Assalamualaikum semua balik lagi bersama author selamat membaca jangan lupa vote sama likenya yah😊 karena itu berharga bagi aku。◕‿◕。
Oke lanjut part 16....
Tok tok tok
Suara ketukan pintu kamar nya
Kiara sontak menoleh ke arah pintu nya,menatap takut pintunya,dia berfikiran bahwa yang mengetuk pintu kamar nya adalah ayahnya, habislah dirinya jika Ayah nya yang mengetuk pintu kamar nya.
Tok tok tok
Kiara masih diam tak berani membuka pintu kamar nya
Tok tok tok
Tok tok tok
Kia memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya,Kia sudah memegang knop
Pintu nya dengan gemetar, perlahan Kia memutarnya,dan saat membuka pintu kamar nya, ternyata yang mengetuk pintu nya itu adalah mbok Jum,bukan Ayah nya Kia menghela nafas lega melihat nya,kali ini dirinya selamat.
"Ada apa mbok" tanya Kia setelah membuka pintu kamar nya.
"Non,mana nya yang luka biar mbok obatin"ucap mbok Jum sambil memegang kota P3K.
"Kia gak ada yang luka kok mbok,jadi gak papa"ucap Kia tersenyum.
"Tapi, baju,dan hidung non berdarah." Kata mbok Jum.
"Kia gak luka mbok,ini cuma Darah dari mimisan nya Kia, jadi mbok gak perlu khawatir, mbok balik kerja aja nanti Bunda marah." Balas Kia
"Non kok bisa mimisan sih,kan sebelum nya gak pernah seperti ini" kata mbok Jum
"Kia juga gak tau mbok, mungkin karena kia kecapeaan mbok."jawab Kia.
"Gak sebaiknya kita periksa ke dokter non."
Kata mbok Jum.
"Kia gak punya uang mbok" balas Kia.
"Udah deh mbok,Kia gak papa,mbok balik kerja aja." Kata Kia lagi.
"Yaudah kalau ada apa-apa panggil mbok aja non" kata mbok Jum sebelum pergi.
"Iya mbok makasih" Jawab Kia tersenyum manis.
Setelah mbok Jum tak terlihat lagi Kia masuk ke dalam kamar nya,dan tak lupa pula untuk mengunci pintu kamar nya, setelah itu Kia berjalan menuju tempat tidur nya,Kia duduk di tempat tidurnya sambil melamun.
Lain halnya dengan mbok Jum setelah ia pergi dari kamar nona mudanya,selama berjalan dia terus memikirkan Kia.
"Ya Allah, aku tak tega melihat nya seperti itu, setiap hari dia menahan sakit seperti ini,dan saat aku bertanya kepada nya ada yang sakit?dia selalu menutupinya, seandainya aku bisa membawanya kabur aku akan membawanya saat ini juga.
Tetapi aku tak bisa karena aku sudah berjanji pada Tuan besar untuk menjaganya
Saja,dan jangan membawa nya pergi, biarkan dia bersama keluarga nya hingga ia mendapat kan kasih sayang dari keluarga nya.ucap mbok Jum dalam hati memikirkan ucapan tuan besar nya yang sudah tiada.(kakek Kia,dari ayah Daniel).
Kembali ke Kiara yang masih melamun,lamunannya tersadar
Ketika darah menetes dari hidung nya ketangan nya.
Kiara berjalan ke kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri nya Kia segera melaksanakan kewajiban seorang muslim, yaitu shalat.
Setelah selesai shalat ashar Kia berjalan menuju menuju meja belajar nya,
Kia mengeluarkan buku diary Nya dari laci meja belajar nya.
Dia menulis......
Dear diary
•07 juni 21
"JIKA BESOK AKU MATI DUNIA AKAN SEPERTI APA?"
"Dunia akan berjalan seperti biasa, karena kehilangan 1 sosok pendosa bukanlah suatu masalah". beberapa orang di keluarga dan saudara ku tidak akan menangis, teman-teman ku akan kehilangan sosok konyol diriku dan kematianku akan di buat candaan bagi mereka.
Tidak ada seseorang yang menyembunyikan cintanya padaku, Karena aku tidak berhak untuk mendapatkan cinta itu.
Orang orang yang hanya sebatas mengenal
Namaku hanya bisa kebingungan dan berkata "MENGAPA?" Lalu seiring berjalannya waktu aku akan terlupakan di segala lingkungan dan tidak ada lagi yang peduli pada diriku dan kematianku.
~Kiara:)
Selesai menulis itu Kia menutup buku diary Nya dan menyimpan buku tersebut di dalam laci meja belajar nya.
Tak terasa hari sudah malam,Kia yang sudah lapar memutuskan menunggu sebentar lagi untuk turun ke bawah.
Karena apa?Karena kalaupun dia turun cepat,dia akan menunggu mereka selesai makan, karena mereka tidak akan mau makan kalau aku makan bersama mereka.
Lagi pula Kia takut bertemu ayahnya, karena bisa saja ibu nya sudah memberitahu tuduhan nya pada sang ayah.
Setelah melakukan shalat isya, barulah Kia turun ke bawah, sesampainya di bawah kia melihat meja makan sudah bersih,Kia memutuskan berjalan menuju dapur mencari makanan.
Sesampainya di dapur Kia melihat mbok Jum mencuci piring.
"Eh non mau makan?" Tanya mbok Jum saat menyadari Kia berada di belakang nya.
"Iya mbok,masih ada sayur Sama nasinya?" Ucap Kia.
"Udah habis semua non,mau mbok masakin"
Tawar mbok Jum.
"Gak usah mbok,Kia bisa sendiri" tolak Kia halus.
Kia mengambil mie instan yang ada di dalam lemari yang berada di hadapan nya,dan merebus air untuk menyiram mie nya.
Yap Kia cuma buat mie rebus aja.
Setelah selesai membuat mie rebus nya, Kia makan dengan hikmad tanpa nasi, karena nasinya juga telah habis.
Setelah selesai makan, tiba-tiba pelayan baru yang mungkin usianya tak jauh dari Kia.mengatakan bahwa ayahnya memanggil nya ke ruang kerja ayahnya.
"Non,non di panggil oleh tuan besar ke ruang kerjanya" ucap Pelayan bernama Laras.
"Eh,iya kak, makasih udah kasih tau aku" jawab Kia.
"Iya non,sama-sama" balas Laras.
Setelah Laras pergi,Kiara langsung pergi berjalan menuju ruang kerja ayahnya.
Sebelum pergi Kia berpamitan terlebih dahulu kepada mbok Jum.
"Mbok,Kia keruang kerja ayah dulu ya mbok"
Ucap Kia .
"Iya non" Jawab mbok Jum.
Kia berjalan sambil berfikir keras hukuman apa yang akan diberikan Ayah nya kepadanya,ia berfikir seperti itu karena pasti bundanya telah memberitahukan masalah tadi kepada ayahnya.
Sesampainya di depan pintu ruang kerja ayahnya Kia berhenti sejenak menarik nafas dalam-dalam, setelah itu mengetuk pintunya.
Tok tok tok....
Suara ketukan pintu.
"Masuk" sahut seseorang di dalam.
Kiara memasuki ruangan yang di dimana di dalamnya ruangan tersebut banyak buku yang tersusun rapi, ada sofa, dan ada meja kerja ayahnya.
Sesampainya di hadapan ayahnya....
"Ayah panggil Kia"tanya Kia
"Ya,saya panggil kamu, jelaskan apa yang kamu lakukan hari ini terhadap istri saya" ucap ayahnya dingin.
"Aku gak ada ngapa ngapain yah" jawab Kia.
"Kamu pikir, saya percaya sama kamu" sahut ayah Daniel datar.
"Saya dengar dari istri saya,kamu ngejalang"
Ucap ayah Daniel lagi.
"Enggak!!Kia gak ngejalang tadi itu..." Beli selesai Kia melanjutkan ucapannya langsung di potong oleh ayahnya.
"Berani kamu meninggikan suara kamu ke say,kamu pikir kamu siapa" potong ayah Daniel datar.
"Maaf yah, tapi Kia cuma mau membela diri Kia aja" ucap Kia menunduk.
"Dan saya dengar dari buk Yesi, bahwa nilai ulangan kamu cuma dapat nilai 95" ucap ayah Daniel sambil menatap tajam Kia.
"Kia udah berusaha yah, tapi Kia cuma bisanya dapat segitu" ucap Kia mendongak kan kepala nya menatap mata tajam ayahnya.
"Apa kamu bilang!!udah berusaha?!! berusahalah yang kamu bilang itu ngejalang gitu?" Bentak ayah Kia
"Itu gak benar ayah" kata Kia menunduk takut.
" Apanya yang gak benar, kemaren kemaren kamu dapat nilai 98 Sekarang 95 apa ini kenapa bisa turun!! Saya benar-benar malu!!
Lihat Tiara dia selalu dapat nilai 100 saat ulangan,mau taruh di mana muka saya saat kumpul keluarga!!"bentak ayah Daniel.
"Yah, semua orang berbeda-beda kemampuan nya, mungkin Tiara unggul dalam hal ini,dan mungkin aku tidak unggul dalam hal ini" balas Kia berteriak karena kesal ayahnya membandingkan dirinya dengan Tiara.
"Berani kamu teriak sama say hah!!"bentak ayah Daniel
Plak!!
Suara tamparan keras di pipi kanannya dari ayah Daniel ke wajah Kia.
Kia tersungkur Karena tak siap mendapat tamparan dari sang ayah.
Kia memegang pipinya yang terasa panas.
"Tampar lagi yah, sampai rasa kesal ayah hilang sama aku" teriak Kia sambil berdiri.
Plak!!
Suara tamparan keras di pipi kirinya dari ayah Daniel.
Hingga bibir nya mengeluarkan darah.
"Dasar anak gak tahu diri kamu, sekolah kamu itu saya bayar mahal!!dan kamu harus bersyukur karena kamu masih saya kasih Tinggal di rumah saya!! Setelah apa yang kamu lakukan terhadap keluarga saya!!"
Bentak ayah Daniel dengan mata tajamnya yang terus menatap Kia.
"Maaf yah Kia udah gak tahu diri disini" jawab Kia lirih menatap ayahnya sendu.
"Dan gak tau dirinya lagi, kamu ngejalang!!"
Bentak ayah Daniel.
Kia hanya diam saja,dan menundukkan kepalanya, karena percuma saja dia menjelaskan nya, pasti ayahnya tidak akan percaya.
"Apa karena saya gak pernah kasih kamu uang saku? Makanya kamu ngejalang?" Tanya ayah Daniel dengan suara keras nya.
"Gak yah,Kia gak di kasih uang saku gak papa yang penting Kia masih bisa sekolah" jawab Kia.
"Awas aja jika Keluarga saya,atau pun Keluarga istri saya tahu kalau kamu ngejalang habis kamu di tangan saya." Bentak ayah Daniel menendang tubuh Kia hingga menabrak sofa.
Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
"Awss,sakit banget ya Allah" lirih Kia berdiri sambi memegang pinggang nya.
Kia berjalan keluar dari ruangan itu dengan jalan tertatih-tatih sambil memegang pinggang nya yang sakit,akibat benturan keras dari sofa tadi.
Sesampainya di kamar Kia langsung duduk di tempat tidurnya,sambil mengelus pinggang nya yang terasa nyeri, tiba-tiba handphone Nya berbunyi,yang dimana itu langsung mengalihkan perhatian Kiara.
Ting.
Suara notifikasi chat.
Kia membukanya.
+62***********
Malam Ara 😃
Saat melihat chat tersebut kia langsung tahu siapa yang ngechat dia, karena hanya Zayn yang memanggil nya dengan nama tersebut.
Kia langsung membalas chat dari Zayn.
Kiara
Malam, Zayn kan?"
+62***********
Kok tahu sih?
Kiara
Iya tau lah,kan cuma kamu yang panggil nama aku Ara.
+62***********
Save nomor aku ya!
Kiara
Oke.
Zayn.
Kok belum tidur sih,kan udah malam banget
Kiara
Tadinya aku mau tidur,tapi tiba-tiba handphone ku bunyi,eh ternyata notifikasi chat dari kamu
Zayn
Heheh maaf ngeganggu nih jadi nya.
Kiara
Yaudah sih, Santai aja.
Zayn
Yaudah kamu tidur Gih!
Kiara
Oke,kamu juga tidur Gih!
Zayn
Oke👌
Kiara memutuskan untuk tidur untuk mengistirahatkan tubuh nya yang masih terasa sakit akibat tendangan ayah Nya tadi.
"Semoga besok pagi badan akau gak sesakit ini" gumam Kia lirih.
Kia langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya,dan memejamkan mata Nya lama-kelamaan Kia telah terlelap.
Di dalam tidur nya Kia bermimpi....
Lanjut part 17.....
Assalamualaikum makasih ya udah baca jangan lupa follow Sama votenya ya
Kalau ada salah kata mohon maaf,dan tolong di beritahu di komen ya☺️.
author sekali lagi minta maaf kalau tulisan author belum rapih😔.
Author juga mau bilang kalau author up nya lama-lama karena author mau ujian jadi harus fokus belajar dulu, setelah selesai ujian nanti author bakal rajin up Nya.
Maaf ya readers.
Buat Yang penasaran 👇
Lanjut di part 17 yah☺️。◕‿◕。
Sampai ketemu di part 17 daaaaaaah 👋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Eraponsel
semangat Thor belajar nya semoga lancar ujiannya ☺️
2022-09-29
3