Li Hao Vs Harimau

"Rasanya... Lautan energi sedang meluap-luap di dalam diriku." Li Hao bergumam, dan menatap ke arah harimau di depannya, "Dia lebih berhati-hati padaku sekarang."

Li Hao melirik ke arah pedang di tangannya dan terdiam sejenak, ia sangat yakin kalau senjata tersebut akan hancur jika digunakan untuk melawan harimau itu.

"Kalau senjata ini hancur, apa aku bisa melawannya dengan tangan kosong?" Li Hao bertanya dalam hati sebelum menyadari sesuatu, "Kalau tidak salah, seorang kultivator bisa mengaliri Qi ke dalam senjata yang dipegangnya, bukan? Apakah aku bisa melakukan hal yang sama?"

Li Hao tidak berpikir lebih jauh dan memilih untuk mempraktikkannya, ia mulai fokus mengarahkan Qi-nya ke pedang dan tidak lama setelah itu matanya melebar secara sempurna, "Berhasil! Benar-benar keren..." Li Hao bisa menemukan pedangnya kini dilapisi dengan Qi berwarna biru cerah.

Roar~!

Ketika Li Hao baru berhasil melakukan hal tersebut, ia menemukan harimau di depannya sedang berlari menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi.

Li Hao mengangkat sudut bibirnya saat menyaksikan itu dan melakukan kuda-kuda yang sama persis dengan komik yang dirinya baca sewaktu di Bumi.

"Aku sudah sering mencoba gerakan ini dan aku merasa sangat keren saat melakukannya." Li Hao memegang pedangnya dengan kedua tangan, lalu maju mengarah ke harimau tersebut.

Di saat mereka berdua sudah berhadap-hadapan, Li Hao langsung mengayunkan pedangnya secara horizontal. Sang harimau juga tidak tinggal diam, dia mengayunkan cakar-cakarnya yang tajam ke arah manusia itu.

Pertarungan yang sengit terjadi di hutan tersebut, Li Hao merasa cukup kesulitan untuk menandingi kecepatan harimau yang menjadi lawannya, Agility miliknya perlu ditambahkan beberapa poin lagi supaya bisa menyamai kecepatan hewan buas itu.

Harimau itu terus menyerang Li Hao tanpa memberikannya istirahat, meskipun begitu Li Hao sama sekali tidak merasakan dirinya sedang terpojok.

"Luka yang diberikan harimau itu, membuat pergerakanku menjadi terbatas... Apalagi luka yang kuterima saat melawan kelompok Serigala masih belum pulih sepenuhnya." Li Hao berdecak pelan, pengalaman bertarungnya juga masih sedikit dan ia masih sedikit kaku dengan pertarungan semacam ini.

...----------------...

Brak!

Li Hao terpental ke belakang dan menabrak pohon besar sampai hancur, muntahan darah keluar dari mulutnya karena mendapatkan luka dalam yang dirinya terima dari serangan telak harimau itu.

Kondisi mereka berdua sama-sama tidak baik, Li Hao memang terluka parah namun keadaan lawannya juga sama.

"Keugh..." Li Hao berusaha bangkit berdiri meskipun melakukan hal itu membuat seluruh tubuhnya kesakitan, kedua matanya mengarah tajam ke harimau itu dan kemudian menatap gagang pedangnya yang sudah tidak terdapat bilahnya lagi, "Walaupun aku sudah melapisinya dengan Qi, tetapi bukan jaminan pedangku akan terlindung sepenuhnya, ya." Li Hao tersenyum pahit, lalu melapisi seluruh tubuhnya dengan Qi.

"Tidak ada pilihan lagi, aku harus mengalahkannya dengan tangan kosong." Li Hao membuang gagang pedangnya, dan mengepalkan kedua tangannya dengan erat sebelum berlari maju ke arah harimau di depannya.

Gumpalan energi berkumpul di tangan kanan Li Hao, dan kekuatan serangannya meningkat berkali-kali lipat dari biasanya.

Harimau itu juga mengalirkan Qi ke semua cakarnya, dia kemudian mengarahkannya ke arah Li Hao.

Boom!

Ledakan energi terjadi ketika serangan mereka berdua saling berbenturan, Li Hao dan harimau itu sama-sama terpental ke belakang. Mereka lagi-lagi menabrak pohon sampai hancur dan menciptakan kepulan asap yang cukup tebal.

"Cough... Cough..." Li Hao batuk darah, ia bisa merasakan sakit di sekujur tubuhnya, "Pil... Aku harus cepat menelannya."

Li Hao mengambil satu pil penyembuh dari inventory, dan tanpa banyak berpikir ia langsung menelannya.

"Hosh... Hosh..." untung saja Li Hao masih bisa mempertahankan kesadarannya, ia mengatur nafasnya dan memandangi langit yang menjelang sore, "Bagaimana nasib harimau itu?" tanya Li Hao dalam hati.

[Ding! Level Meningkat 27 > 35]

[SP +40]

Suasana hening ketika layar pemberitahuan itu muncul, dan kemudian suara tawa mulai terdengar di sana.

"Hahaha... Ternyata kematianku bukan hari ini." perasaan lega muncul di hati Li Hao, ia bersyukur karena bisa bertahan hidup setelah melewati pertarungan hidup dan mati itu.

...----------------...

Beberapa waktu berlalu, langit hampir malam dan Li Hao masih berbaring di tempatnya berada.

"Haah... Sudah saatnya aku bangun." Li Hao perlahan bangkit berdiri, ia masih bisa merasakan sakit di tubuhnya akan tetapi itu tidak separah sebelumnya.

Li Hao memandangi mayat harimau sejenak sebelum berjalan menghampirinya, ada banyak darah yang keluar dari tubuh hewan buas itu, "Kau benar-benar merepotkanku." Li Hao kemudian menyimpan harimau tersebut ke dalam inventory, lalu dirinya kembali ke kota.

***

Sesampainya di kota, Li Hao langsung mencari penginapan dan memesan kamar selama satu malam. Ia kemudian membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan yang baru, "Hari ini sungguh hari yang melelahkan..." gumam Li Hao setelah berbaring di atas kasur, ia cukup senang karena bisa hidup seperti ini.

Dahulu, Li Hao adalah seorang anak pemalu yang tidak ada kemenarikan dalam hidupnya, kedua orang tuanya sudah meninggal dan dirinya hanya hidup sendiri di kamar kost miliknya.

Li Hao tidak mempunyai teman ataupun kekasih, karena wajahnya yang tidak tampan dan ia hanya seorang anak miskin sehingga tidak banyak wanita yang mau dengan dirinya.

Sewaktu di bumi, Li Hao dulu sempat mempunyai seorang kekasih, dia adalah wanita yang sangat cantik dan begitu perhatian padanya. Kebetulan mereka berdua adalah teman semasa kecil, dan kemudian mulai berpacaran ketika berada di sekolah menengah pertama. Hanya saja kedua orang tua dari kekasihnya itu tidak menginginkan hubungan di antara mereka berdua, Li Hao tentu saja sadar diri dan lebih memilih untuk mengakhiri hubungannya ketika berada di kelas dua sekolah menengah atas.

"Sudah hampir satu tahun kita tidak pernah berkomunikasi lagi, apa yang terjadi padamu sekarang? Apakah kamu sudah menjadi wanita yang sukses sesuai dengan impianmu dan mempunyai kekasih tampan di sampingmu?" Li Hao tersenyum pahit saat menggumamkan hal tersebut, ia membayangkan wajah wanita cantik itu sampai dirinya terlelap tidur.

...----------------...

Li Hao perlahan membuka matanya dan mendapati langit-langit kamar yang ia sewa, "Aku mengantuk..." gumam Li Hao lemas dan mulai beranjak bangun, "Tapi tidak ada waktu untuk bermalas-malasan, aku harus menjual semua mayat binatang buas ke restoran sebelum membusuk di inventory."

Li Hao membersihkan dirinya kembali dan kemudian keluar dari penginapan, ia kemudian berjalan ke arah restoran mewah yang dirinya sudah tandai sebelum berburu di hutan.

Sesampainya di restoran tersebut, Li Hao masuk ke dalam sana dan ia langsung berjalan ke arah meja kasir.

"Halo, Tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan pria dengan senyum lembut di wajahnya.

Li Hao mengangguk dan menjawab, "Apa aku bisa menjual hewan buruanku di sini?"

"Daging buruan, ya." Pelayan itu tidak terlalu terkejut karena memang sudah terbiasa jika ada pemburu yang menawarkan daging buruannya di restoran ini, "Kami hanya menerima Spirit Beast, kalau anda membawa binatang biasa kami tidak berniat membelinya." jelas Pelayan, nadanya masih tetap terdengar ramah.

"Spirit Beast? Apa maksudmu Binatang yang mengikuti jalan kultivator?" tanya Li Hao memastikan.

"Itu benar, Tuan." jawab Pelayan cepat.

Li Hao tersenyum senang mendengarnya, karena sebagian besar hewan buruannya adalah Spirit Beast, "Kebetulan aku membunuh beberapa Spirit Beast, apa aku bisa menjualnya di restoran ini?"

"Tentu saja, Tuan. Mari ikuti saya..." Pelayan tersebut menuntun Li Hao ke suatu tempat.

Bersambung.....

LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

Terpopuler

Comments

Harman LokeST

Harman LokeST

Li Hao menjual daging buruannya

2023-07-18

1

Haikal Akbar

Haikal Akbar

Mayan

2022-08-06

1

Dayat

Dayat

kalo di simpan di cincin ruang apalagi di inventory system tetep awet dan segar , macam novel sejenis

2022-08-02

4

lihat semua
Episodes
1 Daratan Surgawi
2 Li Hao Vs 9 Serigala
3 Menjadi Seorang Kultivator
4 Mengendalikan Arus Bola Qi Dalam Sekali Coba
5 Leveling Di Hutan
6 Li Hao Vs Harimau
7 Menjual Daging Buruan
8 Sekte Gunung Empat Pedang
9 Interogasi Singkat
10 Penyusup
11 Tinggal Di Sekte Gunung Empat Pedang
12 Berburu Bersama Xia Zhan
13 Misi System Pertama
14 Masuk Ke Dalam Gua
15 Membantai Lebah Penghisap Darah
16 Misi Selesai
17 Tinju Petir Merah
18 Konflik Kecil
19 Benang Elemen
20 Pemicu
21 Benang Elemen Api
22 Kota Shaoyang
23 Seorang Nascent Soul
24 Keluar Dari Kota Shaoyang
25 Membunuh
26 Turnamen Bebas?
27 Datang Masalah Merepotkan
28 Li Hao Vs Tiga Assassin
29 Melanjutkan Perjalanan
30 Mampir Ke Sebuah Desa
31 Mempelajari Tujuh Gerakan Bintang
32 Serangan Bandit
33 Serangan Bandit II
34 Li Hao Vs Fung Chang
35 Pingsan
36 Kecurigaan Diao Chan
37 Hierarki Spirit Beast
38 Latih Tanding
39 Curhatan Diao Chan
40 Kota Luoyang
41 Membeli Informasi
42 Penginapan Anwei
43 Toko Senjata
44 Adu Panco
45 Demam
46 Mengantri
47 Dao Puppet?
48 Pergi Ke Turnamen
49 Batu Transmisi
50 Turnamen Bebas
51 Turnamen Bebas II
52 Turnamen Bebas III
53 Turnamen Bebas IV
54 Kejutan Yang Tak Terduga
55 Turnamen Bebas V
56 Turnamen Bebas VI
57 Ruang Rawat
58 Keluar Dari Stadion
59 Perpisahan
60 Terjebak Di Hutan Yang Luas
61 Rencana Sekte Lotus Hitam
62 Kembali ke kota Luoyang
63 Kekacauan di Kota Luoyang
64 Kekacauan di Kota Luoyang II
65 Kekacauan di Kota Luoyang III
66 Kekacauan di Kota Luoyang IV
67 Menolak Kompensasi
68 Taruhan Kecil
69 Fragment The Ruler
70 Memberitahu Kebenaran
71 Alasan lain di balik rencana sekte Lotus Hitam
72 Hutan Tanpa Ujung
73 Hutan Tanpa Ujung II
74 Hutan Tanpa Ujung III
75 Hutan Tanpa Ujung IV
76 Hutan Tanpa Ujung V
77 Hutan Tanpa Ujung VI
78 Hutan Tanpa Ujung VII
79 Hutan Tanpa Ujung VIII
80 Kota Tianjin
81 Kota Tianjin II
82 Kota Tianjin III
83 Kota Tianjin IV
84 Kota Tianjin V
85 Tugas Pengawalan
86 Tugas Pengawalan II
87 Tugas Pengawalan III
88 Tugas Pengawalan IV
89 Tugas Pengawalan V
90 Menyelesaikan Tugas Pengawalan
91 kota Qibao
92 Interogasi Xue Jian
93 Melarikan diri dari Xue Jian
94 Melarikan Diri ke Dungeon
95 Dungeon level Normal
96 Dungeon level Normal II
97 Dungeon level Normal III
98 Dungeon level Normal IV
99 Keluar dari Dungeon
100 Ming Na
101 Ming Na II
102 Ming Na III
103 Pergi dari Desa
104 Muncul Masalah Lainnya
105 Muncul Masalah Lainnya II
106 Gua Dunia Lain
107 Gua Dunia Lain II
108 Gua Dunia Lain III
109 Gua Dunia Lain IV
110 Gua Dunia Lain V
111 Namamu sekarang Hong Xiaolong
112 Melatih Hong Xiaolong
113 Teknik Serangan Hong Xiaolong
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Daratan Surgawi
2
Li Hao Vs 9 Serigala
3
Menjadi Seorang Kultivator
4
Mengendalikan Arus Bola Qi Dalam Sekali Coba
5
Leveling Di Hutan
6
Li Hao Vs Harimau
7
Menjual Daging Buruan
8
Sekte Gunung Empat Pedang
9
Interogasi Singkat
10
Penyusup
11
Tinggal Di Sekte Gunung Empat Pedang
12
Berburu Bersama Xia Zhan
13
Misi System Pertama
14
Masuk Ke Dalam Gua
15
Membantai Lebah Penghisap Darah
16
Misi Selesai
17
Tinju Petir Merah
18
Konflik Kecil
19
Benang Elemen
20
Pemicu
21
Benang Elemen Api
22
Kota Shaoyang
23
Seorang Nascent Soul
24
Keluar Dari Kota Shaoyang
25
Membunuh
26
Turnamen Bebas?
27
Datang Masalah Merepotkan
28
Li Hao Vs Tiga Assassin
29
Melanjutkan Perjalanan
30
Mampir Ke Sebuah Desa
31
Mempelajari Tujuh Gerakan Bintang
32
Serangan Bandit
33
Serangan Bandit II
34
Li Hao Vs Fung Chang
35
Pingsan
36
Kecurigaan Diao Chan
37
Hierarki Spirit Beast
38
Latih Tanding
39
Curhatan Diao Chan
40
Kota Luoyang
41
Membeli Informasi
42
Penginapan Anwei
43
Toko Senjata
44
Adu Panco
45
Demam
46
Mengantri
47
Dao Puppet?
48
Pergi Ke Turnamen
49
Batu Transmisi
50
Turnamen Bebas
51
Turnamen Bebas II
52
Turnamen Bebas III
53
Turnamen Bebas IV
54
Kejutan Yang Tak Terduga
55
Turnamen Bebas V
56
Turnamen Bebas VI
57
Ruang Rawat
58
Keluar Dari Stadion
59
Perpisahan
60
Terjebak Di Hutan Yang Luas
61
Rencana Sekte Lotus Hitam
62
Kembali ke kota Luoyang
63
Kekacauan di Kota Luoyang
64
Kekacauan di Kota Luoyang II
65
Kekacauan di Kota Luoyang III
66
Kekacauan di Kota Luoyang IV
67
Menolak Kompensasi
68
Taruhan Kecil
69
Fragment The Ruler
70
Memberitahu Kebenaran
71
Alasan lain di balik rencana sekte Lotus Hitam
72
Hutan Tanpa Ujung
73
Hutan Tanpa Ujung II
74
Hutan Tanpa Ujung III
75
Hutan Tanpa Ujung IV
76
Hutan Tanpa Ujung V
77
Hutan Tanpa Ujung VI
78
Hutan Tanpa Ujung VII
79
Hutan Tanpa Ujung VIII
80
Kota Tianjin
81
Kota Tianjin II
82
Kota Tianjin III
83
Kota Tianjin IV
84
Kota Tianjin V
85
Tugas Pengawalan
86
Tugas Pengawalan II
87
Tugas Pengawalan III
88
Tugas Pengawalan IV
89
Tugas Pengawalan V
90
Menyelesaikan Tugas Pengawalan
91
kota Qibao
92
Interogasi Xue Jian
93
Melarikan diri dari Xue Jian
94
Melarikan Diri ke Dungeon
95
Dungeon level Normal
96
Dungeon level Normal II
97
Dungeon level Normal III
98
Dungeon level Normal IV
99
Keluar dari Dungeon
100
Ming Na
101
Ming Na II
102
Ming Na III
103
Pergi dari Desa
104
Muncul Masalah Lainnya
105
Muncul Masalah Lainnya II
106
Gua Dunia Lain
107
Gua Dunia Lain II
108
Gua Dunia Lain III
109
Gua Dunia Lain IV
110
Gua Dunia Lain V
111
Namamu sekarang Hong Xiaolong
112
Melatih Hong Xiaolong
113
Teknik Serangan Hong Xiaolong

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!