Aku melihat ibuku sedang membuat minuman dingin untuk teman - temanku.
"Lisa tinggal dimana Nak? Kok ibu baru lihat dia?" ucap Hana.
"Di jalan Melati bu.." ucapku sambil mengambil pisau. Lalu berjalan ke depan rumah.
" Yu.. Duwe solasi opo ora? ucap Lukman. (Punya Lakban apa enggak)
"Punya... Bentar aku ambil" ucapku sambil berdiri.
Lalu Ibu datang membawa termos dan gelas plastik.
Aku berjalan ke dalam toko untuk mengambil Lakban.
"Nak... Ambilkan cemilan biskuit roma " ucap Hana.
"Iya bu..." ucapku.
Aku mengambil lakban,gunting,lalu mengambil biskuit Roma kelapa,tak lupa coki - coki jajanan kesukaanku. Kemudian aku berjalan menghampiri teman - temanku.
Nampak Bimo sedang memotong jerigen dengan pisau,Khalisa melipat kertas membentuk sebuah topi
"Punya bor gak Bay..." ucap Lukman.
"Gak punya... Adanya paku." ucapku sambil duduk,lalu membuka biskuit.
"Ya udah... Tapi kamu yang bolonginnya ya Bay..." ucap Lukman.
"Iyooo... Beresss..." ucapku sambil membuka coki - coki,lalu memakannya.
"Nyoh...Bolongin...Ingat..Jumlahnya 20 " ucap Lukman.
"Sendiko dawuh gusti prabu..." ucapku sambil mengambil jerigen yang sudah terpotong.
"Wan... Aku pinjam kamar mandinya dong.." ucap Khalisa.
"Ayooo..." ucapku.
Aku pun berdiri,lalu berjalan ke dalam rumah di ikuti Khalisa.
Khalisa melihat foto yang di pajang. Hanya ada Ibunya Bayu dan Bayu saja,sedangkan Ayahnya tidak ada.
"Ini kamar mandinya" ucapku sambil menunjuk pintu kamar mandi.
Khalisa masuk ke dalam kamar mandi. Aku pun pergi ke dapur.
Setelah sampai dapur,aku mencari kotak peralatan di bawah meja.
Setelah dapat aku membuka kotak peralatan,lalu mengambil paku dan tang.
Kemudian menyalakan kompor.
Paku aku jepit memggunakan tang,lalu aku bakar ujungnya yang tajam. Setelah warnanya merah,lalu aku bolongin jerigen tersebut hingga 20 lubang bagian bawah. Lalu 1 lubang kiri dan kanan untuk lubang tali.
Khalisa menghampiriku,karena letak kamar mandi dekat dengan dapur.
"Lagi apa Wan..?" ucap Khalisa.
"Lagi melukis " ucapku sambil membolongi jerigen.
""Oooo...Melukis....
"Apa yang kamu lukis?" ucap Khalisa.
"Bidadari cantik yang turun dari khayangan..." ucapku.
"Mana...Mana....Coba aku lihat.." ucap Khalisa.
"Neh di sampingku lukisannya" ucapku.
"Mana Awaan...Aku lihat gal ada lukisannya itu.." ucap Khalisa.
"Lukisannya juga bisa bicara..." ucapku.
"Maksudmu...?"ucap Khalisa.
"Bidadarinya memakai baju putih rok warna biru" ucapku.
"Jangkreek... Aku lubanginya berapa lubang ini..
"Gara - gara di ajak ngobrol jadi lupa.." ucapku dalam hati.
Lalu Bayu menghitung jumlah lubang di jerigen tersebut.
Muka Khalisa bersemu merah.
"Waaasssuuu... Malah 26 lubang.. Taeek...Taeekk..." ucapku dalam hati.
"Bentar aku ambil kertas lagi buat melukis,soalnya aku salah lukis,masa bidadarinya memakai kumis..." ucapku sambil mematikan kompor,lalu berjalan cepat ke samping rumah.
"AWAAAAAAAANNNNN......"Teriak Khalisa gemas lalu mengejar Bayu yang berjalan ke samping rumah.
Ketika Bayu hendak masuk kerumah lewat pintu samping,ia tak sengaja menabrak Khalisa yang berjalan cepat ke arahnya.
Bruuukk....
Khalisa hendak jatuh,dengan sigap Bayu menahan tubuh Khalisa.
Muka Khalisa dan Bayu hanya berjarak 10 cm.
Jantung Khalisa berdebar - debar. Karena ia baru pertama kali begitu dekat dengan cowok yang baru di kenalnya.
"BAYUUUU....SUDAH APA BELUM" teriak Bimo.
Bayu yang mendengar terikan temannya,kemudian cepat - cepat mendirikan Khalisa.
"Iyaaaa......" teriakku.
Aku pun berjalan ke dapur lagi untuk mengambil jerigen yang sudah aku bolongin.
Lalu di ikuti Khalisa di belakangku.
"Sory broo.... Aku tadi salah bolongin,yang ini jumlahnya 26 lubang.Neh potongkan lagi jerigennya." ucapku sambil menyodorkan jerigen yang masih utuh.
"Makanya,kalau kerja itu jangan melamun teruss..." ucap Bimo.
"Ya mangap ... Soalnya aku ke enakan masukin itu pakunya.." ucapku.
Bimo memotong jerigen tersebut,setelah di potong lalu di berikan pada Bayu.
"Neh...Jangan sampai salah lagi..." ucap Bimo.
"Sendiko dawuh gusti prabu Bimo.." ucapku.
Aku pun berdiri,lalu berjalan ke dapur.
Bimo meminum es di gelas.
Glek....Glek....Glek..Glek....
"Aaahh....Segaaarr... Cocok memang,udara panas minumnya yang dingin - dingin." ucap Bimo.
"Lisa..." ucap Lukman.
"Iya.." ucap Khalisa.
"Kamu baru aja tinggal di sini kah?" ucap Lukman.
"Baru 1 bulan,Ayahku di pindahkan di sini.
"Mau tak mau kami pun pindah.." ucap Khalisa.
"Ooo...Begitu...Tadi kenapa kamu teriak?" ucap Lukman.
"Hem...I...Itu si Awan ngerjain aku..." ucap Khalisa.
"Ya emang begitu orangnya,suka jahil.
"Tapi kalau gak ada dia,jadi sepii." ucap Lukman.
Lalu keadaan sepi tanpa obrolan,hanya kendaraan lewat saja yang terdengar. Kemudian Bayu muncul.
"Itu 20 apa lebih 20 Yu?" ucap Bimo sambil memakan biskuit.
"20 lah... " ucap Bayu.
Kemudian Lukman mengikat jerigen dengan tali ravia.
"Jadi mancing apa gak nanti sore..." ucap Bimo.
"Hem....Bentar aku tanya sama ibuku dulu.." ucap Bayu.
Lalu Bayu berjalan ke dalam rumah.
Nampak ibunya Bayu sedang memotong kain.
"Bu...Nanti sore Bayu mau mancing sama Bimo.." ucap Bayu.
"Ibu ada pesenan jahitan nak.. 2 hari harus selesai," ucap Hana.
"Ya udah..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke teras rumah.
"Tanggal ireng Bim..." ucap Bayu.
"Yaaaah....Gagal maning..
"Kapan bisa mancingnya?" ucap Bimo.
"3 hari lagi lah...Ibuku ada orderan." ucap Bayu.
"Yo wes... " ucap Bimo.
"Kenapa gak mancing di pancingan pak Broto aja.. Di situ nyata dapat banyak.." ucap Lukman.
"Endi duitte broo" ucap Bayu sambil menggerakkan tangannya meminta duit.
"Kalau itu aku gak bisa ngasih..." ucap Lukman.
"Nanti malam MU lawan Arsenal... Kamu pilih mana Bim" ucap Bayu.
"Aku pegang MU.." ucap Bimo.
"Piroan..?." ucap Bayu( Berapaan)
"Sepuluh ewu wae...Duitku sisa sedikit...
"Oh iya...Ne kembalian uangmu" ucap Bimo sambil menyerahkan kembalian.
Bayu menerima uang tersebut.
"NANTI MALAM JANGAN BERGADANG LAGI NAK..."teriak Hana.
"Iya bu.....
"Gak jadi kalau gitu broo" ucap Bayu.
"Xixixixixixi..... Khalisa tertawa cekikikan.
"Kalian dengar kuntil anak tertawa gak?" ucap Bayu.
"AWAAAAAAN......" teriak Khalisa. Lalu Khalisa menggelitiki Bayu.
"Ha....Ha....Ha...Ha...Geli tahu Wi...."ucap Bayu.
"Gitu seh ngatain aku kuntil anak,tadi punya kumis.." ucap Khalisa.
"Ya mangap Wi..." ucap Bayu.
"Nah...Selesai sudah tugas kita..." ucap Lukman.
"Bu... Beli Bu..." Suara ibu - ibu.
"Bentar...Ada yang beli..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke arah toko.
"Bay...Aku pulang dulu yaaa..." ucap Lukman agak nyaring.
"Aku juga pulang dulu Yu.." ucap Bimo agak nyaring.
"Iyaaa...." suara bayu dari dalam toko.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bimo.
"Wa'alaikum salam..." suara Bayu dan Hana.
Bimo dan Lukman membawa jerigen dan topi kertas. Lalu berjalan menuju sepedanya,kemudian meninggalkan rumah Bayu.
Bayu datang menghampiri Khalisa.
"Tiwi.. Yuk ku antar pulang..." ucap Bayu.
"Tiwi???" ucap Khalisa.
"Kan namamu Pertiwi,Jadi ku panggil Tiwi saja." ucap Bayu.
"Oh iya....Aku jalan kaki saja,nanti ibumu gak bolehin ngantar aku pulang.." ucap Khalisa.
"Bentar aku bilang ke ibuku dulu.." ucap Bayu.
Bayu masuk ke dalam rumah.
"Bu... Bayu mau mengantar Tiwi pulang,boleh gak?" ucap Bayu.
"Tiwi...Tiwi siapa Nak? " ucap Hana.
"Itu si Lisa bu... Nama akhirannya kan Pertiwi." ucap Bayu.
"Oooo... Begitu.. Iya boleh..Tapi habis itu langsung pulang ya nak." ucap Hana.
"Siap bu..." ucap Bayu.
Bayu menemui Khalisa di teras rumah.
"Wi.. Ibuku ngijinkan aku ngantarin kamu" ucap Bayu.
"Hem... Bisa gak manggil aku pakai Wi atau Tiwi.." ucap Khalisa.
"Ya udah,Cenil aja kalau gitu..." ucap Bayu.
"Iiiisshhhh.... Aku gak mau...
"Aku jalan kaki aja sudah..." ucap Khalisa.
"Iya.Iya...Aku akan memanggilmu Putri... Gimana?" ucap Bayu.
"Bentar... Aku salaman dulu sama ibumu Wan" ucap Khalisa.
Baru saja Khalisa berdiri,Hana muncul di pintu.
"Tante...Lisa pamit pulang.. " ucap Khalisa.Lalu salaman dan tak lupaencium tangan Hana.
"Iya... Jangan kapok maen kesni.. Jika Awan nakal,beri tahu tante.." ucap Hana.
"Siap tante.." ucap Khalisa.
Bejo membawa tas jerigen,lalu di cantolkan di stang sepeda.Kemudian menaiki sepedanya.
Khalisa datang sambil membawa topi kertas.
"Assalam mua'laikum tante..." ucap Khalisa.
"Wa'alaikum salam..." ucap Hana.
Bayu mulai mengayuh sepedanya.
"Wan...." ucap Khalisa.
"Iya Put..." ucap Bayu.
"Aku lihat foto yang di pajang,kok gak ada foto ayahmu?" ucap Khalisa.
"Ayahku sudah mati" ucap Bayu.
"Maaf...." ucap Khalisa.
"Ya gak apa - apa" ucap Bayu.
Mereka memasuki Jalan Melati.
"Besok jemputin aku ya..." ucap Khalisa.
"Hem... Oke..." ucap Bayu.
Bayu berhenti di depan rumah Khalisa.
"Aku langsung pulang ya put.." ucap Bayu.
"Iya Wan...Terima kasih ya Tas dan topinya.." ucap Khalisa.
"Iya...." ucap Bayu.
Khalisa masuk ke dalam rumah,lalu Bayu mengayuh sepedanya menuju rumahnya.
---***--
Bayu duduk membaca buku sambil menjaga toko,sedangkan ibunya sibuk menjahit.
"Beliii.....Suara gadis.
Bayu melihat Wiwik tetangganya yang masih mengenakan seragam SMA.
"Beli apa Mbak Wik..." ucap Bayu.
"Beli shampo Bay... Sampoku habis.." ucap Wiwik.
"Yang botol apa sashet?" ucap Bayu.
"Sashetan aja Bay 2 ribu..
"Oh iya... Tadi itu siapa yang kamu gonceng." ucap Wiwik.
"Teman sekolah mbak..." ucap Bayu sambil memotong shampo.
"Ooo....Kirain pacarmu..." ucap Wiwik.
Bejo memberikan shampo pada Wiwik,
Wiwik pun memberikan uangnya.
"Terima kasih ganteng... " ucap Wiwik.
"Sama - sama mbak cantik.." ucap Bayu.
Bayu kembali duduk,lalu melanjutkan membaca buku.
Tak terasa Malam pun tiba.
Ketika Jam 9.20,Bayu menutup toko.
Pintu toko masih menggunakan papan kayu.
Setelah selesai menutup toko,Bayu menyalakan telivisi.
Marilah seluruh rakyat Indonesia 🎶
Arahkan pandanganmu ke depan🎶
Raihlah mimpimu bagi nusa bangsa🎶
Satukan tekadmu 'tuk masa depan🎶
Lalu Bejo memindah Channel TV.
"Nak...Jam 11 langsung tidur ya.." ucap Hana yang tak jauh dari Bayu.
"Iya Bu..." ucap Bayu.
Karena siaran TV tak ada yang bagus menurut Bayu,Bayu pun mematikan TVnya. Lalu berjalan ke kamar mandi tuk gosok gigi,setelah itu ke kamar tidur.
---***----
Jam 4.30 Bayu membuka matanya. Lalu bangun,kemudian berjalan ke depan rumah.Ibunya lebih duluan bangun.
Bayu meregangkan tubuhnya.
Kretek...Kretek... Suara dari tubuh Bayu.
Kemudian Bayu berlari di jalanan.
"Bay......Suara memanggil Bayu dari arah pos Ronda.
Bayu datang menghampiri.
Rupanya yang memanggil adalah Rahmat seorang pemuda yang mendapat jatah meronda.
"Iyo kang...Ono opo?" ucap Bayu.
"Seminggu lagi aku akan pergi kekota,utangku ada berapa?" ucap Rahmat.
Rahmat ini sering meminjam duit ke Bayu,tapi ia selalu membayar jika memiliki uang,kadang Bayu tak mau menerimanya,karena nominalnya sedikit.
"Gak usah Kang... Aku ngasih buat sampeyan.." ucap Bayu.
"Yoo wes...Suwun yoo.." ucap Rahmat.
Bayu melanjutkan lari paginya. Bayu berlari mengitari Jalan di rumahnya secara berulang kali. Warga yang melihat Bayu berlari sudah terbiasa,bahkan merasa terbantu ,karena Maling tak berani masuk ke daerah pemukiman itu.
Pernah suatu ketika,Bayu mempergoki seorang pencuri,lalu Bayu berkelahi dengan pencuri tersebut.
Pencuri itu babak belur di hajar oleh Bayu,Bayu hanya menderita sedikit luka memar saja,sedangkan pencurinya di buat bonyok mukanya oleh Bayu.
Jam menunjukkan pukul 5.30. Bejo berlari kerumahnya dengan tubuh di penuhi keringat.
Bayu berdiam diri sejenak agar keringatnya berhenti keluar,setelah itu ia mandi,lalu memakai seragam sekolah kemudian mempersiapkan apa yang akan di bawa. Kemudian sarapan.
Jam 6.10 Bayu mulai bersiap berangkat sekolah,lalu menghampiri ibunya
"Bu...Bayu berangkat sekolah... Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu,lalu mencium tangan Hana
"Wa'alaikum salam ..
"Ini uang sangunya" ucap Hana.
Meskipun Bayu sering manjaga toko,dirinya tak berani memgambil uang tanpa sepengetahuan ibunya dari laci toko.Bayu selalu minta ijin bila ingin mengambil uang yang ada di dalam laci.
Bayu mengayuh sepedanya ke arah rumah Khalisa.
Begitu sudah sampai,nampal Khalisa sudah duduk di teras rumah bersama ibunya.
"Assalam mu'alaikum Bu.... Saya Bayu temannya Khalisa." ucap Bayu sopan.
"Wa'alaikum salam... Iya..Ibu sudah tahu,Putri memberi tahu ibu kemarin. Hati - hati di jalan ya Nak " ucap Ibunya Khalisa.
"Siap bu...." ucap Bayu.
Nampak Khalisa mencium tangan ibunya
kemudian naik di belakang Bayu,lalu Bayu mengayuh sepedanya.
"Aku sudah minta di belikan sepeda oleh ayahku,kata ayahku hari minggu baru bisa di belikan.." ucap Khalisa.
"Ooo..Begitu....
"Ku pikir kamu masih ngorok, gak tahunya sudah bangun. Tapi kenapa kemarin telat?" ucap Bayu heran.
"Hehehehe....Aku nonton bola,Jadi aku kesiangan," ucap Khalisa.
Bayu memgerem sepedanya.
"Haaaah.....Seriiiussss?" ucap Bayu.
"Iya... Aku serius... Tadi malam mau nonton lagi,tapi tivinya di bawa masuk ke kamar sama ibuku,jadi gak bisa nonton deh..." ucap Khalisa.
"Ha....Ha....Ha...Ha....Ha...Ha.... Bayu tertawa.
"Sebel Tahu...Padahal tim kesayanganku maen tadi malam,jadi gak bisa nonton aku.." ucap Khalisa.
Bayu mengayuh sepedanya lagi.
"
"Lah... Kalau aku mah beda,jika ibuku gak melarang,aku nonton sampai selesai,begitu di larang ya aku tidur..." ucap Bayu.
"Tadi malam menang gak ya MU lawan Arsenal.." ucap Khalisa.
"Nanti tanya aja ke Bimo. Biasanya dia nonton tuh," ucap Bayu.
"Pantesan kemarin ku lihat kamu menguap terus.." ucap Khalisa.
"Maklum...kurang tidur...
"Eh...Kalau kemerin kamu nonton,lalu kenapa kamu gak menguap seperti aku?" ucap Bayu.
"Aku makan cabe terus berlari ke lapangan.Untung satpamnya bukain pintu,karena aku murid baru. Katanya jika sudah berjalan seminggu,tidak ada lagi toleransi." ucap Khalisa.
"Gilaaa neh cewek....
"Aku di suruh makan cabe tanpa es teh,gak bakalan mau..." ucap Bayu dalam hati.
Mereka pun sudah tiba di sekolahan. Nampak beberapa siswa sudah ada yang datang.
2 orang berjalan ke arah Bayu,Bayu mengenal mereka.Mereka adalah Edi dan Toni. Mereka di kelas 3 dan tinggal di 1 Jalan yang sama.
"Bay... Tadi malam kamu nonton bola gak?" ucap Edi.
"Enggak kang... Ibuku melarangku" ucap Bayu.
Toni melihat terus ke arah Khalisa.
Khalisa menjadi risih karena di lihatin terus oleh Toni,lalu menempel ke Bayu. Tatapan Toni beralih ke Bayu,tak berani menatap ke khalisa lagi.
"Tanya si Bimo aja Kang...." ucap Bayu.
"Mana Bemonya...?" ucap Edi.
"Gak tahu... Aku belum ada lihat." ucap Bayu.
Lalu tiba - tiba datang Bimo bersama Lukman.
"Nah...Panjang umur... Bim...Siapa yang menang tadi malam?" ucap Edi.
"MU kang...." ucap Bimo.
"Yesssss..... Mana uang taruhanmu Ton..." ucap Edi.
Toni menyerahkan duitnya ke Edi.
"Kalian taruhan?" ucap Bimo.
"Yo'i...Makanya tadi aku tanya ke Bayu,hasil bola tadi malam,kan biasanya kalian sering taruhan..." ucap Edi.
Khalisa menarik tangan Bayu meninggalkan teman - temannya itu.
"Kamu sering taruhan ya Wan?" ucap Khalisa.
"Ya gak sering seh..Emang kenapa?" ucap Bayu.
"Ooo...Gakpapa. Cuman tanya saja.." ucap Khalisa.
Bimo dan Lukman nampak berlari mengejar Bayu dan Khalisa.
"Woiiii... Tunggu..." ucap Bimo agak nyaring.
Bayu dan Khalisa berhenti lalumenoleh ke belakang .
"Haah...Haaahh...Hah...Haahh...Suara nafas Bimo.
Lalu mereka berjalan ke kelas bersama - sama.
Teeeeett....Teeettt....Teeettt....Bel berbunyi.
Bayu dan teman - temannya sudah berada di dalam kelas.
Lalu Citra masuki kelas bersama 3 orang temannya. Nampak mereka memakai pita di kerah bajunya.
"Berdiri... Beri salam..." ucap Bayu.
"SELAMAT PAGI KAK......"ucap para siswa kelas 1C secara serempak.
"Pagi juga....
"Apakah kalian membawa apa yang aku minta.." ucap Citra.
"Bawaa Kak......" ucap para siswa.
"Sekarang pakai topinya,lalu letakkan tas jerigen di meja." ucap Citra.
Nampak semua siswa memakai topi,lalu menaruh tas jerigen di meja.
Citra dan ke tiga temannya memeriksa satu persatu tas jerigen.
"Ini kenapa lubangnya 35? " ucap salah satu teman Citra seorang pria pada siswi.
"Maaf Kak,Ayahku yang membuatkan tas jerigen itu" ucap Siswi tersebut.
"Maju ke depan kelas" ucap pria itu.
"Kemarin kakak suruh buat berapa lubang?" ucap Citra pada seorang siswa.
"25 Kak..." ucap Siswa tersebut.
"Bayu... Berapa lubang yang kakak suruh buat" ucap Citra.
"20 Kak..." ucap Bayu.
"Berdiri di depan kelas sana" ucap Citra.
Nampak 6 orang berdiri di depan kelas,karena salah melubangi jerigen,ada yang jumlahnya 20 tapi letak lubangnya sembarangan,di samping di bawah.
Lalu ke 6 orang itu di bawa keluar kelas oleh 1 pria.
"Okee... Sekarang Kak citra akan membagikan kertas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 410 Episodes
Comments
Harri Purnomo Servis Kamera
ok thor
2024-12-16
0
Karebet
👍👍👍
2023-08-19
0
Abisena
waaah saya pegang MU🤭
2023-07-11
0