Assalamualaikum semua selamat membaca jangan lupa vote sama likenya yah😊 karena itu berharga bagi aku。◕‿◕。
Oke lanjut part 11.....
Tak berselang lama Kiara melihat mbok Jum ,mang Asep, dan mang Jupri masuk dengan membawa koper dan barang-barang
Yang Kiara duga itu adalah punya keluarga nya.
Tak berselang lama setelah mbok Jum,mang Asep,dan mang Jupri,masuk muncul lah seseorang di pintu.
Kia yang melihat itu tersenyum dan langsung berjalan ke arah nya.
"Bun" sapa Kia sambil mengulurkan tangannya untuk menyalim bunda nya.
"Saya baru pulang,capek" balas Bunda datar berlalu menuju ruang tamu.
Kiara yang melihat itu tersenyum miris
Berfikir.
"Sesusah itu untuk membalas sapaan Kia Bun,tapi gak papa mungkin bunda lagi beneran capek" fikir Kia
Saat akan berjalan menuju dapur untuk mengambil kan bunda nya minum Siapa tahu bunda nya haus, tiba-tiba seseorang kembali muncul di depan pintu.
"Eh paman,sama bibi juga ikut" tanya Kia
"Kamu lihat kita kan di sini" ketus bibi Tania
Kiara tersenyum janggung mendengar jawaban ketus dari sang bibi.
Kiara melihat abangnya yang sedang menatap nya datar seolah-olah mengatakan
Kalau dirinya jangan mencari masalah saat ini,Kia yang melihat itu tersenyum menggangguk kan kepala nya.
Kiara berjalan menuju ruang tamu
Sesampainya di ruang tamu Kiara pamit pergi ke sekolah.
"Bun Kia pergi sekolah dulu ya Bun" kata Kia
"Hmmm" balas bunda berdehem
"Assalamualaikum" salam Kia sambil berjalan menuju keluar.
Di luar Kia bertemu dengan ayah nya
Kiara yang melihat ayahnya pun mengatakan bahwa ia pamit mau pergi ke sekolah.
"Yah Kia pergi ke sekolah dulu" kata Kia sambil mengangkat tangan kanannya untuk meyalim tangan ayah nya.
"Hmmm" dibalas deheman oleh ayah nya
Tanpa membalas uluran tangan Kia dan langsung berlalu menuju rumah.
"Assalamualaikum yah" salam Kia sedikit keras karena ayahnya sudah mulai tak terlihat.
Kiara berjalan menuju gerbang rumah nya
Seperti biasa ia bertemu dengan mang Jupri
Setelah menyapa mang Jupri Kia pergi ke sekolah, seperti biasa ia berj ygalan kaki menuju sekolah.
Kiara berjalan menyusuri jalanan yang sudah mulai ramai sekali orang yang beraktivitas nya masing-masing.
Sesampainya di sekolah Kia langsung menuju kelas nya, selang beberapa menit sampai dikelas bel sekolah berbunyi
Serta terdengar suara guru yang menyuruh
Semua murid untuk berbaris di lapangan sekolah.
"Kepada seluruh siswa siswi diharapkan segera berbaris di lapangan sekolah"2x
Kata guru tersebut
Skippp...........
Selesai baris di lapangan seperti biasa jam pelajaran telah di mulai.
Hingga pagi telah berganti siang sekarang seluruh siswa sudah bergegas untuk pulang hingga bell sekolah berbunyi.
Kriiiiiingggggg......
Semua siswa bersorak gembira
Karena ini yang mereka tunggu-tunggu.
Saat Kiara berjalan menuju gerbang sekolah Kiara bertemu dengan Zia dan antek-anteknya.
"Eh anak gak tau diri gue denger Tiara udah pulang ya dari liburan keluarga nya" sahut Zia menekan kata keluarga nya.
"Iya kak Tiara udah pulang,tadi pagi" jawab Kia tersenyum manis walaupun sebenarnya ia takut terhadap mereka.
"Kasihan banget sih Lo gak di ajak, padahal kan Lo anaknya CK CK CK " sahut Loly mengejek.
Kiara hanya diam tak bergeming.
"Awas aja ya nanti kalau Tiara ada ngadu ke kita kalau kamu ngapa-ngaapin dia" ancam Zia
" Aku gak pernah kok kak ngapa-ngapain dia"Jawab Kia
"Udah gak usah banyak bacot deh Lo"
Sahut Kania yang sedari tadi hanya menonton.
"Iya kak" jawab Kia
"Udah pergi Lo sana" usir Zia
Kiara langsung pergi meninggalkan Zia dan antek-anteknya.
Kia menengadah kan kepala nya melihat langit yang mendung Yang berarti menandakan hujan akan segera turun.
"Yah mau hujan,aku harus cepat-cepat sebelum basah" gumam Kia
Benar saja dugaannya hujan turun mengguyur tubuh nya Kiara terus berlari
Hingga ia melihat ada halte bus,ia berlari menuju halte itu untuk berteduh.
Di halte itu Kia tak sendirian karena ada seorang nenek-nenek di situ.
Kiara menggosok gosokkan tangan nya guna menghangatkan tubuh nya.
Tiba-tiba nenek itu bertanya kepada nya
"Hai anak gadis,mengapa kau berjalan kaki sedang kan aku sedari tadi melihat semua anak-anak yang berseragam persis seperti dirimu menggunakan kendaraan" tanya nenek tersebut.
"Karena berjalan itu menurut Kia sehat, itung-itung olahraga nek" jawab Kia tersenyum.
"Aku tahu kau gadis yang kuat teruslah jalani walaupun kau hampir menyerah. " sahut nenek yang di mana kata kata nenek
Membuat Kia bingung dari mana nenek ini tahu tentang dirinya.
"Aku selalu melihat mu"sahut nenek itu misterius.
"Maaf nek bukan nya kota baru bertemu ya"
Tanya Kia bingung.
Sang nenek hanya diam saja
Kiara yang merasa hujan tidak akan berhenti pun memutuskan untuk pulang saja.
"Nek Kia pulang duluan yah" pamit Kia
Nenek itu hanya diam saja,Kiara merasa bingung dengan nenek tersebut.
Kiara terus berlari menuju rumahnya hingga ia bertemu dengan mang Jupri.
"Mang bukain gerbangnya dong" sahut Kia menggigil kedinginan.
" Ya ampun non,non kasihan banget kehujanan" sahut mang jupri tak tega
" Makasih ya mang udah bukain,jadi kena hujan" sahut Kia tak enak.
"Gak papa non,lagi pula mamang Kan pakek payung" sahut mang Jupri
"Yaudah Kia masuk dulu ya mang" sahut Kia
Kia berjalan menuju pintu utama masuk
Saat akan memasuki rumah Kia langsung di cegah oleh bundany.
"Sana kamu dari belakang aja kamu basah"
Sahut bunda.
"Tapi Bun Kia udah kedinginan" sahut Kia menggigil
"Saya bilang dari belakang ya dari belakang"
Bentak bundanya
"I-iya b-bun" jawab Kia terbata-bata karena menggigil.
Kiara berlari menuju pintu belakang rumah nya,mang Asep yang melihat itu merasa iba dan tak tega.
"Kasihan banget sih,si non udah kedinginan begitu masih di suruh lewat dari belakang"
Gumam pak satpam tak tega melihat nya
Sesampainya di pintu belakang Kiara mengetuk pintu nya karena pintu belakang rumah nya masih tertutup.
Tok tok tok tok
Suara pintu yang diketuk oleh kia
5 menit berlalu barulah pintu terbuka
Ternyata yang membuka kan pintunya adalah Kenzo Abang nya,Kia yang melihat itu sedikit kaget, karena biasanya bibi yang membuka kan nya.
"Makasih bang" sahut Kia sambil berlari menuju kamar nya karena ia sudah kedinginan sekali
POV Kenzo
Aku yang ingin mengambil minum kedapur samar samar mendengar suara ketukan di pintu belakang,aku pun berjalan untuk melihat siapa yang telah mengetuk pintu belakang itu.
Saat aku membuka nya aku kaget melihat siapa pelakunya ternyata Kia,aku yang melihat dia menggigil seperti itu sedikit iba tetapi hati menolak untuk iba kepada nya mengingat banyak kesalahan yang telah ia perbuat membuat ku segera menepisnya.
POV End
Sesampainya di kamar Kiara segera mandi, ingin mandi air hangat tetapi kamar mandi nya tidak seperti kamar mandi milik keluarga nya jadi Kia mandi pakai air dingin yang ada saja.
Setelah selesai berpakaian,dan melaksanakan shalat Kia berjalan menuju tempat tidur nya dan membungkus dirinya menggunakan selimut.
Dia merasa tubuh sangat kedinginan dan ia butuh kehangatan dari selimutnya.
Hingga pagi menyapa Kia belum beranjak dari tempat tidur nya karena ia merasa tak memiliki tenaga.
Bagaimana tidak,ia belum pernah memakan nasi selama tiga hari ini, walaupun ia memakan roti tetap saja itu hanya mengganjal perut saja,ditambah lagi ia belum makan setelah pulang sekolah.
Hingga ia mendengar suara ketukan pintu
Aku yang ingin membukanya tak sanggup.
Hingga aku ingin berusaha untuk bangun
Tiba-tiba pintu kamar ku terbuka menampilkan mbok Jum.
" Non kenapa,kok gak keluar semalaman"
Tanya mbok Jum berjalan menuju tempat tidur ku
"Kia cuma gak enak badan aja mbok"
Jawab Kia
Mbok Jum mengecek kenong Kia menggunakan tangan nya alangkah terkejutnya ia merasa kan panasnya
"Ya ampun non,non panas banget"
Ucap mbok Jum khawatir
"Udah mbok gak papa paling sebentar lagi sembuh cuman butuh istirahat aja"
Jawab Kia tersenyum
"Oh iya mbok Bunda dan yang lainnya ada dimana" tanya Kia
"Ya Allah non ini panas banget loh"
Sahut mbok Jum
"Tuan sama nyonya besar pergi ke bandara non, karena hari ini paman dan bibi non pulang" lanjut mbok Jum
Di balas anggukan kepala oleh Kia.
"Yaudah yuk, non makan nasi dulu tadi masih ada sisah" ajak mbok Jum
"Tapi mbok kan bunda belum izinin"
Sahut Kia
" Udah gak papa,kan mereka lagi pergi jadi mereka gak lihat,kan non juga belum makan nasi selama tiga hari non hanya makan roti saja" sahut mbok Jum o
"Yaudah mbok Kia mau,lagian Kia juga laper banget." Jawab Kia
"Non masih sanggup buat jalan" tanya mbok Jum
"Masih kok mbok"Jawab Kia
Sesampainya di meja makan Kia langsung duduk karena merasa lemas ketika berjalan tadi.
Mbok Jum mengambil kan nasi,dan lauk di piring Kia, setelah selesai mbok Jum menyerahkan nya kepada Kia .
"Makasih mbok" sahut Kia setelah menerima makanan yang di Berikan mbok Jum
"Iya non sama-sama udah cepetan di makan supaya cepat sembuh"sahut mbok Jum
Baru akan menyuap kan nasi nya kedalam
Mulutnya tiba-tiba ada yang memanggil mbok Jum.
Lanjut part 12...
Assalamualaikum makasih ya udah baca jangan lupa follow Sama votenya ya
Kalau ada salah kata mohon maaf,dan tolong di beritahu di komen ya☺️.
Buat yang penasaran suara siapa yang manggil mbok jum.
Lanjut di part 12 yah☺️。◕‿◕。
Sampai ketemu di part 12 daaaaaaah 👋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Badelan
apa sih kesalahannya , sehingga begitu dibenci. seperti itukah cara mendidik anak
2025-01-05
0
Erni Zahra76
blm ngarti apa kesalahannya...😭😭😭
2024-10-06
0
Mari Anah
kia berasa ky ank tiri,ank yg d sia2in,sbnr y kia ank siapa sih,ko ibu kandung y mlh ky gtu
2024-08-23
0