Saat itu, De mengendarai mobilnya untuk pulang ke mansion keluarga Tan. Setelah berhasil mengusir Cyara dari ruangannya. Dia mencoba untuk mengusir rasa yang terus mengusik hatinya, dia buang jauh-jauh pikiran tentang gadis bernama Cyara.
Meski dia sedikit merasa bersalah, tetapi dia tidak mau menjadi pria yang lemah dengan keputusannya. Dia tidak mau lagi berurusan dengan gadis berpenampilan berantakan itu. Yang ada dia akan terus-menerus sakit kepala.
Mobil yang dikendarai oleh De melewati pintu utama rumah sakit menuju gerbang. Mata pria itu tak sengaja melirik ke arah kiri, dan saat itu juga jantung De langsung berdentum dengan keras, saat melihat tubuh Cyara yang meringkuk di sudut rumah sakit.
Cyara menenggelamkan wajahnya pada kaki yang dia tekuk, dan memeluk lututnya untuk mengusir rasa dingin. Sejurus dengan itu, mobil De berhenti tak jauh dari lokasi Cyara mengistirahatkan tubuhnya.
Pria itu menyipit, memastikan bahwa seseorang itu adalah Cyara. Semakin dilihat dengan seksama, tubuh mungil Cyara dan baju yang gadis itu kenakan terlihat dengan jelas.
De menautkan kedua alis dengan gelengan di kepala. "Apa gadis itu tidak mengerti bahasa manusia?"
Pria bermata tajam itu menghela nafas panjang. Dan akhirnya kembali menyalakan mesin, mencoba untuk tidak peduli pada Cyara. Dia ingin mengabaikan gadis itu dengan pulang dan segera beristirahat. Namun, sayang rasa yang mengusik dada De malah membuatnya tak bisa tinggal diam.
De berdecak keras, lalu membuka pintu dengan keras pula. Dia segera melangkah ke arah Cyara dengan kaki lebar. Jantungnya semakin berdebar kencang saat tubuhnya sudah semakin dekat dengan Cyara.
"Tidak bisa dibiarkan, yang ada dia akan terus menggangguku! Pintar sekali otak liciknya, dia pikir aku akan kasihan?"
Nafas De terdengar memburu, menggebu bersama semangatnya untuk menyingkirkan Cyara dari rumah sakit miliknya. Kalau gadis itu terus berada di sini, yang ada akan mengganggu aktivitas semua orang. Karena Cyara pasti cari perhatian.
De memejamkan matanya sejenak hingga sebuah gerakan cepat membuat tangannya terulur dengan telapak yang terbuka. Dia hendak membangunkan Cyara.
Namun, belum sempat De melakukannya, Cyara yang merasakan kehadiran pria itu sudah membuka kedua matanya. Gadis itu tidak menyangka, bahwa De akan kembali dan menawarkan diri untuk menolongnya.
Bibir Cyara kembali bergetar dengan senyum tulus yang terukir begitu saja. "Om?" Panggil gadis itu, membuat De menelan salivanya.
"Om datang untuk menolongku?" tanya Cyara sambil terus menatap wajah tampan De.
Seketika kening De mengernyit. Hah, percaya diri sekali gadis ini. Siapa yang mau menolongnya? Hei, dia saja belum bisa percaya bahwa Cyara adalah gadis baik-baik. Lalu untuk apa dia menolong gadis itu dengan cuma-cuma?
Cyara hendak meraih telapak tangan De, tetapi pria itu justru menariknya kembali dengan cepat. Dia mengatupkan bibir dengan mata yang menyalak tajam. "Siapa yang bilang ingin menolongmu?" Cetus De, membuat Cyara berjengit. Setiap De bicara, jantungnya seperti ingin copot, karena De selalu bicara dengan sangat keras.
"Om, datang ke mari karena ingin menolong Cia, 'kan?"
Gadis itu mencoba berdiri dan menatap De dengan menengadah. Sebab tinggi gadis itu tak seberapa. De sampai harus terus melihat ke bawah saat berbicara dengan Cyara.
"Percaya diri sekali kamu! Aku ke mari, karena ingin bilang, aku sudah mengusirmu, itu artinya pergilah sejauh mungkin dari rumah sakit ini! Apa kamu tidak mengerti dengan ucapanku, Kucing Dekil?!"
De menatap sinis, sudah dipastikan Cyara memiliki sekutu untuk mengelabuhinya. Jangan sampai dia dikira seorang penculik anak, lalu dimintai tebusan gara-gara menolong Cyara. Sebab sedang marak kasus seperti itu di ibu kota, dia tidak mau menjadi salah satu korbannya.
"Tapi, Om. Cia cuma numpang tidur di sini, Cia tidak tahu harus ke mana," ucap Cyara memelas lagi. Hanya itu yang bisa dia lakukan. Karena dia tidak tahu harus bagaimana.
De menahan gemetar di dadanya dengan menarik nafas dalam-dalam. Dia kembali mata Cyara. Entah kenapa sulit sekali dia mempercayai seseorang. "Kamu bilang kamu punya Daddy dan seorang Paman, kenapa kamu tidak menghubungi mereka saja? Atau temanmu, kamu pasti punya teman 'kan?"
"Tapi masalahnya—"
"Masalahnya itu di kamu, kamu terlalu banyak alasan! Karena kamu penipu!" tuding De dengan suara yang menggebu-gebu.
"Cia bukan penipu, Om."
"Lalu apa? Alasan apa lagi yang ingin kamu pakai? Sekali lagi, aku minta. Selagi aku masih bersikap baik padamu, tolong tinggalkan tempat ini. Jangan sampai membuat nama baikku tercemar, hanya gara-gara kamu!" cetus De dengan mimik wajah serius. Tidak ada nada bercanda di sana, Cyara bisa merasakan bahwa De memang tidak menginginkan dirinya.
Namun, apa salah? Jika dia tidak mau mendengarkan pria yang membalik badan dan meninggalkannya begitu saja. Ya, De kembali melangkah ke arah mobilnya, meninggalkan Cyara yang terus menatap nanar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Hariyanti
kenapa sih ga kasih Cia kesempatan untuk cerita. malah bikin kesimpulan sendiri..... nyebelin banget
2025-02-24
0
aphrodite
jahat banget..dokter kok gak punya hati
2024-10-11
0
Yus Nita
somvong sekali diri mu kang De, tanpa mau berbelas kasih sedikit pun terlalu egois dengan penilaian mu
2024-06-05
2