Bab. 7

°°°°°

Pagi ini Yuna tengah menyiram tanaman bunga dihalamnnya, hari ini Yuna tengah bersantai dirumah. Karena kebetulan Yuna cuti dari kerjanya sebagai perawat dirumah sakit.

"Yuna..." panggil Santi dari dalam rumah.

Yuna menyahut. "Ya nek.." ia lalu berjalan masuk kedalam rumah, menghampiri neneknya.

Sesampainya ditempat, "Ada apa nek?" tanya Yuna.

"Sini, duduk disamping nenek." kata Santi sambil menepuk satu kursi yang ada disampingnya.

Yuna menurut, ia mendudukan diri dikursi itu. Seperti biasa, Yuna menyadarkan kepalanya dibahu Santi dan memeluknya dengan erat.

Santi yang melihat cucunya itu, mengelus kepala Yuna dengan halus. "Cucu nenek sudah besar ya..." ucap Santi dengan suara lembutnya.

Yuna mendongak. "Yuna memang terlihat besar jika dilihat dari luar nek, tapi asal nenek tau. Yuna ini masih kecil, masih pengen dimanja sama nenek." ucap Yuna dengan memeluk sayang neneknya itu.

Santi tertawa. "Uluh.. Uluh.. Uluh.. Sudah dewasa kok pengennya dimanja sama nenek."

Yuna memanyunkan bibirnya. "Biarin." ucap Yuna dengan nada manjanya.

Santi hanya mengeleng saja melihat tingkah manja cucunya itu. "Yuna... Kalo nenek minta sesuatu, Yuna mau ngabulin gak?" tanya Santi.

Yuna yang semula memeluk neneknya itu, mendongakan kepalanya menatap sang nenek. "Emang nenek mau minta apa dari Yuna?"

"Janji dulu, mau nurutin gak... Apa kata nenek?" tanya Santi menarik turunkan alisnya, membuat Yuna terkekeh pelan.

"Iya-iya... Janji, apasih yang ngak buat nenek." goda Yuna.

"Beneran yah? Awas kalo ingkar."

"Emang nenek mau minta, permintaan apa nek?" tanya Yuna penasaran.

Santi tersenyum menatap cucunya. "Nenek ingin, kamu menikah dengan pria pilihan nenek." jawab Santi, yang membuat Yuna terkejut.

"Hah? Nenek mau jodohin Yuna?"

"Bisa dibilang begitu, besok nenek mau ajak kamu kerumah laki-laki yang ingin nenek jodohkan denganmu. Jadi besok Yuna ikut ya..."

"Tapi nek... Kok dadakan banget, kenapa gak bilang-bilang sama Yuna..." rengek Yuna dengan raut lesu.

"Kan ini udah bilang."

"Ihh... Bukan itu nek, kalo dadakan gini. Yuna belum siap sama sekali." gerutu Yuna.

Santi yang melihat wajah kusut dari Yuna itu dibuat tersenyum. "Cucu nenek.. Kan tadi udah janji, mau nurutin apa kata nenek. Jadi gak boleh ingkar ya..."

"Tapi kan nek.."

"Yuna... Tolong kabulkan satu permintaan nenek ini ya... Ini adalah permintaan terakhir dari nenek, nenek ingin melihat cucu kesayangan nenek bahagia diatas pelaminan. Nenek ingin, disisa hidup nenek ini, ingin melihat cucu nenek menikah agar nenek tenang untuk melepas kamu nanti. " ucap Santi kembali mengelus rambut Yuna.

"Nek... Jangan bilang begitu, nenek udah janji untuk selalu nemenin Yuna. Sampai Yuna sukses nanti, nenek gak boleh pergi duluan... Kalo nenek pergi Yuna bakal ikut." ucap Yuna kembali memeluk erat tubuh neneknya, matanya mulai berkaca-kaca membayangkan jika sang nenek tak akan ada disampingnya lagi.

"Yuna... Nenek sudah tua, ada saatnya dimana nenek akan dipanggil oleh sang maha pencipta. Kamu masih muda, masih panjang untuk Yuna meraih kebahagian dimasa depan. Nenek ingin cucu nenek ini, menjalani hidupnya dengan merasakan bahagia." tutur Santi.

"Pokoknya nenek gak boleh pergi." ucap Yuna lirih, ia sekuat tenaga menahan tangisnya.

Santi mengangkat wajah Yuna, dan kembali menatapnya. "Janji sama nenek, Yuna harus hidup bahagia. Apapun rintagannya Yuna jangan merasa frustrasi, nenek ingin melihat cucu nenek bahagia. Jika Yuna bersedih maka nenek ini juga akan ikut bersedih." ucap Santi, tanpa sadar air matanya menetes begitu saja. Membuat Yuna langsung terkejut.

"Nenek... Kok nangis.. Jangan nangis ya?" Yuna mengusap air mata itu, ia tak tega melihat neneknya menangis.

"Janji dulu sama nenek, Yuna mau mengikuti apa kata nenek ya?" mohon Santi.

Yuna menganguk pasrah. "Iya Yuna janji, Yuna akan ikuti apa kata nenek. Yuna juga mau dijodohin sama pria yang dipilihkan oleh nenek."

Santi tersenyum mendengarnya, "Makasih ya nduk... Kamu cucu nenek yang sangat nenek sayangi."

"Yuna juga..." jawab Yuna memeluk erat tubuh sang nenek yang sudah sangat rapuh itu.

🍂🍂

Dikediaman Albaret, Zeen yang baru saja satu hari tiba dijakarta itu, dibuat kesal oleh permintaan papanya itu.

"Pah.. Zeen gak mau dijodohin, Zeen punya pilihan sendiri. Zeen punya pacar, dan pacarku itu yang akan jadi istriku nanti." ucap Zeen dengan raut yang sudah marah.

"Zeen... Tolong turuti apa kata papa, papa ingin kamu menikah dengan wanita pilihan papa. Asal kamu tau Zeen, neneknya itu sudah berjasa bagi keluarga kita, jika tak ada beliau. Kita pasti tak akan bisa merasakan hidup mewah seperti ini." tekan Albaret orangtua Zeen.

"Wah... Berarti papa ngejodohin Zeen, hanya karena balas budi dong?" tanya Zeen tak habis pikir.

"Pah... Walau papa maksa, Zeen tetep nolak perjodohan ini." tekan Zeen, lalu bangkit dari duduknya, ingin pergi dari tempat itu.

"Pah.. Jangan paksa anaknya dong, kalo dia gak mau yaudah..." tutur Vina, istri Albaret.

"Gak bisa gitu mah..."

"Zeen!" panggil Albaret sedikit berteriak. "Jika kamu tak mau nurut apa kata papa, maka semua fasilitas kamu papa cabut! Dan kamu tidak akan pernah bisa bekerja lagi dirumah sakit papa. Ingat itu." tekan Albaret dengan suara tegasnya.

Zeen menghentikan langkahnya, ia lalu menghela nafas. "Hahhh... Sial banget sih hidupku." kesal Zeen.

"Zeen!" teriak Albaret.

"Iya-iya, Zeen mau!" jawab Zeen pasrah.

Albaret tersenyum senang. "Nah gitu dong, itu baru anaknya papa."

Zeen hanya bisa mendengus kesal, dan melanjutkan lagi langkahnya. Hari ini ia benar-benar lelah dan ingin segera mengistirahatkan tubuhnya.

TBC.

Jangan lupa tangapannya guys🐿️

Terpopuler

Comments

Nailott

Nailott

jngn2 yuna yg dijodohkan papamya.

2023-09-19

0

YouTrie

YouTrie

Bagus ceritanya kak

2022-11-16

0

auliasiamatir

auliasiamatir

gak sadar perjodohannya malah. ijin Yuna menderita nanti nya

2022-10-10

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Bab. 1
3 Bab. 2
4 Bab. 3
5 Bab. 4
6 Bab. 5
7 Bab. 6
8 Bab. 7
9 Bab. 8
10 Bab. 9
11 Bab. 10
12 Bab. 11
13 Bab. 12
14 Bab. 13
15 Bab. 14
16 Bab. 15
17 Bab. 16
18 Bab. 17
19 Bab. 18
20 Bab. 19
21 Bab. 20
22 Bab. 21
23 Bab. 22
24 Bab. 23
25 Bab. 24
26 Bab. 25
27 Bab. 26
28 Bab. 27
29 Bab. 28
30 Bab. 29
31 Bab. 30
32 Bab. 31
33 Bab. 32
34 Bab. 33
35 Bab. 34
36 Bab. 35
37 Bab. 36
38 Bab. 37
39 Bab. 38
40 Bab. 39
41 Bab. 40
42 Bab. 41
43 Bab. 42
44 Bab. 43
45 Bab. 44
46 Bab. 45
47 Bab. 46
48 Bab. 47
49 Bab. 48
50 Bab. 49
51 Bab. 50
52 Bab. 51
53 Bab. 52
54 Bab. 53
55 Bab. 54
56 Bab. 55
57 Bab. 56
58 Bab. 57
59 Bab. 58
60 Bab. 59
61 Bab. 60
62 Bab. 61
63 Bab. 62
64 Bab. 63
65 Bab. 64
66 Bab. 65
67 Bab. 66
68 Bab. 67
69 Bab. 68
70 Bab. 69
71 Bab. 70
72 Bab. 71
73 Bab. 72
74 Bab. 73
75 Bab. 74
76 Bab. 75
77 Bab. 76
78 Bab. 77
79 Bab. 78
80 Bab. 79
81 Bab. 80
82 Bab. 81
83 Bab. 82
84 Bab. 83
85 Bab. 84
86 Bab. 85
87 Bab. 86
88 Bab. 87
89 Bab. 88
90 Bab. 89
91 Bab. 90
92 Bab. 91
93 Bab. 92
94 Bab. 93
95 Bab. 94
96 Bab. 95
97 Bab. 96
98 Bab. 97
99 Bab. 98
100 Bab. 99
101 Bab. 100
102 Bab. 101
103 Bab. 102
104 Bab. 103
105 Bab. 104
106 Bab. 105
107 Bab. 106
108 Bab. 107
109 Bab. 108
110 Bab. 109
111 Bab. 110
112 Bab. 111
113 Bab. 112
114 Bab. 113
115 Bab. 114
116 Bab. 115
117 Bab. 116
118 Bab. 117
119 Bab. 118
120 Bab. 119
121 Bab. 120
122 Bab. 121
123 Bab. 122
124 Bab. 123
125 Bab. 124
126 Bab. 125
127 Bab. 126
128 Bab. 127
129 Bab. 128
130 Bab. 129
131 Bab. 130
132 Bab. 131
133 Bab. 132
134 Bab. 133
135 Bab. 134
136 Bab. 135
137 Bab. 136
138 Bab. 137
139 Bab. 138
140 Bab. 139
141 Bab. 140
142 Bab. 141
143 Bab. 142
144 Bab. 143
145 Bab. 144
146 Bab. 145
147 Bab. 146
148 Bab. 147
149 Bab. 148
150 Bab. 149
151 Bab. 150
152 Bab. 151
153 Bab. 152
154 Bab. 153
155 Bab. 154
156 Bab. 155
157 Bab. 156
158 Bab. 157
159 Bab. 158
160 Bab. 159
161 Bab. 160
162 Bab. 161
163 Bab. 162
164 Bab. 163
165 Bab. 164
166 Bab. 165
167 Bab. 166
168 Bab. 167
169 Bab. 168
170 Bab. 169
171 Bab. 170
172 Bab. 171
173 Bab. 172
174 Bab. 173
175 Bab. 174
176 Bab. 175
177 Bab. 176
178 Bab. 177
179 Bab. 178
180 Bab. 179
181 Bab. 180
182 Bab. 181
183 Bab. 182
184 Bab. 183
185 Bab. 184
186 Bab. 185
187 Bab. 186
188 Bab. 187
189 Bab. 188
190 Bab. 189
191 Bab. 190
192 Bab. 191
193 Bab. 192
194 Bab. 193
195 Bab. 194
196 Bab. 195
197 Bab. 196
198 Bab. 197
199 Bab. 198
200 Bab. 199
201 Bab. 200
202 Bab. 201
203 Bab. 201
204 Bab. 202
205 Bab. 203
206 Bab. 204
207 Bab. 205
208 Bab. 206
209 INFO!!
210 Terjerat Pernikahan Rahasia With Doctor
211 Gadis Penjual Bakso Naik Pangkat
212 Novel baru nih
Episodes

Updated 212 Episodes

1
Prolog
2
Bab. 1
3
Bab. 2
4
Bab. 3
5
Bab. 4
6
Bab. 5
7
Bab. 6
8
Bab. 7
9
Bab. 8
10
Bab. 9
11
Bab. 10
12
Bab. 11
13
Bab. 12
14
Bab. 13
15
Bab. 14
16
Bab. 15
17
Bab. 16
18
Bab. 17
19
Bab. 18
20
Bab. 19
21
Bab. 20
22
Bab. 21
23
Bab. 22
24
Bab. 23
25
Bab. 24
26
Bab. 25
27
Bab. 26
28
Bab. 27
29
Bab. 28
30
Bab. 29
31
Bab. 30
32
Bab. 31
33
Bab. 32
34
Bab. 33
35
Bab. 34
36
Bab. 35
37
Bab. 36
38
Bab. 37
39
Bab. 38
40
Bab. 39
41
Bab. 40
42
Bab. 41
43
Bab. 42
44
Bab. 43
45
Bab. 44
46
Bab. 45
47
Bab. 46
48
Bab. 47
49
Bab. 48
50
Bab. 49
51
Bab. 50
52
Bab. 51
53
Bab. 52
54
Bab. 53
55
Bab. 54
56
Bab. 55
57
Bab. 56
58
Bab. 57
59
Bab. 58
60
Bab. 59
61
Bab. 60
62
Bab. 61
63
Bab. 62
64
Bab. 63
65
Bab. 64
66
Bab. 65
67
Bab. 66
68
Bab. 67
69
Bab. 68
70
Bab. 69
71
Bab. 70
72
Bab. 71
73
Bab. 72
74
Bab. 73
75
Bab. 74
76
Bab. 75
77
Bab. 76
78
Bab. 77
79
Bab. 78
80
Bab. 79
81
Bab. 80
82
Bab. 81
83
Bab. 82
84
Bab. 83
85
Bab. 84
86
Bab. 85
87
Bab. 86
88
Bab. 87
89
Bab. 88
90
Bab. 89
91
Bab. 90
92
Bab. 91
93
Bab. 92
94
Bab. 93
95
Bab. 94
96
Bab. 95
97
Bab. 96
98
Bab. 97
99
Bab. 98
100
Bab. 99
101
Bab. 100
102
Bab. 101
103
Bab. 102
104
Bab. 103
105
Bab. 104
106
Bab. 105
107
Bab. 106
108
Bab. 107
109
Bab. 108
110
Bab. 109
111
Bab. 110
112
Bab. 111
113
Bab. 112
114
Bab. 113
115
Bab. 114
116
Bab. 115
117
Bab. 116
118
Bab. 117
119
Bab. 118
120
Bab. 119
121
Bab. 120
122
Bab. 121
123
Bab. 122
124
Bab. 123
125
Bab. 124
126
Bab. 125
127
Bab. 126
128
Bab. 127
129
Bab. 128
130
Bab. 129
131
Bab. 130
132
Bab. 131
133
Bab. 132
134
Bab. 133
135
Bab. 134
136
Bab. 135
137
Bab. 136
138
Bab. 137
139
Bab. 138
140
Bab. 139
141
Bab. 140
142
Bab. 141
143
Bab. 142
144
Bab. 143
145
Bab. 144
146
Bab. 145
147
Bab. 146
148
Bab. 147
149
Bab. 148
150
Bab. 149
151
Bab. 150
152
Bab. 151
153
Bab. 152
154
Bab. 153
155
Bab. 154
156
Bab. 155
157
Bab. 156
158
Bab. 157
159
Bab. 158
160
Bab. 159
161
Bab. 160
162
Bab. 161
163
Bab. 162
164
Bab. 163
165
Bab. 164
166
Bab. 165
167
Bab. 166
168
Bab. 167
169
Bab. 168
170
Bab. 169
171
Bab. 170
172
Bab. 171
173
Bab. 172
174
Bab. 173
175
Bab. 174
176
Bab. 175
177
Bab. 176
178
Bab. 177
179
Bab. 178
180
Bab. 179
181
Bab. 180
182
Bab. 181
183
Bab. 182
184
Bab. 183
185
Bab. 184
186
Bab. 185
187
Bab. 186
188
Bab. 187
189
Bab. 188
190
Bab. 189
191
Bab. 190
192
Bab. 191
193
Bab. 192
194
Bab. 193
195
Bab. 194
196
Bab. 195
197
Bab. 196
198
Bab. 197
199
Bab. 198
200
Bab. 199
201
Bab. 200
202
Bab. 201
203
Bab. 201
204
Bab. 202
205
Bab. 203
206
Bab. 204
207
Bab. 205
208
Bab. 206
209
INFO!!
210
Terjerat Pernikahan Rahasia With Doctor
211
Gadis Penjual Bakso Naik Pangkat
212
Novel baru nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!