Setelah memasuki kawasan Hutan, Li Hao meningkatkan kewaspadaannya. Ia terus memperhatikan sekitarnya dan mencari buah-buahan yang menurutnya bisa dimakan.
Pada saat Li Hao memanjat sebuah pohon yang terdapat belasan buah apel, ia langsung mematung ketika ada seekor serigala abu-abu yang datang ke tempatnya berada.
Serigala tersebut tampaknya tidak mengetahui keberadaan Li Hao, dia berbaring di bawah pohon dan terlelap tidur dalam waktu yang relatif singkat.
"Gila~ Itu seekor serigala?" bulu kuduk Li Hao langsung berdiri, dalam seumur hidupnya baru pertama kali ia melihat hewan serigala secara langsung.
"Apa yang harus kulakukan?" Li Hao menelan ludahnya dengan kasar, "Aku tidak bisa terus menerus di sini, ada banyak semut api yang membuat badanku gatal-gatal."
Li Hao bisa menemukan ada banyak semut api yang mulai berkeliaran di tubuhnya.
Selang beberapa waktu, Li Hao tidak berpikir lebih jauh lagi karena dirinya hampir tak bisa menahan rasa gatal di tubuhnya. Sebilah pedang muncul di tangan kanannya, dan ia kemudian membuka layar status miliknya, "Setauku Qi adalah Energi, dan Qi bisa diubah menjadi kekuatan... Tapi, aku belum mengetahui cara penggunaannya, jadi lebih baik aku tidak mengambil resiko besar." gumam Li Hao, dan ia langsung memasukkan seluruh SP-nya ke Strength.
[Strength +10]
[Strength: 2 > 12]
Mata Li Hao sedikit melebar karena ia merasakan kekuatan yang begitu melimpah seperti baru saja masuk ke dalam tubuhnya, perlahan rasa percaya dirinya untuk membunuh serigala itu mulai meningkat.
"Ayo, beranilah diriku..." Li Hao menyemangati dirinya sendiri yang berada di atas pohon, jantungnya berdebar kencang saat melihat serigala yang tertidur itu, "Mati!"
Li Hao langsung melompat turun dari atas pohon sambil mengarahkan ujung pedangnya ke arah serigala itu, belum sempat disadari oleh sang serigala Li Hao berhasil membunuh hewan buas tersebut dengan tusukan yang menembus kepalanya.
[Ding! Level meningkat: 1 > 3]
[SP +10]
"Woah~" Li Hao berdecak kagum saat melihat dirinya berhasil naik sampai ke level 3 hanya dalam sekali pembunuhan saja, "Naik dua level dan aku mendapatkan sepuluh skill poin... Apakah itu berarti, aku mendapatkan lima skill poin setiap levelku bertambah?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati, lalu tersentak ketika menyadari ada sesuatu yang janggal, "Tunggu dulu, bukankah serigala adalah binatang yang hidup berkelompok?"
Sesaat setelah berkata demikian, mata Li Hao melebar ketika mendapati sembilan ekor serigala mulai bermunculan dan mengepung dirinya, "Mati aku..." suara Li Hao langsung bergetar.
Sembilan ekor serigala itu menggeram pada Li Hao sambil memamerkan gigi tajam mereka, air liur menjijikan milik mereka juga mulai berjatuhan ke tanah.
Li Hao sendiri tanpa banyak berpikir langsung memasukkan seluruh SP-nya ke ketiga statistiknya.
[Strength +2]
[Strength: 12 > 14]
[Agility +5]
[Agility: 1 > 6]
[Vitality +3]
[Vitality: 3 > 6]
"Tubuhku menjadi lebih ringan..." Li Hao bergumam, dan kemudian raut wajahnya berubah menjadi serius saat semua serigala yang mengepungnya perlahan berjalan mendekati dirinya, "Aku harap dewi keberuntungan masih berada di pihakku."
...----------------...
"Hosh... Hosh... Hosh..." nafas Li Hao memburu, lalu menduduki serigala yang baru saja ia bunuh paling terakhir, "Aku lelah dan pusing..."
Li Hao bisa menemukan tubuhnya kini dipenuhi dengan darah segar, ada banyak luka robek bekas gigitan tajam di tubuhnya.
"Pil itu... Seharusnya bisa menyembuhkanku, bukan?" Li Hao mengambil satu pil penyembuh dari inventory lalu menelannya, tidak lama setelah itu pandangannya menjadi kabur dan pingsan.
...----------------...
Li Hao perlahan membuka matanya dan hanya menemukan kegelapan serta suara serangga di sekitarnya.
"Ah, sepertinya aku pingsan..." Li Hao berusaha untuk bangun, lalu menemukan dirinya berada di antara mayat serigala, "Sialan, aku lupa kalau aku habis bertarung dengan kelompok serigala..." Li Hao hampir saja menjerit karena terkejut, ia bangkit berdiri lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar, "Terlalu gelap, aku tidak bisa melihat apapun."
Li Hao terdiam sejenak di tempatnya sebelum memberanikan diri untuk berjalan. Ketakutan perlahan melanda hatinya, pikiran tentang hantu-hantu yang ada di bumi mulai berimajinasi di kepalanya.
Di saat Li Hao sedang berjalan tanpa tau harus kemana dirinya pergi, nafasnya langsung tertahan ketika menabrak sesuatu yang pastinya itu bukanlah pohon ataupun benda mati lainnya.
"Nak, apa yang sedang kau lakukan di hutan malam-malam begini?" suara pria dewasa terdengar jelas di telinga Li Hao dan membuat pemuda itu melompat mundur karena terkejut.
"Uaaakhh~!"
Srasssh.
Tiba-tiba saja kobaran api muncul dan memperlihatkan seorang pria paruh baya yang mempunyai tinggi lebih dari dua meter. Melihat ukuran dari pria paruh baya itu jelas membuat Li Hao terkejut sekali lagi, jantungnya berdebar dan ia langsung menenangkan diri setelah tau kalau makhluk di depannya ini adalah seorang manusia.
"P-paman... Maafkan aku, aku pikir paman adalah hantu." ucap Li Hao sambil memegang dada bagian kirinya.
Pria paruh baya itu tertawa kecil sebelum meminta maaf, ia sengaja mengendap-endap karena sebelumnya berpikir kalau Li Hao adalah sosok yang berbahaya dikarenakan pakaiannya yang dipenuhi dengan darah kering.
Pria paruh baya itu kemudian memperkenalkan dirinya sebagai seorang pemburu yang biasa berburu di hutan ini, namanya adalah Weng Gu.
Li Hao sendiri ikut memperkenalkan dirinya, ia juga mengatakan kalau dirinya telah tersesat di Hutan yang luas ini.
"Begitu, ya? Tapi kenapa seluruh tubuhmu dipenuhi dengan darah yang sudah kering, Nak?" itu adalah pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh Weng Gu setelah mereka berdua bertukar beberapa kata.
"Ini adalah darah serigala, Paman. Siang tadi aku dikepung oleh kelompok serigala dan membuatku terpaksa untuk melawan mereka." Li Hao menjawab sembari melihat bajunya.
Weng Gu mengangkat sedikit alisnya, padahal Li Hao bukanlah seorang Kultivator tetapi dia mengaku telah membunuh sekelompok serigala yang mengepungnya? Itu terdengar sedikit tidak masuk akal apalagi dengan tubuh kecilnya.
"Anak ini... Aku sebenarnya tidak ingin percaya, tapi aku samar-samar bisa mencium bau serigala dari tubuhnya. Dan juga, seluruh luka di tubuhnya... Meskipun sudah sedikit pulih namun masih ada beberapa robekan yang terlihat seperti bekas cakaran." pikir Weng Gu sambil memperhatikan tubuh Li Hao dengan seksama.
Diperhatikan sampai seperti itu membuat Li Hao merasa sedikit tidak nyaman, ia secara tidak sadar menelan ludahnya dengan kasar saat memikirkan kalau Weng Gu adalah orang yang jahat.
"Tidak perlu takut, aku hanya sedang berpikir tentang keaslian dari ceritamu itu." ucap Weng Gu saat menyadari ketakutan pemuda di sebelahnya, "Aku punya tempat untuk beristirahat, ikuti aku."
Li Hao hanya mengangguk saat mendengarnya, ia mengikuti Weng Gu dari belakang dalam diam.
***
Di sebuah Gua kecil.
Weng Gu menyalakan api unggun dan mengeluarkan sebuah botol air dari tas selempang miliknya, "Minum ini..." ucap Weng Gu sambil mengulurkan botol air tersebut ke pemuda di dekatnya.
Li Hao menerima botol air itu dengan hati-hati, awalnya ia cukup ragu untuk meminum minuman dari orang asing akan tetapi tenggorokannya saat ini sudah sangat kering sehingga membuatnya tak memikirkan itu lebih jauh.
"Terima kasih, Paman."
Sebelum meminumnya, Li Hao lebih dulu berterima kasih.
Weng Gu hanya mengangguk sebagai tanggapan, ia kemudian mengeluarkan beberapa potongan daging yang sudah ditusuk oleh bambu kecil lalu membakarnya di atas api unggun.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Li Hao
2023-07-18
0
Kang Comen
nyimak dlu smpe chp 100
2022-10-07
2
Haikal Akbar
Nyimak
2022-08-06
1