Khalisa menunggu Bayu Wudhu.Begitu selesai
"Wan... Tungguin aku.." ucap Khalisa.
"Iya..." ucap Bayu.
Bayu menunggu Khalisa wudhu.
Begitu selesai mereka berjalan ke ruang shalat.
"Mukenanya ada di mana Wan?" ucap Khalisa.
Bayu mengambil mukena,lalu memberikan pada Khalisa.
Ketika Bayu mau mengangangkat kedua tangan tiba - tiba...
"Bay... Tungguin..." ucap Lukman muncul.
"Asem...Dari tadi kek..." ucap Bayu menggerutu.
Lalu muncul Bimo.
"Enteni aku..." ucap Bimo.
"Yooo..." ucap Bayu.
Setelah menunggu beberapa menit,Lukman dan Bimo muncul.
Mereka pun mulai shalat berjamaah,Bayu menjadi Imam.
Setelah mereka selesai Shalat.
"Bay... Aku pulang dulu ya...." ucap Lukman sambil melepas sarung.
"Sama...Aku pulang dulu..." ucao Bimo.
"Kalian mau mojok ya..." ucap Bayu.
"Ogaaah.... " ucap Lukman dan Bimo serempak.
"Suuit...Suiiit.....
"Kapan neh makan - makannya.." ucap Bayu.
"Jancook... Aku normal Yu...
"Gak tau kalau si cempe ini" ucap Bimo.
"Aku juga normal ... Wooooo.. Kebo ediyaaan..." ucap Lukman.
Ha...Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....Ha.... Bayu dan Khalisa tertawa.
"Wes... Aku balik... Assalam mu'alakum..." ucap Bimo.
"Wa'alaikum salam..." ucap Bayu dan Khalisa.
Bimo dan Lukman berjalan keluar.
"Nak... Ajak Lisa makan..." suara Hana dari depan.
"Iya bu...
"Makan yuk Put..." ucap Bayu.
"Hem....Ayoo..." ucap Khalisa.
Bayu dan Khalisa berjalan ke dapur.
"Maaf ya... Menunya hanya ini saja..." ucap Bayu sambil menunjukkan lauk tempe goreng dan sayur bening bayam serta sambal.
"Iya... Di rumahku juga begini Wan..." ucap Khalisa.
Mereka pun mengambil makanan dan juga minuman.
Lalu Bayu berjalan ke arah ruangan yang ada tivinya.
Kemudian Bayu menyalakan Tivi.
Mereka pun makan dengan lahap.
Setelah selsai makan,Bayu hendak mengambil piring kotor Khalisa.
"Biar aku saja Wan..." ucap Khalisa.
"Yo wes...." ucap Bayu.
Khalisa berjalan ke dapur.
Hana menyamperi Bayu.
"Nak...Jaga toko ya... Ibu mau melanjutkan jahitan..." ucap Hana.
"Siap bu..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke arah toko. Setelah sampai ia duduk,kemudian mengambil buku di meja.
"Hem...Buku TTS...
"Isii aahh.....Siapa tahu aku bisa mengisi semua.." gumam Bayu.
"Bu... Beli minyak bu...." Suara seorang wanita muda.
Bayu yang mendengar suara itu sangat familiar di telinganya.Lalu muncul di balik etalase rokok.
"Minyak apa Tini?" ucap Bayu.
"Ooo.... Kamu Bayu... Beli minyak goreng yang 2 liter.." ucap Tini.
Bayu mengambil minyak goreng. Lalu Khalisa muncul.
"Neh.... terus apa lagi?" ucap Bayu.
"Sudah itu saja Bay..." ucap Tini sambil memberikan uangnya.
Bayu menerima,lalu memberikan uang kembalian.
"Suwun yoo..." ucap Bayu.
"Yooo..." ucap Tini.
"Kamu sering jaga toko ya Wan?" ucap Khalisa.
"Hem...Tergantung..." ucap Bayu.
"Tergantung gimana maksudmu?" ucap Khalisa.
"Ya kalau ibuku ada orderan,dan itu harus di selesaikan,begitu aku pulang sekolah maka aku yang jaga,begitu tak ada orderan aku main bersama Bimo,Lukman dan Daniel..." ucap Bayu.
"Oooo... Begitu ta...
"Aku kebelakang dulu ya..." ucap Khalisa.
"Monggo tuan Putri..." ucap Bayu.
Bayu mengisi buku TTS sembari menjaga toko.
Tak terasa sudah jam 5.
Hana mendatangi Bayu.
"Nak... Nanti malam kalau mau keluar... Keluar saja... Jahitan ibu sudah selesai.." ucap Hana.
"Tumben cepat bu...." ucap Bayu.
"Tadi Lisa membantu ibu... Lisa pandai menjahit,..
"Pas ibu tanya kenapa bisa menjahit.Rupanya dia belajar dari ibunya..." ucap Hana.
"Oooo... Pantesan cepat sekali,ternyata di bantuin sama Putri.." ucap Bayu.
"Putri??" ucap Hana bingung.
"Putri itu Lisa bu...Dia gak mau ku panggil Lisa.
"Jadi aku panggil nama tengahnya.." ucap Bayu.
Tiba - tiba Khalisa muncul.
"Awan...Aku mau pulang..." ucap Khalisa.
"Oke....
"Bu.... Aku antar Putri pulang ya..." ucap Bayu.
"Iya... Hati - hati di jalan." ucap Hana.
Khalisa mencium tangan Hana.
"Assalam mu'alaikum bu...." ucap Khalisa yang kini tak memanggil ibunya Bayu dengan Tante lagi.
"Wa'alaikum salam" ucap Hana.
Bayu dan Khalisa berjalan keluar,Bayu memgambil sepedanya.
Hana menatap kepergian Bayu mengantar Khalisa pulang.Lalu ia teringat saat berpacaran dengan ayahnya Bayu saat naik sepeda di taman.
"Anak kita sudah besar Mas...." ucap Hana.Tak terasa air matanya keluar.
---***---
Di jalan Raya.
"Wan...." ucap Khalisa.
"Iya Put.." ucap Bayu.
"Besok jemputin aku lagi ya...?" ucap Khalisa.
"Iya..." ucap Bayu.
Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Khalisa. Nampak seorang pria dewasa sedang mencuci mobil di depan rumah. Ketika melihat Khalisa dan Bayu,dia mengentikan aktifitasnya.
"Assalam mu'alaikum Pa..." ucap Khalisa.
"Asem..... Ketemu bapaknya lagi" ucap Bayu dalam hati.
"Wa'alaikum salam... Tadi papa rencananya mau jemputin kamu nak setelah mencuci mobil.." ucap Ayahnya Khalisa.
"Tadi Lisa mau pulang setelah Dzuhur,tapi Lisa bantuin ibunya Awan Pa..." ucap Khalisa.
"Assalam mu'alaikum Pak..." ucap Bayu sopan sambil menyodorkan tangannya.
"Wa'alaikum salam..." ucap Ayahnya Khalisa.
Bayu mencium tangan ayahnya Khalisa.
Khalisa masuk ke dalam rumah.
"Mari masuk ...Hem...Siapa namamu?" ucap ayahnya Khalisa.
"Nama saya Bayu pak.." ucap Bayu.
"Ooo... Bayu...
"Namaku Hendra...
"Ayoo masuk dulu nak Bayu..." ucap ayahnya Khalisa.
"Iyaa...." ucap Bayu.
Hendra dan Bayu masuk kedalam rumah.
Begitu dah masuk dalam rumah.
"Silahkan duduk nak Bayu...Anggap saja di rumah sendiri..." ucap Hendra berusaha akrab dengan Bayu.Karena ia melihat Bayu terlihat tegang.
"Iya Pak..." ucap Bayu.
"Waaasssu... Ini yang ke dua kalinya aku bertemu dan mengobrol dengan polisi,pertama di kantor polisi saat aku gebukin maling,sekarang di rumah polisi... Taeek...Taeek.." ucap Bayu dalam hati.
"Oh iya... Tadi kenapa pulangnya sangat cepat sekali?" ucap Hendra.
"Hem...Nganu pak.. Kakak kelas menyuruh kita berempat pulang duluan." ucap Bayu.
"Ooo... Begitu. Emangnya tugas apa yang di berikan oleh kakak kelasmu?" ucap Hendra.
"Nah kan...Sama persis seperti di kantor polisi,di tanyain terus.." ucap Bayu dalam hati.
"Nak Bayu...." ucap Hendra,karena Bayu diam tak menjawab pertanyaannya.
"EH....!!!???
"Ada apa pak..." ucap Bayu.
Tiba - tiba muncul ibunya Khalisa bersama Khalisa sambil membawa nampan ,Lalu meletakkan gelas di hadapan Bayu.
"Di sekolah,kakak kelas Bayu memberi tugas apa?" ucap Hendra.
"I...I..Itu...Minta tanda tangan dan nama sesuai pita pak.." ucap Bayu.
Khalisa menutup mulutnya karena menahan tawa melihat Bayu tegang di hadapan ayahnya.
"Ada berapa orang yang di minta?" ucap Hendra.
"Gak usah di jawab nak Awan pertanyaan papanya Putri..." ucap ibunya Khalisa.
"Awan...???
"Awan itu siapa Ma?" ucap Hendra.
"Awan itu ya Bayu paa....Bayu Saktiawan Mahendra.." ucap ibunya Khalisa.
"Sepertinya aku pernah dengar nama itu... Tapi di mana ya " ucap Hendra dalam hati.
"Ooooo.... Begitu... Kok mama tahu nama lengkapnya Bayu?" ucap Hendra heran.
"Siapa lagi yang memberi tahu mama kalau bukan putri kita paaa...." ucap ibunya Khalisa
"Ha...Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...Ha... Khalisa tak bisa menahan tawanya melihat Bayu tegang terus.
"Kenapa kamu tertawa nak...?" ucap ibunya Khalisa.
"Itu maa...Awan tegang banget maa... " ucap Khalisa.
"Wedhuuss... Sudah tahu aku tegang begini malah di tertawakan." ucap Bayu dalam hati.
"Husst... Gak boleh gitu... Nanti Awan gak mau lagi gonceng kamu loh nak.." ucap ibunya Khalisa.
"Maaf Pak...Ibu... Saya pamit pulang. Mau magrib... " ucap Bayu.
"Di minum dulu atuh tehnya "ucap Hendra.
"Oh iya..Maaf pak.. " ucap Bayu.
Bayu meminum sedikit teh,karena airnya masih panas.Lalu menumpahkan di lepek,setelah itu meniup agar cepat dingin. Setelah dingin barulah Bayu meminumnya.
Tiba - tiba terdengar suara Adzan Magrib.
"Wan...Shalat di sini aja..." ucap Khalisa.
"Taeeek... Sekalian aja suruh nginap di sini sambil di jagain ayahmu.." ucap Bayu dalam hati.
"Betul itu Wan... Shalat di sini saja.." ucap Hendra menimpali.
"Iyaa..." ucap Bayu pasrah.
Bayu di ajak masuk oleh Hendra untuk berwudhu.
Saat melewati ruang keluarga,Bayu melihat mesin jahit dan foto keluarga Khalisa.
"Kok ayahnya Putri gak pakai seragam polisi ya.." ucap Bayu dalam hati heran.
Setelah selesai wudhu semua,mereka bersiap - siap menunaikan ibadah Shalat.
"Wan... Kamu jadi imam ya...?" ucap Hendra.
"Heeeh...!!!??? Bayu terkejut.
Mau tak mau Bayu menjadi imam.
"Kalau dia bacaannya bagus,aku bisa mengandalkannya.." ucap Hendra dalam hati.
Mereka mulai Shalat.
Bayu melantunkan ayat - ayat suci al Qur'an dengan merdu.
Setelah selesai shalat.
"Bacaanmu bagus banget Wan...Apakah kamu pernah ikut lomba baca al Qur'an.." ucap Khalisa penasaran.
"Iya...." ucap Bayu.
"Juara berapa?" ucap Khalisa.
"Harapan 1.." ucap Bayu.
"Wooww.... Hebat sekali kamu nak... Berbeda dengan Papanya Putri.." ucap ibunya Khalisa.
"Gimana suaraku mau bagus ma... Mama sendiri yang menyarankan Papa pakai biji kedondong agar suaraku bagus.
"Bukannya bagus malah jadi hancur..." ucap Hendra.
Bayu hendak tertawa,tapi di tahan.
Mereka pun berjalan ke ruang tamu.
Lalu Bayu bersalaman pada ke dua orang tua Khalisa.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam " ucap kedua orang tua Khalisa dan Khalisa.
Khalisa mengantar Bayu sampai di dekat jalan raya.
Begitu Bayu sudah jauh,Khalisa masuk ke dalam rumah.
---***----
Jam 19.50.
Bayu berada di pos ronda bersama Lukman.
Mereka menunggu Bimo dan Daniel.
"Tadi Lisa pulang jam berapa Bay..." ucap Lukman.
"Jam 5 Man..Tahu gak kamu Man..." ucap Bayu.
"Tahu bulat di goreng dadakan?" ucap Lukman.
"Jancoook...Bukan itu. ." ucap Bayu.
"Lah terus tahu apa?" ucap Lukman.
"Aku tadi ngantar Putri kerumahnya bertemu dengan ayahnya..." ucap Bayu.
"Lah teruus...?" ucap Lukman.
Tiba - tiba muncul Bimo dan Daniel.
Bayu dan Lukman bersalaman pada Daniel dan Bimo.
"Lama banget kamu Nil...
"Kamu berendam dulu kah sama Kebo?" ucap Lukman.
"Iyaa... Tadi kita berendam di sungai. " ucap Daniel.
"Ciee...Ciee...Ciee... Nanti ada yang cemburu loh..." ucap Bayu.
"Waaasssuuu...." ucap Bimo dan Lukman.
"Ha...Ha....Ha...Ha...Ha.... Bayu dan Daniel tertawa.
"Ini tadi aku mampir beli minuman sama cemilan... Mana enak ngumpul kalau gak ada makan dan minum" ucap Daniel.
"Gak sekalian mampir beli kasur,jadi kita nginap di pos ronda.." ucap Bayu.
"Waaah.... Ide yang bagus itu... Nanti kasur di rumahmu tak angkut ke sini saja Ya?" ucap Daniel.
" Jangkreeek..... " ucap Bayu
"Huakakakakakakaka.... Lukman,Bimo dan Daniel tertawa.
"Tadi Lisa pulang jam berapa Yu.." ucap Bimo.
"Jam 5 Bim..." ucap Bayu sambil mengambil botol minuman.
"Lisa?? Lisa yang anak baru yang tinggal di jalan Melati itu bukan?" ucap Daniel.
"Iyooo..." ucap Bimo.
"Ooo... Eh ngomong - ngomong di sekolahmu kegiataanya apa saja?" ucap Daniel.
"Di suruh buat tas dari jerigen,buat topi kertas,besok di suruh buat papan nama dan bawa spidol Nil..." ucap Bayu.
"Tahu gak Nil... Kita berempat orang yang tercepat mengerjakan tugas .." ucap Lukman sambil menguyah kacang atom.
"Emangnya tugas apa yang di kasih itu? " ucap Daniel.
"Kita di suruh mengumpulkan tanda tangan yang sesuai dengan warna pita.." ucap Bimo menimpali.
Lukman pun menceritakan kejadian di sekolahnya.
"Jancoook..... Di sekolahku juga hampir sama,tapi aku gak bisa.. Resek - resek kakak kelasnya.Tapi bedanya kita gak di suruh buat yang aneh - aneh.." ucap Daniel.
Seiring berjalannya waktu,datanglah beberapa warga ke pos ronda.
"Weeeii.... Empat sekawan ngumpul di pos ronda." ucap Pria dewasa ketika datang.
"Iya pak.... " ucap Bayu.
Mereka memgobrol sambil main kartu remi. Nampak Lukman dan Bayu telinganya di gantung botol kecil karena kalah.
Jam menunjukkan 11. 10.
Bayu dan ke tiga temannya memutuskan untuk pulang. Letak pos ronda itu berada di pinggir jalan utama hendak masuk ke dalam jalan Mawar.
Bayu pulang bersama Edi jalan kaki.
"Kamu gak ada kasih tahu ke orang lain kan tentang teman - temanku yang merokok itu Bay?" ucap Edi.
"Ya enggaklah kang... Ngapain juga aku ngasih tahu..." ucap Bayu.
Bayu sudah sampai di deoan rumahnya,lalu Edi melanjutkan jalan kakinya.
---***---
Pagi jam 4.10
Bayu terbangun dari tidurnya. Lalu keluar kamar.
Nampak lampu tengah masih mati,Bayu menyalakan lampu ruangan itu,lalu berjalan ke kamar ibunya.
"Bu.... Banguuun...." ucap Bayu sambil mengetuk pintu.
"Iya nak...." suara Hana.
Bayu berjalan ke dapur untuk mengambil air minum.
Kemudian berolah raga seperti biasanya di jalan raya.
setelah berkeliling berapa putaran,Bayu kembali kerumahnya sebelum matahari muncul..
Jam 6.20.
Bayu berada di depan rumah Khalisa. Nampak Khalisa duduk di teras bersama ayahnya.
"Assalam mu'alaikum "ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam " ucap Khalisa dan Hendra.
Khalisa naik di sepeda Bayu,lalu mereka meninggalkan rumah Khalisa.
"Jadi teringat masa muda dulu..." ucap Hendra dalam hati ketika melihat anaknya pergi di bonceng naik sepeda oleh Bayu.
---***---
Hari berganti bulan. Tak terasa sudah 1 tahun.
Bayu mengetahui dari Hendra bahwa dirinya seorang pegawai dari perusahaan,bukan seorang polisi saat mengobrol berdua. Bayu menggelitik Khalisa saat Khalisa bermain kerumah Bayu,karena di kerjai oleh Khalisa.
Bayu,Lukman,Bimo dan Khalisa sering berkumpul bersama. Kadang Khalisa menginap di rumah Bayu,Khalisa tidur bersama Hana.
Kadang keluarga Khalisa berkunjung ke rumah Bayu. Khalisa sering membantu ibunya Bayu saat ibunya Bayu mendapat orderan menjahit.
Karena sering bersama,timbullah rasa suka Bayu terhadap Khalisa. Begitu juga Khalisa.
Kini Bayu dan Khalisa berada di pantai. Karena keluarga Khalisa mengajak Bayu dan ibunya berlibur.
"Wan.... Aku punya sesuatu untukmu" ucap Khalisa saat duduk di gazebo berdua saja.
"Hem...Apa itu Put..."ucap Bayu.
"Tutup matamu dulu... Gak boleh ngintip."ucap Khalisa.
"Yo wess..." ucap Bayu. Lalu ia menutup matanya.
Khalisa mengeluarkan kado dari dalam tas yang ia bawa.
"Sekarang buka matamu..."ucap Khalisa.
Bayu membuka matanya.
"Apa ini Put..." ucap Bayu melihat kotak kecil.
"Bukalah..." ucap Khalisa.
Bayu membuka kotak kecil tersebut. Nampak sebuah jam tangan merk Rolex di dalam kotak kecil tersebut.
"Terima kasih ya Put...Tapi aku gak bawa kado untukmu..." ucap Bayu.
"Aku berlibur bersamamu merupakan kado spesial buatku.," ucap Khalisa.
Khalisa memakaikan jam tangan di tangan Bayu,tapi sayang kelonggaran. Jadi jam tersebut tidak dipakai,lalu di simpan.
Kemudian mereka jalan - jalan di pinggir pantai.
Saat melihat ada penjual cindramata,mereka berjalan ke arah stand tersebut.
Bayu melihat kalung yang terbuat dari batok kelapa.
"Kamu suka gak kalung ini Put?" ucap Bayu sambil menunjuk Kalung berbentuk Hati.
"Sukaa..." ucap Khalisa
"Mau di ukir apa tidak Mas..." ucap penjual.
"Hem.... Di ukir pak.." ucap Khalisa.
"Buat maksimal 3 huruf" ucap penjual.
penjual menyodorkan kertas,lalu Khalisa menulis yang mau di ukir.
AWAN & PUTRI.
Setelah selesai,Bayu memakaikan kalung itu di leher Khalisa.
Begitu sebaliknya,Khalisa memakaikan kalung di leher Bayu.
Bayu membayar kalung tersebut.
Seharian mereka bermain bersama.
Saat menjelang sore.
Mereka duduk di batang pohon yang roboh untuk melihat matahari terbenam
"Wan..." ucap Khalisa. sambil menatap lautan.
"Iya Put..." ucap Bayu.
"Aku... Aku ...Menyukaimu..." ucap Khalisa.
"Sama... Aku juga menyukaimu..." ucap Bayu sambil menatap lautan
Bayu memegang tangan Khalisa sambil menikmati pemandangan alam. Khalisa menoleh ke Bayu,lalu menyenderkan kepalanya di bahu Bayu.
Tak lama kemudian datanglah Hendra dari belakang.
"Awan....Putri... Ayo magriban dulu,habis itu kita pulang..." ucap Hendra.
Bayu reflek melepas genggaman tanganya,begitu pula Khalisa.
"Iya Pa..." ucap Khalisa.
Setelah mereka shalat,mereka pun pulang.
Khalisa tidur di pundak Bayu.
Tak terasa Liburan sekolah sudah selesai. Mereka masuk sekolah kembali seperti biasa.
Pagi hari,Bayu menjemput Khalisa untuk berangkat bersama seperti biasa.
Namun,saat selesai Ujian semester. Keluarga Khalisa pindah rumah. Di karenakan Hendra mendapat SK penempatan di luar daerah.
Khalisa yang mendapat kabar itu dari ibunya lantas menangis dan mengurung diri di dalam kamar. Karena tak mau berpisah dengan Awan.
Ibunya Khalisa mencoba menenangkan Khalisa.
"Kalau kamu berjodoh dengan Awan,pasti akan bertemu lagi nak.." ucap ibunya Khalisa.
Akhirnya keluarga Khalisa pindah,Khalisa tak memberi tahu Awan. Karena dia merasa sangat sedih sekali ketika berpisah dengan pujaan hatinya.
Kedua orang tua Khalisa datang kerumah Awan,akan tetapi Khalisa tidak ikut. Bayu tak ada dirumah karena pergi bersama Bimo.
Begitu Awan pulang kerumah,Hana memberi tahu Bayu bahwa Khalisa pindah rumah.
Bayu terkejut,lalu bergegas kerumah Khalisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 410 Episodes
Comments
Harri Purnomo Servis Kamera
apik
2024-12-16
0
Cemonk Species
maaf ni Thor,,seharusnya untung nama yang lebih tua jangan sebut nama aja,,kasih ibu atau bapak(Hana/Hendra)
2024-01-19
1
Abisena
😂😂kocak ni si ibu
2023-07-12
0