“Oh astaga! Kucing Dekil ini benar-benar merepotkan!” umpat De, dia sudah seperti pengasuh anak sekarang, sebab Cyara yang selalu minta ini itu dan memanggilnya dengan sebutan “Om”
Cyara tak peduli pada wajah De yang sudah terlihat kesal. Dia hanya senantiasa tersenyum dan mengekor pada pria tampan itu untuk duduk di sofa.
Akhirnya karena De merasa kasihan, dia membagi makanannya pada Cyara. De tidak mau kalau sampai orang-orang menganggapnya tidak berperikemanusiaan karena membiarkan gadis itu kelaparan.
“Makanlah!” ucap De sambil menggeser piring ke arah gadis manis itu. Cyara terlihat kegirangan. Dia bertepuk tangan kecil dengan perut yang keroncongan. Dia sama sekali tidak malu pada De, padahal perutnya terus bersuara.
“Terima kasih, Om,” ucap Cyara dengan cengiran seperti seekor kuda. De hanya bisa menelan ludahnya melihat Cyara yang seperti kesetanan saat baru pertama kali menyentuh makanan.
Gadis di sampingnya ini benar-benar jorok dan bar-bar.
“Hei, makanlah dengan pelan-pelan.” Sedari tadi De tidak makan. Dia terus memerhatikan Cyara yang tak memedulikan alam sekitar, termasuk kehadirannya.
“Hehe … abis enyak, Om. Cia hampe lua nafas,” jawab gadis cantik itu dengan mulut penuh. De mengerutkan wajah, tak hanya penampilannya yang lusuh, di mata De, Cyara benar-benar tidak memiliki nilai positif sedikitpun.
Sedari tadi De hanya memegang sendok, tanpa berniat mengambil makanannya. Sebab nafsu makan pria itu tiba-tiba hilang.
“Om nggak makan?” Tanya Cyara, menatap De yang seperti kebingungan. De melirik sekilas dan langsung menggeleng cepat.
Hal tersebut digunakan sebaik mungkin oleh Cyara. Tanpa tahu malu Cyara langsung mengambil alih makanan De. “Kalo gitu makanannya buat Cia ya, Om. Daripada mubazir.”
De tak dapat bicara, dia hanya bisa menganga dengan bola mata yang membulat sempurna. De kembali menelan salivanya. Sebenarnya ke mana semua makanan yang ada di piring itu.
Kenapa tubuh sekecil Cyara bisa menampungnya dengan cepat. Wajah pria tampan itu tak tergambar dengan jelas gara-gara melihat Cyara yang sudah seperti orang kesurupan.
De menghela nafas panjang, dan akhirnya hanya bisa mengalah. Dia membiarkan Cyara memakan jatah makan siangnya, sementara perutnya dibiarkan keroncongan. Toh melihat Cyara rasanya dia sudah kenyang.
De bangkit dari sofa dan meraih gagang telepon. Dia menghubungi pihak kebersihan untuk mengambilkan seragam baru sekaligus mengajarkan Cyara bersih-bersih.
Setidaknya De bisa membuat gadis itu berguna di sini. Baru saja De selesai bicara dengan Candra. Pria itu langsung dibuat tersentak saat mendengar Cyara bersendawa.
Kucing Dekil ini benar-benar menjijikan, pikir De. Dia menatap Cyara yang mengelus perutnya, seperti seseorang yang kekenyangan.
De menahan nafas. “Heh, Kucing Dekil!” panggilnya sembarangan, membuat bibir Cyara mengerucut lucu. Dia mengambil tisu untuk mengelap bibirnya yang kecil.
“Aku Cia, Om. Bukan Kucing Dekil,” tegas Cyara. Namun, De tampak tak peduli, ia mendengus kasar. Lalu melangkah ke arah Cyara.
“I don’t care, sekarang kamu harus patuh padaku, karena kalau tidak, aku tidak akan memberimu makan.”
“Tapi bukankah orang yang baru bertemu itu harus kenalan? Kata Daddy, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, emangnya Om nggak terpesona apa sama kecantikan Cia? Cia itu gadis yang manis lho sebenarnya.” Cyara tersenyum penuh percaya diri sambil menatap wajah De yang sudah gelagapan.
Lalu mata gadis itu beralih pada papan nama yang berada di meja De.
Dr. Derick Mojave Tanson.
Cyara mengernyitkan dahi setelah mengeja nama panjang De. “Kok nama Om Dokter agak aneh yah?” tanyanya, membuat De seketika naik pitam. Habis sudah kesabarannya menghadapi bocah lusuh ini.
“Apa maksudmu? Kamu mau melecehkan namaku?” sentak De dengan bola matanya yang menatap nyalang.
Cyara langsung berjengit, dengan bahu yang naik. “Buk-bukan begitu, Om.” Jawabnya terbata.
“Lalu apa? Memang namamu sudah sebagus apa? Penampilanmu saja dekil begini.”
Cyara sedikit menyipitkan mata. “Om bertanya seperti itu karena ingin berkenalan denganku yah? Namaku sebenarnya-“
“CIAAAAAA!!!” teriak De dengan suara yang begitu menggema.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
komalia komalia
nama nya turunan ulah cia jadi ya begutu lah
2024-11-06
0
Trisna
De be like : mau kasar tapi dia cewek😒🙄😠😡
2024-10-21
0
Ney Maniez
🤦🏻♀️🤦🏻♀️
2024-04-07
0