Shun land setelah menceritakan semua peristiwa yang di alami kepada ayah dan bundanya dia pergi ke kamarnya setelah sekian lama tidak di alaminya.
sang harimau besar Lodaya di suruh kembali ke hutan walupun begitu Shun land masih bisa terhubung ke jiwa Lodaya melalui mata batinnya
Shun land merebahkan badannya di tempat tidur angannya melayang mengingat sang gadis cantik di tepi danau.
dia berusaha mengabaikan tapi bayangan itu selalu melintas di pelupuk matanya.
pikirannya bertanya tanya siapa gerangan dia, terus bersama dengan siapa.
berani tinggal di tengah hutan yang banyak hewan buas dan siluman.
seribu pertanyaan hinggap di benaknya
"jangan jangan dia siluman" Shun land bergidik membayangkan itu.
''apa mungkin siluman secantik itu".
tidak berapa lama Shun land tertidur pulas sampai dua hari telah berlalu.
Di luar kamar sudah beberapa orang mencarinya termasuk pamannya sendiri panglima Shu khal.
Shun land terbangun ketika merasakan di kepalanya ada yang membelai lembutnya.
matanya terbuka terlihat di samping kepalanya duduk sang bunda Ratu SHI sambil membelai kepalanya.
Shun land memindahkan kepalanya ke pangkuan ibunda tercinta.
"bunda izinkan Anada mencari kakak dan adik, saat Ananda sudah menjadi kuat, ananda kangen sekali pada mereka"
air mata Shun land menetes mengenang kakak dan adik tercintanya lalu melanjutkan bicaranya
"ananda mempunyai keyakinan bahwa kakak dan adiknya masih hidup"
Shun land mengungkapkan keyakinannya kepada sang bunda Ratu.
sang Ratu sangat terharu akan besarnya kecintaan rasa persaudaraan Shun land terhadap kakak dan adiknya.
"ananda sudah berlatih keras hingga badan ananda begitu kurus, sekarang sudah waktunya mengembalikan kekuatan fisik, di luar sudah ada yang menunggu untuk makan bersama" bunda ratu lalu beranjak berdiri berjalan ke arah aula tempat makan
Shun land bangun bergegas membersihkan diri dan berpakaian yang sudah di sediakan bibi embannya
Di aula tempat makan istana perdana menteri telah menunggu, sang paman panglima Shu khal, ada juga para Sahabat dekat.
Boma, pangeran kitri anak tetua Saman khal.
Dewi sumayi putri tetua Sri khal.
hadir pula sepupu Shun land putri Sari tungga Dewi, anak dari tetua agung khal san
Di ujung meja Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun duduk berdampingan.
meja makan besar berbentuk oval terbuat dari batu marmer tebal di disertai kursi penuh ukiran indah
di sebelah kanan duduk, panglima Shu di belahannya Duduk Dewi sumayi,
di bagian sebelah kiri meja duduk pangeran kitri khal di sampingnya ada putri Sari tunga Dewi dan Boma.
Tidak berselang lama Shun land muncul dari pintu, memakai pakaian biru laut dengan rambut sebahu menambah kesan bangsawan sangat kental.
pamor kuning ketuaan menyebar keseluruhan ruangan
Dewi sumayi melompat menyongsong, dan langsung memeluk Shun land dengan erat
Shun land gelagapan tapi tak menolak.
mata pangeran kitri khal Mandang penuh cemburu tapi dia tak berdaya.
Boma hanya mesem berdehem.
putri Sari Tungga dewi melirik tak acuh tapi hatinya bergumam
''dasar perempuan tak tau malu'' menggerutu sikap putri Dewi sumayi.
'' aku kangen banget kakang Shun''
Dewi sumayi berjalan menggelayut di tangan Shun land yang menuju kursi dekat pamannya panglima Shu
Shun land hanya senyum, dia sudah biasa menghadapi Dewi sumayi yang manja padanya.
karna dia menganggap Dewi sumayi adiknya sendiri, sebagai ganti adiknya yang hilang.
sang Ratu dan perdana menteri hanya tersenyum melihat kedekatan anaknya.
sang paman panglima Shu mengerlingkan matanya, dan tertawa renyah.
sepertinya keberuntungan sang ponakan dalam asmara melebihi dirinya.
''iih paman panglima ketawa apa sih''
Dewi sumayi merenggut sebal,
semua tertawa hanya putri Sari Tungga Dewi dan pangeran kitri, yang senyumnya terlihat agak di paksakan
''mari mulai makan jangan membuli Dinda Dewi sumayi yang lagi kangen, lama tak bertemu ''
bunda Ratu SHI memulai makan. hanya suara dentingan sendok yang terdengar.
Shun land yang sudah lama tak merasakan makanan lezat sangat Rakus hingga tak menyadari banyak mata yang memperhatikan.
''mengapa kalian hanya melihatku bukannya makan, sayang banyak makanan kalau tak di habiskan''
putri Sari tungga dewi menyodorkan kerang ke piring Shun land.
Dewi sumayi yang melihat itu hanya mendengus kesal dia pun tak mau kalah.
memberikan daging bakar ke piring Shun land sambil melirik putri Sari Tungga dewi dengan dingin,
ingin rasanya memotong tangan putri Sari tungga dewi, biar tak cari perhatian lagi
pangeran kitri hanya melirik dan menghela napas panjang
selesai makan sang paman panglima Shu khal memulai bicara
''Ananda Shun sebentar lagi akan di adakan latih tanding di kerajaan, antara para pangeran dan perwakilan keluarga keluarga besar kerajaan, yang terbaik dan terkuat akan dapat hadiah dan penghargaan, apakah Ananda tertarik'' berhenti sejenak lalu melanjutkan.
''semua pangeran dari keluarga besar dan keluarga pendukung kerajaan harus berpartisipasi sebagai pesta peresmian nama kerajaan kita yang baru berdiri''
Shun land mengerti tujuan pamannya dia ingin dirinya mewakili pihak istana.
Sekaligus menunjukkan ilmu olah Kanuragan kepada umum sebagai putra mahkota.
"kapan di adakannya paman" Shun land balik bertanya
Shun land ingin mempelajari dulu satu atau dua jurus ilmu olah Kanuragan.
karna dia selama ini hanya mempelajari tehnik meditasi dan latihan kekuatan fisik, kalau untuk bertarung Shun land masih merasa tabu.
selama ini walau sering bertarung hanya dengan hewan buas di hutan, kalau bertarung langsung dengan sesama dia belum pernah.
walau sering sang paman dan ayahandanya meminta untuk latihan dia selalu menolak.
"Lima puluh hari lagi akan di mulai" sang paman memberikan jawaban
"baiklah Ananda bersedia, tapi bunda Ratu harus mengijinkan ananda masuk ke penyimpanan leluhur untuk memilih jurus jurus yang cocok dengan Ananda''
"ananda tak perlu minta izin, karena ananda putra mahkota di kerajaan ini, secara otomatis Anada mempunyai hak"
Sang Ratu memberikan izinnya dan menerangkan, bahwasanya semua warisan leluhur otomatis menjadi milik putranya.
"tetapi sebaiknya Ananda meminta paman Shu khal untuk memberi bimbingan agar tidak terjadi kesalahan dalam pemahaman yang mengakibatkan fatal jangka panjang"
sang ayahanda memberi petunjuk agar putranya jangan salah arah dalam mempelajari jurus jurus olah Kanuragan
"Baik ayahanda bunda Ratu, dan paman Ananda izin pamit '' Shun Land pamit.
Shun land berdiri memberikan hormat lalu berjalan ke arah pintu keluar aula makan.
Shun land memutuskan untuk pergi ke belakang istana yang di sana terdapat tempat tinggal Boma dan ibunya.
Di saat yang sama Boma setelah menghadiri makan bersama di aula istana.
memenuhi undangan Ratu SHI dia segera ke kandang kuda untuk mengurusi kuda kuda istana.
''Ampong sahabatmu telah kembali" Boma bicara pada kuda hitam besar yang jadi tunggangan Shun land
setelah selesai memasang pelana kuda Boma berdiri menatap sekeliling,
Ternyata di luar kandang kuda, telah berdiri Shun land memperhatikannya.
tersenyum-senyum melihat Boma memasang pelana sambil bicara pada kuda kaya orang gila.
''kau selalu tau apa yang akan kulakukan hahahaha'' Shun land bicara dan tertawa riang
''hanya itu yang kau ucapkan setelah lama menghilang bagai di telan bumi'' jawab Boma sambil ketus
''jangan merajuk sahabat nanti ku ceritakan sebuah rahasia besar perjalanan ku'' Shun land menghibur Boma
''aalah biasanya kau cuma membual, coba kau bayangkan kesusahan ku, mencari jawaban setiap Dewi mu itu menanyakan keberadaan mu, belum lagi sang putri manja adik si Arogan'' Boma mengeluarkan semua unek-uneknya
''sudahlah aku sudah pulang'' shun Land menjawab sekenanya
Shun land walau pun putra sang Ratu tapi dia tak begitu suka bergaul dengan teman-teman kalangan sesama bangsawan.
hari-harinya banyak di habiskan dengan bermain dengan Boma anak pelayan istana.
ibunya Boma adalah ibu angkat pangeran Shun land.
walau dia seorang pelayan tetapi di anggap ibu oleh Shun Land, karena dia telah mengurusi dan menyusui sejak bayi.
''antar aku menemui ibu'' shun land bicara sambil ngeloyor
Boma segera mengikuti tak begitu lama sampai di bangunan belakang istana.
sesampainya di depan pintu,
Shun land tak menunggu pintu di bukakan dia langsung membuka pintu tak sabar segera bertemu ibu kameng yang telah merawat dan mengurusnya sejak bayi
Ibu kameng bundanya Boma berdiri menyongsong anak tuannya yang telah di anggap bagai anaknya sendiri.
Shun land memeluk dan berujar
''maaf ibu Shun baru bisa menemui ibu''
Shun land menganggap ibu kameng seperti ibunya sendiri karena sejak bayi kebanyakan ibu kameng yang merawat dan menjaganya.
sedangkan ibunda Ratu SHI khal banyak kesibukan sebagai Ratu klan.
ibu kameng membelai belai kepala Shun dengan lembut di dalam pelukannya
''tak apa apa ngeer'' hanya itu yang keluar dari mulut ibu kameng dia terharu akan tabiat pangeran walaupun dia hanya seorang pelayan dalam istana, tapi sang pangeran memperlakukannya bagai ibunya sendiri.
...****************...
Bersambung like and komen 🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
Jhonny Afrizon
kenapa nggak di beri nama Sunda empire aja,terus panglimanya lord Rangga,😂🙏🙏
2022-12-27
3
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
putri Sari Tungga Dewi dan Dewi sumayi berebut perhatian, padahal pangeran Shun land hanya tertarik pada gadis yg di tengah hutan
2022-11-29
1
рaᷱyͥmͩeꙷnͣᴛ⁰³🇮🇩
karakter utama, wajar di jadikan pangeran 🤴🤴🤴
2022-11-18
3