Kamu tidak salah

" Kamu tidak salah, keputusanmu sudah tepat untuk memutuskan hubungan dengan pria breng sek seperti Daren. " ucap David

" Benarkah aku wanita ****** kak?" tanya Karen sambil menyadarkan kepalanya di dada bidang David dan tidak berapa lama air matanya keluar.

" Kamu bukan ******, kakak akan memberi pelajaran sama laki - laki itu karena sangat berani mengatakan seperti itu." ucap David sambil berdiri karena David sangat marah sampai matanya memerah menahan amarah dan menggengam tangannya dengan erat

" Berjanjilah padaku kak, jangan lakukan itu biarlah dia berpikiran buruk tentangku asalkan dia mau menikah dengan sahabatku dan melupakanku." ucap Karen sambil berdiri dan memeluk David dari arah samping.

" Baiklah untuk saat ini kakak membiarkannya tapi tidak untuk ke dua kalinya." ucap David sambil membalas pelukannya.

" Ke dua pipimu harus di kompres dulu dengan menggunakan es batu, kulkasnya dimana? " tanya David sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Karen.

" Belok kanan dekat ruang dapur," ucap Karen

David menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah dapur, singkat cerita kini David sudah membawa mangkok yang berisi es batu dan diletakkan di atas meja kemudian David duduk di sofa samping Karen.

" Berbaringlah di pahaku, " perintah David

Karen menuruti permintaan David untuk berbaring di paha David kemudian David mengambil es batu dan diletakkan di pipi kanan Karen yang memerah sambil meniupnya karena melihat Karen meringis menahan rasa perih.

" Kenapa tanganku di tahan? Apakah kamu masih mencintainya makanya tidak ingin pria itu terluka?" tanya David dengan nada cemburu

" Aku tidak suka keributan karena itulah aku menahan tangan kak David," ucap Karen

" Tapi jika seandainya kamu tidak menahan tanganku maka ke dua pipimu tidak akan di tampar dan memerah serta sesakit ini," ucap David dengan nada kesal terhadap Daren.

" Aku tahu tapi dengan begini Daren membenciku dan mereka segera menikah," ucap Karen

David hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil masih memberikan es batu ke pipi Karen dan sekali - kali David meniupnya hingga setengah jam David sudah selesai dan karen pun bangun dan duduk di samping David.

" Mau menonton tv?" tanya Karen

" Boleh," jawab David

Karen mengambil remote tv dan menekan tombol kemudian Karen turun dari sofa  sambil membawa mangkok untuk menampung es batu dan kini es batu tersebut sudah mencair yang tadi digunakan untuk mengompres ke dua pipi Karen membuat David memegang tangan Karen dan otomatis menghentikan langkahnya.

" Mau ke mana?" tanya David

" Ambil cemilan dan minuman," jawab Karen

David menganggukkan kepalanya kemudian melepaskan tangan Karen sedangkan Karen kembali melangkahkan ke dua kakinya dan berjalan ke arah dapur.

Singkat cerita kini Karen membawa dua gelas lemon tea dan beberapa cemilan. Karen meletakan di atas meja kemudian Karen kembali duduk di sofa panjang di samping David sambil menonton TV.

David dengan sengaja kepalanya direbahkan dipangkuan Karen dan Karen tanpa sadar membelai kepalanya David sambil serius menonton televisi hingga tiba - tiba ada adegan romantis di mana sepasang kekasih saling berciuman membuat David duduk dan menarik dagu agar menatap dirinya kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Karen.

cup

David mengecup bibir Karen membuat Karen mendorong tubuh kekar David tapi David mengarahkan tangannya ke tengkuk leher Karen agar memperdalam ciumannya. Karena terbawa oleh suasana membuat Karen membalas ciuman David.

Mereka saling bertukar saliva membuat David tersenyum dan mendorong tubuh Karen agar berbaring di sofa tanpa melepaskan ciumannya hingga Karen kehabisan nafas barulah David melepaskannya sambil menaiki tubuh Karen.

David menciumi leher Karen sambil membuka satu persatu kancing Karen dan juga melepaskan pakaian milik David hingga tubuh mereka polos.

Pandangan David sudah mulai menggelap dan kerisnya sudah berdiri tegak di kala melihat tubuh polos Karen. David mulai memasukkan kerisnya tapi sangat susah sedangkan Karen meringis menahan sakit akibat keris milik David sambil memeluk erat tubuh polos David.

" Kak David... sakit... aku mohon jangan dimasukkan," mohon Karen.

Episodes
1 Perkenalan Karakter
2 Masa Lalu
3 Dua Hari Kemudian
4 POV Karen
5 Bertemu Kembali
6 Bagas dan Karen
7 Bertemu Kembali
8 Karen dan Daren
9 Putus
10 Karen dan David
11 Kamu kenapa menangis
12 Tidak Ada Kak
13 Makan Bersama
14 Mantan Pacarku
15 Kedatangan Daren
16 Kamu tidak salah
17 David dan Karen
18 Cincin
19 Satu Syarat
20 Maafkan Aku
21 I Love You
22 Memaafkan
23 Aku tidak ingin melukaimu lagi
24 Tiga Hari Kemudian
25 Hampir Saja
26 Sangat Bahagia
27 Bagas Kecelakaan
28 Devoted To You
29 Apa itu sayang?
30 Buat apa kak?
31 Pergi Ke Korea
32 Dokter Liam
33 POV DAVID
34 Ini beda tuan
35 Apakah ada lagi?
36 David melihat Karen
37 Pertemuan Pertama Asisten Rey Dengan Sandra
38 Merindukanmu
39 Janji
40 Karen dan David
41 Racun
42 David dan Asisten Rey
43 Mafia Naga Merah
44 David dan Karen
45 Sadar
46 Aku
47 Aku Ingin Kita Putus
48 David dan Asisten Rey
49 Kenapa tidak pantas?
50 David dan Karen
51 Karen Dan David
52 Karen Tenggelam
53 Karen dan David
54 Karen dan David 2
55 Obat
56 Sama suamiku
57 Cemburu
58 Asisten Rey dan Sandra
59 Kangen
60 Sandra dan Asisten Rey
61 Asisten Rey dan Sandra
62 Mr. David
63 Bagas
64 Fang Yin dan Bagas
65 Dokter Fang Ying dan Bagas
66 Titik Syaraf
67 Bagas dan Dokter Fang Yin
68 David dan Karen
69 Permohonan Karen
70 Hamil
71 Hamil 2
72 Ada apa Sandra?
73 Bangun
74 Mangga Muda
75 Memanjat Pohon Mangga
76 Karen dan Sandra
77 Daddy David dan Mommy Karen
78 Mommy Karen Di Culik
79 Dennis
80 Denisa
81 Dennis dan Dennisa
82 Di mana kita mencarinya?
83 Titik Kelemahan
84 Hanyut
85 Empat Bulan Kemudian
86 Hukuman
87 Draft
88 Dennisa
89 Dennis
90 Kemarahan Dennis
91 Kekasih Kecilku
92 Mommy Mertua
93 Karen
94 Tuan Siapa?
95 End
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Perkenalan Karakter
2
Masa Lalu
3
Dua Hari Kemudian
4
POV Karen
5
Bertemu Kembali
6
Bagas dan Karen
7
Bertemu Kembali
8
Karen dan Daren
9
Putus
10
Karen dan David
11
Kamu kenapa menangis
12
Tidak Ada Kak
13
Makan Bersama
14
Mantan Pacarku
15
Kedatangan Daren
16
Kamu tidak salah
17
David dan Karen
18
Cincin
19
Satu Syarat
20
Maafkan Aku
21
I Love You
22
Memaafkan
23
Aku tidak ingin melukaimu lagi
24
Tiga Hari Kemudian
25
Hampir Saja
26
Sangat Bahagia
27
Bagas Kecelakaan
28
Devoted To You
29
Apa itu sayang?
30
Buat apa kak?
31
Pergi Ke Korea
32
Dokter Liam
33
POV DAVID
34
Ini beda tuan
35
Apakah ada lagi?
36
David melihat Karen
37
Pertemuan Pertama Asisten Rey Dengan Sandra
38
Merindukanmu
39
Janji
40
Karen dan David
41
Racun
42
David dan Asisten Rey
43
Mafia Naga Merah
44
David dan Karen
45
Sadar
46
Aku
47
Aku Ingin Kita Putus
48
David dan Asisten Rey
49
Kenapa tidak pantas?
50
David dan Karen
51
Karen Dan David
52
Karen Tenggelam
53
Karen dan David
54
Karen dan David 2
55
Obat
56
Sama suamiku
57
Cemburu
58
Asisten Rey dan Sandra
59
Kangen
60
Sandra dan Asisten Rey
61
Asisten Rey dan Sandra
62
Mr. David
63
Bagas
64
Fang Yin dan Bagas
65
Dokter Fang Ying dan Bagas
66
Titik Syaraf
67
Bagas dan Dokter Fang Yin
68
David dan Karen
69
Permohonan Karen
70
Hamil
71
Hamil 2
72
Ada apa Sandra?
73
Bangun
74
Mangga Muda
75
Memanjat Pohon Mangga
76
Karen dan Sandra
77
Daddy David dan Mommy Karen
78
Mommy Karen Di Culik
79
Dennis
80
Denisa
81
Dennis dan Dennisa
82
Di mana kita mencarinya?
83
Titik Kelemahan
84
Hanyut
85
Empat Bulan Kemudian
86
Hukuman
87
Draft
88
Dennisa
89
Dennis
90
Kemarahan Dennis
91
Kekasih Kecilku
92
Mommy Mertua
93
Karen
94
Tuan Siapa?
95
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!