Bejo berlari ke arah rumah pak Suroso.
Karena Bejo sering keluar masuk di tempat wisata air terjun,ia dengan mudah melewati medan jalan tersebut.
20 menit Bejo sudah sampai di rumah pak Suroso.
Tok....Tok....Tok...
"Permisi..." ucap Bejo.
Ia tak mengucapkan salam karena pak Suroso bukan seorang muslim.
Pintu terbuka.
"Eh... Bejo...
Seorang ibu - ibu yang muncul di balik pintu.
"Ono opo Jo?" ucap ibu tersebut.
"Nganu bulek... Bapak minta ayam jago yang cemani.." ucap Bejo.
"Apa ada yang gawat lee...?" ucap ibu tersebut.
"Injih bulek... Temanku di bawa ke alam ghaib..." ucap Bejo.
"Tunggu sebentar... Ibu ambilkan" ucap ibu tersebut.
5 menit kemudian.
Ibu tersebut datang dengan membawa 1 ekor ayam jantan Cemani.
Penampakan ayam Cemani.
"Iki Jo..." ucap ibu tersebut sambil menyerahkan ayam Cemani pada Bejo.
"Matur suwun bu...." ucap Bejo.
Bejo kemudian berlari ke arah air terjun Kedung Pedut sambil membawa ayam Cemani.
"Semoga saja bapakku bisa membawa kembali si Bayu..." ucap Bejo dalam hati sambil berlari.
----***---
Di alam ghaib.
Istana Kumala Sari.
Kamar sang Ratu.
Nampak Kumala Sari melepaskan pakaian atasnya,lalu ia memegang ke dua tangan Bayu,kemudian di letakkan di gunungnya.
Bayu menurut saja,karena ia masih linglung.
"Ayo sayang... Nikmatilah..." ucap Kumala Sari.
Bayu memainkan tangannya.
"Kenapa tanganku bergerak sendiri ya?" ucap Bayu dalam hati.
Kumala Sari memegang kepala Bayu,lalu meletakkan mulut Bayu di atas puncak gunung kembarnya.
"Ayoo sayang....Jilatin susuku" ucap Kumala Sari.
Bayu menuruti ucapan Kumala Sari,ia memainkan mulutnya dan juga lidahnya.
Badan Kumala Sari mengeluarkan aroma wangi bunga. Sehingga Bayu terlena dengan aroma tersebut.
"Aaaaah.... Terusss sayang....." ucap Kumala Sari saat ujung gunungnya di isep oleh Bayu.
---***---
Minggu malam Senin pukul 19.30
Di rumah sakit umum.
Nampak seorang remaja tergeletak tak sadarkan diri,sebagian tubuhnya di perban.
Dua orang dewasa nampak sedih melihat remaja tersebut.Mereka adalah orang tua dari remaja tersebut.
Mereka mendapat kabar dari kepolisian,karena sebelumnya mereka melaporkan ke kantor polisi bahwa anaknya tidak ada pulang selama 1 hari sejak pergi ke desa sebelah.
Pihak kepolisian mendalami kasus tersebut,karena kekurangan saksi dan korban belum sadarkan diri,maka pihak kepolisian menunggu korban sadar.
Tok...Tok...Tok..Suara pintu di ketuk.
Seorang pria dewasa membuka pintu. Ternyata yang datang adalah Bimo dan Daniel sambil membawa buah - buahan dan beberapa makanan ringan.
Mereka kemudian masuk ke dalam ruangan itu.
Remaja yang tergeletak tak sadarkan diri itu adalah Lukman.
Bimo dan Daniel yang melihat keadaan sahabatnya terbaring tak sadarkan diri tak kuasa menahan air matanya.
Dalam hati mereka akan membalas perbuatan yang tega menyakiti sahabatnya itu,tapi sayang ia tak tahu siapa pelakunya.
Mereka hendak memberi tahukan hal ini pada Bayu,akan tetapi rumah Bayu sepi tak ada orang,bahkan ibunya Bayu tak di rumah.
30 menit kemudian,Bimo dan Daniel keluar ruang perawatan Lukman.
Mereka berjalan di lorong.
"Bo... Kamu tahu nama pacarnya Lukman?" ucap Daniel.
"Iya aku tahu... Namanya Nita tinggal di desa Jati." ucap Bimo.
"Apa kamu tahu rumahnya?" ucap Daniel.
"Enggak Nil...Yang aku tahu cuman namanya saja. Sebab Lukman tak memberi tahu aku rumah pacarnya itu..." ucap Bimo.
"Nita sekolah di mana?" ucap Daniel.
"Sekolah di SMPN 06. Kelas 2 Nil..." ucap Bimo.
"Okee.... Nanti aku akan mencari tahu rumah Nita..." ucap Daniel.
"Aku ikut Nil..." ucap Bimo.
"Boleh... Tapi jangan peluk aku erat - erat,aku gak bisa nafas nanti..." ucap Daniel.
"Jancooook...
"Aku takut kalau kamu bawa motornya itu ngebuuut." ucap Bimo.
"Lah...Kalau gak ngebut bukan motor balap namanya,kan motorku motor balap..." ucap Daniel.
"Naik motornya pak Indro saja..." ucap Bimo.
"Ogaaah.... 3 kali lebaran 3 kali puasa gak sampai - sampai di desa Jati" ucap Daniel.
"Bang toyib donk..." ucap Bimo.
Mereka sampai di parkiran,kemudian naik sepeda motor milik Daniel.
Daniel mengendarai motornya sangat kencang saat jalanan itu sepi.
Bimo memeluk erat Daniel karena ketakutan.
"Jancooook.... Alon - alon suuuu....
"Aku masih doyan nasi,.." Teriak Bimo.
Daniel memelankan sepeda motornya.
"Kalau pelan.... kapan sampainya..." ucap Daniel.
"Aku wedi cooook...." ucap Bimo.( aku takut).
"Badan doank gede,tapi takut ngebut.." ucap Daniel.
"Biarin... Kalau ngebut lagi,aku lompat loh.." ucap Bimo mengancam.
"Iya...Iya...." ucap Daniel.
----****----
Sabtu pukul 11.20
Air terjun Kedung Pedut.
Nampak pak Kartolo menyembelih ayam Cemani sambil membaca mantra.
Darah ayam di letakkan di tempurung kelapa yang bentuknya seperti mangkuk.
Lalu pak Kartolo mencampurkan darah ayam dengan darah milik Nadya.Kemudian ia mencipratkan darah yang telah tercampur ke dalam air kolam.
Pak Kartolo komat kamit membaca mantra dengan mata terpejam.
Bejo diam menyaksikan ayah tirinya melakukan ritual.Ia bisa saja melakukan hal yang sama,akan tetapi ilmunya masih kurang. Sehingga dirinya harus terus belajar dan mengasahnya.
---***---
Sabtu 10.20
Rumah kediaman Wati.
Nampak pak Warso sedang menikmati tubuh Wati janda muda selama istrinya berada di rumah kakaknya.
"Terus kang.... Aaahh....Aaah...Ouuuhh Hemmm... " ucap Wati.
Menikmati hujaman burung pak Warso,meskipun ukurannya tidak besar.
"Apemmu enak banget Ti..." ucap pak Warso sambil menggerak - gerakkan pinggulnya.
"He eh kang... Manukmu juga enak..." ucap Wati.
----***----
Alam ghaib.
Nampak sosok berbaju putih sedang bertarung dengan genderuwo.
Boooom..... Genderuwo terhempas ke tanah karena terkena pukulan sosok baju putih.
"Di mana Bayu... Cepat katakan..." ucap sosok baju putih.
"Aku tidak tahuu..." ucap Genderuwo sambil berdiri.
"Bohooong....
"Biasanya kamu yang sering menculik manusia..." ucap sosok putih tak mempercayai ucapan Genderuwo.
"Benar Nyai...Aku berani sumpah pocong kalau tak percaya..." ucap Genderuwo yang tak mampu memghadapi sosok berpakaian putih tersebut.
Sosok berbaju putih kembali melayangkan pukulan ke tubuh Genderuwo. Gerakannya sungguh cepat.
Boooommm..... Genderuwo kembali terhempas.
"Ampuun nyaiii... Aku beneran tidak tahuuu.." ucap Genderuwo meringis kesakitan.
Lalu muncul kuntilanak untuk membantu Genderuwo.
Namun,belum sempat menyentuh sosok berbaju putih. Kuntilanak terkena tendangan dari sosok berpakaian putih.
Boooomm.....Kuntilanak terhempas ,nampak ia meringis kesakitan.
"Diam di situ,jika kamu lari,maka aku akan menghajarmu hingga hari kiamat" ucap sosok berpakaian putih mengancam.
Kemudian sosok berpakaian putih melesat ke arah Kuntilanak,begitu sampai,ia menduduki Kuntilanak yang terbaring di tanah.
"Di mana Bayu berada?" ucap sosok berpakaian putih.
"Ampuuuun... Aku tidak tahu.." ucap Kuntilanak.
Lalu sosok berpakaian putih menampar berulang kali wajah Kuntilanak.
Plaaak....Plaaak...Plaaaak...Plaaakk.....
Genderuwo yang melihat Kuntilanak di tampar berulang kali nampak bergidik. Sebab ia merasa kesakitan saat di pukul oleh sosok berpakaian putih tersebut.
----***----
Di dalam kamar Kumala Sari.
Nampak Kumala Sari dan Bayu tak memakai pakaian sehelai benang pun.
Burung Bayu nampak besar,sebelumnya Bayu pernah di sengat lebah saat Bayu belum di sunnat. Saat itu Bayu bersama Bimo dan Lukman melihat sarang lebah,lalu mereka berencana mengambil isi sarang tersebut untuk di jadikan umpan pancing.
Tapi nahaas,mereka masih amatir dalam hal mengambil sarang lebah,sehingga lebah - lebah itu menyerang Bayu,Lukman dan Bimo.
Salah satu lebah masuk ke dalam celana Bayu,lalu burung Bayu di sengat.
Saat Bayu melakukan khitan. Dokter yang hendak memotong burung Bayu nampak kaget,karena bentuk burung Bayu lebih besar dari anak seumurannya.
Kembali ke cerita.
Bayu berbaring,sedangkan Kumala Sari menikmati batang burung Bayu di mulutnya.
Bayu merem melek saat burungnya di mulut Kumala Sari.
Setelah puas menikmati burung Bayu yang tegak berdiri.
"Ayoo sayang... Sekarang gantian kamu..." ucap Kumala Sari.
Kumala Sari gantian berbaring. Lalu Bayu berada di atas. Bayu memulai dari kedua gunung,lalu turun ke bawah.
Kumala Sari membuka lebar ke dua kakinya.
"Jilatin iniku sayang..." ucap Kumala sari sambil menunjuk lubangnya.
Lalu mulut Bayu menjilati goa Kumala Sari.
"Aaaaah.... Ouuuh... Terus sayang... Yaaa gitu..." ucap Kumala Sari menikmati permainan mulut Bayu di lubang goanya.
20 menit Kemudian.
"Sekarang... Masukkan punyamu ke dalam ini sayang..." ucap Kumala Sari menunjuk burung Bayu lalu ke lubangnya.
Bayu menurut saja. Ia meletakkan kepala burungnya di lubang goa Kumala Sari.
Ketika Bayu hendak memasukkan burungnya ke dalam goa Kumala Sari,tiba - tiba saja Bayu mendapat bisikan.
"Bayuu...."
Bayu terkejut,lalu menghentikan aksinya.
"Bayuu... Sadar lee...."
Bayu celingukan ke sana kemari. Ia merasa kenal dengam suara itu,tapi ia lupa.
"Ayoo sayang... Masukin...Aku sudah tidak tahaan..." ucap Kumala Sari.
Bayu melanjutkan kembali,namun bisikan itu muncul kembali.
"Bayu... Ini aku pakde Kartolo... Sadarlah le..
"Kamu berada di alam ghaib bersama ratu penguasa air terjun Kedung Pedut.
Karena Bayu tak kunjung memasukkan burungnya ke dalam lubang goanya,Kumala Sari Bangun,lalu menidurkan Bayu,kemudian memegang burung Bayu,ia memposisikan kepala burung Bayu di lubangnya.
Blessssh..... Burung Bayu masuk kedalam goa Kumala Sari.
Bayu yang hendak sadar,kini tak jadi sadar karena Bayu merasakan burungnya di jepit kulit yang basah dan lunak,lalu ia melihat burungnya di telan di dalam goa Kumala Sari.
"Dia ngapain ya? tapi mengapa aku merasakan nikmat yang belum pernah aku rasakan.." ucap Bayu dalam hati nampak bingung dan penasaran. Karena Bayu belum pernah melihat film dewasa,jadi ia tak tahu apa yang di lakukan oleh Kumala Sari terhadap dirinya.
"Oouuh... Aaah... Aaaah... Enak banget sayang... Ouuuh..." ucap Kumala Sari menikmati burung Bayu di dalam goanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 410 Episodes
Comments
Harri Purnomo Servis Kamera
uh ah uh ah
2024-12-16
0
Widyanti Ningsih
gak masuk akal
2023-10-28
1
Karebet
👍👍👍
2023-08-22
0