Di saat rasa kantuk mulai mendera mata Shun Land, pintu kamar terbuka nyelonong seorang gadis dan berkacak pinggang di pinggir ranjang dengan wajah merah membara dan sorot mata mengerikan bagai sang Ratu sihir.
''oooh begini yaaa cara bersikap kepada orang yang sangat mengkhawatirkan mu jangan kan cepat menemui memberi kabar pun tidak sungguh memilukan nasib ini'' Dewi sumayi anak tetua Sri khal bicara
melihat dan mendengar itu Shun land menjawab dengan tenang dia sudah hapal tabiat sepupu jauh ini
''mengapa kau datang datang marah-marah pada kakak mu ini yang baru datang masih lelah, tapi walau lelah aku sudah menyuruh Boma untuk memberi tahu adik kesayang ku yang paling cantik'' Shun Land memberi pujian sedikit
mendengar jawaban Shun Land dan ada pujian rona wajah Dewi sumayi agak memerah dan rasa marahnya mereda
dia pun Lalu mendekati ranjang dan duduk di tepinya. dan keluar suara agak menyesal
''habis aku kesal kakak'' sambil menjejakkan kaki kelantai dalam hatinya mengancam Boma '''awas kau Boma bila ketemu ku jewer''
''tenang lah adik ku, aku sudah bisa bisa menjaga diri aku juga sebenarnya besok akan berkunjung ke rumah mu dan memperkenalkan sahabat baru ku padamu'' Shun land menghibur sambil menunjuk ke arah sang Rajawali.
Dewi sumayi wajahnya mengikuti telunjuk Shun land matanya terbelalak ada burung seukuran ayam bertengger di hiasan ranjang, keluar kata pujian untuk sang Rajawali
''iiih lucunya hai maukah kau jadi sahabat ku'' Dewi sumayi berkata seakan bicara kepada orang.
''ooh tuhan apa salah ku di masa lalu, masa burung gagah dan garang di sebut lucu, belum lagi sang tuan memberi nama yang tanpa perasaan'' Dalam hati sang Rajawali mengeluh
Sang Rajawali mengangguk dan terbang ke bahu Dewi sumayi, walau cakarnya tajam tapi tak ada kerusakan di baju atau luka di pundak Dewi sumayi.
kepalanya di gesek-gesekan ke pipinya.
mendapat perlakuan itu Dewi sumayi merasa senang dan beranjak pergi, dia tidak merasa nyaman takut menganggu Shun Land yang mau beristirahat.
Shun Land hanya menggelengkan kepala melihat tingkahnya datang dengan marah-marah pergi pun tak bagai angin lalu,
esoknya pagi-pagi sekali Shun Land di bangunkan oleh suara yang memangilnya sambil menangis
Shun Land langsung bangun dan membuka pintu terlihat Boma sedang bersimpuh dan menangis
''shun tolong aku tolonglah aku, aku sekarang hancur bila kau tak menolong ku'' kata Boma sambil terisak-isak
Shun land heran dengan sikap Boma tak biasanya dia begitu ketika ayahnya meninggal dia masih tegar dan bercanda, pasti ini ada sesuatu yang terjadi di luar batas mental Boma
Shun Land langsung meraih pundak Boma supaya berdiri dan berkata
''cepat bangun aku pasti menolong mu, ceritakan apa yang terjadi apa yang terjadi pada ibu'' Shun Land menyangka ada kejadian yang menimpa ibu angkatnya
Boma pun duduk di samping Shun Land
Di depan kamar Shun Land ada kursi panjang dan meja kecil di depannya
Boma pun menceritakan akar permasalahannya, Bahwa gadis sang pujaan hati akan di nikahkan ke anak juragan pasar,
Boma sudah dekat dengan mawinei anak kepala pengawal istana bernama Djata, sedangkan ibunya bernama Bakena meninggal pada waktu pemberontakan bangsawan Ma
Mawinei pun menunjukkan rasa ketertarikan pada Boma, kedekatan mereka berawal dari sering bertemu di dapur istana
walau mereka belum mengungkapkan perasaan mereka masing-masing mereka sudah merasa saling mengerti,
Boma setelah pulang dari hutan setelah menemui ibunya lalu menemui Mawinei,
mawinei menceritakan keadaannya bahwa ia tidak ingin menikah karena tidak mencintainya tapi dia tak mampu menolak keinginan bapaknya
maasiak seorang pemuda anak juragan pasar sering melihat mawinei dan tertarik tapi di abaikan oleh Mawinei,
akhirnya maasiak bicara pada bapaknya yang bernama Upiak arai.
bahwa ia ingin melamar anak kepala prajurit istana.
dengan banyak relasi keluarga istana akhirnya Juragan pasar dari daratan luas barat Swarna Dwipa melamar ke keluarga Djata, Djata ayah mawinei tidak bisa menolak karena menurut dia kehidupan masa depan anaknya di masa depan lebih terjamin.
setelah mendengar semua cerita Boma lalu bicara,
''aku berganti pakaian dulu kita temui bapaknya mawinei di kediamannya'' Shun Land lalu beranjak kedalam kamar
Tidak berapa lama Shun Land keluar dengan pakaian kebesaran seorang pangeran.
Boma melongo melihat tuannya yang baru kali ini memakai pakaian kebesaran nampak ketampanan di atas rata-rata dan gagah.
''ikuti aku'' Shun Land berkata dan berjalan menuju pintu depan istana.
setelah sampai ke depan pintu, Shun Land menanyakan keberadaan Djata ketua pengawal istana
''paman labih apa paman melihat paman Djata ketua pengal istana'' Shun Land bertanya ke pengawal bagian jaga bernama Labih anak buah Djata
''tidak pangeran dia pagi+pagi sekali hanya mengatur bagian jaga lalu pulang dia berkata bahwa hari ini ada tamu penting di rumahnya'' jawab labih penjaga pintu istana
''Boma ambil kuda kita kerumah paman Djata semoga tidak terlambat'' Shun memerintah Boma
Boma berlari ke kandang Kuda, sesaat kemudian dia kembali berkuda sambil menuntun Ampong kuda tunggangan Shun Land.
kemudian mereka berdua meninggalkan istana.
semua yang melihat Shun Land sangat terkagum-kagum betapa gagah dan tampan pangeran Shun Land ketika memakai pakaian kebesaran kerajaan
semua menunduk hormat, Shun land tidak memperdulikan itu semua
sesampainya di depan gapura Rumah sederhana milik Djata ketua pengawal istana di sana ada kereta cukup mewah dengan dua kuda besar sebagai penarikannya.
Shun land langsung masuk ke halaman Rumah, dua satu orang anak buah Djata menghampiri
''silahkan masuk pangeran, sekiranya boleh tahu ada keperluan apa pangeran hingga sudi mampir kemari'' tanya anak buah Djata yang bernama hanying
Shun Land turun dari kuda dan menjawab
''saya ada keperluan dengan paman Djata, apa ada di rumah paman''
''ada pangeran tapi di dalam ada tamu'' jawab Hanying
''cepat katakan aku ingin bertemu sekarang'' perintah Shun Land
''baik pangeran, tunggu di sini dulu pangeran'' Hanying segera masuk melapor ke ketua pengawal Djata bahwa di luar ada pangeran Shun Land ingin bertemu
sebagai pangeran Shun land sebenarnya bisa langsung masuk tapi itu tidak dilakukan oleh Shun Land karna melanggar tatak Rama
sesaat kemudian Djata berjalan tergopoh-gopoh merasa Malu, tidak seharusnya seorang pangeran harus menunggu.
''maaf pangeran atas ketidak sopanan anak buah saya'' Djata berlutut di hadapan Shun land
''tidak apa-apa paman, saya kesini bukan sebagai pangeran kerajaan tapi sebagai saudara dan sahabat dari saudara angkat Boma'' Shun Land menjawab
Mawinei yang mengintip dari jendela dari tadi merasa senang tapi dia tidak berani keluar dia berharap dengan kedatangan pangeran Shun Land pernikahan dengan maasiak anak juragan pasar bisa batal
...****************...
semoga hari hari para sahabat bahagia selalu Aamiiin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
perasaan ku nama pemeran nya kok nama cina semua sih, ini kan cerita daerah Kutai kan, moso Iyo nama nya seperti itu semua
2022-10-28
4
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
burung rajawali GK terima di bilang lucu wkwkwk
2022-10-28
3
🦋⃟ℛ ᴬ∙ᴴᴀᷟ N⃟ʲᵃᵃ ᭙⃝ᵉˢᵗ
lanjutkan terus Bang 🤭🤭🤭
2022-10-16
2