Li Hao akhirnya dibawa oleh Ling Hua ke sebuah gedung yang luas, di dalam sana cukup sepi dan hanya ada beberapa orang yang tidak lain adalah para pekerja.
"Oh, nona Ling Hua... Siapa yang anda bawa kemari?" seorang pekerja pria yang duduk di salah meja yang berjejer di dekat dinding bertanya dengan nada ramah.
"Dia adalah kultivator asing yang memasuki wilayah sekte..." Ling Hua tidak banyak basa-basi dan langsung pada intinya.
"Ah, apakah anda sudah menginterogasinya?"
"Belum, tapi dia mengaku sebagai seorang pengembara. Tolong kau cek identitasnya dan berhati-hatilah saat membawa dia ke penjara, basis kultivasinya cukup tinggi."
"Baik, nona. Terima kasih atas peringatanmu."
Ling Hua menatap Li Hao selama beberapa saat sebelum berbalik dan meninggalkan gedung tersebut.
"Tampaknya nona Ling Hua kesal denganmu..." pekerja pria itu mendekati Li Hao dan menuntunnya ke lorong.
"Gedung ini bernama gedung tahanan, biasanya untuk menahan murid yang melanggar aturan sekte... Tapi, gedung ini juga bisa menahan orang asing sepertimu."
Pekerja tersebut membawa Li Hao ke salah satu ruangan dan kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Gong Da.
"Baiklah, pertama-tama... Siapa namamu?" tanya Gong Da dan dia duduk di hadapan Li Hao, keduanya hanya dipisahkan oleh meja kayu yang ukurannya tidak terlalu besar.
"Namaku adalah Li Hao." jawab Li Hao, ia merasa cukup gugup saat ini.
"Baiklah, Li Hao. Kudengar, kau adalah seorang pengembara... Darimana dirimu berasal?"
"Aku kehilangan ingatanku, jadi aku tidak tau darimana asal-usulku."
"Hm, kehilangan ingatan? Lalu, apa yang kau ingat?"
"Hanya namaku saja."
"Apa yang membuatmu berbohong?"
Pertanyaan yang dilontarkan Gong Da membuat jantung Li Hao seakan berhenti sesaat, "Apa maksudmu?"
Gong Da mengangkat sudut bibirnya, dan ia menunjuk kedua bola matanya dengan kedua jarinya, "Mataku ini bisa melihat orang berbohong atau tidak lewat aura, dan sekarang dari yang kulihat kau baru saja berbohong padaku."
"K-kurasa penglihatanmu yang salah..." Li Hao berkata sambil menyembunyikan rasa gugupnya.
"Ayolah, nak. Katakan saja yang sejujurnya... Perasaanku sekarang sedang baik, tolong jangan kacaukan itu."
"Aku tidak akan menjawab darimana asalku, tapi yang pasti aku sama sekali tidak punya niat jahat." Li Hao menjawab, ia berusaha untuk menenangkan dirinya.
Gong Da mengelus dagunya dan terdiam sejenak, "Kalau begitu, apa alasanmu pergi ke hutan yang menjadi wilayah sekte Gunung Empat Pedang?"
"Aku hanya mau mengasah kemampuan bertarungku dengan cara melawan binatang buas, aku sama sekali tidak tau kalau hutan di sekitar sini adalah bagian dari sekte Gunung Empat Pedang."
"Begitu, ya..." Gong Da tidak melihat ada kebohongan dari jawaban Li Hao, ia kembali terdiam dan kali ini wajahnya tampak serius.
"Pertanyaan terakhir, sudah berapa lama kau menjadi kultivator?"
Li Hao tadinya ingin menjawab tapi ia langsung mengurungkan niatnya, jika ia memberitahu kalau dirinya menjadi kultivator belum lama ini mungkin mereka akan menjadikan dirinya sebagai murid di sini secara paksa.
"Aku tidak bisa menjawabnya."
Gong Da mengangkat alisnya sebelum berkata, "Nak, percayalah... Jujur itu lebih baik."
"Aku tau, paman. Tapi untuk pertanyaanmu, aku tidak bisa menjawabnya..." Li Hao menggeleng pelan, lalu melanjutinya, "Lagipula, aku kemari tidak ada niatan jahat. Paman tau hal itu, bukan?"
"Haah..." Gong Da menghela nafas panjang, dan kembali terdiam sejenak.
"Baiklah, kita sudahi interogasi singkat ini. Aku akan melapor pada atasan untuk membicarakan nasibmu lebih lanjut..." Gong Da bangkit berdiri, lalu membawa Li Hao keluar dari ruangan itu.
***
Ruang bawah tanah, Penjara.
Gong Da memasukkan Li Hao ke sel besi yang sudah di desain untuk kultivator Qi Refinement bintang sepuluh ke bawah.
"Berapa lama aku harus di sini?" Li Hao bertanya kepada Gong Da yang sedang mengunci pintu sel.
"Sayangnya, aku tidak tau..." Gong Da menggeleng, kemudian melangkah pergi dari sana.
Li Hao melihat kepergian Gong Da dalam diam, ia berulang kali menghela nafas panjang sebelum bersender di tembok sel.
"Kesialan apa lagi ini..." Li Hao tertawa kecil, entah kenapa dirinya cukup senang karena mendapatkan pengalaman semacam ini.
"Kau tertawa setelah masuk penjara, apa kau sudah gila?"
Suara perempuan yang cukup lembut terdengar jelas di telinga Li Hao.
"Hm, ternyata ada penghuni juga di sini. Siapa namamu?"
"Kenapa aku harus menjawabmu?"
"Ah, aku tidak memaksa. Jika kau tidak mau, yasudah..."
"Qiao Yu, itu namaku."
"Aku Li Hao, salam kenal..."
Suasana menjadi hening setelah mereka berdua bertukar nama, Li Hao kemudian bertanya untuk memecahkan keheningan yang ada.
"Kenapa kau bisa ada di sini?"
"Hm, kenapa ya? Coba tebak."
"Kau pasti adalah murid sekte ini yang melanggar peraturan."
"Hahaha... Untuk orang asing, kau cukup pintar!"
Li Hao langsung memasang ekspresi datar ketika mendengar itu, "Pintar katamu? Bukankah itu adalah satu dari dua jawaban yang ada?"
"Apa maksudmu?"
"Kalau kau bukan orang dari sekte ini, maka jawaban lainnya adalah kau orang asing."
"Ah, benar juga..."
"Itu artinya bukan aku yang pintar, melainkan kau yang terlalu bodoh."
"Bicara apa kau sialan...! Kenapa kau berani mengatakan hal semacam itu pada orang yang baru saja kau temui?!"
Li Hao tertawa kecil sebelum kembali berkata, "Hahaha... Maafkan aku, kutarik kata-kataku barusan."
"Hmph! Takkan kumaafkan."
"Kau begitu kekanak-kanakan..."
"Ya, aku memang anak-anak! Kenapa?!"
"Astaga... Pantas saja, umurmu berapa?"
"Kenapa juga aku harus menjawab pertanyaanmu itu?!"
"Kita sedang mengobrol, bukankah hal yang bagus kalau kita saling mengenal satu sama lain? Lagipula di penjara ini tidak ada orang selain kita berdua, anggap saja ini sebagai obrolan bersama dengan orang yang tidak akan kau temui lagi di masa depan."
"Kau sungguh pintar dalam berkata-kata..."
Li Hao terdiam sejenak mendengar itu, bukankah ia adalah seorang Introvert? Lalu mengapa dirinya bisa selancar ini mengobrol dengan orang lain, apalagi ia yang seringkali membuka topik obrolan.
"Apa karena aku sudah melewati kegilaan yang tiada henti semenjak berada di Dunia ini?" Li Hao bergumam, dan tiba-tiba saja dirinya teringat dengan mantan kekasihnya, "Ah, apakah dia akan senang kalau aku sudah tidak lagi pendiam seperti dulu?"
"Hei! Apa kau mendengarkanku?! Hei!"
Teriakkan yang dilakukan oleh perempuan di samping selnya membuat Li Hao tersentak kaget, "Maafkan aku, sepertinya aku melamun tanpa sadar."
"Memangnya apa yang sedang kau pikirkan?"
"Bukan sesuatu yang penting." Li Hao menjawab, lalu bertanya, "Omong-omong, umurmu berapa?"
"13 tahun."
Mendengar itu membuat Li Hao terbatuk pelan, "Rupanya kau seorang bocah..."
"Dasar tidak sopan! 13 tahun itu sudah dewasa tau!"
"Hahahaha... Aku paham, aku paham." Li Hao tertawa kecil sebelum kembali bertanya, "Memangnya peraturan apa yang kau langgar sampai-sampai bisa ada di tempat ini?"
"Aku hanya dihukum oleh kakakku karena melakukan sesuatu yang berbahaya."
"Hm, apa kau mau membagikan cerita itu padaku?"
"Tidak. Lebih baik aku tidur..."
Li Hao sedikit memasang ekspresi terkejut, kepalanya menggeleng pelan dan berkata, "Baiklah, selamat tidur."
Tidak ada jawaban sama sekali dari Qiao Yu, Li Hao yang mengetahuinya hanya diam dan dirinya ikut beristirahat.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Imam Hanafi
hais goblok
2023-10-13
0
Harman LokeST
Li Hao masuk dalam penjara bawah Tanah
2023-07-18
0
Haikal Akbar
Next
2022-08-06
1