Edi mengayuh sepeda milik Bayu. Ketika sampai di rumah Bayu.
"Assalam mu'alaikum... Bu...Bu Bayu..." ucap Edi agak nyaring.
Lalu Hana membuka pintu.
"Wa'laikum salam....Ooh... Nak Edi.. Ada apa?
Hana melihat sepeda Bayu,tapi tak melihat Bayu,sebab tadi ia melihat Bayu memgambil sepedanya lalu pergi.
"Bayu mana?" ucap Hana.
"Bayu di bawa ke kantor polisi bu.. " ucap Edi.
"APAAAAA......" ucap Hana terkejut dan shochk.
"Apa yang di lakukan oleh Bayu sehingga polisi membawanya?" ucap Hana cemas.
"Kata polisi hanya sebagai saksi jika mbak Wati mempunyai hutang pada Pak Warso..Karena suami tetangga mbak Wati tewas dibunuh oleh istrinya di rumah mbak Wati. Begitu buu.." ucap Edi.
Hana yang mendengar berita itu lantas tidak cemas dan panik. Ia hanya bisa menunggu,tak berani keluar malam - malam bila tidak terlalu gawat darurat. Hana yakin bahwa Bayu akan pulang kerumah.
----****----
Di kantor polisi.
Bayu duduk di ruangan bersama 2 orang polisi.
"Apakah saudara Bayu mengetahui bila saudari Wati memiliki hutang?" ucap Polisi 1 yang berdiri,sedang polisi satunya duduk di hadapan mesin ketik.
"Aku mau choki - choki" ucap Bayu.
Jleek...Jlek...Jlek... Polisi 2 berhenti mengetik,karena jawaban Bayu tak sesuai dengan pertanyaan.
"Jawab yang benar..." ucap Polisi 1.
"Ogaaah... Kalau tak ada choki - choki aku gak mau jawab.." ucap Bayu.
"Kalau tak bisa di ajak kerja sama,maka saudara bayu bisa di penjara" ucap polisi 1.
"Bila aku di penjara,maka bapak dan rumah bapak akan di bakar oleh warga desa karena memenjarakan aku yang bersalah." ucap Bayu.
"Anda mengancam?" ucap polisi 1 nampak menahan amarah.
"Tidak... Ngapain aku ngancam. Kalau tidak mau belikan maka aku pergi." ucap Bayu.
Polisi 1 hendak bicara tiba - tiba ada suara keributan di luar.
Lalu polisi 1 itu keluar ruangan untuk melihat.
5 menit kemudian polisi 1 itu kembali dengan wajah tegang.
"Tunggu... Aku akan membelikanmu choki - choki..." ucap polisi 1.
"Jangan lupa teh kotak..." ucap Bayu.
"Iya...." ucap Polisi 1.
Polisi 2 penasaran dengan temannya itu,.
"Jangan keluar dari ruangan ini,aku mau ke kamar mandi "ucap polisi 2.
Bayu tak menjawab .
,"Jancook... Ini yang ke dua kali aku ke kantor polisi di tanyain... Ya aku gak mau jawab,lha wong aku gak salah kok" ucap Bayu dalam hati.
Setelah beberapa menit,polisi 2 datang.
"Gilaaa ne pemuda.
"Ucapannya tadi terbukti...Warga Sidodadi pada ngumpul di depan..." ucap Polisi 2 dalam hati.
Lalu polisi 1 datang dengan membawa Choki - choki 1 kotak dan 1 teh kotak.
"Nah gitu donk... Masa tamu gak di suguhi minuman.Nunggu tamunya yang minta..." ucap Bayu sambil memasukkan sedotan ke teh kotak. Setelah itu memakan choki - choki.
"Waaassuu ini orang.... Dukun kayaknya... " ucap Polisi dalam hati.
"Apakah bisa di mulai.." ucap Polisi 1
"Monggooo...." ucap Bayu.
"Apakah saudara Bayu kenal dengan Pak Warso dan Bu Wati?" ucap Polisi 1.
"Kenal..." ucap Bayu.
Jlek...Jlek....Jlek....Jlek.... Suara mesin ketik.
"Apakah saudara Bayu tahu bahwa bu wati punya hutang kepada Bu Wati?" ucap Polisi 2.
Bayu teringat,bahwa Pak Warso ada bilang Wati punya hutang,tapi saat di mobil polisi.
"Apa ini buat alasan ya untuk menemui Wati?" ucap Bayu dalam hati.
"Dulu seh iya,gak tahu sudah lunas apa belum..Soalnya bukan urusanku..." ucap Bayu sambil memakan choki - choki.
Beberapa pertanyaan di tanyakan oleh polisi tersebut.
Tak terasa Bayu selesai menjawab pertanyaan.
"Apa aku boleh pulang?" ucap Bayu.
"Iya boleh..." ucap polisi 2.
"Aku gak di antar pulang? " ucap Bayu.
"Tidak...." ucap Polisi 2.
"Polisi payahhh... Mau jemput,tapi gak mau ngantarin... Semoga saja jika kalian mati gak ada yang ngatarin ke kuburan terakhir kalian.." ucap Bayu dongkol. Sebab sebelumnya ia pernah mengalamin,saat selesai memverikan keterangan ,Bayu tidak di antar pulang oleh polisi.
"Apa kamu bilang ?" ucap Polisi 1.
Bayu diam tak menjawab,ia mengambil sisa choki - choki yang ada di kotak.Lalu berjalan keluar.
"Ciihh.... Kirain mau mukul,kalau mukul akan aku balas hingga gak bisa jalan...." ucap Bayu dalam hati.
Nampak Pak Warso dan Wati berada di lorong,kemudian menghampiri Bayu.
"Gimana Bay...?" ucap pak Warso.
"Beres pak.... " ucap Bayu.
"Yo Wes.... Besok kerumahku yoo..." ucap Pak Warso.
Mereka pun keluar kantor polisi.
Nampak beberapa warga berkumpul di teras.
"Alhamdulilah kamu gakpapa Yu...Bayu .." ucap seorang pria setengah baya.
"Injih Pak lurah... Aku gak ada salah kok" ucap Bayu yang mengenal pria tersebut.
"Jika kamu di penjara,maka aku dan yang lainnya akan protes,bila perlu aku akan bawa banyak massa kemari.." ucap pria itu lagi.
Nampak seorang pria mengawasi Bayu dari kejauhan.
Kemudian Bayu naik truk bersama warga desa.
Pria yang mengawasi Bayu,mengeluarkan HP lalu menghubungi seseorang.
---***----
Bayu sudah di depan rumah.
"Matur suwun pak...." ucap Bayu.
"Yoo Le....." ucap beberapa orang yang naik truk.
Hana membuka pintu rumah karena mendengar suara truck di depan.
"Assalam mu'alaikum....." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam " ucap Hana sambil berlari . Kemudian memeluk Bayu.
Lalu mereka masuk kedalam rumah.
Bayu menceritakan kejadian di kantor polisi.
Tak ada yang di tutup - tutupi.
Lalu Bayu masuk kedalam kamar tidur.
Bayu melihat foto Khalisa dan dirinya terpajang di meja belajar saat mereka berlibur di pantai.
"Hai Put... Aku tadi habis dari kantor polisi..." ucap Bayu.
Bayu berbicara ke foto,seolah - olah ia berbicara pada Khalisa.
Setelah itu Bayu tidur karena mengantuk.
----***----
Pagi jam 3.50.
Bayu terbangun,Bayu melakukan kegiatan yang seperti biasa ia lakukan.
Liburan sekolah Bayu isi dengan bermain bersama teman - temannya,kadang membantu tetangga yang sedang mengadakan acara hajatan.
Liburan sekolah telah usai.
Bayu seperti biasa mengayuh sepedanya ke sekolah. Ia kini tak lagi membonceng Khalisa.
Bayu merasa kehilangan separuh hidupnya,karena tak lagi bersama dengan Khalisa. Ia berusaha tegar menghadapi ujian hidupnya.
Setelah sampai di sekolah,Bayu melihat kursi di sampingnya. Bayu merasakan Khalisa masih duduk di samping.
Bimo dan Lukman datang,lalu duduk di kursi.Mereka melihat Bayu pandangannya kosong,ia tak melihat ke arah temannya saat duduk,karena Bayu melihat ke samping terus. Bimo hendak menegur mengurungkan niatnya,begitu pula Lukman.
Saat pelajaran berlangsung. Bayu sering melamun.
Di depan kelas seorang guru menerangkan bagian organ tubuh manusia beserta fungsinya pada sebuah patung.
Namun saat guru itu melihat ke arah Bayu,Bayu tak melihat ke arahnya yang menerangkan
"Bayuuu......Maju kedepan" ucap guru Biologi yang seorang ibu - ibu.
Bayu tak merespon,meskipun pandangannya kedepan,tak melihat guru yang mengajar.
Bimo dan Lukman menoleh kebelakang.
Lukman menyentuh tangan Bayu.
"Bay....Di panggil bu Kartika itu loh..." ucap Lukman.
"EH....!!!??? Bayu terkejut.
"Apa Man...?" ucap Bayu.
"Bayu... Maju kedepan..." ucap bu Kartika.
Bayu berdiri lalu maju kedepan kelas.
"Coba kamu jelaskan nama organ tubuh manusia dan fungsinya..." ucap bu Kartika.
Bayu kemudian berdiri di samping patung,lalu menunjuk organ tubuh manusia.
"Ini Jantung,fungsinya memompa darah ke seluruh tubuh...
"Ini Paru - paru fungsinya untuk bernafas...
"Ini Hati,fungsinya menjaga hatiku dan perasaanku yang kamu tinggalkan.." ucap Bayu.
Seketika seluruh murid di dalam kelas tertawa,kecuali Bimo dan Lukman.
Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....Ha....Ha....
Bu Kartika menggeleng - geleng kepala.
"Dah duduk kembali sana...." ucap bu Kartika.
Bayu berjalan ke tempat duduknya.
Tak terasa bel istirahat berbunyi.
"Yu... Ke kantin yuuk..." ucap Bimo.
"Kalian saja... Aku di dalam kelas..." ucap Bayu.
"Yo wes.... Kita ke kantin dulu..." ucap Bimo.
Bimo dan Lukman keluar kelas.
Bayu menatap lagi kursi di sampingnya. Ia melihat bayangan Khalisa memberikan teh Kotak dan 2 bungkus choki - choki pada dirinya.
Tangan Bayu ke depan. Tapi bayangan itu hilang.
"Jangkreeek.... Meskipun kamu meninggalkan aku,tapi bayanganmu masih di sini. " ucap Bayu dalam hati.
Bimo dan Lukman masuk ke dalam kelas,kemudian Bimo menyodorkan teh kotak,Lukman menyodorkan 4 bungkus choki - choki.
"Neh broo..." ucap Bimo dan Lukman.
Bayu menoleh ke arah Lukman dan Bimo.
Ia melihat teh kotak di tangan Bimo dan Choki - choki di tangan Lukman.
"He....He....He...He.....
"Kalian emang sahabat sejatiku..." ucap Bayu lalu mengambil teh kotak dan choki - choki.
"Tuh teh kotak harganya 200 ribu sudah sama ongkos antar..." ucap Bimo.
Uhuuuk....Uhuuuk....Uhuuuk... Bayu kesedakan.
"Jancoook......." umpat Bayu.
"Hahahahahahahaha......Bimo tertawa.
"Terus ini choki - choki harganya berapa?" ucap Bayu.
"Murah aja Bay.... 1juta perbungkusnya... Soalnya aku beli di Irak sana..." ucap Lukman.
"Waaaassssuuuuu...." umpat Bayu.
Bayu tahu itu hanya bercanda untuk menghibur dirinya yang sedang sedih.
Tak terasa jam istirahat sudah selesai.
Guru matematika datang.
Bayu tak lagi melamun,ia melihat guru menerangkan di papan tulis.
Hari hari berlalu,Bayu sudah bersikap normal seperti biasa. Bayu keluar kelas bersama Bimo dan Lukman saat jam istirahat.
Begitu tiba hari kamis menjelang malam jum'at Kliwon. Badan Bayu lemas,ia hanya bisa berbaring saja,karena malas bergerak.
Nampak Bayu sedang menonton acara di tivi.
Mata Bayu berubah - ubah warnanya,Merah,lalu biru,lalu hitam,lalu ke hijau.
Hana dengan telaten merawat Bayu saat malam jum'at kliwon. Apa yang di minta oleh Bayu pasti di turutin.
"Bu... Bayu pengen choki - choki nah bu..." ucap Bayu.
"Bentar... Ibu ambil dulu..." ucap Hana kemudian berjalan ke arah warung.
"Sama teh kotak bu..." ucap Bayu.
"Iya nak...." ucap Hana.
Tak lama kemudian Hana datang membawa choki - choki dan teh kotak.
"Terima kasih bu... " ucap Bayu.
Bayu menyobek ujung bungkus choki - choki. Lalu menekan bungkus tersebut.
Marilah seluruh rakyat Indonesia 🎶
Arahkan pandanganmu ke depan🎶
Raihlah mimpimu bagi nusa bangsa🎶
Satukan tekadmu 'tuk masa depan🎶
Tak lama kemudian setelah lagu di iklan di tv selesai,muncul breaking news.
"Selamat malam pemirsa. Saya Khaterina membawakan sebuah Berita duka yang datangnya dari keluarga Mahendra . Pemimpin perusahaan Mahendra company yang bernama Khushandani Yudistira Mahendra yang berusia 125 tahun telah menghembuskan nafas terakhir saat di rawat di rumah sakit Bhayangkara.
Nampak gambar pemandangan di sebuah rumah sakit. Lalu muncul Pria Dewasa yang nampak berwibawa memakai Jas .
Hana tekejut melihat pria tersebut.Lalu Hana memindah channel siaran tv tersebut.
"Bu... Jangan di pindah...
"Bayu nonton Film Jet Li buu...." ucap Bayu.
"Bentar nak...Ibu lihat film kesukaan ibu. sebentaaaar aja..." ucap Hana alasan.
Aaarrrgghhh..... Jiwa di dalam Bayu berontak. Dirinya hendak marah karena terusik. Karena malam ini bertepatan hari lahirnya Bayu.
Berhubung badan Bayu lemas,ia pun tak bisa berbuat apa - apa.Jika badannya fit maka kekuatan yang ada di dalam diri Bayu akan menguasai diri Bayu,lalu menghajar Hana.Mata Bayu berubah merah pekat seluruhnya. Nafasnya terasa berat.
Tak lama kemudian,Hana memindah lagi channel tv ke semula.
Setelah Bayu melihat Film kesukaan telah main kembali,jiwa Bayu kembali tenang.
Mata Bayu kembali normal,kadang berubah - ubah warnanya. Nafasnya kembali teratur.
"Sial....Gara - gara berita itu,kekuatan di dalam Bayu berusaha menguasai dirinya,untung saja ini hari lahirnya dia..." ucap Hana dalam hati saat mengetahui mata Bayu berwarna merah pekat.
Hana pergi meninggalkan Bayu yang sendirian menonton telivisi.
Begitu Film itu telah selesai,Bayu mematikan tivinya lalu berdiri sekuat tenaga. Lalu berjalan pelan ke arah kamarnya,tak lupa mematikan lampu.
"Kenapa tiap malam jum'at Kliwon badanku lemas dan aku gampang emosi..." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan.
Begitu sampai di tempat tidur,Bayu memejamkan matanya.
Pagi jam 4.00 Bayu terbangun. Ia berjalan pelan keluar kamar untuk membangunkan ibunya.
Begitu melihat lampu ruangan menyala.
"Ooo... Ibu sudah bangun ta...Ya sudah..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu kemudian hendak berjalan ke dapur untuk minum,namun Hana menghampiri Bayu dengan membawa air putih,lalu Hana memberikan air tersebut.
Bayu meminumnya.
"Makasih ibuku sayang..." ucap Bayu.
"Iya anakku sayang...." ucap Hana.
Hana juga sama seperti Bayu,tapi itu dulu. setelah usia Hana 17 tahun. Hana tak lagi lemas setiap bulan,hanya pas ulang tahunnya saja ia lemas tak bertenaga.
Jam 6.20.
Lukman dan Bimo datang kerumah Bayu. Karena mereka tahu Bayu tidak akan masuk sekolah jika jum' at Kliwon.
"Assalam mu'alaikum....." suara Bimo dan Lukman.
"Wa'alaikum salam..." ucap Bayu dan Hana.
Hana berjalan ke luar rumah sambil membawa surat untuk dititipkan ke Bimo atau Lukman.
Setelah sampai di depan rumah.
"Maaf ya ibu merepotkan kalian..." ucap Hana sambil memberikan surat pada Lukman.
"Gak apa - apa bu.... Santai saja..." ucap Lukman.
"Ya sudah,kita berangkat sekolah dulu bu,takut telat..." ucap Bimo.
"Iya...." ucap Hana.
"Assalam mu'alaikum" ucap Bimo dan Lukman.
"Wa'alaikum salam...." ucap Hana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 410 Episodes
Comments
Harri Purnomo Servis Kamera
siapa itu pemimpin Mahendra company? apa hubungannya dengan bayu
2024-12-16
0
Elsan Nugraha
ane salah baca..awal bacanya menelan..wkwk
2024-05-05
0
Elsan Nugraha
waduh kocak bener bayu..bayu 🤣🤣
2024-05-05
0