Selama di perjalanan, rombongan Li Hao menjadi pusat perhatian murid-murid sekte. Mereka mulai berbisik dan menatap Li Hao dengan tatapan yang berbeda-beda.
"Bukankah itu orang yang kau bawa?" Hang Chu bertanya sembari melirik ke arah Ling Hua yang berada di sebelahnya.
"Iya..." Ling Hua mengangguk pelan, "Dari yang kudengar, ada penyusup di penjara dan berniat menculik Nona Qiao Yu."
"Dia terlihat bebas, kurasa bukan dia pelakunya..." Hang Chu berkata, dan Ling Hua mengangguk setuju.
"Itu artinya ada orang lain yang menyusup, dan tidak menutup kemungkinan kalau dia adalah bagian dari mereka."
"Bagian dari penyusup? Apa maksudmu pengembara dan penyusup itu saling mengenal satu sama lain?"
"Begitulah..."
Percakapan Hang Chu dan Ling Hua berakhir di sana, keduanya menyaksikan rombongan Li Hao sedikit lebih lama sebelum memutuskan untuk pergi dari sana.
...----------------...
"Tuan Muda, apakah tidak apa-apa mengobrol di kediaman Anda sendiri?" pengawal Qiao Chang Hai merasa khawatir.
"Tak perlu khawatir... Memangnya apa yang bisa dia lakukan di hadapan satu kultivator Golden Core dan dua kultivator Qi Refinement?" balas Qiao Chang Hai tenang.
Di sisi lain, Li Hao diam-diam memasang senyum pahit ketika mendengar itu, entah kenapa dirinya merasa tersinggung karena dianggap lemah oleh mereka.
"Tuan Li Hao, saya sudah melihat semua data Anda dari proses interogasi dan saya hanya menemukan sedikit informasi tentangmu." Qiao Chang Hai memakai kata-kata formal, ia menatap pemuda di depannya dan kembali berkata, "Apa alasan anda berbohong mengenai hilangnya ingatan anda? Apa ada sesuatu yang sedang disembunyikan?"
"Ya, ada beberapa hal yang tidak ingin kuberitahu. Namun satu hal yang pasti, aku tidak mempunyai niat jahat di wilayah ini dan lagi aku tidak ada hubungannya dengan para penyusup tadi." Li Hao menjawab, raut wajahnya tampak sangat serius.
Qiao Chang Hai terdiam sejenak sebelum melirik ke arah Gong Da, ia ingin memastikan kebenaran dari jawaban yang Li Hao berikan.
Gong Da sendiri mengangguk pelan sebagai tanda kalau apa yang dikatakan oleh Li Hao adalah kebenaran.
Melihat anggukkan Gong Da membuat Qiao Chang Hai memasang ekspresi berpikir, ia kembali menatap Li Hao lalu bertanya, "Apa yang akan Anda lakukan setelah dibebaskan dari sini?"
"Saya akan keluar dari hutan ini dan mencari hutan lainnya untuk berburu Spirit Beast." Li Hao kembali menjawab, kali ini ia berkata tanpa mengeluarkan ekspresi sedikitpun.
"Kalau tidak salah Anda memasuki hutan yang menjadi wilayah sekte Gunung Empat Pedang karena ingin berburu Spirit Beast, apa ada alasan kuat untuk itu?"
"Saya hanya mau menambah pengalaman bertarung saya, tidak ada hal spesial lainnya mengenai itu."
Qiao Chang Hai mengajukan beberapa pertanyaan lainnya lagi dan itu memakan waktu selama kurang lebih satu batang dupa terbakar.
...----------------...
"Terima kasih karena telah bersedia menjawab semua pertanyaanku, Tuan Li Hao." Qiao Chai Hai bangkit berdiri dari kursinya, "Sebagai kompensasi karena telah menyelamatkan adik saya, apa yang Anda inginkan?"
"Saya hanya mau dibebaskan dari sini..." Li Hao tanpa pikir panjang langsung memberikan jawabannya.
"Tentu saja itu akan dilakukan, Tuan Li Hao. Jadi, ajukan permintaan yang lain." Qiao Chang Hai tersenyum tipis.
Li Hao terdiam sejenak dan berpikir cukup keras, "Hmm... Kalau uang aku rasa masih tidak terlalu memerlukannya, senjata? Aku rasa itu juga tidak perlu. Lalu, apa yang harus kuminta?"
Beberapa saat kemudian, akhirnya Li Hao sudah memutuskan apa yang dirinya inginkan, "Kalau begitu, apakah saya bisa tinggal di sini selama satu bulan lamanya?" Li Hao bertanya sambil menatap pemuda di depannya.
Senyuman yang terukir di wajah Qiao Chang Hai perlahan memudar dan Li Hao merasa kalau permintaannya itu sedikit berlebihan.
"Kenapa anda ingin tinggal di sini dalam jangka waktu tertentu?" tanya Qiao Chang Hai penasaran.
"Saya hanya mau menikmati suasana di sekte ini..." Li Hao menjawab dengan tenang.
Qiao Chang Hai melirik Gong Da dan mendapati pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya pelan.
"Dia jujur?" Qiao Chang Hai sedikit terkejut, lalu terdiam sejenak sebelum memutuskan untuk mengabulkan permintaan Li Hao, "Baiklah, aku akan menyetujuinya."
Mendengar hal itu tentu saja membuat Li Hao tersenyum senang.
"Tapi, aku akan mengirim beberapa orang untuk mengawasimu. Apa itu tidak masalah?" Qiao Chang Hai tidak berpikir untuk membiarkan Li Hao bebas berkeliaran di sekte ini tanpa adanya pengawasan sedikitpun.
"Itu tidak masalah, Tuan Muda." jawab Li Hao cepat.
"Baiklah..." Qiao Chang Hai mengangguk sebelum menoleh ke arah Gong Da, "Tolong bawa tamu ini ke gedung asrama laki-laki yang sedang kosong."
"Tuan Muda, apa Anda tidak membicarakan hal ini kepada Patriark terlebih dahulu?" Gong Da merasa kalau keputusan yang dilakukan oleh Qiao Chang Hai kurang tepat.
"Apa yang membuatmu berpikir kalau aku membutuhkan izin darinya? Otoritasku di sini jauh lebih tinggi darinya." Qiao Chang Hai berkata, nadanya terdengar sinis.
Gong Da langsung menelan ludahnya dengan kasar, sebelum suasananya menjadi runyam ia segera izin undur diri dan membawa Li Hao keluar dari sana.
Setelah Gong Da dan Li Hao sudah keluar dari sana, Qiao Chang Hai berkata dengan suara pelan, "Kirim Yen Shao dan yang lainnya untuk mengawasi anak itu selama di sekte, terus kirimkan kabar tentangnya setiap hari."
"Saya mengerti, Tuan Muda."
...----------------...
"Tuan Gong, bolehkah aku bertanya sesuatu?" selama di perjalanan menuju kediaman sementaranya, Li Hao mempunyai satu pertanyaan yang melekat di pikirannya.
Gong Da tersenyum tipis, lalu berkata, "Biar kutebak, hal yang ingin kau tanyakan pasti tentang maksud dari perkataan Tuan Muda, bukan?"
"Hahaha... Begitulah, aku merasa cukup penasaran dengan itu." Li Hao menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa kecil.
"Tuan Muda Qiao Chang Hai adalah anak dari Patriark sekte Seribu Pedang, begitupula dengan Nona Qiao Yu. Mereka berdua dipindahkan kemari karena Nona Qiao Yu membuat masalah..." jelas Gong Da tenang.
"Sekte Seribu Pedang? Sekte apa itu?" Li Hao sedikit memiringkan kepalanya.
Gong Da sedikit mengerutkan alisnya mendengar itu, dan bertanya, "Apa kau tidak tau tentang sekte Seribu Pedang?"
Li Hao mengangguk sebagai tanggapannya, sementara Gong Da membisu sejenak melihat itu, "Dia tidak berbohong."
Gong Da diam-diam menghela nafas panjang melalui mulutnya sebelum memberitahu kalau sekte Seribu Pedang adalah sebuah sekte bintang 10, salah satu sekte terkuat di daratan Surgawi.
"Lalu, kenapa Tuan Muda Qiao Chang Hai bilang kalau otoritasnya lebih tinggi dari Patriark di sekte ini?" Li Hao masih belum mengerti.
"Itu karena sekte Gunung Empat Pedang berada di bawah naungan sekte Seribu Pedang. Intinya, seperti Tuan dan Bawahan." Gong Da memberikan penjelasan yang mudah.
"Ah, aku mengerti..." Li Hao mengangguk beberapa kali sebagai tanda dirinya paham, "Ternyata pengaruh orang dari sekte bintang 10 itu sangat besar, ya."
Li Hao kemudian bertanya-tanya tentang pengetahuan umum kepada Gong Da, ia ingin menggali beberapa informasi tentang dunia ini.
...----------------...
Asrama adalah sebuah tempat yang dijadikan tempat untuk para murid sekte Gunung Empat Pedang beristirahat. Tentu saja asrama yang dimaksud mempunyai dua tempat untuk jenis kelamin yang berbeda, keduanya dipisahkan di dua Gunung berbeda supaya tidak ada konflik dari kedua kubu.
"Selama di tempat ini, lebih baik jangan terlalu terlihat mencolok. Aku yakin keberadaanmu tidak akan disenangi oleh murid laki-laki kalau mereka mengetahui kau adalah orang luar." Gong Da mengingatkan ketika mereka berdua sedang menaiki gunung melalui anak tangga.
Li Hao sendiri mengangguk mengerti dan tidak bertanya alasannya.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
2023-07-18
0
mbelis
👍👍👍
2023-01-09
0
Haikal Akbar
Up
2022-08-06
1