Bertemu Kembali

Pagi hari yang cerah Karen seperti biasa bangun pagi kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket hingga lima belas menit kemudian Karen sudah selesai mandi dan bersiap untuk pergi menemui sahabat karibnya yang bernama Sandra karena sudah lama tidak bertemu dengannya. Setelah selesai Karen turun ke lantai satu untuk sarapan pagi bersama keluarganya.

" Hallo Dad, Mam, Kakak Tampan,'' sapa Karen sambil tersenyum

" Hallo adikku yang paling cantik," jawab kakaknya

Mommy dan Daddy hanya tersenyum melihat mereka yang saling akur dan jarang bertengkar dan terkadang ada pemikiran untuk menjodohkannya tapi karena Daren sudah menemukan jodohnya akhirnya keinginannya hanya di pendam saja.

Seperti biasa mereka makan tanpa mengeluarkan suara hanya suara dentingan sendok yang berbunyi. Hingga lima belas menit kemudian mereka selesai makan dan Karen langsung berpamitan sambil mencium tangan kedua orang tuanya dan kakaknya.

" Ini Dek, black card-nya ya khusus buat adikku tersayang," ucap kakaknya sambil memberikan kartu kredit berwarna hitam.

" Terima kasih kakakku yang tampan," ucap Karen

Cup

Cup

Tiba - tiba Karen mendekatkan wajahnya ke wajah kakaknya kemudian mencium pipi kanan dan kiri kakaknya kemudian berlari meninggalkan mereka bertiga.

" Terima kasih Kakakku yang tampan, Itu ciuman pertamaku buat kakak tersayang kalau ciuman bibir buat suamiku nanti. Hahahaha..." ucap Karen kemudian tertawa lepas.

" Dasar kamu dek," ucap kakaknya sambil menggelengkan kepalanya.

( " Aduh adik kecilku tegang lagi, seandainya saja kamu bukan adikku kakak akan menikah denganmu," ucap kakaknya dalam hati ).

Mommy dan Daddy hanya tertawa melihat Karen yang selalu menghibur mereka dengan tingkahnya yang manja.

Karen dan Sandra

Singkat cerita kini Karen berada di rumah Sandra, mereka cipika cipiki terlebih dahulu ciri khas wanita kemudian mereka berdua mengobrol, bercanda dan tertawa bersama hingga tidak terasa hari sudah siang waktunya makan siang.

" Ren, aku pengen makan di luar karena sudah bosan makan di rumah tapi bukan di restoran ku ya? Karena aku bosan dengan menu yang sama, aku mau cari rasa yang berbeda." ucap Sandra

" Ok," jawab Karen singkat.

Akhirnya Karen dan Sandra pergi keluar untuk mencari restoran dan setelah lama mencari mereka menemukan dua restoran, yang pertama restorannya penuh dan banyak antrian sedangkan restoran yang ke dua restorannya sepi tidak ada satupun pengunjung.

" Ren, kasihan cafe yang sepi itu, kita ke sana aja yuk siapa tahu kehadiran kita ada yang mau beli juga," usul Sandra

" Ok," jawab Karen singkat.

Karen menghentikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya di restoran yang sepi tersebut kemudian mereka masuk ke dalam.

" Silahkan masuk Nona - nona sapa pemilik restoran tersebut dengan ramah sambil tersenyum.

" Terima kasih Bu, kok sepi ya Bu?" tanya Karen penasaran sambil duduk di kursi makan begitu pula dengan Sandra.

" Betul Nona karena koki yang biasa masak pindah ke restoran sebrang dan dua hari lagi saya berniat untuk menutup restoran ini soalnya rugi terus dan tidak ada pemasukan, ini saja saya di bantu putriku untuk mengelola restoran ini, suami saya sudah meninggal jadi saya hanya tinggal berdua. Mau saya jual restoran ini soalnya mau saya pakai buat modal jualan di rumah dan maaf ya saya jadi curhat," ucap ibu tersebut.

" Tidak apa - apa Bu,"jawab mereka bersamaan

Karen dan Sandra saling berbisik kemudian Karen berbicara dengan pemilik restoran tersebut dengan wajah serius membuat ibu tersebut ikut serius.

" Bu, Bagaimana kalau kami berdua membantu Ibu memasak kebetulan kami bisa memasak sekalian mengajari anak Ibu supaya tambah pintar memasak kebetulan teman saya ini pemilik restoran." ucap  Karen menjelaskan.

" Maaf nona - nona, kami tidak ingin merepotkan nona berdua," ucap ibu tersebut.

" Tidak apa Bu, kami senang bisa membantu," Ucap Karen

" Kami akan pergi ke dapur untuk memasak dan untuk anak Ibu serta Ibu bisa menjaga restoran ini, siapa tahu ada yang datang? karena saya melihat restoran sebrang sangat penuh siapa tahu ada yang kesini." Sambung Sandra

" Rejeki tidak akan kemana Bu tapi sebelumnya kami siapin dulu buat makan siang buat kami dan tenang aja nanti kami akan bayar hehehe..." ucap Karen kemudian tertawa kecil.

" Baik Nona dan terima kasih atas bantuannya," jawab ibu tersebut.

Karen dan Sandra hanya tersenyum kemudian mereka berdua masuk ke dalam dapur untuk menyiapkan makanan siang mereka dan ketika masakan hampir jadi, datang satu keluarga masuk ke dalam restoran tersebut karena sangat lapar dan cape mengantri di restoran sebrang. Karen dan Sandra keluar membawa makanan dan taruh di meja karena baunya sangat harum membuat pengunjung pertama menghampiri meja tersebut.

" Maaf nona, bolehkah saya duluan Nona karena anak saya dan istri saya lagi mengandung mereka kelaparan karena lama mengantri," mohon pria tersebut.

"Tidak apa - apa Pak, silahkan Pak," jawab Karen

Kemudian Karen dan Sandra masuk ke dapur lagi untuk membuat makanan lalu keluar membawa makanan dan mereka makan bersama termasuk pemilik cafe dan anaknya hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum, pemilik restoran dan anaknya memuji masakan Karen dan Sandra karena sangat enak.

Selesai makan anak pemilik cafe tersebut membawa piring kotor ke dapur untuk di cuci. Sepasang suami istri dan anaknya yang tadi makan di restoran tersebut sangat puas karena makanannya enak kemudian pria tersebut membayar.

Ketika pria itu keluar pria tersebut bercerita ke orang - orang yang antri di restoran sebrang kalau makanannya enak dan merekapun yang antri pindah ke restoran sebrang.

Restoran yang tadi sepi pengunjung kini menjadi ramai, Sandra memasak sambil mengajari anak pemilik restoran tersebut berbagai masakan sedangkan Karen menjadi pelayan di restoran tersebut dan pemilik restoran menjadi kasir sekaligus membantu melayani pembeli.

Pertemuan David dengan Karen

David berada di mansion mengerjakan pekerjaan yang belum selesai karena keasyikan bekerja tidak terasa perutnya merasa lapar kemudian David keluar mencari cafe atau restoran yang terdekat.

Sambil melirik ke kanan dan ke kiri tanpa sengaja melihat orang yang mirip dengan Karen melayani pengunjung di restoran tersebut. Entah kenapa David mengarahkan mobilnya ke arah restoran tersebut kemudian memarkirkan mobilnya.

David masuk ke dalam restoran tersebut untuk lebih memastikan lagi apakah benar Karen atau bukan.

" Selamat datang di restoran kami, silahkan Tuan duduk di sebelah sini masih kosong," sapa Karen ramah sambil tersenyum manis.

" Hmm," jawab David berupa deheman kemudian duduk di kursi yang ditunjukkan oleh Karen.

( " Ternyata memang benar Karen, apakah dia bekerja di sini? tapi aneh pakaian, sepatu dan jam tangan branded belum lagi kalung, cincin dan gelang harganya sangat mahal. Apakah jangan - jangan dia... sial ternyata pandanganku salah selama ini, semua gadis ternyata matre," umpat David dalam hati)

" Maaf Tuan mau pesan apa?" tanya Karen yang masih tersenyum.

( " Perasaan pernah lihat tapi di mana ya?" tanya Karen dalam hati ).

" Apa saja yang penting enak," jawab David dengan nada dingin dan datar.

" Baik Tuan," jawab Karen.

Kemudian Karen masuk ke dalam dapur dan membantu Sandra karena banyaknya pesanan, setelah selesai Karen mengantarkan pesanannya. Ketika Karen selesai mengantarkan makanan tiba - tiba handphone Karen berbunyi.

( " Dek, ada dimana? main terus baru juga libur kuliah, mommy kesepian nanyain kamu terus," omel kakaknya ).

( " Iya Kak ini bentar lagi mau pulang," jawab Karen )

Tut             Tut         Tut

Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian menyimpan kembali ponselnya di tas selempang nya. Tanpa sepengetahuan Karen kalau David mendengar percakapan singkat tersebut dan berusaha menerka - nerka dan entah kenapa dirinya sangat berharap itu kakaknya bukan kekasihnya.

Karena pembeli sudah agak berkurang dan anak pemilik restoran sudah mulai menguasai masakan maka Karen dan Sandra berpamitan.

" Maaf Bu, kami pulang dulu ya soalnya kakakku sudah telephon dan katanya Mommy mau mengajakku berkebun," ucap Karen menjelaskan.

"  Besok kami kesini lagi dan ini uang yang tadi kami makan," sambung Karen

" Iya Bu, saya juga mau pulang soalnya tadi Mama juga telephon," sambung Sandra

" Nona - nona tidak perlu membayarnya karena berkat nona - nona restoran kami menjadi ramai dan ini sebagai ungkapan terima kasih kami.'' ucap pemilik restoran sambil menolak pemberian Karen malah memberikan amplop yang berisi uang.

" Tidak Bu terima kasih, kasih tulus menolong Ibu semoga restorannya tidak sepi lagi dan ini nomer handphone saya jika ada apa - apa bisa hubungi saya," jawab Karen yang juga menolak pemberian amplop yang berisi uang tersebut..

" Terima kasih Nak semoga Tuhan membalas kebaikan kalian berdua." ucap pemilik restoran dengan tulus.

"Amin," jawab Karen dan sandra serempak

Karen dengan sengaja memasukan uang yang tadi di tolaknya ke kantong anak pemilik restoran kemudian merekapun berpamitan dan pulang ke rumah masing - masing.

David melihat kejadian tersebut ternyata perkiraannya salah ternyata gadis itu bukan cewek matre. Selesai makan David membayar makanannya kemudian pulang.

Sebenarnya ada keinginan untuk mengejar gadis tersebut tapi dirinya sangat takut, ya takut jika jiwa psychophat nya muncul bisa saja menyakiti gadis tersebut, perasaan cintanya mulai muncul tapi berusaha untuk ditepisnya.

Terpopuler

Comments

Roden Roden

Roden Roden

thor kenapa naik mobil...yg dparkir motor...perlu revisi

2022-11-11

0

Maya Sari

Maya Sari

sampai d part ini alur cerita nya hampir mirip dgn novel yg pernah aku baca tp lupa judulnya 🤭 s ceweknya baik hati bgt sama2 ktemu nya d luar negeri lalu beberapa THN ktemu lg Krn s cewek pulang k negara nya trs ngebantu restoran yg sepi menjadi ramai . semoga saja tuk part selanjutnya beda y alur nya

2022-08-15

1

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan Karakter
2 Masa Lalu
3 Dua Hari Kemudian
4 POV Karen
5 Bertemu Kembali
6 Bagas dan Karen
7 Bertemu Kembali
8 Karen dan Daren
9 Putus
10 Karen dan David
11 Kamu kenapa menangis
12 Tidak Ada Kak
13 Makan Bersama
14 Mantan Pacarku
15 Kedatangan Daren
16 Kamu tidak salah
17 David dan Karen
18 Cincin
19 Satu Syarat
20 Maafkan Aku
21 I Love You
22 Memaafkan
23 Aku tidak ingin melukaimu lagi
24 Tiga Hari Kemudian
25 Hampir Saja
26 Sangat Bahagia
27 Bagas Kecelakaan
28 Devoted To You
29 Apa itu sayang?
30 Buat apa kak?
31 Pergi Ke Korea
32 Dokter Liam
33 POV DAVID
34 Ini beda tuan
35 Apakah ada lagi?
36 David melihat Karen
37 Pertemuan Pertama Asisten Rey Dengan Sandra
38 Merindukanmu
39 Janji
40 Karen dan David
41 Racun
42 David dan Asisten Rey
43 Mafia Naga Merah
44 David dan Karen
45 Sadar
46 Aku
47 Aku Ingin Kita Putus
48 David dan Asisten Rey
49 Kenapa tidak pantas?
50 David dan Karen
51 Karen Dan David
52 Karen Tenggelam
53 Karen dan David
54 Karen dan David 2
55 Obat
56 Sama suamiku
57 Cemburu
58 Asisten Rey dan Sandra
59 Kangen
60 Sandra dan Asisten Rey
61 Asisten Rey dan Sandra
62 Mr. David
63 Bagas
64 Fang Yin dan Bagas
65 Dokter Fang Ying dan Bagas
66 Titik Syaraf
67 Bagas dan Dokter Fang Yin
68 David dan Karen
69 Permohonan Karen
70 Hamil
71 Hamil 2
72 Ada apa Sandra?
73 Bangun
74 Mangga Muda
75 Memanjat Pohon Mangga
76 Karen dan Sandra
77 Daddy David dan Mommy Karen
78 Mommy Karen Di Culik
79 Dennis
80 Denisa
81 Dennis dan Dennisa
82 Di mana kita mencarinya?
83 Titik Kelemahan
84 Hanyut
85 Empat Bulan Kemudian
86 Hukuman
87 Draft
88 Dennisa
89 Dennis
90 Kemarahan Dennis
91 Kekasih Kecilku
92 Mommy Mertua
93 Karen
94 Tuan Siapa?
95 End
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Perkenalan Karakter
2
Masa Lalu
3
Dua Hari Kemudian
4
POV Karen
5
Bertemu Kembali
6
Bagas dan Karen
7
Bertemu Kembali
8
Karen dan Daren
9
Putus
10
Karen dan David
11
Kamu kenapa menangis
12
Tidak Ada Kak
13
Makan Bersama
14
Mantan Pacarku
15
Kedatangan Daren
16
Kamu tidak salah
17
David dan Karen
18
Cincin
19
Satu Syarat
20
Maafkan Aku
21
I Love You
22
Memaafkan
23
Aku tidak ingin melukaimu lagi
24
Tiga Hari Kemudian
25
Hampir Saja
26
Sangat Bahagia
27
Bagas Kecelakaan
28
Devoted To You
29
Apa itu sayang?
30
Buat apa kak?
31
Pergi Ke Korea
32
Dokter Liam
33
POV DAVID
34
Ini beda tuan
35
Apakah ada lagi?
36
David melihat Karen
37
Pertemuan Pertama Asisten Rey Dengan Sandra
38
Merindukanmu
39
Janji
40
Karen dan David
41
Racun
42
David dan Asisten Rey
43
Mafia Naga Merah
44
David dan Karen
45
Sadar
46
Aku
47
Aku Ingin Kita Putus
48
David dan Asisten Rey
49
Kenapa tidak pantas?
50
David dan Karen
51
Karen Dan David
52
Karen Tenggelam
53
Karen dan David
54
Karen dan David 2
55
Obat
56
Sama suamiku
57
Cemburu
58
Asisten Rey dan Sandra
59
Kangen
60
Sandra dan Asisten Rey
61
Asisten Rey dan Sandra
62
Mr. David
63
Bagas
64
Fang Yin dan Bagas
65
Dokter Fang Ying dan Bagas
66
Titik Syaraf
67
Bagas dan Dokter Fang Yin
68
David dan Karen
69
Permohonan Karen
70
Hamil
71
Hamil 2
72
Ada apa Sandra?
73
Bangun
74
Mangga Muda
75
Memanjat Pohon Mangga
76
Karen dan Sandra
77
Daddy David dan Mommy Karen
78
Mommy Karen Di Culik
79
Dennis
80
Denisa
81
Dennis dan Dennisa
82
Di mana kita mencarinya?
83
Titik Kelemahan
84
Hanyut
85
Empat Bulan Kemudian
86
Hukuman
87
Draft
88
Dennisa
89
Dennis
90
Kemarahan Dennis
91
Kekasih Kecilku
92
Mommy Mertua
93
Karen
94
Tuan Siapa?
95
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!