Masuk Ke Dunia Game Light & Night
Kepulangan Yang Lama
Osborn melirik jam tangannya, terlihat sudah menunjukkan pukul 01:15 PM.
Osborn pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana.
Dia membawa sebuah motor sport berwarna hitam.
Hitam yang senada dengan rambut miliknya. Membuat kesan dari beberapa wanita yang tidak sengaja melihatnya keluar dari sebuah cafe terpana dan tergoda pada sosoknya yang terlihat keren.
Osborn hanya diam, menghiraukan segala macam pikiran yang tersembunyi di dalam kepala mereka.
Yang justru mengalihkannya semua pikirannya pada Alinda yang ada di rumahnya.
Osborn
Tapi sekarang aku baru sadar.
Setiap kali berbicara dengannya, perempuan itu justru melihat kearah lain.
Osborn akhirnya memutar gas motor secara penuh, dan langsung melesat cepat membelah jalanan kota yang mulai ramai itu.
📞 : Sekarang dimana lokasimu?.
Osborn
Katakan saja langsung.
📞 : Pergi ke alamat XXXXX
📞 : Bereskan mereka semua sebelum polisi datang.
Osborn
Katakan waktu yang tersisa.
Osborn
Aku akan kesana sekarang.
Panggilan yang diterima Osborn dari seseorang membuatnya harus ganti arah.
Dalam seketika jalanan kota yang banyak terdiri dari perempatan jalan, semua lampu jalan menjadi hijau khusus untuk Osborn.
Sehingga dalam sekejap mata, dia seperti menjadi penguasa jalanan itu untuk dirinya sendiri.
Setelah tiap perempatan jalan terlewati, maka lampu lalu lintas menajdi normal kembali.
Osborn pergi menuju jembatan panjang yang membelah lautan luas. Jembatan yang menghubungkan antar kota.
Alinda
Hmm....ini sudah malam, tapi dia belum pulang.
Alinda termenung dalam lamunannya sendiri.
Bahkan makanan yang dimasak oleh Arsiel untuk Osborn sudah dingin.
Yang membuat Alinda penasaran adalah kemana perginya sang idola tampannya?.
Ketika terbuai dalam lamunannya sendiri, tiba-tiba...
Alinda terkejut dengan kehadiran Arsiel yang tiba-tiba sudah ada disebelahnya.
Arsiel
Apa aku baru saja mengagetkanmu?.
Arsiel
Apa yang membuatmu melamun?.
Ha....apa itu karena Osborn?.
Alinda benar-benar tidak bisa berbohong pada perasaannya.
Dia bahkan tidak bisa menyangkal soal apa yang dikatakan oleh Arsiel.
Arsiel
Hahaha.......tidak perlu merasa malu.
Aku sudah biasa melihat anak itu yang disukai banyak wanita.
Kau sendiri termasuk, jadi aku tidak terkejut dengan perasaanmu itu.
Alinda
Ya....aku hanya, penasaran saja.
Arsiel
Jika penasaran soal kemana dia pergi, kenapa tidak tanyakan langsung pada orangnya?.
Arsiel
Cuma bertanya kenapa harus malu?.
Alinda
Nah itu. Aku tidak punya keberanian bertanya.
Arsiel
............?. Tapi kamu sendiri berani bertanya padaku. Kenapa tidak berani bertanya kepada anak itu?.
Alinda
......................
" Kesan. Kau beda level dengan dia. Osborn itu seperti gunung es.
Jika menyentuh sedikit gundukan es salju, itu sama saja memicu gletser untuk longsor. Dan dimataku Osborn itu terlihat seperti itu. " Alinda jadi diam, karena tidak berani lagi untuk berbicara lebih jauh.
Arsiel
Ok......aku tidak akan memaksamu menjawabnya.
Tapi aku penasaran soal kamu meminta buku tulis kepadaku.
Mau buat apa?.
Arsiel
Mau buat cerita?!. Berarti itu novel?.
Arsiel mulai tertarik dengan apa yang sedang di tulis Alinda.
Tapi dia harus menahan hal itu, karena menulis adalah hal yang biasanya harus dirahasiakan lebih dulu sebelum benar-benar selesai.
Arsiel
Apa genre yang ingin kamu buat?.
Alinda
Action, romantis, petualangan, time travel.
Arsiel
Wahh...kedengaranya menyenangkan.
Aku jadi tidak sabar ingin membacanya.
Apa kamu mau memperlihatkannya padaku jika sudah selesai?.
Alinda
Entahlah. Aku tidak begitu pintar menulis novel.
Comments
Autder-Nim
wahhh jangan jangan, ini mendeskripsikan apa yg di alami sangat mc ni~
2022-09-04
2