Pagi harinya, Riana—ibu tiri Cyara terlihat gundah di depan ruangan suaminya. Dia menunggu kedatangan Clarissa, sang putri yang berjanji akan datang untuk menjenguk Andrew. Semalaman dia menunggu Andrew, sementara sang anak pulang ke rumah.
Clarissa berjalan tergesa-gesa di lorong ruangan ayahnya. Bahkan dia sedikit berlari saat melihat Riana yang duduk dengan wajah gelisah.
"Bunda," panggil Clarissa membuat Riana yang kerap dipanggil bunda Anna oleh Cyara, bangkit dan langsung memeluk tubuh sang anak.
"Bagaimana, Ra?" tanyanya, sebab dari semalam Clarissa mengabarkan bahwa anak tirinya belum juga pulang ke rumah.
"Cia benar-benar tidak pulang, Bun. Setelah kuliah dia tidak terlihat sedikitpun. Aku sempat bertanya pada Jessie, tapi Jessie benar-benar tidak melihat Cia pergi. Aku tidak tahu dia ke mana," jawab Clarissa apa adanya.
Dia yang tidak tahu bahwa Cyara telah diculik oleh orang suruhan pamannya, hanya bisa menduga-duga ke mana adik tirinya itu pergi. Sampai dia bertanya pada Jessie—teman Cyara sekaligus tetangga mereka, gadis itu pun tidak tahu menahu. Cyara seperti ditelan bumi dalam waktu yang sangat singkat.
"Ponsel dan semua barang-barangnya bagaimana?"
Clarissa menggeleng samar dengan bola mata yang sudah berkaca-kaca. Walaupun dia dan Cyara saudara tiri, tetapi dia sangat menyayangi Cyara seperti adiknya sendiri. "Tasnya tertinggal di loker, Bun. Cia tidak membawa apa-apa."
"Astaga, di mana kamu, Nak?" Tubuh Riana merosot, cobaan sepertinya suka sekali dengan keluarga mereka. Di saat Andrew koma, Cyara malah menghilang begitu saja.
Riana terduduk lemas di atas kursi besi, sementara Clarissa terus memegangi lengan ibunya, agar wanita paruh baya itu tidak sampai ambruk ke lantai.
"Bun, apa jangan-jangan Cia diculik yah?" tebak Clarissa, membuat bola mata Riana terbelalak lebar. Dia menatap wajah putrinya dengan kening yang berlipat-lipat.
"Diculik?" Beo wanita paruh baya itu dengan bibir yang bergetar. Sementara dia sudah menangis sambil memegangi dadanya.
"Ada kemungkinan, Bun. Cia tidak mungkin tidak pulang di saat Daddy sakit seperti ini. Kita tahu Cia sangat menyayangi Daddy," jelas Clarissa sesuai fakta yang ada. Sungguh dia tahu bagaimana kedekatan antara Andrew dan Cyara.
Namun, pria paruh baya itu tidak pernah membeda-bedakan antara dirinya dan sang adik. Andrew selalu bersikap adil, membuat dia tidak memiliki alasan untuk tidak menyayangi keluarga barunya itu.
Riana mengangguk setuju dengan penuturan Clarissa. Akhirnya mereka saling berpelukan dan menumpahkan air mata. Berharap di luar sana Cyara baik-baik saja. Dan ada orang yang menolongnya.
***
Pukul setengah delapan pagi, De baru saja sampai di rumah sakit. Dia melangkah dengan penuh wibawa, dan senantiasa memperlihatkan wajahnya yang jarang sekali menampakkan senyum.
Berbeda sekali dengan profesinya yang melayani masyarakat. Biasanya seorang dokter akan disegani para pasien karena sikap ramahnya. Namun, berbeda dengan De yang selalu menunjukkan wajah serius di setiap keadaan.
"Pagi, Dok," sapa para suster cantik yang menganggumi ketampanan De. Mereka merasa senang melakukan itu, meski De hanya berhem ria untuk menjawab sapaan mereka. Bagi mereka itulah daya tarik yang dokter muda itu punya.
De hendak berjalan ke arah ruangannya. Namun, samar-samar dia melihat seseorang berbaju lusuh duduk tertidur di kursi tunggu. Ya, itu adalah Cyara. Semalaman dia tidur di sana, sebab tidak mau tertangkap oleh Austin.
Dia?
De terpaku sejenak, dia kembali menatap Cyara yang menggeliat kecil. Tak ingin membuang energinya yang baru saja terkumpul, De kembali melanjutkan langkah. Terserahlah, mau pergi atau tidak, De tidak mau lagi bicara dengan gadis itu.
Yang ada semua orang akan curiga, kalau dia memiliki hubungan dengan Cyara. Sebab pada saat gadis itu keluar dari ruangannya, ada beberapa perawat yang melihat dan menatap dengan penuh curiga.
"Sial, kenapa hidupku jadi tidak tenang begini?" gumam De setelah duduk di kursi kebesarannya. Keberadaan Cyara benar-benar mengganggu, tetapi gadis itu benar-benar keras kepala, sudah diusir tetapi tetap saja tak mau pergi dari rumah sakitnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Ney Maniez
orng mah ksh solusi,,, kasian
2024-04-07
3
Dyah Shinta
sudah lapor polisi?
belum 24 jam?
2023-05-14
1
Alexandra Juliana
Alhamdulillah ibu sambung dan kakak tiri Cia org² baik...smg seterusnya begitu
2023-03-27
2