[Total Pembunuhan 97/100]
Li Hao melihat layar misinya dengan nafas yang memburu, ia melihat ke ujung lorong dan tidak lagi menemukan lebah penghisap darah.
"Kemana mereka? Kenapa sudah tidak datang lagi?" Li Hao bertanya-tanya setelah nafasnya mulai teratur, ia memegang pedang terakhirnya yang mau rusak dan menghela nafas panjang, "Tiga lagi dan misi akan selesai..." Li Hao bergumam sebelum bergerak maju.
Li Hao mengatur nafasnya dan berjalan sampai ke ujung lorong, nafasnya tertahan ketika melihat ada barisan Lebah Penghisap Darah yang jumlahnya sangat banyak.
"Sial! Ada berapa mereka? 300 lebih?" Li Hao mengumpat tanpa sadar, namun bukannya takut senyum malah menghiasi wajahnya, "Mereka adalah ladang exp-ku untuk naik level!"
Li Hao merasa percaya diri karena statistiknya sudah meningkat banyak setelah menghabisi 97 Lebah Penghisap Darah, meskipun jumlah mereka saat ini beberapa kali lipat dari sebelumnya tetapi itu tidak menurunkan semangatnya.
Suara berdenging kian mengeras ketika mereka melihat keberadaan Li Hao, namun tidak ada satupun di antara mereka yang bergerak sedikitpun untuk menyerang pemuda tersebut.
"Tunggu, kenapa mereka hanya diam saja setelah melihatku?" Li Hao bertanya-tanya dengan alis yang sedikit mengerut, padahal dirinya sudah bersiap-siap untuk masuk kembali ke dalam lorong.
Li Hao menoleh ke kanan dan bisa menemukan dua lorong lainnya yang ditutupi oleh batu besar.
"Hm?"
Belum sempat menyadari adanya kejanggalan, Li Hao sedikit melebarkan matanya saat mendengar suara gemuruh dari arah atasnya. Ia secara reflek melompat ke depan dan sebuah batu besar jatuh lalu menutupi pintu keluar lorong kiri.
"Apa-apaan?!" Li Hao yang menoleh ke belakang langsung mengalihkan pandangannya ke atas dan mendapati barisan lebah mulai bergerak maju ke arahnya, "Sialan! Mereka menjebakku!"
Li Hao sama sekali tidak habis pikir, para lebah itu ternyata memiliki kecerdasan. Dengan susah payah, ia menyambut setiap serangan yang datang kepadanya, meskipun medan tempurnya jauh lebih luas daripada saat di lorong tetapi sekarang mereka bisa menyerang dari berbagai arah.
[Total Pembunuhan 98/100]
[Total Pembunuhan 99/100]
[Total Pembunuhan 100/100]
[Ding! Berhasil menyelesaikan Misi System!]
[Mendapatkan, Pedang Iblis Malam!]
[Hadiah akan langsung dikirimkan ke Inventory]
Sesaat setelah seluruh pemberitahuan itu muncul, pedang yang ada di genggaman Li Hao hancur dan membuatnya terpaksa melompat jauh ke belakang untuk menciptakan jarak. Namun, ia sedikit lengah dan gigitan dari salah satu lebah menghancurkan lapisan Qi di tubuhnya kemudian mengenai dirinya.
"Ugh!"
Setelah berhasil melepaskan gigitan Lebah tersebut, kepala Li Hao langsung berdengung. Dirinya tidak banyak berpikir dan segera menelan pil penyembuh terakhir yang berada di dalam inventorynya.
"Sialan, kepalaku masih berdengung..." tubuh Li Hao menjadi sedikit kaku, ia bisa melihat ratusan Lebah Penghisap Darah sedang melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi, "Keparat, aku tidak akan mati di sini!"
Li Hao mengeluarkan sebilah pedang berwarna hitam yang panjangnya lebih dari satu meter, desain dari pedang tersebut polos dan tergolong tipis jika dibandingkan dengan pedang lain.
"Apa ini sungguh pedang tahap Earth?" Li Hao bertanya-tanya, merasa ragu dengan hal itu, "Ugh, kurasa sekarang bukan waktu yang tepat."
Li Hao melihat para lebah mendatanginya, ia segera mengalirkan Qi-nya ke pedang tersebut dan tiba-tiba saja aura hitam merembes keluar dari sana, "Aura hitam?" alisnya sedikit mengerut, dan di detik selanjutnya kepalanya menjadi sangat sakit, "Sialan! Persetan dengan semuanya!"
Li Hao mengayunkan pedangnya secara horizontal ke udara.
Whooosh!
Lapisan aura hitam sepanjang 5 meter keluar dari ayunan pedang Li Hao, membelah puluhan Lebah Penghisap Darah menjadi dua bagian dengan mudah layaknya memotong tahu.
Bam!
Lapisan aura hitam tersebut membentur langit-langit Gua dan menciptakan gemuruh yang cukup keras.
Li Hao yang menyaksikan semua itu langsung menahan nafasnya, ia menatap pedang Iblis Malam dengan tatapan kagum.
"Luar biasa..." hanya itu saja perasaan yang bisa diungkapkan oleh Li Hao saat ini, ia kemudian menatap ke arah puluhan lebah lainnya yang sedang melayang dalam diam di udara.
"Sepertinya mereka jadi ragu menyerangku setelah menyaksikan kejadian barusan." Li Hao mulai melihat cahaya kemenangan di depannya, "Bukankah hal ini akan menguntungkanku?"
Li Hao kembali mengaliri pedang tersebut dengan Qi, dan kali ini aliran energinya jauh lebih besar dari sebelumnya.
Whooosh!
Dalam waktu yang sangat singkat, Li Hao kembali mengayunkan pedangnya dan tentu saja hal itu mengejutkan para lebah. Mereka semua ingin melarikan diri dari lapisan energi hitam yang sedang melesat ke arah mereka, namun sayangnya tindakan itu tidak berguna sama sekali.
Hanya dengan satu serangan saja, Li Hao setidaknya berhasil membunuh lebih dari 50 Lebah Penghisap Darah.
Level Li Hao meningkat secara signifikan dan telah berhasil mencapai angka 51, untuk sekarang ia tidak akan memasukkan SP-nya ke dalam statistik sebab dirinya yakin bisa menghadapi para lebah tersebut dengan mudah.
"Sepertinya pil penyembuh tidak bisa memulihkan racun di tubuhku dan hanya memperlambat efeknya saja. Itu berarti aku tidak punya banyak waktu yang tersisa."
Li Hao menyadari kalau seiring berjalannya waktu semakin banyak bagian tubuhnya yang mulai tidak bekerja.
Li Hao kembali mengaliri Qi-nya ke pedang Iblis Malam, dan ia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya sampai seluruh Lebah Penghisap Darah menghilang dari pandangannya.
...----------------...
"Apakah sudah selesai?" Li Hao terdiam sejenak sembari memperhatikan sekitarnya, ia kemudian bertekuk lutut lalu bergumam, "Aku... Sudah tidak kuat lagi."
Li Hao tergeletak jatuh ke tanah, dan dengan sedikit kesadaran yang masih tersisa dirinya memasukkan pedang Iblis Malam ke dalam Inventory.
Sesaat setelah Li Hao pingsan, layar sistem muncul dan menampilkan kata-kata.
[Ding! Hidden Quest diselesaikan!]
[Mendapatkan Buku Seni Bela Diri Tangan: Tinju Petir Merah]
...****************...
"Ugh... Di mana aku?" Li Hao membuka matanya dan menemukan langit-langit yang gelap gulita.
"Kita masih berada di dalam Gua..." tiba-tiba saja wajah Xia Zhan muncul, "Apakah kamu baik-baik saja?"
Li Hao tidak menjawab melainkan mencoba menggerakkan tubuhnya, ia mengangkat tangan kanannya ke atas dan melihat tangannya itu bergetar, "Sepertinya masih ada sisa racun di dalam tubuhku, memangnya aku sudah pingsan berapa lama?"
"Setengah hari." Xia Zhan menjawab cepat.
"Setengah hari?!" Li Hao tidak bisa untuk tidak terkejut saat mendengarnya, "Kenapa lama sekali?"
"Kamu berhasil menghabisi ratusan Lebah Penghisap Darah di Gua ini, stamina dan Qi-mu jelas sudah habis. Tubuhmu butuh waktu untuk pulih..."
"Kalau begitu, kenapa tubuhku sulit digerakkan?"
"Alasannya mungkin bukan racun, tetapi penjelasan yang kuberikan sebelumnya."
"Begitu, ya..." Li Hao menghembuskan nafas melalui mulutnya, lalu memejamkan mata dan berkata, "Kau pulang saja, aku akan menginap di sini malam ini."
Suasana hening sejenak usai Li Hao mengatakan itu, Xia Zhan kini sedang berpikir dan kemudian memutuskan untuk menetap di sini juga.
"Apa kau lupa? Aku adalah pengawasmu." Xia Zhan berbaring di samping Li Hao, "Apa kau sekarang sedang gugup?"
"Apa maksudmu?" Li Hao sedikit mengerutkan alisnya karena tidak mengerti maksudnya.
"Jantungmu sepertinya berdetak lebih kencang dari sebelumnya." Xia Zhan berkata, kemudian senyum tipis terukir di wajahnya, "Apa kau tidak pernah tidur bersama dengan seorang wanita?"
Li Hao tidak menjawab dan bayang-bayang tentang mantan kekasihnya tiba-tiba saja muncul di dalam pikirannya.
"Sepertinya belum, ya?" Xia Zhan tertawa kecil, "Tidak perlu malu, aku juga sama sepertimu."
Xia Zhan kemudian menoleh ke arah pemuda di sebelahnya dan alisnya sedikit mengerut, "Li Hao, apa kau sudah tidur?" suasana hening selama beberapa waktu sebelum helaan nafas pendek keluar dari mulut Xia Zhan, "Kau benar-benar mengesalkan..." gerutunya pelan.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Harman LokeST
seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss Li Hao dan tingkatkan terus kultivasimu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
2023-07-18
0
Amaury
kok di tinggal tidur ..
2023-03-24
0
abdillah musahwi
dikacangin emang enak🤭🤭🤭
2022-10-13
1