Butuh waktu kurang dari satu batang dupa terbakar bagi Li Hao untuk menyusul rombongan Lebah Penghisap Darah, dari kejauhan ia bisa melihat para Spirit Beast itu sedang memasuki Gua yang tinggi dan lebarnya tidak sampai dua meter.
"Aku mempunyai tiga pedang yang tersisa, dan satunya sudah rusak parah." Li Hao mengangkat pedang yang ada di tangan kanannya ke depan, "Apakah aku bisa membunuh semua lebah itu hanya dengan senjata sampah ini?"
Li Hao sebenarnya cukup ragu, tetapi ia tidak mau gagal dalam misi pertamanya apalagi hadiah dari misinya sangatlah menggiurkan.
"Ya, sudahlah." Li Hao menepis kekhawatirannya itu, lalu membuka layar statusnya.
[ Nama: Li Hao
Umur: 18 Tahun
Level: 42
Basis Kultivasi: Forging Qi bintang 8
Statistik
Strength: 84 Vitality: 31
Agility: 31 Qi: 50
SP: 25 ]
"25 skill poin yang tersisa... Hm, apa yang cocok untuk kutambahkan, ya?" Li Hao setidaknya harus meningkatkan statistiknya sebelum menjalankan misinya, jika ia sudah berada di dalam gua itu maka ada kemungkinan dirinya tidak akan sempat melihat layar status.
Li Hao terdiam dan memikirkan semua itu dengan keras, ia memegang dagunya dengan tangan kiri dan tak bergerak selama beberapa waktu.
"Vitality untuk memperkuat pertahanan tubuhku, jika aku menambahkannya ke stat itu, apa ada kemungkinan racun yang dimiliki lebah itu menjadi tak efektif?" Li Hao berpikir dalam diam, kemudian menggeleng pelan, "Tapi teori itu sama sekali tidak ada jaminannya. Kalau begitu, apa aku harus menambahkannya ke Agility? Jika kecepatanku bertambah, sedikit kemungkinan bagi lawan bisa mengenaiku."
Li Hao terdiam sejenak untuk mempertimbangkan kedua statistik itu, matanya kemudian teralih ke arah Qi dan berpikir, "Kalau aku menambahkannya ke Qi, energi spritual yang kumiliki akan meningkat cukup banyak, tapi..." tatapan Li Hao berubah menjadi dingin, "Ada beberapa orang yang mengawasiku, jika basis kultivasiku meningkat secara tiba-tiba itu pasti akan menaruh kecurigaan pada mereka."
Li Hao larut dalam pikirannya, ia tersentak saat ada seseorang yang menepuk pundaknya.
"Li Hao, coba pikirkan kembali keputusanmu. Kau bisa mati jika benar-benar melawan rombongan itu." suara Xia Zhan terdengar jelas di telinga Li Hao.
"Bukankah sudah kubilang? Keputusanku sudah bulat, lebih baik kau mengawasiku dari kejauhan sama seperti teman-temanmu itu." Li Hao tanpa menoleh sedikitpun berkata dengan suara pelan.
Nafas Xia Zhan langsung tertahan ketika mendengar itu, "Kamu... Sejak kapan kamu mengetahuinya?"
"Sejak awal."
Xia Zhan mengangkat tangannya dari pundak pemuda di depannya, ia kemudian menghela nafas panjang sebelum berdiri di sampingnya.
"Baiklah, aku akan ikut denganmu." Xia Zhan berkata sambil melirik ke arah Li Hao.
Li Hao sedikit mengangkat alisnya sebelum menoleh ke arah perempuan di sampingnya, "Tugasmu hanyalah mengawasiku, tidak ada perintah bagimu untuk membantuku."
"Itu benar, tapi ini adalah pilihanku. Tidak ada larangan bagiku untuk membantumu selama pengawasan berlangsung, jadi kurasa ini tidak akan menjadi masalah." Xia Zhan tersenyum tipis.
Li Hao terdiam sejenak sebelum menghela nafas pendek, "Baiklah, terserahmu..."
Xia Zhan tidak mengatakan apa-apa selama beberapa waktu dan perhatiannya tertuju ke arah mulut gua yang sudah tidak ada lagi Lebah Penghisap Darah, "Kapan kita akan maju?"
"Sebentar lagi..." Li Hao menjawab sambil melihat layar statusnya.
Beberapa menit kemudian, Li Hao memutuskan untuk menambahkan seluruh SP-nya ke agility, memang itu masih beresiko akan tetapi resikonya lebih kecil daripada memasukkannya pada vitality.
[Agility +25]
[Agility: 31 > 56]
Sesaat setelah Li Hao menambahkan semua SP-nya ke dalam statistik Agility, ia merasakan sedikit perubah di tubuhnya.
"Sepertinya tubuhku terasa lebih ringan..." Li Hao tersenyum tipis, lalu menoleh ke arah Xia Zhan yang berada tepat di sebelahnya, "Ayo pergi."
Xia Zhan mengangguk pelan sebagai tanggapan, lalu mengikuti Li Hao yang sudah bergerak maju. Setelah Li Hao dan Xia Zhan tiba di mulut gua, keduanya berhenti dan saling menatap satu sama lain.
"Mulai dari sekarang kita akan sembunyikan hawa keberadaan, apa kau bisa melakukannya?"
"Tentu saja."
"Bagus."
Mereka berdua sebisa mungkin menyembunyikan hawa keberadaan masing-masing, lalu masuk ke dalam mulut Gua tersebut.
Suasana di dalam Gua begitu sunyi dan gelap, Li Hao bersama Xia Zhan menyusuri jalan dan tidak menemukan apa-apa selain jejak dari Lebah Penghisap Darah.
"Di mana mereka?" Xia Zhan berbisik, suaranya begitu pelan dan hanya bisa di dengar oleh Li Hao seorang.
"Aku tidak tau..." Li Hao menggeleng pelan, lalu melihat sekitarnya, "Tapi melihat jejak mereka yang semakin banyak, sepertinya keberadaan mereka sudah tidak jauh lagi."
Xia Zhan tidak bertanya lebih jauh dan hanya diam sembari meningkatkan kewaspadaannya.
"Berhenti." Li Hao memberikan tanda, mereka berdua bisa melihat ada tiga jalur cabang yang masing-masing mengeluarkan suara berdenging.
"Apa mereka menyebar?" Xia Zhan sedikit mengerutkan alisnya, "Apakah kita harus berpisah?"
"Tidak, jangan lakukan itu..." Li Hao langsung menjawab, kalau mereka melakukannya mungkin Xia Zhan bisa saja dalam bahaya, "Kita akan ke jalur kiri."
Xia Zhan mengangguk dan tidak mempertanyakan itu, ia mengikuti Li Hao yang mulai kembali berjalan.
Setelah mereka berdua memasuki jalur kiri, suasana menjadi tambah gelap dan hawa dingin menyelimuti keduanya.
"Berhenti, ada satu lebah yang mengarah ke kita." Li Hao mengingatkan sembari memegang erat pedangnya, "Aku akan membunuhnya dengan cepat, kamu tolong perhatikan bagian belakang."
"Baik." Xia Zhan mengangguk, ia segera berbalik ketika melihat Li Hao mulai melangkah ke depan sana.
Ngiiinng~
Suara berdenging yang tadinya masih pelan sekarang mulai menjadi keras, tentu saja itu karena jarak di antara mereka mulai menipis.
"Terlihat..." Li Hao bisa melihat siluet lebah dari kejauhan, ia tanpa banyak basa-basi langsung melapisi pedangnya dengan Qi dan melesat maju dengan kecepatan tinggi.
Whooosh!
Dalam waktu kurang dari tiga detik, Li Hao sudah melewati Lebah tersebut dan membelahnya menjadi dua bagian.
Xia Zhan yang diam-diam menyaksikan hal itu tidak bisa untuk tidak terkejut, matanya tidak bisa mengikuti pergerakan Li Hao.
"Bagaimana mungkin?" suara Xia Zhan terdengar tak percaya, "Kecepatanmu... Apakah waktu melawan kera giok, kau belum mengerahkan seluruhnya?"
Meskipun jarak di antara mereka berdua cukup jauh, Li Hao bisa mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Xia Zhan.
"Begitulah."
Xia Zhan hanya bisa diam setelah mendengar jawaban itu, keterkejutan membuatnya sulit untuk berkata-kata.
"Berhenti melamun, ayo lanjutkan perjalanan kita." Li Hao kembali menyusuri lorong, sedangkan Xia Zhan masih mematung selama beberapa saat sebelum akhirnya menyusul pemuda itu.
...----------------...
"Dia menyembunyikan kekuatannya..."
Xia Zhan masih larut dalam pikirannya dan masih membayangkan kejadian sebelumnya, ia menatap punggung Li Hao dan menghela nafas berulang kali melalui mulutnya.
"Apa kau penasaran kenapa aku menyembunyikan kekuatanku?" Li Hao bertanya, menyadari sikap Xia Zhan yang sedikit berubah.
Xia Zhan tersentak, ia langsung mengangguk dan menjawab, "Ya."
Suasana hening selama beberapa waktu sebelum Li Hao menjawabnya.
"Tidak ada alasan yang spesial, aku hanya tidak ingin terlihat mencolok di mata orang lain." Li Hao menjawab dengan tenang.
Sejujurnya, Li Hao sendiri tidak tahu jawabannya karena dia mendapatkan kekuatan itu secara instan. Tidak mungkin juga dirinya memberitahu kebenarannya karena selain beresiko, ia tidak tahu apakah ada larang tak tertulis dari System atau tidak.
Xia Zhan tidak mengatakan apa pun setelah mendengar jawaban Li Hao. Memang benar, ada beberapa kultivator kuat yang sering menyamar sebagai orang lemah karena berbagai alasan, dan salah satu alasan tersebut digunakan oleh pemuda itu saat ini.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Harman LokeST
baaaaaaaaannnntttttttaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii ssssseeeeeeeeeeeemmmmuuuuuuaaanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa saaaaaaammmmmppaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii maaaaaaaaaaaaawwwatiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeerrrrrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn
2023-07-18
0
Haikal Akbar
Josss
2022-08-06
1
Dendi Capresius Samosir
okelah kalo begitu
2022-07-19
1