Setelah pemahamannya bertambah tentang penyatuan hati
Rasa dan pemikiran menjadi kesatuan yang lebih kuat, bentuk jiwa shun land menjadi kokoh.
Kuatan mata batinnya sekarang bisa masuk ke dalam kekuatan alam jiwanya.
Tetapi Shun land belum bisa memutuskan jiwa seperti apa yang bisa di terima dari kehendak sang maha tunggal.
Dia hanya baru bisa bisa memahami bahwa hatinya dan rasanya tidak boleh terpengaruh akan kejadian takdir yang menimpanya baik atau pun buruk itu harus di terima dengan keikhlasan.
Hingga proses pemikiran tetap fokus akan tujuan yang dia kehendaki.
Tapi itu nilai penting dari pemahaman ini. Adalah kekuatan mata batinnya bisa masuk kedalam alam jiwanya, baik jiwanya sendiri atau jiwa dari lawan yang sejajar dan di bawahnya.
Semakin lama meditasi Shun land semakin dalam masuk ke alam jiwanya, kekuatan mata batinnya pun semakin kuat.
Kekuatan mata batinnya seolah di tuntun oleh jiwanya sendiri untuk memahami tentang alam rasa dan perasannya agar lebih lembut dan sensitif.
Kekuatan mata batin Shun land meningkat, sekarang dia lebih bisa mengontrol segala perasan yang timbul dari sesuatu yang sudah di alaminya.
Kini alam rasanya juga meningkat lebih tajam. Dia sekarang bisa merasakan kekuatan di luar tubuhnya melalui kulit terus ke daging ke aliran darah ke tulang sampai ke sumsumnya.
Desiran hawa murni dari batu kristal yang mengandung kekuatan hawa hangat dan lembut mengalir masuk ke pori-pori kulitnya.
Dengan hati hati kekuatan aura hangat dan menenangkan itu di rubah menjadi Tanaga dalam.
lalu sedikit demi sedikit di masukan ke seluruh struktur tulangannya, dengan hati-hati.
Awalnya tulang terasa seperti di terpa angin lembut, dari tulang rawan sampai tulang keras, semua persendian pun merasakan kelembutan itu.
Kekuatan hawa murni itu masuk perlahan sampai ke sumsum
Waktu berlalu Shun land dalam tapa Brata sudah melewati tiga bulan lebih tubuhnya yang dulu kelar berisi berangsur menjadi kurus kering, akan tetapi pamornya (aura) yang keluar dari tubuhnya semakin besar.
Samar-samar terpancar cahaya kuning tua mengelilingi tubuhnya.
Proses demi proses di lalui dengan ketabahan dan kesabaran.
Hawa murni yang terkandung di batu altar semakin lama semakin deras masuk ke tubuhnya lalu di salurkan ke seluruh struktur tulangnya.
Terdengar suara retakan tulang dan persendian terdengar
Suara retakan penempaan tulang ini menandakan naiknya ranah tulang dari tulang Pana ke ranah tulang raja.
Proses ini di barengi rasa kesakitan yang luar biasa seakan seluruh tulangnya terpotong menjadi serpihan kecil kecil.
Tetapi proses meditasi Shun land yang telah mencapai tahapan tinggi keadaan ini tidak membuat panik.
Shun land tetap tenang menghadapi rasa sakit luar bisa seakan ini adalah hal biasa.
Sekarang mata batinnya melihat warna tulang yang tadinya putih mulai berubah menjadi kuning ketuaan.
Dentuman kecil terdengar di barengi seberkas cahaya kuning tua menyapu seluruh gua hingga sampai keluar mengagetkan sang Lodaya yang tertidur,
Sang harimau besar sampai bergetar hebat insting Lodaya langsung menuntun untuk segera melihat sang tuan.
Dengan sekali hentakan tubuh harimau besar itu melesat kedalam gua di lihatnya keadaan tuannya masih duduk dalam meditasi.
Seluruh tubuh tuanya di kelilingi cahaya kuning tua dengan wajah pucat.
Tercermin dari wajahnya dia menahan rasa sakit yang mengerikan.
Dengan pelan pelan Lodaya mendekati lalu kedua kaki depannya naik ke altar.
Wajahnya di dekatkan ke wajah sang tuan yang sedang merasakan sakit luar biasa.
Sesaat kemudian Lodaya menjulurkan lidahnya menjilati wajah Shun land.
Terjadi keanehan di setiap sentuhan lidah Lodaya.
timbul kilatan cahaya biru samar masuk ke tubuh Shun land di setiap jilatan itu.
jilatan itu meredakan sedikit demi sedikit rasa sakit paska pembetukan tulang
Rasa sakit berangsur-angsur menghilang
Shun land Merasa sangat senang berhasil melalui proses pembentukan tulang tidak mengalami kegagalan.
Tetapi benaknya bertanya tanya apa yang tadi terasa lembut berair dengan sengatan kecil menyentuh wajahnya hingga mengurangi rasa sakit secara signifikan.
Shun land perlahan membuka matanya terlihat di depannya wajah sayu harimau memandang penuh bangga.
Rasa haru muncul di hati Shun land ternyata yang membatu meringankan rasa sakit adalah Lodaya sang harimau besar sahabat barunya.
Shun land segera beranjak berdiri tapi kedua kakinya tak mampu menopang tubuhnya hingga di tersungkur ke depan.
secara reflek Lodaya menahan tubuh Shun land dengan punggungnya.
Shun land segera mengalirkan sedikit tenaga dalam ke seluruh tubuhnya.
Tadinya dia ingin berdiri dengan kekuatan fisik tapi dia terlupa bahwa sudah lama tidak makan dan minum hingga fisiknya lemah
Setelah duduk di atas punggung Lodaya sang harimau besar Shun land berkata
"Terima kasih sahabat atas kesetiaan mu menunggu dan membantu ku, tanpa jasamu aku takkan bisa sejauh ini". Sambil mengelus-elus leher sang harimau besar sahabat barunya dengan lembut
"Kita keluar ke tepi danau aku haus sekali"
Lodaya sang harimau besar mengeram mengerti perintah tuannya lalu berjalan keluar
Tanpa di sadari oleh Shun land warna merah di dalam batu altar itu semakin membesar.
Karnanya pun berubah sedikit menjadi merah tua. Walau tidak begitu terlihat perubahannya.
Pamor yang tadinya mendominasi dengan ketenangan sekarang ada campuran pamor api membara walau masih samar-samar.
Sesampai di tepi danau Shun land melepas pakaian lalu menceburkan diri ke danau.
Setelah mandi dan minum tubuh Shun land terasa segar kulitnya semakin bercahaya wajah berseri-seri.
Tubuhnya memancarkan aura berwibawa dan kesejukan tatapannya tajam seakan menembus ke semua yang di pandangnya
Sebelum meninggalkan danau pandangan Shun land menyusuri seluruh tepian danau betapa kagetnya saat pandangannya mendarat di seberang.
Serlihat seorang perempuan sedang mandi memakai kain tipis warna putih bagian atas dan bawahannya di balut kain warna merah muda.
Setelah di lihat dengan seksama sosok wanita itu seusianya.
kulit sangat putih bersih bagai giok wajah sangat cantik bak Dewi turun dari surga.
Membutnya terurai panjang sampai kepinggang lekuk tubuhnya terlihat jelas membangkitkan gairah naluri lelaki.
Kalau pun jarak sedikit jauh tapi dengan ketajaman mata Shun land yang di atas rata-rata, pemandangan indah itu sangat jelas sampai membekas di ingatannya
Kebagai mahluk normal memandang lawan jenis yang sangat indah hal yang sangat naluriah
Shun land tersadar segera mengalihkan pandangannya lalu bergegas menuju Lodaya sang harimau besar yang menunggu dengan setia., takut perbuatan mengintipnya di ketahui langsung oleh gadis itu
Shun land memilih berjalan kaki dari pada duduk di punggung Lodaya sang harimau besar, dia ingin melemaskan seluruh badannya yang terasa kaku hampir empat bulan lebih duduk tapa Brata di dalam gua
Sambil menuju pulang ke klan, Shun land memakan buah buahan, yang ada di sekitar jalan, yang di lewatinya.
untuk mengisi perut nya yang sekian lama kosong.
...**************...
mohon kritik dan sarannya buat para sahabat-sahabat, like and komen jangan lupa
bay bay 🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
asta guna
baru nyimak.. kita lihat alurnya. semoga seseru sang musyafir jaya Mantingan
2023-11-07
0
☠️⃝⃟𝑽𝑨𝙊𝙚૨αɳ𝙜𝕻𝖓𝖉𝓐𝔂⃝❥
mengasah ketajaman hati, membentuk pribadi menjadi dasar petarung sejati
2023-04-27
3
Heny🥀
mantaap
2023-03-25
1