Kamu kenapa menangis

" Kenapa buru - buru." tanya David yang tidak rela pujaan hatinya pergi secepat itu.

" Karena aku ingin mandi dan membereskan apartemen." jawab Karen yang tidak biasa sekamar dengan seorang pria.

" Mandilah di sini nanti kakak akan mengantarmu pulang" ucap David sambil mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu yang tidak diketahui oleh Karen

" Tapi??" ucap Karen terpotong oleh David

" Janji kakak tidak macam - macam." ucap David sambil meletakkan kembali ponselnya di atas meja dekat ranjang karena sudah selesai mengirim pesan.

" Aku tidak membawa pakaian jadi lebih baik aku pulang saja." jawab Karen berusaha mencari alasan untuk pergi dari mansion milik David.

" Nanti kakak akan meminta tolong asisten kakak untuk membelikannya." jawab David

" Apakah asisten kak David perempuan?" tanya Karen dengan nada cemburu entah kenapa Karen merasa cemburu padahal baru saja kenal dengan David

" Kalau perempuan apakah kamu cemburu?" tanya David sambil memegang dagunya dan menatap wajah Karen.

" Tidak, kenapa mesti cemburu kecuali kak David kekasihku baru aku cemburu." ucap Karen sambil memalingkan wajahnya karena malu.

" Asisten kakak laki - laki, kalau mengenai kekasih kakak sudah ada orangnya, kakak sangat mencintainya dan sudah lama kakak mengenalnya." ucap David sambil menatap wajah Karen.

" Hmm.. Maaf kak tidak usah , aku pulang sekarang saja karena hari ini ada jadwal bimbingan skripsi." jawab Karen berbohong karena dirinya sudah lulus kuliah dan sudah wisuda hanya tinggal mengambil ijasah.

( " Kenapa hatiku sakit sekali?" tanya Karen dalam hati )

" Baiklah kalau itu mau mu tapi sebelumnya makan dulu ya, pelayan sebentar lagi datang," ucap David dengan wajah kecewa karena tidak bisa menahan lebih lama.

Tok tok tok tok

Suara pintu kamar di ketuk seseorang kemudian David menyuruhnya masuk dan seorang pelayan wanita mengantar makanan sambil membawa paper bag kemudian pelayan tersebut menata makanannya sambil sekali - kali melirik ke arah David menatap dada bidang David dan menaruh paper bag ke meja dekat sofa kemudian pelayan itupun keluar.

" Kak David kenapa tidak memakai pakaian?" ucap Karen dengan nada kesal

" Memangnya kenapa?" tanya David dengan wajah polosnya.

" Apa kak David tidak malu tubuh kak David di lihat pelayan tadi?" tanya Karen

" Memang kenapa dengan tubuhku?" tanya David pura - pura tidak mengerti.

" Kak David pakai baju nanti masuk angin," ucap Karen akhirnya karena tidak mungkin mengatakan kalau dirinya tidak rela jika tubuh David di lihat oleh oang lain.

" Kenapa kamu perduli?" tanya David

" Aku... Sudahlah kalau tidak mau pakai baju terserah aku pulang sekarang," ucap Karen sambil turun dari ranjang.

" Baik... Baik kakak akan pakai pakaian," jawab David sambil turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari pakaian.

Entah kenapa dirinya sangat patuh akan perkataan Karen padahal selama ini dirinya akan melawan orang - orang yang berani menyuruhnya, David tidak rela jika Karen pergi dari mansionnya karena dirinya merasa sangat nyaman bersama Karen. David mengambil satu stel pakaian kemudian diletakkan di ranjang kemudian menarik lilitan handuknya dan membuangnya secara asal membuat Karen menutup ke dua matanya dengan menggunakan ke dua tangannya.

" Kak David mesum," ucap Karen

" Mesum sama kamu doang," ucap David sambil memakai pakaiannya.

" Bukannya kak David mempunyai kekasih? kok mesumnya sama aku?" tanya Karen sambil masih menutupi matanya dengan menggunakan ke dua tangannya.

" Eh salah maksud kakak kalau sama kekasih kakak baru kakak mesum jadi kakak lupa kalau kamu bukan kekasih kakak," ucap David sambil menatap wajah Karen yang mulai berubah.

" Apakah kekasih kak David pernah di bawa ke sini? Apa lebih baik aku pergi saja karena aku tidak ingin kekasih kak David salah paham," ucap Karen sambil membuka matanya dan menatap ke arah lain.

" Tenang saja kekasih kakak tidak akan marah, orangnya pengertian," jawab David sambil tetap menatap perubahan wajah Karen

Karen hanya diam tanpa bicara sedikitpun sedangkan David tersenyum melihat Karen cemburu dengan dirinya sendiri. David berjalan ke arah meja dekat sofa untuk mengambil piring yang sudah ada makanannya dan gelas yang berisi air mineral.

David berjalan ke arah ranjang di mana Karen duduk di kepala ranjang kemudian David duduk di sisi ranjang dan meletakkan gelas di meja dekat ranjangnya kemudian Davin ingin menyuapkan ke mulut Karen awalnya Karen menolaknya tapi dengan paksaan akhirnya Karen menerima suapan dari David.

Karen memperhatikan David dan David pun begitu juga memperhatikan Karen. Mereka saling menatap hingga tiba - tiba keluar cairan bening.

David sangat terkejut dan menaruh piringnya di atas meja dekat ranjang dan menghapus air mata Karen dengan ke dua ibu jarinya.

" Kamu kenapa menangis, apakah masih ada yang sakit?" tanya David dengan wajah kuatir

Episodes
1 Perkenalan Karakter
2 Masa Lalu
3 Dua Hari Kemudian
4 POV Karen
5 Bertemu Kembali
6 Bagas dan Karen
7 Bertemu Kembali
8 Karen dan Daren
9 Putus
10 Karen dan David
11 Kamu kenapa menangis
12 Tidak Ada Kak
13 Makan Bersama
14 Mantan Pacarku
15 Kedatangan Daren
16 Kamu tidak salah
17 David dan Karen
18 Cincin
19 Satu Syarat
20 Maafkan Aku
21 I Love You
22 Memaafkan
23 Aku tidak ingin melukaimu lagi
24 Tiga Hari Kemudian
25 Hampir Saja
26 Sangat Bahagia
27 Bagas Kecelakaan
28 Devoted To You
29 Apa itu sayang?
30 Buat apa kak?
31 Pergi Ke Korea
32 Dokter Liam
33 POV DAVID
34 Ini beda tuan
35 Apakah ada lagi?
36 David melihat Karen
37 Pertemuan Pertama Asisten Rey Dengan Sandra
38 Merindukanmu
39 Janji
40 Karen dan David
41 Racun
42 David dan Asisten Rey
43 Mafia Naga Merah
44 David dan Karen
45 Sadar
46 Aku
47 Aku Ingin Kita Putus
48 David dan Asisten Rey
49 Kenapa tidak pantas?
50 David dan Karen
51 Karen Dan David
52 Karen Tenggelam
53 Karen dan David
54 Karen dan David 2
55 Obat
56 Sama suamiku
57 Cemburu
58 Asisten Rey dan Sandra
59 Kangen
60 Sandra dan Asisten Rey
61 Asisten Rey dan Sandra
62 Mr. David
63 Bagas
64 Fang Yin dan Bagas
65 Dokter Fang Ying dan Bagas
66 Titik Syaraf
67 Bagas dan Dokter Fang Yin
68 David dan Karen
69 Permohonan Karen
70 Hamil
71 Hamil 2
72 Ada apa Sandra?
73 Bangun
74 Mangga Muda
75 Memanjat Pohon Mangga
76 Karen dan Sandra
77 Daddy David dan Mommy Karen
78 Mommy Karen Di Culik
79 Dennis
80 Denisa
81 Dennis dan Dennisa
82 Di mana kita mencarinya?
83 Titik Kelemahan
84 Hanyut
85 Empat Bulan Kemudian
86 Hukuman
87 Draft
88 Dennisa
89 Dennis
90 Kemarahan Dennis
91 Kekasih Kecilku
92 Mommy Mertua
93 Karen
94 Tuan Siapa?
95 End
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Perkenalan Karakter
2
Masa Lalu
3
Dua Hari Kemudian
4
POV Karen
5
Bertemu Kembali
6
Bagas dan Karen
7
Bertemu Kembali
8
Karen dan Daren
9
Putus
10
Karen dan David
11
Kamu kenapa menangis
12
Tidak Ada Kak
13
Makan Bersama
14
Mantan Pacarku
15
Kedatangan Daren
16
Kamu tidak salah
17
David dan Karen
18
Cincin
19
Satu Syarat
20
Maafkan Aku
21
I Love You
22
Memaafkan
23
Aku tidak ingin melukaimu lagi
24
Tiga Hari Kemudian
25
Hampir Saja
26
Sangat Bahagia
27
Bagas Kecelakaan
28
Devoted To You
29
Apa itu sayang?
30
Buat apa kak?
31
Pergi Ke Korea
32
Dokter Liam
33
POV DAVID
34
Ini beda tuan
35
Apakah ada lagi?
36
David melihat Karen
37
Pertemuan Pertama Asisten Rey Dengan Sandra
38
Merindukanmu
39
Janji
40
Karen dan David
41
Racun
42
David dan Asisten Rey
43
Mafia Naga Merah
44
David dan Karen
45
Sadar
46
Aku
47
Aku Ingin Kita Putus
48
David dan Asisten Rey
49
Kenapa tidak pantas?
50
David dan Karen
51
Karen Dan David
52
Karen Tenggelam
53
Karen dan David
54
Karen dan David 2
55
Obat
56
Sama suamiku
57
Cemburu
58
Asisten Rey dan Sandra
59
Kangen
60
Sandra dan Asisten Rey
61
Asisten Rey dan Sandra
62
Mr. David
63
Bagas
64
Fang Yin dan Bagas
65
Dokter Fang Ying dan Bagas
66
Titik Syaraf
67
Bagas dan Dokter Fang Yin
68
David dan Karen
69
Permohonan Karen
70
Hamil
71
Hamil 2
72
Ada apa Sandra?
73
Bangun
74
Mangga Muda
75
Memanjat Pohon Mangga
76
Karen dan Sandra
77
Daddy David dan Mommy Karen
78
Mommy Karen Di Culik
79
Dennis
80
Denisa
81
Dennis dan Dennisa
82
Di mana kita mencarinya?
83
Titik Kelemahan
84
Hanyut
85
Empat Bulan Kemudian
86
Hukuman
87
Draft
88
Dennisa
89
Dennis
90
Kemarahan Dennis
91
Kekasih Kecilku
92
Mommy Mertua
93
Karen
94
Tuan Siapa?
95
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!