wah tinggal dalam hutan membuat pemikiran sahabat ku jadi rusak pagi-pagi sekali sudah merusak hutan'' Boma bicara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
Shun Land tiba-tiba menyerang dengan tapaknya ke arah dada Boma
Boma yang kaget tiba-tiba di serang secara reflek meloncat mundur
''tunggu dulu kawan cepat sekali kau emosian''
tapi Shun land tidak memberi kesempatan kepada Boma dia terus menyerang dengan jurus tapak harimau penghancur Raga
serangan itu di hindari Boma walau dengan kesulitan karna ilmu saipi angin yang di kuasai Boma lebih rendah dari ilmu saipi angin Shun Land.
puluhan serangan telah di hindari oleh Boma walau dengan jatuh bangun Shun land menambah kecepatan serangannya Boma semakin terpojok tidak ada kesempatan walau hanya untuk menarik napas
Satu serangan jurus tapak macan kumbang lebih cepat dari sebelumnya mengarah ke dada, Boma yang sudah tidak ada ruang untuk menghindar.
Boma menyilang kan tangan di depan dada sambil mengalirkan seluruh kekuatannya
Benturan keras terjadi Tubuh Boma terpental jatuh ke danau.
''hahahaha pagi-pagi lebih sehat mandi dulu dari pada ngoceh tak karuan'' Shun land mengejek sambil tertawa terbahak-bahak
Boma bersungut-sungut menahan kesal walau dia tak terluka tapi tangannya terasa kesemutan.
''ilmu saipi angin mu sudah mempunyai kemajuan yang pesat kau harus lebih giat lagi berlatih dan meningkatkan tehnik meditasi'' shun land memberi saran
mereka duduk di pohon yang di tebang Shun Land,
''ajari aku jurus yang lain shun'' Boma meminta kepada Shun Land di ajari jurus yang lain, karna dia merasa belum lengkap untuk sebuah pertarungan.
Shun land terdiam sejenak dia pun bingung jurus apa yang harus di berikan, sedangkan dia sendiri baru mempelajari dua ilmu Kanuragan ilmu saipi dan ilmu tapak harimau kumbang. akhirnya Shun land berkata
'' untuk sementara kau berlatih dulu ilmu saipi angin tahap pertama hingga ke tingkat pertengahan, setelah di istana aku akan mencarikan ilmu ilmu olah Kanuragan yang sekira cocok dengan mu, aku akan meneruskan membuat sebuah rakit'' Shun land mengakhiri ucapannya sambil berdiri.
Boma dalam hatinya bertanya-tanya untuk apa membuat sebuah rakit, jalan pulang ke istana tidak menyebrangi sungai atau danau yang besar tapi dia tidak berani bertanya lebih jauh, akhirnya Boma mulai membantu dengan giat mengangkut memotong dan mencari tali untuk menyatukan pohon pohon itu.
tidak sampai tengah hari rakit selesai di buat seadanya tapi kuat di naikin empat sampai lima orang untuk berkeliling di danau itu
''akhirnya selesai juga semoga gadis itu menepati janjinya'' Shun land berharap
mereka masuk ke depan gua setelah mencoba Rakit yang mereka buat
Boma memberikan daging rusa sisa tangkap kemarin
(maaf maksudnya bukan kijang rapi rusa di tulis yang lalu 🙏🙏🙏)
sambil menyantap daging rusa Boma memulai obrolan
''Shun sebenarnya untuk apa Rakit itu aku tambah heran saja dengan kelakuan mu akhir-akhir ini jangan jangan otak mu sedikit korsleting ha-ha-ha'' Boma memberanikan diri untuk bertanya di akhiri dengan candaan.
Boma tersenyum mendengar pertanyaan Boma tidak heran kalau Boma kebingungan dan menjawab
''nanti kau akan tau, tapi setelah tahu jangan kau beri tahu bunda Ratu dan ibu''
''waduh ada rahasia nih, tenang rahasia akan aman di mulut Boma asal ada sesuatu yang menghalangi mulut ini hehehehe'' Boma menyahuti asal asalan
Lodaya hanya berbaring malas melihat dua sahabat itu
matahari mulai condong ke barat mata Shun Land selalu tertuju pada seberang danau, dia duduk di bawah pohon di temani Boma dan Lodaya sang harimau besar di sebelahnya
Boma semakin penasaran apa yang sebenarnya yang di tunggu Shun Land di sebrang danau itu, dia duduk lalu berdiri berjalan mondar mandir tak karuan melihat itu Shun Land hanya senyum senyum saja.
matahari semakin ke barat sekitar jam empat sore di balik hutan seberang danau muncul sesosok perempuan muda cantik mengenakan pakaian warna biru laut Tampa lengan, lalu berdiri di tepian danau melambaikan tangan ke arah Shun land yang sejak tadi berdiri di dekat Rakit.
mendapat lambaian tangan sang gadis shun Land segera naik ke rakit
sebelum rakit melaju Boma lari sambil berteriak
''tunggu aku ikut''
Lodaya sang harimau besar menjadi kaget melihat Boma tiba-tiba berlari kearah Rakit dia pun ikut meloncat mendahului Boma
melihat itu semua Shun Land hanya geleng-geleng kepala.
rakit melaju dengan pelan menuju sebrang
sang gadis cantik bak bidadari tersenyum gembira melihat sang pemuda gagah dan tampan memenuhi janjinya untuk menemuinya,
wajah cantiknya sedikit merona tidak menyangka sang pemuda berusaha keras membuat alat menyebrang hanya untuk memenuhi janji menemuinya.
sekitar kurang lebih lima belas menit rakit menepi, Shun land berjalan di ikuti Boma dan Lodaya sang harimau besar turun turun dari rakit.
Shun land langsung menuju kehadapan sang gadis cantik sedangkan Boma mengikat Rakit supaya tidak ketengan danau, Lodaya hanya duduk dekat Rakit.
setelah di hadapan Sang gadis Shun Land dengan malu malu menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada sedikit keatas hingga ujung jari telunjuknya menyentuh bibir lalu memperkenalkan diri.
''perkenalkan nama ku Shun Land dari kerajaan Kutai khal''
gadis itupun melakukan gerakan yang sama lalu menyahut ucapan Shun Land
''nama ku may Lien putri tabib Lau Lien asal ku dari negeri Formosa(Taiwan) daratan seberang jauh''
May Lien memperkenalkan diri dan menerangkan asal usulnya
May lien menerangkan bahwa dulu leluhurnya banyak yang berlayar ke selatan dan tak pernah kembali tapi menurut kabar dari para pedagang bahwa mereka bermukim di daratan besar ini, keluarga besar Lien dan beberapa lainnya mengadakan ekspedisi mencari kebenaran hal tersebut, tapi naas kapal yang mereka gunakan terkena badai dan terdampar di pulau ini
setelah saling memperkenalkan mereka berdua duduk bersebelahan badan mereka hampir bersentuhan di batu agak besar dan panjang.
mereka mengobrolkan banyak hal tidak lupa Shun Land menerangkan Boma dan Lodaya sang harimau besar itu
matahari semakin barat hampir mengakhiri batas edarnya, lembayung senja muncul di Upik barat kemerahan
sepasang remaja duduk melihat lembayung indah kemerahan ingin rasanya waktu jangan cepat berlalu
May Lien menyenderkan kepalanya kepundak Shun Land angin senja menerpa wajah mereka
''aku sangat senang mengenalmu'' suara pelan keluar bibir Shun Land
''aku juga, apakah kita bisa bertemu lagi berapa lama lagi kau tinggal di tepian danau ini'' timpal May Lien sambil menatap lekat wajah Shun Land di akhiri dengan serentetan pertanyaan.
''waktu Ku di sini untuk berlatih olah Kanuragan sekitar dua belas hari lagi, setelah itu aku kembali ke istana di sana akan di adakan kontes latih tanding aku harus mengikutinya'' jawab Shun Land sambil sedikit mejelaskan keadaan dirinya lalu melanjutkan bicaranya
''matahari sebentar lagi tenggelam aku pamit untuk melanjutkan latihan ku'' kata Shun land sambil bicara
sambil berdiri May Lien meraih kedua tangan Shun Land lalu menggenggamnya.
''kau harus berjanji sering menemui ku di sini'' May Lien berkata sambil menatap sendu ke wajah Shun Land dan berharap
mendapat perlakuan ini jantung Shun land berdetak kencang entah apa yang dirasakannya, lalu berkata
''aku berjanji bila ada waktu akan sering mengunjungi mu''
wajah cantik putih bersih dengan bibir merah merekah berseri-seri saking senangnya
...****************...
bay bay 🙏🙏🙏
'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
glanter
boma dan lodaya ngapain ya.....
2023-03-10
0
Jhonny Afrizon
kasian ya,gadis cantik tinggal di hutan
2022-12-27
0
.
Shun land jahil , kasian boma pagi2 udah nyebur ke danau 😆
2022-11-14
2