David dan Karen

David yang mendengar suara Karen tidak tega membuat David turun dari sofa kemudian memunguti pakaian miliknya yang tergeletak di lantai kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju ke arah kamar Karen untuk meredakan hasratnya.

David membuka pintu ternyata pintu kamar tamu membuat David menutup pintu tersebut kembali kemudian membuka pintu sebelah dan melihat ada foto Karen yang tergeletak di meja membuat David yakin kalau itu kamar Karen.

David langsung masuk ke dalam kamar dan berjalan ke arah kamar mandi untuk menidurkan tombak saktinya yang masih tegang.

Karen yang melihat David pergi membuat Karen langsung mengambil pakaian dan memakainya. Lima belas menit kemudian David keluar dari kamar Karen dalam keadaan segar dan duduk di samping Karen.

" Maaf, tadi kakak hampir keblabasan." ucap David yang takut Karen membencinya.

" Tidak apa - apa kak, aku juga minta maaf karena terbawa suasana." ucap Karen yang meruntuki kebodohannya.

" Apakah kamu mencintai kakak?" tanya David

" Aku tidak tahu apakah aku mencintai kak David atau tidak karena yang aku tahu aku merasa nyaman dan aku cemburu jika kak David dekat dengan wanita lain," jawab Karen jujur

" Itu tandanya kamu mencintaiku jadi maukah kamu menikah denganku?" tanya David

" Apakah tidak terlalu cepat?" tanya Karen

" Kita sudah melihat tubuh polos masing - masing jadi aku ingin kita secepatnya kita menikah agar jika ini terjadi lagi kita tidak merasa bersalah karena sudah menikah," jawab David.

" Baiklah aku bersedia menikah dengan kak David tapi kak David berjanji satu hal padaku yaitu jangan lukai hatiku," pinta Karen

" Kakak tidak mungkin melukai hatimu, kalau urusan kakak sudah selesai kakak akan datang bersama daddy dan asisten Rey untuk melamar dirimu," ucap David.

" Kira - kira berapa lama urusan kakak?" tanya Karen

" Ternyata tidak sabar ya untuk dinikahi," goda David

" Ih nyebelin," jawab Karen sambil memajukan bibir bawahnya

cup

" Seminggu lagi urusan kakak selesai," ucap David kemudian mengecup bibir Karen singkat.

Cup

cup

cup

Tiba - tiba Karen membalas ciuman David di antaranya mencium pipi kanan,kiri dan bibir ketika ciuman bibir akan dilepas David menahan leher Karen dan me lu mat nya sampai Karen memukul dada David karena kehabisan nafas, barulah dilepaskan oleh David agar Karen bisa bernafas kembali

" Sayang adikku bangun lagi nih." ucap David sambil melihat tombak saktinya.

" Tahan ya jangan mikirin mesum dulu, hehehehe." ucap Karen kemudian tertawa terkekeh geli.

" Tega kamu sayang.. " ucap David sambil cemberut

" Sayang?" tanya ulang Karen

" Mulai sekarang ubah nama panggilan, kamu memanggilku honey dan aku memanggilmu dengan sebutan sayang." ucap David menjelaskan

" Sayang, bagaimana ini adik kecilku bangun? masa aku harus mandi air dingin lagi," ucap David dengan wajah di tekuk.

Karen hanya diam saja sambil berusaha mencari perhatian agar David tidak berfikiran mesum karena bagaimana pun mereka belum resmi menikah.

" Honey, ceritain donk masa kecil honey?" pinta Karen

" Buat apa terlalu menyakitkan buatku." jawab David yang enggan menceritakan tentang masa lalunya.

" Aku akan setia mendengarkan." jawab Karen

" Jika kakak cerita jujur apakah kamu tidak akan meninggalkanku? Maukah kamu berjanji?" tanya David ragu.

" Ya, aku berjanji apapun nanti yang honey cerita aku tidak akan meninggalkan honey." ucap Karen meyakinkan David.

Setelah diam agak lama kemudian David menceritakan masa lalunya tentang ibunya yang meninggalkannya waktu dirinya kecil sampai David menjadi seorang psycopath.

Karen hanya diam ternyata kisahnya sangat menyedihkan dan menyakitkan tidak terasa air matanya jatuh. David menatap Karen karena melihat Karen menangis membuat David menghapus air mata Karen dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.

" Sekarang kamu pasti takut padaku, kakak tahu ceritaku pasti membuat dirimu tidak menyangka kalau kakak seorang pshcopath. Kakak tidak akan marah kalau kamu akan pergi meninggalkan kakak." ucap David pasrah.

David tahu tidak akan ada yang mau menikahi dengan seorang psycopath, sebenarnya David tidak ingin cerita tapi suatu saat Karen pasti akan tahu entah dirinya mengatakannya atau ketika melihat David menyiksa seseorang atau bisa juga dari orang lain.

David menatap Karen dengan sendu awalnya mereka menceritakan tentang pernikahan tapi kini ucapan itu hanya sebuah mimpi yang tidak mungkin terwujud, David bangun dari sofa dan berjalan menuju pintu utama.

Episodes
1 Perkenalan Karakter
2 Masa Lalu
3 Dua Hari Kemudian
4 POV Karen
5 Bertemu Kembali
6 Bagas dan Karen
7 Bertemu Kembali
8 Karen dan Daren
9 Putus
10 Karen dan David
11 Kamu kenapa menangis
12 Tidak Ada Kak
13 Makan Bersama
14 Mantan Pacarku
15 Kedatangan Daren
16 Kamu tidak salah
17 David dan Karen
18 Cincin
19 Satu Syarat
20 Maafkan Aku
21 I Love You
22 Memaafkan
23 Aku tidak ingin melukaimu lagi
24 Tiga Hari Kemudian
25 Hampir Saja
26 Sangat Bahagia
27 Bagas Kecelakaan
28 Devoted To You
29 Apa itu sayang?
30 Buat apa kak?
31 Pergi Ke Korea
32 Dokter Liam
33 POV DAVID
34 Ini beda tuan
35 Apakah ada lagi?
36 David melihat Karen
37 Pertemuan Pertama Asisten Rey Dengan Sandra
38 Merindukanmu
39 Janji
40 Karen dan David
41 Racun
42 David dan Asisten Rey
43 Mafia Naga Merah
44 David dan Karen
45 Sadar
46 Aku
47 Aku Ingin Kita Putus
48 David dan Asisten Rey
49 Kenapa tidak pantas?
50 David dan Karen
51 Karen Dan David
52 Karen Tenggelam
53 Karen dan David
54 Karen dan David 2
55 Obat
56 Sama suamiku
57 Cemburu
58 Asisten Rey dan Sandra
59 Kangen
60 Sandra dan Asisten Rey
61 Asisten Rey dan Sandra
62 Mr. David
63 Bagas
64 Fang Yin dan Bagas
65 Dokter Fang Ying dan Bagas
66 Titik Syaraf
67 Bagas dan Dokter Fang Yin
68 David dan Karen
69 Permohonan Karen
70 Hamil
71 Hamil 2
72 Ada apa Sandra?
73 Bangun
74 Mangga Muda
75 Memanjat Pohon Mangga
76 Karen dan Sandra
77 Daddy David dan Mommy Karen
78 Mommy Karen Di Culik
79 Dennis
80 Denisa
81 Dennis dan Dennisa
82 Di mana kita mencarinya?
83 Titik Kelemahan
84 Hanyut
85 Empat Bulan Kemudian
86 Hukuman
87 Draft
88 Dennisa
89 Dennis
90 Kemarahan Dennis
91 Kekasih Kecilku
92 Mommy Mertua
93 Karen
94 Tuan Siapa?
95 End
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Perkenalan Karakter
2
Masa Lalu
3
Dua Hari Kemudian
4
POV Karen
5
Bertemu Kembali
6
Bagas dan Karen
7
Bertemu Kembali
8
Karen dan Daren
9
Putus
10
Karen dan David
11
Kamu kenapa menangis
12
Tidak Ada Kak
13
Makan Bersama
14
Mantan Pacarku
15
Kedatangan Daren
16
Kamu tidak salah
17
David dan Karen
18
Cincin
19
Satu Syarat
20
Maafkan Aku
21
I Love You
22
Memaafkan
23
Aku tidak ingin melukaimu lagi
24
Tiga Hari Kemudian
25
Hampir Saja
26
Sangat Bahagia
27
Bagas Kecelakaan
28
Devoted To You
29
Apa itu sayang?
30
Buat apa kak?
31
Pergi Ke Korea
32
Dokter Liam
33
POV DAVID
34
Ini beda tuan
35
Apakah ada lagi?
36
David melihat Karen
37
Pertemuan Pertama Asisten Rey Dengan Sandra
38
Merindukanmu
39
Janji
40
Karen dan David
41
Racun
42
David dan Asisten Rey
43
Mafia Naga Merah
44
David dan Karen
45
Sadar
46
Aku
47
Aku Ingin Kita Putus
48
David dan Asisten Rey
49
Kenapa tidak pantas?
50
David dan Karen
51
Karen Dan David
52
Karen Tenggelam
53
Karen dan David
54
Karen dan David 2
55
Obat
56
Sama suamiku
57
Cemburu
58
Asisten Rey dan Sandra
59
Kangen
60
Sandra dan Asisten Rey
61
Asisten Rey dan Sandra
62
Mr. David
63
Bagas
64
Fang Yin dan Bagas
65
Dokter Fang Ying dan Bagas
66
Titik Syaraf
67
Bagas dan Dokter Fang Yin
68
David dan Karen
69
Permohonan Karen
70
Hamil
71
Hamil 2
72
Ada apa Sandra?
73
Bangun
74
Mangga Muda
75
Memanjat Pohon Mangga
76
Karen dan Sandra
77
Daddy David dan Mommy Karen
78
Mommy Karen Di Culik
79
Dennis
80
Denisa
81
Dennis dan Dennisa
82
Di mana kita mencarinya?
83
Titik Kelemahan
84
Hanyut
85
Empat Bulan Kemudian
86
Hukuman
87
Draft
88
Dennisa
89
Dennis
90
Kemarahan Dennis
91
Kekasih Kecilku
92
Mommy Mertua
93
Karen
94
Tuan Siapa?
95
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!