Saat sudah berada di puncak gunung, Li Hao bisa menemukan sebuah gerbang yang di dalamnya terdapat belasan bangunan sederhana yang luas.
Di saat Li Hao melewati gerbang, ia bisa melihat lapangan luas yang kini sedang diisi oleh ratusan murid laki-laki.
"Ramai sekali..." Li Hao tidak bisa untuk tidak berdecak kagum saat melihatnya.
"Tempat tinggalmu untuk sementara waktu adalah bangunan itu." Gong Da menunjuk ke salah satu bangunan tua, "Di sekitaran sana cukup sepi, tidak ada banyak murid yang lewat situ."
"Oh, dan juga aku akan menyuruh seorang pelayan untuk menyiapkan dirimu makanan pagi dan malam." timpal Gong Da cepat.
"Aku mengerti..." Li Hao mengangguk pelan.
...----------------...
Setelah Li Hao dan Gong Da sudah sampai di depan bangunan yang dimaksud, mereka berdua masuk ke dalamnya dan mendapati ruang tamu yang gelap.
"Bangunan ini sangat jarang dipakai, jadi cukup kotor. Aku akan meminta pelayan untuk membersihkannya, kau tunggu saja di sini." Gong Da hendak pergi usai mengatakan itu, namun Li Hao langsung menahannya.
"Tidak perlu repot-repot, biar aku sendiri saja yang membersihkannya." ucap Li Hao sambil tersenyum.
"Ah, baiklah..." Gong Da mengangguk sekali, lalu berkata, "Kalau begitu aku akan kembali. Jika butuh apa-apa tinggal bilang saja pada pelayan yang nantinya mengantarkan makanan untukmu, dia pasti akan menurutinya selama itu tidak sampai di luar batas."
"Aku mengerti, Tuan. Terima kasih..."
"Panggil aku Paman saja, rasanya agak aneh jika kau memanggilku dengan sebutan Tuan."
"Baiklah, Paman."
Gong Da tidak mengatakan apa-apa lagi dan segera pergi dari sana. Li Hao memandangi punggung Gong Da sampai pria paruh baya itu tidak terlihat lagi dalam jarak pandangannya.
"Huh... Sekarang saatnya beres-beres." Li Hao menghela nafas panjang sebelum berbalik dan membersihkan rumah sementaranya itu.
...----------------...
Tiga hari berlalu.
Li Hao saat ini sedang membaca buku di kamarnya, selama tiga hari terakhir dirinya sama sekali tidak keluar dari rumah melainkan terus-menerus membaca banyak buku yang berisi tentang pengetahuan dunia ini.
Li Hao mendapatkan tumpukan buku itu dari pelayan perempuan yang setiap hari datang dan membawakan makanan untuknya.
Slap.
Li Hao menutup buku di tangannya setelah selesai membacanya, ia menyender ke kursi dan menatap langit-langit kamarnya.
"Bosan, haruskah aku pergi berburu untuk meningkatkan level?" Li Hao terdiam sejenak sebelum bangkit berdiri dari kursinya, ketika dirinya baru beberapa kali melangkah, suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya, "Ternyata sudah siang, ya?"
Li Hao keluar dari kamarnya, lalu membuka pintu depan rumahnya dan menemukan seorang perempuan imut yang mempunyai rambut pendek berwarna putih.
"Terima kasih, Xia Zhan." Li Hao tersenyum tipis dan menerima nampan yang di atasnya terdapat makanan.
"Tuan Muda Li, jangan selalu berterima kasih pada saya. Sudah menjadi tugas saya untuk membawakan Anda makanan selama satu bulan lamanya." Xia Zhan juga tersenyum tipis saat berkata demikian.
"Hm, sudah kubilang... Jangan berbicara formal padaku, umur kita tidak berbeda jauh." Li Hao menggeleng pelan, dan kemudian bertanya, "Omong-omong, apa kamu senggang besok?"
"Aku tidak tau, memangnya ada apa?" jawab Xia Zhan, dan kali ini ia tidak memakai kata-kata formal.
"Aku mau mengajakmu berburu di Hutan."
"Berburu?"
"Ya, aku mau meningkatkan kemampuan bertarungku. Tapi jika kau tidak bisa, jangan memaksakan diri untuk ikut."
Xia Zhan terdiam sejenak mendengar itu, ia tampak berpikir keras. Tidak lama kemudian, Xia Zhan memutuskan untuk ikut ajakan Li Hao.
"Bagus, besok pagi temui aku di depan gerbang asrama."
"Baiklah, apa ada hal yang lain lagi?"
"Tidak."
"Kalau begitu, aku pamit pulang."
Li Hao hanya mengangguk sambil tersenyum sebagai tanggapannya. Sementara Xia Zhan langsung berbalik dan melangkah pergi dari sana.
Li Hao memandangi punggung wanita itu selama beberapa saat sebelum menutup pintu rumahnya.
...----------------...
Keesokan harinya.
Saat ini, Li Hao sedang berdiri di bawah pohon besar depan gerbang asrama laki-laki, sudah cukup lama dirinya menunggu akan tetapi ia tidak menemukan tanda-tanda kehadiran Xia Zhan.
"Dimana dia? Apakah dia tidak bisa data-" ucapan Li Hao terhenti ketika dirinya menemukan seorang perempuan berambut putih pendek muncul dari anak tangga menuju ke kaki gunung.
Li Hao langsung berjalan menghampirinya, lalu berkata, "Seharusnya kita bertemu di kaki gunung saja."
"Apa kita akan turun?" Xia Zhan bertanya, nadanya terdengar tidak senang.
"Hahaha..." Li Hao tertawa hambar sebelum menganggukkan kepalanya.
Xia Zhan langsung memasang ekspresi datar lalu menghela nafas pendek, "Baiklah, ayo ke bawah."
Li Hao mengangguk pelan dan kemudian keduanya turun ke kaki gunung lewat anak tangga.
...----------------...
Di kaki gunung.
Saat ini, Li Hao dan Xia Zhan sedang berdiri di jalur satu arah yang menuju ke luar wilayah sekte Gunung Empat Pedang.
"Kiri atau kanan?" tanya Li Hao pada perempuan di sebelahnya.
Xia Zhan memegang dagunya, ia melirik ke arah kanan dan kiri yang di mana keduanya adalah jalan menuju hutan belantara.
"Kanan?" Xia Zhan sedikit ragu.
"Baiklah, ayo ke kanan."
Li Hao segera memutuskan, dan tanpa banyak berbicara lagi ia langsung berjalan memasuki Hutan yang ada di sebelah kanannya.
Di perjalanan, Li Hao mengeluarkan sebilah pedang dari udara kosong dan tentu itu sedikit mengejutkan Xia Zhan.
"Apa...? Padahal dia tidak memakai cincin penyimpanan, tapi bagaimana bisa mengeluarkan senjata dari udara kosong." Xia Zhan sedikit keheranan, "Apakah dia seorang kultivator lotus?"
Di saat Xia Zhan larut dalam pikirannya, ia sedikit tersentak saat mengetahui Li Hao menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" tanya Xia Zhan berbisik.
Li Hao menunjuk ke satu arah, dan Xia Zhan menatap ke arah yang ditunjukkan oleh pemuda itu.
"Ah, kera giok..." Xia Zhan bisa melihat adanya sekelompok kera hitam yang penampilannya seperti pada umumnya, masing-masing dari mereka mempunyai basis kultivasi di ranah Forging Qi bintang 4.
"Kalau tidak salah, kera giok mempunyai tubuh yang keras... Tidak hanya itu, seluruh organ dalam dan tulang rusuknya juga mempunyai ketahanan yang keras." jelas Li Hao, kemudian mengangkat pedangnya, "Keluarkan pedangmu, ayo kita buru mereka."
"Eh, apa kau yakin?" Xia Zhan terkejut mendengar iti, dirinya adalah seorang kultivator dengan basis kultivasi di ranah Forging Qi bintang 6, ia tidak yakin bisa mengalahkan mereka semua meskipun ada Li Hao yang bersamanya.
"Kau tenang saja, kita pasti akan menang..." Li Hao melapisi pedangnya dengan Qi dan kemudian melesat maju.
Xia Zhan tertegun melihat Li Hao bisa mengaliri pedangnya dengan Qi, "Bagaimana bisa dia melakukan itu?" Xia Zhan berdecak kagum untuk sementara waktu lalu mengeluarkan pedang dari sarung yang terikat di pinggangnya.
Whooosh.
Tanpa membuang waktu lagi, Xia Zhan langsung melesat ke arah sekelompok kera giok yang kini menjadi waspada dengan kemunculan mereka berdua.
Pertarungan dimulai setelah Li Hao menyerang salah satu dari kera giok, Xia Zhan juga ikut bergabung dan langsung menghadapi tiga kera giok sekaligus.
"Serangan mereka terlalu ringan, apa mereka memang selemah ini?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati, terkejut dengan kekuatannya yang semakin kuat, "Kurasa aku bisa memenangkan ini dengan mudah."
Perkiraan Li Hao tidak salah, dalam waktu kurang dari satu menit dirinya berhasil menghabisi lima kera giok yang menjadi lawannya. Tentu saja hal itu membuat tiga kera giok yang melawan Xia Zhan terkejut, bahkan Xia Zhan sendiri bereaksi serupa.
Ketiga kera giok yang tersisa segera melarikan diri ke berbagai arah, mereka tidak lagi peduli dengan Xia Zhan karena sekarang prioritas utama mereka adalah bertahan hidup.
Bersambung......
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Harman LokeST
Li Hao berburu di hutan
2023-07-18
0
Dudung
👍👍👍
2023-04-16
0
dzhittetadhaelamy@gmail.com
Monoton
2022-08-07
2