Lalu ke 6 orang itu di bawa keluar kelas oleh 1 pria.
"Okee... Sekarang Kak citra akan membagikan kertas...
"Kakak akan memberi tugas pada kalian untuk minta tanda tangan dan nama pada orang yang memakai pita bewarna kuning sebanyak 5 orang.Pita merah 5 orang. dan pita hijau 5 orang.
"Jadi totalnya ada 15 orang..
"Waktu kalian hanya 1 Jam..
"Bila warna pita tidak sama,maka kalian mendapat hukuman.Dan bila tak sampai 15 orang,kalian juga mendapat hukuman.
Seorang Siswi menghampiri Khalisa dan Bayu memberikan kertas.
"Ingat.. Pita Kuning,Merah dan Hijau,masing - masing 5 orang..
"Apa kalian mengerti..." ucap Citra.
"Mengerti kak..." ucap para siswa serempak.
Teman - teman Citra memberi kode bahwa sudah selesai membagikan kertas.
"Oke...Kakak mulai dari sekarang..." ucap Citra.
Nampak semua orang keluar kelas kecuali kelompok Bayu.
"Ayoo kita sama - sama...Biar enak mencarinya" ucap Bayu.
Lalu Bayu,Khalisa,Lukman dan Bimo keluar kelas.
Bayu melihat seorang pria memakai Pita bewarna coklat,lalu Hitam.
"Asem... Ngumpet di mana neh orang - orangnya" ucap Bayu.
Lalu Bimo melihat ada Edi memakai Pita Merah.
"Yu...Si Edi pakai pita Merah" ucap Bimo.
"Mana..Mana...." ucap Bayu celingukan.
"Tuh duduk di dekat kantin.." ucap Bimo sambil menunjuk.
Mereka pun berjalan ke arah Edi.
"Kang Edi..." ucap Bayu.
Edi menoleh ke Bayu.
"Minta tanda tangannya dong Kang..." ucap Bayu sambil menyodorkan kertasnya.
Edi pun memberi tanda tangan kepada rombongan Bayu.
"Aku akan memberi tahu kalian..
"Hanya kalian yang aku berikan bocoran,tapi jangan kasih tahu siapa - siapa" ucap Edi pelan.
"Iya kang.. Bocoran apa?" ucap Bayu.
"Tapi hanya Bayu saja yang masuk,kertasnya kalian titipkan ke Bayu,tiap di belakang kantin ada teman - temanku yang mempunyai pita." ucap Edi lirih.
"Oooo... Begitu...Siap Kang.." ucap Bayu.
Edi bersikap seperti itu,karena Bayu pernah menolong dirinya.
Bimo,Lukman dan Khalisa memberikan kertas pada Bayu.
Bayu berjalan ke arah belakang Kantin.
Bayu melihat beberapa siswa merokok.
"Ooo...Pantesan ngumpet di sini,rupanya pada merokok" ucap Bayu dalam hati.
"Permisi Kak..." ucap Bayu lirih.
Semua siswa yang merokok melihat ke arah Bejo.
"Siapa yang memberi tahumu?" ucap Salah satu pria yang merokok.
"Kak Edi...." ucap Bayu.
"Wooo...Jancook si Edi...
"Jangan beri tahu ke siapa - siapa kalau kita merokok di sini" ucap pria itu.
"Siap kak.. Aku ke sini minta tanda tangan 4 orang pita merah,5 pita warna kuning dan 5 pita warna hijau.." ucap Bayu.
"Eh...Kamu Bayu kan.. Yang mukulin Maling sendirian hingga bonyok tuh maling di jalan Mawar" ucap pria satunya.
"Iya Kak...Kok kakak bisa tahu...?" ucap Bayu heran,karena tak mengenal pria tersebut.
"Jancook... Berarti berita itu benar cook.
"Pantesan Edi memberi tahu dia kalau kita di sini" ucap pria itu lagi.
Nampak seorang pria pergi.
Mereka pun memberi tanda tangan dan nama mereka.
Lalu pria yang pergi kembali membawa teman - temannya.
Mereka mengenakan pita yang warna sesuia yang di minta oleh Bayu.
Tak lama kemudian mereka selesai memberi tanda tangan.
"Terima kasih Kak..." ucap Bayu sopan.
"Iya... Dah cepat kembali sana" ucap pria pertama yang berbicara pada Bayu.
Bayu pun berjalan ke arah teman - temannya yang menunggu di dekat Edi.
"Sudah Bay?" ucap Edi.
"Sudah Kang....Suwun yooo" ucap Bayu.
"Iyooo...dah sanaa....Hussst...Hussst..." ucap Edi sambil menggerakkan tangannya.
Bayu dan teman - temanya berjalan ke arah kelas,karena tugasnya sudah selesai.
Saat mereka masuk ke dalam kelas,Nampak Citra mengobrol dengan temannya,lalu Citra melihat Bayu dan teman - temannya masuk kelas.
"Kalian sudah selesai?" ucap Citra heran,karena terlalu cepat selesai. Padahal waktunya masih 50 menit lagi.
"Sudah Kak..." ucap rombongan Bayu serempak.
Lalu Citra mengambil kertas yang ada di dalam tas Jerigen.
"Sial.... Benar semua isinya... Kok dia bisa cepat sekali ya? Aku saja sampai keteteran saat mengumpulkan tanda tangan" ucap Citra dalam hati ketika memgetahui semua yang tanda tangan adalah para siswa yang di tugaskan untuk MOS.
"Oke... Kalian boleh duduk di kursi,terserah mau ngapain.Tapi jangan keluar kelas." ucap Citra.
"Terima kasih Kak..." ucap rombongan Bayu.
Rombongan Bayu duduk di kursi.
"Aku pikir tadi kita akan keteteran mencari tanda tangan,rupanya sangat mudah.. Untung aku berada di kelompok Bayu... Dah tampan,ternyata orangnya mudah bergaul" ucap Khalisa dalam hati.
Bayu mengeluarkan Choki - choki dari kantong celana. Ia pun memberikan pada Khalisa karena Bayu membawa lebih dari 1.
Tak terasa 50 menit berlalu,hanya rombongan Bayu yang berhasil mengumpulkan tanda tangan secara cepat dan tepat. Ada beberapa siswa yang salah minta tanda tangan meskipun jumlahnya pas 15 orang,ada pula yang kurang 15 orang.
Mereka semua mendapat hukuman dari kakak kelas.
Citra menghampiri Bayu.
"Berhubung kalian mengerjakan tugas sangat cepat dan tepat,Kakak akan memberi hadiah dan tugas. Hadiahnya kalian pulang lebih duluan,dan tugasnya adalah....
"Kalian membuat papan nama dari kardus dan membawa spidol hitam yang biasa,jangan yang permanent,lalu di ikat memakai tali ravia, Topi dan tas jerigen tetap kalian bawa.
"Apa kalian mengerti?" ucap Citra.
"Ukuran kertasnya berapa kak? " ucap Lukman.
"Se ukuran kardus mie instan..
"Dah...Kalian boleh pulang..." ucap Citra.
Bayu dan teman - temannya keluar kelas. Mereka melihat teman - temannya mendapat hukuman. Ada yang bernyanyi,ada yang push up,dan ada pula yang berlari mengelilingi lapangan. Sedangkan ada sebagian melihat Bejo ke arah pintu gerbang .Mereka penasaran,mengapa mereka tidak mendapatkan hukuman.
Ketika akan melewati gerbang,satpam sekolah menghampiri mereka. Di seragamnya bertuliskan Anto
"Kalian mau kemana?" ucap Anto.
" Pulang pak.."ucap Bayu.
"Pulang???? Kok hanya kalian berempat,? Apa kalian boloss? " ucap Anto.
" Di suruh sama kakak kelas pulang duluan... Kalau gak percaya,bapak tanya saja ke kak Citra" ucap Bayu.
"Ooo.... Yo wes. Aku percaya..." ucap Anto.
Anto pun membuka gerbang sekolah.
"Matur suwun Pak...." ucap Bejo,Lukman,dan Bimo.
"Ya..." ucap Anto.
Rombongan Bayu meninggalkan sekolahan.
"Yuu....." teriak Bimo.karena posisinya berada di belakang Bayu
"Opooo...." ucap Bayu agak nyaring.
"Mancing yoook." ucap Bimo.
"Gak iso aku... " ucap Bayu.
"Yo wes...Aku dolan wae nang omahmu..." ucap Bimo.
Mereka mampir di toko ATK untuk membeli spidol warna hitam.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan kembali.
Bayu mengantar Khalisa kerumahnya.
Nampak mobil polisi berjejer di depan rumah Khalisa. Bimo dan Lukman mengikuti Bayu.
"Heeeh....!!!???
"Put...Kok banyak mobil polisi di depan rumahmu?" ucap Bayu heran dan penasaran.
"Mungkin teman ayahku datang kerumah.." ucap Khalisa.
"Ooo...Teman ayahmu.
"Aku pikir ada kejahatan di sini" ucap Bayu.
Khalisa turun dari sepeda Bayu.
"Tunggu dulu ya..." ucap Khalisa.
"Ya....." ucap Bayu.
Khalisa masuk ke dalam rumahnya.
Nampak 2 orang polisi berdiri sambil menentemg senjata laras panjang.
"Jangan - jangan bapaknya Lisa itu polisi Bay..." ucap Lukman.
"Hem.....Bisa jadi..." ucap Bayu.
10 menit kemudian Khalisa muncul dengan memakai Kaos lengan pendek warna,dan celana levis.
Bayuencium aroma wangi pada Khalisa.
"Ayooo..." ucap Khalisa lalu duduk di belakang.
"Ayoo kemana?" ucap Bayu bingung.
"Kerumahmu.." ucap Khalisa.
"Ooo...Kirain di suruh masuk ke dalam rumahmu Put.." ucap Bayu.
"Kamu mau bertemu dengan ayahku kah Wan..." ucap Khalisa.
"Ogaaah...." ucap Bayu.
Bayu mengayuh sepedanya,di ikuti Lukman dan Bimo.
"Lisa...." ucap Lukman yang berada di belakang Bayu.
"Iya..." ucap Khalisa.
"Bapakmu polisi kah?" ucap Lukman.
"Iya... " ucap Khalisa.
"Serius bapakmu polisi?" ucap Bayu.
"Iya aku serius Wan... Kalau kamu macam - macam denganku..Maka ayahku akan menangkapmu.." ucap Khalisa.
"J*mbuuutt...." ucap Bayu.
"Apaaaaa...??? " ucap Khalisa sambil mencubit pinggang Bayu.
"AAAAAAA.....
Bayu teriak kesakitan karena di cubit.
"Loro nduul... Waassssuuu..." ucap Bayu sambil menahan rasa sakit di pinggangnya.
"Rasakan.... Meskipun aku gak bisa bahasa jawa,tapi aku tahu sebagian artinya...Termasuk yang kamu bilang itu Bayu Saktiawan Mahendra.." ucap Khalisa.
"Ha....Ha....Ha....Ha....Ha.... Lukman tertawa saat melihat adegan tersebut.
"Apaaa... Mau aku cubit juga kamu Man.." ucap Khalisa sambil menatap Lukman.
"Emmohh...Cubit aja si Bayu itu,aku rela kok..." ucap Lukman.
"Waaasssuuu.....
"Aku yang gak rela bajingaan." umpat Bayu.
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Bayu.
"Assalam mu'alaikum..." ucap mereka berempat serempak.
"Wa'alaikum salam...." suara Hana dari dalam toko. Lalu keluar dari dalam rumah.
"Kok cepat pulangnya Nak?" ucap Hana saat Bayu mencium tangannya.
"Di suruh pulang duluan sama kakak kelas bu,karena tugas kita selesai duluan tanpa kesalahan.Lalu kita di kasih tugas lagi.." ucap Bayu.
Nampak teman - teman Bayu juga salaman dengan Hana.
"Ooo...Bagitu...Ya sudah ibu ke belakang dulu" ucap Hana.
"Yu...Punya kardus apa enggak?" ucap Bimo.
"Punya.. Mau yang isinya apa?" ucap Bayu.
"Isinya duit 1 milyar" ucap Bimo.
"Waduhh... Nanti malam ya kesini. Sekalian kamu bawa kembang tujuh rupa,aku yang jaga lilin,kamu yang keliling.." ucap Bayu.
"Jancoook... Jadi Babi ngepeet dong aku..." ucap Bimo.
"Ho oh... Seperti biasa...." ucap Bayu sambil memainkan alis matanya.
"Jangkreeeek...." ucap Bimo.
"Ada kardus bekas gak Wan?" ucap Khalisa.
"Hem....Kalau belum di jual sama ibuku,mungkin masih ada.. Bentar aku cek dulu." ucap Bayu,lalu pergi meninggalkan temana - temannya di teras rumah.
Suasana halaman rumah Bayu begitu rindang, Karena terdapat banyak pepohonan dan bunga.
Luas tanah tersebut hanya 40 x 50 meter.
Lantai rumah hanya di semen saja,lalu di lapisi karpet plastik.
Bimo menyalakan radio yang ada di teras rumah.
Terdengar suara lagu dangdut yang di bawakan H. Rhoma Irama.
Tak lama kemudian Bayu kembali.
"Ada di dalam.." ucap Bayu.
"Lah... Kenapa gak di bawa ke sini sekalian cempee..." ucap Lukman.
"Wedhuusss.....Kalian gak bilang kok" ucap Bayu lalu masuk kembali ke dalam rumah.
"Ha....Ha....Ha...Ha...Ha....Khalisa tertawa terpingkal - pingkal.
"Kamu kalau dekat sama Bayu jangan sampe ketularan penyakitnya si Bayu ya Lis..." ucap Lukman.
"Aduuh...Sakit perutku melihat kalian..." ucap Khalisa.
Lalu Bayu muncul sambil membawa kardus.
"Neh kardusnya.... Mau ngepet sekarang kah ?" ucap Bayu.
"Iyoo... Kembangnya aku ambil di halaman rumahmu yoo.." ucap Lukman.
"Nak wani ngomong karo ibuku yoo monggo..." ucap Bayu. (Kalau berani bilang sama ibuku ya silahkan).
"Gak sido no.... Iso di jewer kupingku.." ucap Lukman.
"Siapa yang jewer kupingmu Lukman?" ucap Hana saat muncul sambil membawa minuman dingin.
"Itu loh bu...Lisa mau minta kembang ibu..Boleh gak" ucap Lukman.
"Ooo... Begitu..
Khalisa mencubit pinggang Lukman.
"Boleh kok.." ucap Hana.
"Waaadaaawww...... Lukman meringis kesakitan.
Khalisa mendelikkan matanya ke arah Lukman.
Nampak Lukman mengusap bekas cubitan Khalisa.
"Sokorin,....." ucap Bayu.
Lalu Hana masuk ke dalam rumah.
"Sakit tahu Lisa...." ucap Lukman.
"Biarin...Itu salahmu sendiri..." ucap Khalisa.
"Mana talinya Yu..." ucap Bimo melihat tak ada tali ravia.
"Ada... Bentar aku ambilkan dulu" ucap Bayu.
RT 5 RW 3 🎶🎶
10 nomor rumahku. 🎶🎶
Jalannya jalan cinta.🎶🎶 Suara radio.
Lalu Bayu datang membawa Tali,gunting dan biskuit kelapa.
"Nah ini yang aku tunggu dari tadi..." ucap Bimo,lalu mengambil biskuit kelapa kemudian membuka bungkusnya.
"Wedhuuuss...Kirain nunggu tali..." ucap Bayu.
"Luwe wetengku cooook..." ucap Bimo sambil mencelupkan biskuit ke dalam minumannya.
"Jarene poso..." ucap Bayu.(Katanya puasa)
"Karipen aku... Gak sempat sahurr..." ucap Bimo. (Kesiangan aku).
"Bimo puasa..??. Bisa geger satu kampung,lha wong bulan poso wingi akeh bolonge kok.." ucap Lukman.
"Waaassssuuu....." ucap Bimo.
Lukman memotong kardus,lalu membolonginya,kemudian Khalisa memasang tali ravia.
"Eh... Kemarin aku ketemu sama Daniel,katanya nanti malam kita ngumpul di pos ronda habis isya.." ucap Lukman.
"Wokeeee... Jangan lupa gantungannya.." ucap Bayu.
"Soal itu pasti lah bawa... " ucap Lukman.
"Gantungan apa Wan?" ucap Khalisa.
"Itu,botol dari minuman energi yang kecil,di ikat pakai tali. Siapa yang kalah kupingnya di gantung pakai botol itu Put..." ucap Bayu.
"Ooo...Begitu.. Emangnya kalian bermain apa?" ucap Khalisa.
"Main kartu di pos ronda.." ucap Bayu.
"Kartu judi?" ucap Khalisa.
"Hem... Tergantung..Kalau pakai uang ya judi,kalau enggak ya bukan judi,Tapi kami gak pernah pakai uang..
"Takut pak babinsa menangkap kita,bisa berabe nanti" ucap Bayu.
"Syukurlah...
"Oh iya... Ibumu buka jahitan ya Wan..?" ucap Khalisa.
"Iya.. Jika ada yang pesan maka ibuku akan buat..Biasanya pas mau menjelang puasa,banyak yang order." ucap Bayu.
"Ooo ...Begitu.." ucap Khalisa.
"Bay... Keluarin gitarmu donk..." ucap Lukman.
"Oke... Bentar.. sekalian aku mau ganti baju.." ucap Bayu.
Bayu beranjak dari tempat duduknya,lalu berjalan ke dalam.
"Kamu asli manado kah Lisa?" ucap Bimo.
"Iya...Hanya saja aku tak menetap di sana,selalu berpindah - pindah.." ucap Khalisa.
"Ooo....Begitu... Eh serius bapakmu itu polisi?" ucap Bimo.
"Hehehehe.... Sebenarnya ayahku bukan polisi. Hanya ada keluarga saja yang menjadi polisi,kemudian mereka datang kerumah...
"Jangan kasih tau Awan ya.. " ucap Khalisa.
"Oooo... Begitu.. Oke..." ucap Bimo.
"Kamu juga lukman... Jangan kasih tau Awan" ucap Khalisa.
"Hem....Aku gak bisa janji,tapi aku usahakan. Soalnya aku kadang suka keceplosan.. " ucap Lukman.
Kemudian Bayu keluar hanya menggunakan celana pendek dan kaos lengan pendek.
"Neh gitarnya... Jangan kuat - kuat metiknya.. Entar putus lagi senarku.." ucap Bayu.
"Itu gara - gara Bemo usil Bay... Makanya putus senarmu.." ucap Lukman.
"Kamu bisa maen gitar Wan...? " ucap Khalisa.
"Enggak terlalu mahir seh... Baru belajar aku Put.." ucap Bayu.
"Coba dong nyanyi sambil maen gitar.." ucap Khalisa.
Lukman menyerahkan gitar pada Bayu.
Jreeng....Jreeng....
"Mau lagu apa?" ucap Bayu.
"Sembarang kamu aja Wan..." ucap Khalisa.
"Baiklah tuan Putri.."
"Ehem...Ehem...
Jreeeng...Jreeeng....
"Marilah seluruh rakyat Indonesia 🎶🎶
"Arahkan pandanganmu ke depan🎶
"Raihlah mimpimu bagi nusa bangsa🎶🎶
"Satukan tekadmu 'tuk masa depan🎶🎶
"Anjirrr... Itu mah lagu iklan yang setiap hari aku dengar di tv... Suweeek....Suweeek..." ucap Bimo.
"Lah... Yang pentingkan nyanyi... Katanya Putri sembarang aku.." ucap Bayu.
"Waaassssuuuuuuu....." ucap Bimo dan Lukman.
Kemudian Bayu memetik intro lagu gerimis mengundang.
Lalu Bayu menyanyikan lagu tersebut. Kemudian Bimo dan Lukman ikut bernyanyi.
Pada saat pertengahan lagu, adzan dzuhur berkumandang.
Bayu berhenti bernyanyi dan memainkan gitar.
"Kok dah dzuhuran seh...Cepat banget..." ucap Bimo.
"Mbaakk... Beli....." suara ibu - ibu.
"Iya..." ucap Bayu,lalu berjalan ke arah toko.
"Coba awakmu tahan nafas 5 menit,cepat apa lama itu ?" ucap Lukman.
"Jancook... Ya lama lah.. Aku paling banter 3 menit aja tahan nafas.." ucap Bimo.
"Jangan berisik kalau pas ada suara adzan.." ucap Khalisa.
"Injih bu Nyai....." ucap Bimo dan Lukman serempak.
Tak terasa 20 menit berlalu.
"Nak... Ambil air wudhu sana..." ucap Hana.
"Injih bu..." ucap Bayu.
"Aku ikut Wan..." ucap Khalisa.
"Ayooo" ucap Bayu.
"Kalian gak Shalat? " ucap Khalisa pada Lukman dan Bimo.
"Gantian... Setelah kalian baru kita.." ucap Lukman.
"Ooo...Oke deh..." ucap Khalisa.
"Lisa sepertinya naksir Bayu tu Mo..." ucap Lukman saat Bayu dan Khalisa tidak ada.
"Embooh... Mau naksir apa enggak,aku gak ngurus,yang penting kamu jangan naksir aku. Karena aku cowok normal ." ucap Bimo.
"Jancooook....." ucap Lukman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 410 Episodes
Comments
Harri Purnomo Servis Kamera
menarik
2024-12-16
0
Elsan Nugraha
wkwkwk lucu lucu dr td
2024-05-05
0
Elsan Nugraha
wkwkwkwk
2024-05-05
0