Assalamualaikum semua balik lagi bersama author selamat membaca jangan lupa vote sama likenya yah😊 karena itu berharga bagi aku。◕‿◕。
Oke lanjut part 18....
Tiba-tiba ada yang banyak orang yang menghampiri mereka di ruang tamu.
Mereka heran siapa mereka semua.
Hingga tiba-tiba seseorang yang mereka bicarakan tadi muncul.
"Mom,Zayn dan temen temen Zayn mau pinjam dapur nya momy buat kerja kelompok" ucap Zayn.
"Oh,ya ya boleh, Zayn kok gak bilang bilang momy kalau temen kamu mau datang jadi kan momy gak ada siap siapin makanan" sahut momy Zayn kesal.
"Gak papa kok Tan,gak usah repot-repot"
Kata Kiara.
"Ya kan gak papa jarang jarang loh Zayn bawa temen kerumah."balas momy Zayn.
"Yaudah kalian Duduk aja dulu biar di siapin minum sama ART om " ucap Dady Zayn.
"Gak usah om kita kalau di suruh duduk terus makan kadang suka gak tau diri" balas Dinar menatap Angkasa.
"Apa Lo liat liat gue" sahut Angkasa nyolot karena merasa di tuduh.
"Ge er banget sih lo gue liatnya dinding buka Lo" ucap Dinar
"Udah dong Din,Ang, ini di rumah Zayn gak enak ada momy sama Dady nya " ucap Kia menengahi adu bacot itu.
" Maafin teman Kia ya Tan" ucap Kia lagi.
"Udah gak papa kok,Tante udah biasa lihat Zayn sama Abang-abangnya ribut" balas momy tersenyum.
"Mom" ucap Edgar yang sedari tadi hanya menonton percakapan itu.
Edgar memberi peringatan kepada momy nya supaya tidak menceritakan hal pribadi tentang mereka ke orang lain.
" Apa sih kamu" sahut momy menatap anak pertama nya itu.
"Sudah-sudah,kalian pakai aja dapur Tante ,kalau butuh apa-apa tinggal bilang aja sama pelayan om yang ada di belakang,jangan sungkan anggap aja rumah sendiri." Ucap Dady Zayn.
"Iya om makasih" ucap mereka serentak.
Setelah itu mereka berjalan menuju dapur, mereka mengeluarkan semua bahan-bahan yang di perlukan.
Mereka mulai membagi tugas, agar cepat selesai Karena jam 3 sore nanti mereka akan menjualnya keliling.
Tiba lah saat nya mereka akan berjualan dengan berkeliling,karena makanan mereka telah selesai dan siap untuk di jual.
Sebelum di jual kami mencoba rasanya dulu pasti nya.
"Gimana sen?enak" tanya Kia
"Heem enak,enak" jawab Arsen jujur.
"Yaudah yuk kita keliling" ajak Zayn.
Tak terasa adzan Maghrib telah berkumandang,dan Kia baru saja sampai di depan gerbang rumah nya, diantar oleh Zayn setelah selesai berkeliling tadi.
"Makasih ya,udah mau repot repot anterin aku." Ucap Kia.
"Oke,santai aja"balas Zayn tersenyum manis.
"Yaudah Gih pulang udah Maghrib nih" ucap Kia.
"Ngusir nih ceritanya" balas Zayn sambil memakai helm nya.
"Eh bukan gitu"ucap Kia tak enak
"Iya gak papa, yaudah aku pulang dulu ya"pamit Zayn.
"Iya, hati hati"balas Kia
Setelah Zayn tak terlihat lagi Kia masuk ke dalam rumah nya,Kia membuka pintu utama rumah nya.
Hal yang pertama ia lihat di dalam rumah ialah,sepi tidak satupun orang yang ada di ruang tamu, mungkin karena Maghrib jadi pada di kamar,mungkin lagi shalat pikir Kia.
Kia segera berjalan menuju kamar nya,saat menaiki tangga Kiara bertemu Tiara di tangga terakhir.
"Habis ngejalang Lo"tanya Tiara sinis.
"Apa maksud kamu"tanya Kia tak mengerti.
"Gak usah sok polos deh,jangan jadi PPB(polos polos bangsat) jadi orang,munafik tau gak!!"sinis Tiara sambil mendorong bahu Kia sebelah kanan.
"Kebalik gak sih?"tanya Kia sinis karena kesabaran nya sudah habis.
"Lo nuduh gue" ucap Tiara tak terima.
"Kalo kamu nya merasa sih!"balas Kia
"Sialan Lo" ucap Tiara sambil mendorong Kia,namun Kia langsung mengelak.
Tiara yang dorongannya meleset pun tak seimbang dan berakhir jatuh dan berguling di tangga,Kia yang melihat itu kaget sontak berteriak.
"TIARA!!!" Teriak Kia ingin menangkap tangan Tiara tetapi tidak dapat Kia jangkau.
Ayah, Bunda,dan Kenzo yang mendengar teriakannya berlari keluar dari kamar mereka yang berada di bawah.
Tiara terus berguling hingga sampai dilantai dasar sudah tak sadarkan diri,dengan darah yang memenuhi wajahnya.
Kiara yang melihat itu menuruni tangga tergesa-gesa Kiara gemetar melihat kejadian ini, peristiwa masa lalu berputar di kepala nya nafas Kia memburu saat sampai di depan Tiara.
Kia berjongkok dan mengangkat kepala Tiara yang berlumur darah.
"Tia bangun,Tia bangun" ucap Kia gemetar smabil menepuk wajah Tiara agar Tiara sadar.
Bunda yang melihat Tiara tergeletak dengan berlumuran darah sontak berteriak histeris.
"Ya Tuhan kenapa bisa seperti ini" ucap Bunda histeris tak percaya melihat ponakan kesayangan nya tergeletak tak berdaya.
"Apa yang kamu lakukan dengan anak saya hah!!" Bentak ayah Daniel menendang tubuh Kia keras hingga terpental sedikit jauh dari Tiara.
"Bukan Kia,bukan Kia yang lakuin Bun" ucap Kia gemetar berusah menjelaskan bahwa ia tidak bersalah.
"Apa yang kamu lakukan dengan anak saya lagi,belum puas kamu menghilangkan nyawa anak saya yang lain hah!!" Bentak Bunda Sita.
"Bu-bu-bukan Kia Bun,k-k-kia.." belum sempat kia menyelesaikan ucapannya langsung di potong oleh bundanya
"DIAM KAMU!!!PEMBUNUH!"teriak bunda.
Semua pelayan hanya melihat saj tak berani ikut campur membela Kia.
"Nyonya, tuan mobil sudah siap" ucap mang ujang.
Ayah Daniel mengangkat Tiara dan membawanya menuju mobil yang telah di siapkan oleh mang Ujang .
Tetapi sebelum itu ayah Daniel berkata.
"Awas jika terjadi sesuatu pada anak say habis kamu di tangan saya" ucap ayah Daniel datar.
Kia memandang mereka dengan tatapan sendunya dia merenung memikirkan kesalahan nya."aku salah apa?"tanya Kia pada dirinya.
Tiba-tiba suara seseorang membuat Kia tersadar.
"Gue gak Nyangka ternyata Lo senekat itu"
Ucap Kenzo menatap Kia jijik.
"Hanya karena dia lebih di sayang Bunda sama ayah gue Lo jadi seperti ini, setelah adek gue Lo bunuh,Lo juga mau bunuh Tiara, setelah itu siapa lagi yang mau Lo singkirkan? mungkin gue setelah ini" ucap Kenzo dingin setelah itu meninggalkan kia yang masih terduduk di lantai.
Mbok Jum, dan Laras menatap iba Kia,
Mbok Jum berjalan ke arah Kia ia mengulurkan tangannya untuk membantu Kia berdiri.
Kia yang masih memikirkan ucapan Abang nya seketika tersadar saat melihat ada sebuah uluran tangan di hadapan nya
Kiara mendongak dan tersenyum melihat sang pengulur tangan,Kia menyambut baik tangan itu.
"Makasih mbok"ucap Kia setelah berdiri menahan rasa sakit di Perutnya bekas tendangan ayahnya tadi.
"Non mananya yang sakit" tanya mbok Jum khawatir.
"Kia gak papa kok mbok" jawab Kia.
"Non, Laras lihat tadi non bukan ngedorong non Tiara tapi non cuma menghindar dari dorongan non Kia tapi malah non Tiaranya jatuh kenapa non tidak jelaskan" tanya Laras bingung,dan kasihan melihat Kia diam tak menjelaskan apa pun.
Kiara yang mendengar itu tersenyum melihat Laras.
"Kak Laras kan tadi lihat,kalau ayah sama Bunda gak mau dengerin Kia" balas Kia tersenyum.
Laras terdiam mendengar ucapan dari Kia
"Yaudah Kia keatas dulu ya mbok,kak"pamit Kia.
"Iya non" jawab mereka berdua.
Kiara saat ini sudah berada di dalam kamar nya ,ia sedang duduk di pinggir tempat tidurnya sambil memikirkan kejadian yang terjadi tadi.
"Ya Allah Kia takut kalau Tiara kenapa-kenapa"ucap Kia dalam hati sambil memikirkan nasibnya nanti.
Waktu terus berlalu hingga saat ini Kia sudah selesai melaksanakan shalat isya, setelah Kia menyimpan kembali mukena nya tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya secara keras.
TOK TOK TOK.....
"Keluar kamu anak sialan" teriak ayah Daniel dari luar kamar Kia.
Yap yang mengetuk pintu kamar Kia secara keras itu ayah Daniel.
Kia membuka pintu kamar nya tergesa-gesa,saat pintu terbuka pertama kali yang ia lihat adalah wajah ayah nya yang merah padam menahan emosinya.
"a-a-ada a-apa yah"tanya Kia.
"Dasar kamu gara gara kamu saya jadi malu di depan mama, sama papa nya Tiara,Dasar anak gak tau di Untung kamu!!"bentak ayah Kia menjambak rambutnya Kia.
"Awsh, sa-kit yah ampun,Kia gak salah" ucap Kia meringis kesakitan karena jambakan dari ayahnya.
"DIAM KAMU!!" bentak ayah Daniel menghempaskan tubuh Kia hingga tersungkur ke belakang.
Tiba-tiba ayah Daniel membuka tali pinggang nya,hal itu membuat Kia semakin ketakutan karena ia sudah tahu apa yang akan ayahnya lakukan.
CTAS!!
"Satu cambukan untuk pembunuh"
Cambukan itu melesat di punggung Kia.
CTAS!!
"ini karena kamu udah buat istri saya nangis"
CTAS!!
"Ini karena kamu buat saya malu"
Kali ini cambukan nya melesat di paha Kia.
CTAS!!
"Ini untuk kamu yang udah hampir membunuh anak saya yang lainnya"
CTAS!!
"Enyah lah dari dunia ini"
Ucap ayah Daniel setelah itu melempar kan tali pinggang itu ke wajah Kia.
Lalu pergi meninggalkan Kia yang sedang menahan rasa perih di punggung nya.
Setelah ayah Daniel tidak terlihat lagi,Kia mendengar suara mobil dan ia yakini itu mobil ayahnya yang akan pergi kembali ke rumah sakit,Kia tahu ayahnya pulang hanya untuk memberikan hukuman kepada nya.
Kia berdiri dengan sekuat tenaga nya,
Setelah itu Kia mengambil ikat pinggang yang ayahnya lempar tadi Kia yang melihat itu tersenyum sambil berucap di dalam hati
"Akhirnya aku dapat barang ayah supaya bisa jadi kenang-kenangan,atau untuk aku melepas rindu sama ayah" ucap Kia dalam hati sambil tersenyum.
Kia menyimpan tali pinggang itu ke dalam kotak dengan rapi, setelah itu Kia berjalan menuju meja belajar nya, seperti biasa kalau tidak belajar dia akan menulis diary di meja belajar nya.
Dan Kia saat ini menulis diary,bukan belajar di meja itu,Kia mulai menulis di buku diary Nya isi dari buku diary Nya adalah..
~Dear diary
"Yang ingin Kia sampaikan kepada ayah, dan bunda ❤️yang sedang menunggu Kia pergi dari Dunia ini;)
Kia cuman mau bilang: Terima kasih,aku tahu beban yang kalian pikul sangat berat terlebih karena aku yang belum bisa membantu mu.jangan kan kau,aku pun kecewa pada diriku sendiri.tolong selalu bersama ku doakan aku selalu.aku masih berusaha, semoga di dalam catatan tuhan ada tulisan yang mengatakan bahwa
"Anak ini pasti bisa membahagiakan orang tua nya". harapan ku masih sama, sebelum kematianku tiba semoga aku sudah berhasil
Meraih keinginan terbesarku atau setidaknya semoga aku tidak memilih mati di waktu yang belum tuhan kehendaki karena ketidak sanggupan ku menjalani ini semua.terimah kasih atas semuanya Bun,Aah Kia sangat menyayangi kalian:)❤️.
Lanjut part 19....
Assalamualaikum makasih ya udah baca jangan lupa follow Sama votenya ya
Kalau ada salah kata mohon maaf,dan tolong di beritahu di komen ya☺️.
Author juga mau minta maaf lama up karena author mau ujian jadi harus fokus belajar dulu, setelah selesai ujian nanti author bakal rajin up Nya.
Maaf ya readers.
Buat Yang penasaran 👇
Lanjut di part 19 yah☺️。◕‿◕。
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Erni Zahra76
😭😭😭😭
2024-10-06
0
rhasmay
sedih banget deh...
kasihan kamu kia.. yg sabar yah.. semoga ayah, bunda dan kakakmu nnti terbuka hatinya,, dan menyesali perbuatannya
2022-10-08
1
rhasmay
lanjut dong...
jangan lama lama up nya thor
2022-10-08
0