Boma mempersiapkan segala sesuatunya untuk perjalan menemani Shun land, uang tabungan dia bawa semua karna dia pikir di sana akan ada barang barang bagus.
wajahnya sumringah tak sabar hari esok ingin segera datang
''Aku akan membeli perhiasan kalung dari bahan kerang yang cantik untuk mu kekasih belahan jiwaku'' Boma berencana membelikan barang cantik dari luar daerah untuk sang pujaan hati dan mengungkapkan isi hatinya
Bisa di banyangkan betapa dongkol hati Boma setelah tahu tujuan sebenarnya dalam menemani Shun land.
beberapa waktu yang lalu
Panglima Shu khal menemui Boma atas titah sang Ratu memerintahkan Boma untuk menemani Shun Land pergi ke luar istana
''Boma sang Ratu menugaskan kamu untuk menemani sahabat mu Shun Land besok pagi'' panglima Shu khal menyampaikan perintah Sang Ratu SHI
''Baik tuan panglima, tapi kira-kira kemana tujuan perjalanan pangeran tuan panglima''
jawab Boma
''mungkin hanya jalan-jalan menuju kota pelabuhan'' Jawab sang panglima tidak memberi tahu tujuan sebenarnya takut di ketahui orang-orang yang tidak suka akan istana
itulah sebabnya Boma begitu gembira menerima titah sang Ratu dan begitu bersemangat menunggu hari esok
keesokan harinya di belakang pintu istana bagian belakang perdana menteri Jhasun, Bunda Ratu SHI panglima Shu khal melepas kepergian Shun land hanya Boma belum terlihat.
Yang di tunggu sedang duduk depan pintu, di pintu bagian depan istana sejak pagi buta
"mengapa masih sepi tidak ada kereta atau pengawal yang akan mengantar pangeran apa aku datang terlambat'' batin Boma kebingungan
karna menurut pemikiran Boma bila pangeran akan berjalan-jalan jauh akan mengunakan kereta dan beberapa pengawal, pastinya sang Ratu dan perdana menteri tidak akan menempatkan puteranya dalam bahaya
tak begitu lama seorang pengawal datang menghampiri dan berkata
''nak Boma di tunggu di pintu belakang istana oleh Bunda Ratu''
tak berapa lama berjalan akhirnya Boma melihat empat orang sedang melihatnya senyum senyum setelah dekat Boma menghaturkan sembah hormat ke semua yang hadir di sana.
''Bunda Ratu, ayahanda dan paman panglima Ananda pamit'' Shun land berpamitan
setelah berpamitan Shun land berjalan menuju gerbang belakang istana di ikuti Boma setelah sebelumnya menghaturkan hormat.
sambil berjalan mata Boma melirik ke panglima Shu khal penuh curiga dan tanda tanya
sang panglima Shu khal hanya tersenyum dan menganggukkan kepala dalam hati panglima tertawa terbahak bahak melihat Boma dalam berpakaian dan wajah penuh kebingungan,
memang Boma berpakaian seperti akan menghadiri pesta
setelah di luar gerbang Shun Land tertawa terbahak bahak
Boma berjalan cepat mendahului Shun land dan berbalik sambil berkacak pinggang dengan sorot mata penuh kecurigaan.
''terangkan padaku akan kemana tujuan kita aku curiga kau bersekongkol dengan panglima mengerjai ku'' Boma berkata mengintrogasi dan mencurigai Shun land membantu musuh bebuyutannya
memang panglima Shu khal dan Boma bagai kucing dan tikus walau sebatas candaan
Shun Land berhenti mengerlingkan matanya dan tak henti tertawa Shun land tau bahwa Boma telah di kerjain pamannya
''jangan tertawa jawab atau aku akan lapor ke ibu'' Boma mengancam
Shun Land termenung sejenak, Shun land sangat takut ibu Boma marah walau secara status hanya pelayan tapi bagi Shun Land dia ibu keduanya setelah sang Bunda Ratu yang sangat di hormatinya
''tunggu tunggu dulu aku ceritakan dengan jelas......
kemudian Shun land menceritakan tujuannya dan menceritakan semua kejadian dulu sampai tidak pulang hampir lima bulan.
Shun land pun menceritakan pula alasannya dia ingin mempunyai ilmu Kanuragan tinggi, karena dia mempunyai keyakinan bahwa kakak dan adiknya masih hidup.
apabila ilmu olah Kanuragannya sudah sedikit tinggi dia berencana akan pergi menjelajahi daratan khal besar bahkan sampai menyebrangi lautan untuk mencari sang kakak dan adik tercintanya.
semangat dan tekad Shun Land terlihat dari sorot mata dan kata katanya
mendengar itu semua Boma matanya berkaca-kaca sangat terbaru betapa semangat tinggi dan tekad Shun land untuk mencari kakak dan adiknya sebegitu kuat.
Boma memeluk Shun Land penuh haru
''kemana pun tujuan mu bagai mana pun bahaya yang menghadang sahabat dan saudara mu ini akan selalu menemanimu dan mendukungmu sampai cita-cita mu tercapai walau nyawa ini taruhannya''
Shun Land tidak meragukan kesetiaan sahabat dan saudara angkatnya ini maka dari itu dia ceritakan semua tidak ada yang di tutup tutupi.
Dulu pernah ada suatu kejadian ketika itu Shun land berurusan dengan sepupunya Khal Shugal hingga pertarungan tidak bisa di hindari Kala itu Shun land kalah di sebabkan kekuatan fisik Khal Shugal lebih besar karna berbeda usia dua tahun.
Kala itu Badan Boma jadi tameng untuk melindungi Shun Land dari amukan Khal Shugal sampai Boma babak belur hingga tak sadarkan diri.
walau pun Boma mempunyai tabiat semaunya dan tak tau aturan tapi untuk kesetiaan Boma berani mati untuk membelanya.
status antara anak Junjunan dan anak pelayan tidak menghalangi rasa persaudaraan dan kesetiaan mereka berdua.
mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju hutan
Dalam perjalanan tidak henti-hentinya Boma mengomel mengeluarkan kemarahan pada panglima Shu khal yang telah mengerjai dirinya habis habisan.
Shun Land tak menanggapi hanya senyum senyum saja karena bila mereka bertemu sang paman bisa saja menjinakkan dan menggambil hati Boma, mereka mudah akur dan mudah bertengkar
setelah sampai di pinggiran hutan Shun land berhenti sejenak lalu mengunakan kekuatan batinnya memanggil Lodaya sang harimau besar
Tak begitu lama dedaunan dan ranting kecil bergoyang tiba-tiba meloncat Lodaya sang harimau besar ke depan mereka berdua
sang harimau besar menggeram dan menatap Boma penuh selidik berjalan mengitarinya
tentu saja Boma ketakutan setengah mati, tetapi Shun Land diam saja, sang harimau besar mendekati lalu mendengus-denguskan hidung nya ke badan Boma
Boma mematung terkesima dengan wajah pucat pasi mulutnya menganga tapi tidak keluar suara nafasnya tertahan, matanya melirik ke arah Shun land mengisyaratkan minta tolong
Shun land tertawa terpingkal-pingkal melihat ada rembesan air keluar di Sengkang Boma merubah warna celana sampai ke bawah
setelah mengendus endus badan Boma Lodaya sang harimau besar menghampiri shun Land.
akhirnya Boma bisa bernapas agak lega
tinggi Lodaya sang harimau besar sebatas dada orang dewasa kepalanya di gesek-gesekan di perut Shun Land, telapak tangannya Shun land mengelus-elus kepala Lodaya sang harimau besar dengan lembut
melihat kejadian itu Boma kaget luar biasa ternyata harimau besar itu begitu jinak di hadapan Shun Land.
Shun Land menunjuk Ke boma lalu berkata
''Dia Boma sahabat dan saudara ku''
Lodaya menatap Boma dan menganggukkan kepalanya mengerti maksud ucapan tuannya
mereka pun melanjutkan perjalanan masuk ke dalam hutan, Lodaya sang harimau besar berjalan di depan
Lodaya sang harimau besar tidak mau tuannya mendapatkan bahaya dari hewan buas lainnya
setelah mereka semakin dalam memasuki hutan, mereka banyak menjumpai banyak hewan buas mau menghadang tapi melihat Lodaya sang harimau besar semuanya lari tunggang langgang
ketika semakin dekat ke tepian danau seekor ular dengan sisik kehijauan sebesar badan orang dewasa menghalangi jalan kepala dan ekornya tidak terlihat yang nampak hanya perutnya menghalangi jalan
mental Boma sangat shock karena selama perjalanan menjumpai berbagai hewan buas dengan ukuran sangat besar sebelumnya menjumpai sekelompok serigala hutan yang ganas dan sekarang seekor ular besar untungnya mereka memiliki Lodaya sang harimau besar selalu melindungi.
Lodaya sang harimau besar menerjang dengan cakarnya merobek perut ular tersebut Sabil mengaum keras.
tak ayal lagi luka besar menganga di perut ular hijau besar itu, merasa hidupnya terancam ia segera menghindar cepat yang ia bisa.
tak berselang lama Akhirnya sampai juga di tepian telaga dekat tebing tinggi permukaan tebing di penuhi pohon-pohon besar menutupi mulut gua dengan rapat.
Shun Land tidak langsung masuk ke dalam Gua, tapi berjalan ke tepian telaga yang landai Boma dan Lodaya mengikutinya di belang
Shun Land menatap ke seberang dengan sorot mata penasaran tapi yang di harapkan tidak terlihat di sana, setelah tidak melihat gadis cantik yang selalu mengganggu pikirannya selama ini, Shun Land menarik nafas dalam-dalam, terlihat di wajahnya rasa kecewa, lalu ia berjongkok untuk minum menghilangkan rasa hausnya.
Boma membuka perbekalan dia tidak sabar untuk makan karena seharian perutnya tak di isi hanya buah buahan saja yang masuk itu pun tak banyak.
sedangkan Lodaya setelah memeriksa danau dia duduk di bawah pohon besar h
''shun Land cepatlah aku sudah tak tahan cacing di perut ku sudah mengamuk''
walaupun sudah seperti saudara sekandung tapi Boma tidak berani mendahului makan dia tetap mengedepankan adab dan tatakrama terhadap anak majikannya
(ini adalah ciri khas peradaban Dataran luas Sunda land menjunjung tinggi Adab dan tatakrama, tutur sapa yang santun, sekali pun berhadapan dengan musuh tetap tidak keluar bahasa kasar yang berlebihan, ini warisan yang tidak berbentuk tapi tetap lestari sampai sekarang)
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
lain waktu dan kesempatan kita sambung kembali jangan lupa jaga kesehatan. terima kasih yang telah Sudi meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini yang jauh dari kata bagus bay bay ........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
panglima Shu kal ternyata iseng, selera humor nya tinggi 🤭
2022-11-29
0
.
ya benar adab istiadat harus di junjung tinggi.. sopan santun utama dalam hidup ini
2022-11-13
1
🍭ͪ ͩ𝕸y💞🅰️nnyᥫ᭡🍁❣️
wah.. pertarungan harimau dan ular
2022-10-29
3