Cyara tersadar saat tubuhnya disiram dengan air dingin oleh kedua orang suruhan Austin. Bola mata cantik itu mengerjap dengan rasa pusing yang mendera. Pelan-pelan Cyara menatap sekeliling, ruangan temaram itu kini berubah menjadi terang.
Namun, sungguh tidak mengurangi tingkat keseramannya. Tubuh Cyara terasa dingin, sebab bajunya basah kuyup dan juga tidak ada alas apapun di sana. Semuanya terasa sunyi dan hampa. Hingga Cyara kembali menangis karena merasa ketakutan.
Gadis cantik itu meringkuk dengan kepala yang menunduk, meratapi nasib buruknya karena harus memiliki paman seperti Austin. Pria paling keji yang pernah dia temui.
"Tuhan, ambil aku saja. Bawa aku kepada Mommy," lirihnya dengan tarikan nafas yang tercekak di tengah tenggorokan. Dia ingin menangis lepas, tetapi rasanya tak bisa.
Bahu gadis itu naik turun, dia tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Bagi Cyara semua ini adalah hal yang paling mengejutkan. Terlebih si pelaku adalah orang terdekatnya—ya Austin adalah adik Andrew—paman Cyara.
Suara tangis Cyara terasa begitu mengganggu. Namun, dia tidak peduli meski dua algojo itu melemparinya dengan benda-benda yang ada di sekitar. Gadis itu hanya bisa melampiaskan semuanya dengan menangis karena otaknya belum bisa diajak berpikir dengan jernih.
"Diam!" bentak salah satu dari mereka. "Bos akan datang ke mari, kamu jangan menangis terus seperti itu. Berisik tahu!" Sambungnya dengan bentakan yang tak habis-habis.
Tubuh Cyara gemetar, ia beringsut mundur semakin merasa ketakutan. Tangisnya tertahan dengan bibir yang mengatup rapat, sementara air matanya terus terjatuh, begitu lancang menyambangi pipi mulusnya.
Dan seperti ucapan pria itu. Suara gesekan antara sepatu pantofel dan juga lantai terdengar begitu nyaring. Membuat jantung Cyara tiba-tiba berdetak dengan kencang, ia mulai waspada dengan mata yang terus menatap ke arah pintu.
Semoga Paman berbaik hati dan ingin melepaskanku. Batin Cyara penuh harap, kakinya yang telanjang terus mengerut dan menancap di lantai dengan gemetar yang tidak biasa.
Hingga akhirnya munculah satu wajah dari balik dinding kokoh itu. Wajah yang terlihat cukup mirip dengan sang ayah, tetapi berhati iblis. Sumpah demi apapun, Cyara ingin mencakar wajah Austin yang tengah menyeringai, mengejek dirinya.
"Halo keponakanku yang cantik," sapa Austin sambil melangkah pelan ke arah Cyara yang sudah ketakutan. Gadis itu menggigit bibir bawahnya secara reflek, dalam hati dia mempersiapkan diri, ingin memohon pada Austin agar ia dilepaskan.
Namun, entah kenapa lidahnya kelu, seolah tak bisa diajak untuk bicara. Cyara hanya bisa menelan ludahnya susah payah dengan keringat dingin yang mengucur deras di area dahi dan juga telapak tangannya.
Jantung Cyara mencelos saat tiba-tiba Austin sudah berada tepat di depannya dan mencengkram kuat dagu Cyara. Gadis itu mendongak dengan bibir yang bergetar, menatap Austin yang sudah seperti iblis jahanam.
"Kenapa menangis gadis cantik? Kamu tidak usah takut, sebentar lagi aku akan melepaskanmu," ucap Austin dengan tersenyum smirk. Dia menatap wajah Cyara yang dipenuhi air mata, tetapi tak dipungkiri gadis itu tetap saja terlihat sangat cantik di matanya.
Cyara terisak kecil, entah kenapa perasaannya tidak enak, dia memiliki firasat bahwa Austin akan melakukan sesuatu padanya. "Lepaskan aku, Paman." Lirih gadis itu, nyaris tak terdengar di telinga Austin.
"Apa katamu? Kamu minta dilepaskan? Ya, aku pasti akan melepaskanmu. Tenang saja Cyara," ujar pria itu, satu tangannya kembali jatuh di wajah Cyara. Telunjuk Austin menjelajahi kening sempit gadis itu dan bermuara di bibir.
"Setelah aku menikmatimu, kamu akan mendapatkan kebebasan!" cetus Austin seraya menyentak dagu Cyara.
Gadis itu terbelalak dengan jantung yang seolah berhenti berdetak. Apa katanya? Austin ingin menikmatinya? Tidak, dia bukan gadis bodoh yang tidak mengerti kalimat ambigu itu. Cyara tidak mau!
"Lepaskan aku Pria Iblis!" jerit Cyara dengan derai air mata. Sementara dalam hati dia bersumpah, bahwa Austin tidak akan pernah mendapatkan semuanya.
Dia harus kabur, atau memilih mati saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Trisna
paman seperti austin harus di musnahkan
2024-10-21
0
Ney Maniez🍒⃞⃟🦅
😡😡
2024-04-06
0
LENY
WAH INI AUSTIN BUKAN MANUSIA BENAR2 IBLIS MAU MENODAI KEPONAKAN KANDUNG MEREBUT HARTANYA DAN COBA MEMBUNUH KAKAKNYA IBLIS
2024-03-31
0