Bayu berada di depan rumah Khalisa yang sepi dan gelap.
"Mengapa kamu pergi meninggalkan aku Put.. " ucap Bayu.
Nampak air mata keluar lalu merembes ke wajahnya Bayu.
Saat itu Bayu belum memiliki HP,karena HP masih barang mahal,belum ada HP android.
Bayu juga tak memiliki nomor HP ayahnya Khalisa.
Setelah berdiri selama 1 jam di depan rumah Khalisa,Bayu kembali pulang dengan perasaan sedih.
Setelah sampai di rumah,Bayu langsung masuk tanpa mengucapkan salam,lalu masuk ke dalam kamar tidur.
Hana yang melihat putra masuk ke kamar dalam ke adaan sedih lalu menghampiri Bayu.
"Ibu boleh masuk nak..." ucap Hana di depan pintu kamar Bayu.
"Masuk saja bu... " suara Bayu dari dalam kamar.
Hana masuk ke dalam kamar Bayu,lalu duduk di dekat Bayu yang sedang tidur menyamping membelakanginya.
"Mamanya Putri menitipkan sesuatu padamu...
Hana memberikan sebuah surat pada Bayu.
"Kalau kamu berjodoh dengan Putri,pasti akan bertemu lagi.." ucap Hana.
"Apa ibu tahu no HP pak Hendra bu..?" ucap Bayu.
"Enggak nak... Ayoo makan nak.." ucap Hana.
"Bayu gak lapar bu... " ucap Bayu.
"Ya sudah... Ibu tinggal dulu ke depan.." ucap Hana.
Kemudian Hana keluar dari kamar Bayu.
"Tega kamu Put...
"Pergi tidak bilang padaku...
"Pantas saja tadi kamu pulang cepat..." ucap Bayu.
Kemudian Bayu membuka surat yang diberikan pada ibunya.
...Dear Awanku....
...Maaf aku tak berani menemuimu dan mengatakannya langsung padamu....
...Ayahku mendapatkan SK keluar daerah,mau tak mau aku harus meninggalkanmu....
...Jujur......
...Hatiku sakit saat mengetahuinya....
...Semoga kamu mendapat pengganti yang lebih baik dariku....
...Salam sayang dan cinta untukmu wahai kekasih hatiku....
...Khalisa Putri Pertiwi....
Tangisan Bayu pecah saat selesai membaca surat tersebut.
Hingga tak terasa mata Bayu terpejam.
Pukul 4.05.
Bayu membuka mata,lalu bangun.
Kemudian keluar kamar.
Seperti biasa,Bayu membangunkan ibunya.Lalu pergi keluar untuk lari pagi.
Kali ini Bayu berlari menuju rumah Khalisa.
"Bayuuuu...."teriak seseorang dari pos ronda.
"Ya......" ucap Bayu nyaring.
"Kok mlayu rono..." suara dari pos ronda.
"Cari suasana baru pak..." ucap Bayu nyaring,lalu melanjutkan larinya.
Tak lama kemudian Bayu sudah sampai di depan rumah Khalisa.
Nampak rumah itu masih gelap seperti sebelumnya.
"Aku tak akan bisa melupakanmu...
"Kamu adalah cinta pertamaku...
"Semoga kamu mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku..." ucap Bayu lirih.
Kemudian Bayu berlari ke arah rumahnya.Saat Bayu akan melewati tetangganya bernama Wati,Bayu melihat sosok mengendap - endap keluar dari rumah Wati.
Wati adalah seorang wanita yang di ceraikan oleh suaminya,kini Wati tinggal sendiri di rumah tersebut.
"Siapa ya.... ??
"Samperin sajalah..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu perlahan mendekati sosok tersebut.
Saat terkena cahaya lampu,Bayu melihat sosok itu memakai sarung,rambutnya pendek,namun wajahnya tak kelihatan karena membelakangi Bayu.
Bayu mengambil sebongkah batu yang besar yang ada di pinggir jalan.
"Maling neh..." gumam Bayu.
Jarak Bayu dengan pria bersarung hanya 5 meter,tiba - tiba pria bersarung menoleh ke belakang.
"Bayuuu...." ucap Pria bersarung terkejut saat melihat Bayu ada di belakangnya.
"Pak Warsoo..!!!???." ucap Bayu terkejut.
Bayu mengenal Warso. Karena sering bertemu di pos ronda,dan dia adalah suami bu Halimah pemilik penggilingan padi dan memiliki sawah yang luas.
Warso mendekati Bayu,takut salah paham,karena ia melihat Bayu memegang batu besar.
"Waasssuu... Untung aku lihat kebelakang,jika enggak,bonyok aku,lalu aku di ceraikan sama istriku" ucap pak Warso dalam hati.
"Aku bukan maling loh Yu..." ucap pak Warso lirih.
"Kalau bukan maling,lantas kenapa bapak keluar dari rumah mbak Wati seperti maling?" ucap Bayu heran.
"Dah diem saja... Ini ada uang jajan untukmu... Kamu jangan bilang ke siapa - siapa ya.. Terutama istri dan anakku" ucap pak Warso sambil memberikan uang 500 ribu ke Bayu.
"Ini uang apa pak?" ucap Bayu bingung.
"Buatmu jajan... Tapi jangan kasih tau ke keluargaku ya Yu kalau aku habis dari rumah Wati.." ucap oak Warso.
"Ooo... Begitu...Siap pak..Suwun yoo pak.." ucap Bayu.
"Mayan dapat uang..." ucap Bayu dalam hati.
Kemudian Warso dan Bayu berjalan bersama.
Ketika sampai di persimpangan jalan mereka berpisah,karena arah jalan pulang mereka berbeda.
---***---
Jam 8.45.
Bayu duduk di teras rumah sambil melamun.Bayu tak masuk sekolah karena hari minggu.
Hana yang melihat anak melamun merasa sedih. Lalu menghampiri Bayu
"Yang sabar ya nak." ucap Hana.
"Iya bu... " ucap Bayu.
Bayu berdiri lalu berjalan ke warung. Kemudian mengambil sebatang rokok surya yang ada di dalam kaleng lalu membakarnya.
Uhuk...Uhukk.... Bayu terbatuk. Karena baru pertama kali merokok.
Lalu Bayu mengambil minuman kemasan lalu meminumnya,setelah itu di hisap lagi pelan - pelan.
Hana yang mendengar Bayu terbatuk - batuk langsung menghampiri Bayu.
Bayuuuuu...." ucap Hana panik.
Ia berpikir anaknya meminum racun serangga karena di tinggal pergi oleh kekasihnya.
Begitu masuk ke warung,Hana melihat Bayu merokok.
"Maaf bu...Bayu merokok...
"Karena Bayu pusing..." ucap Bayu.
Hana memeluk Bayu. Ia tak berani memarahi anak semata wayangnya, sebab ia tahu keadaan Bayu sekarang.
"Iya... Tapi jangan keseringan ya nak..." ucap Hana.
"Iya bu..." ucap Bayu.
"Assalam mua'alaikum.... Bayuuuu...." suara Bimo.
"Wa'alaikum salam Bo....Aku di warung..." ucap Bayu.
Lalu Bimo muncul di depan warung.
"Mau ikut aku gak ambil mangga di tempat pak Hasan?" ucap Bimo.
"Hemmm... Ayooo..
"Bu.... Bayu pergi dulu ya." ucap Bayu.
"Iya nak" ucap Hana.
Bayu mencium tangan Hana,lalu keluar untuk mengambil sepedanya.
"Jancoook.... Kamu ngerokok sekarang Yu?" ucap Bimo saat melihat ada rokok di tangan Bayu.
"Iya... Aku lagi pusing Mo.." ucap Bayu.
"Pusing kenapa?" ucap Bimo.
"Putri pindah rumah..." ucap Bayu.
"APAAAA......!!!!??? Bimo terkejut.
"Serius itu Yu...." ucap Bimo.
"Iya aku serius...Jadi kerumah pak Hasan gak neh,kalau gak jadi aku taruh lagi sepedaku" ucap Bayu.
"Jadi lah... Ayooo" ucap Bimo.
Mereka pun berangkat ke rumah Hasan yang jaraknya 900 meter dari rumah Bayu.
Tak lama kemudian mereka sampai.
Di sana sudah Lukman yang menunggu kedatangan Bayu dan Bimo.
"Suwine cook..." ucap Lukman
"Waasssuuu... Ini si wedhus curhat sama aku " ucap Bimo.
"Curhat opo?" ucap Lukman.
"Nanti saja ceritanya.. Ayoo temui pak Hasan.." ucap Bayu.
Lukman memegang kening Bayu.Karena sifat Bayu tak seperti biasanya.
"Kamu sakit Bay?" ucap Lukman karena melihat ada rokok terselip di jari Bayu.
"Enggak...." ucap Bayu.
Bimo menarik Lukman.
Lalu mereka menemui Pak Hasan.
Pak Hasan menyuruh Bimo dan Lukman untuk memanen Mangga miliknya.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bimo.
Seorang gadis muncul di balik pintu.
Mereka mengenal gadis itu,gadis itu bernama Aminah.
"Wa'alaikum salam...
"Bapak tadi ke pasar,kata bapakku kalian langsung petik aja,tiang galahnya ada di samping rumah" ucap gadis itu.
"Ooo... Begitu ya Mbak... Okelah kalau begitu..." ucap Bimo.
Mereka bertiga kemudian berjalan ke samping rumah untuk mengambil kayu galah. Kemudian mereka berjalan ke kebun mangga milik pak Hasan yang tak jauh dari rumahnya.
Bayu membawa keranjang bersama Bimo,Lukman membawa kayu galah.
Begitu sampai di kebun mereka memetik mangga tersebut.
Bayu memetik dengan cepat,karena jiwanya masih emosi di tinggal oleh Khalisa.
"Kesurupan apa teman kita ini Bo..? ucap Lukman sambil menahan buah mangga yang jatuh dengan kain.
"Husst... Diem saja...Nanti kalau dah selesai Bayu akan cerita" ucap Bimo sambil memperhatikan buah yang di petik Bayu.
Tak terasa sudah terkumpul 30 keranjang mangga, lalu datanglah Aminah membawa keranjang.
"Makan dulu kang..." ucap Aminah.
"Iya mbak...." ucap Bayu,Lukman Dan Bimo.
Mereka kemudian istirahat.
"Gak percuma bapakku mempercayakan kalian,sudah siang kalian mengumpulkan mangga sudah banyak." ucap Aminah.
"Gimana gak banyak Mbak... Yang metik seperti orang kesurupan...." ucap Bimo.
"Kesurupan?? Siapa yang kesurupan Kang.." ucap Aminah.
"Itu si Bayu..." ucap Lukman.
Aminah melihat ke arah Bayu duduk diam sambil menghembuskan asap rokok.
"Oooo... Yo wes... Aku balik dulu..." ucap Aminah.
Lukman menyodorkan gelas berisi teh dan ubi kukus pada Bayu.
"Neh Bay... " ucap Lukman.
Bayu menerima lalu memakan ubi tersebut.
Setelah istirahat sejenak,mereka melanjutkan kembali.
Bayu kembali memetik mangga dengan cepat,tanpa bicara sepatah kata pun.
Tak terasa sudah terkumpul 80 keranjang mangga.
Lalu pak Hasan datang.
"Waaah.... Kalian cepat sekali panennya." ucap Pak Hasan.
"Iya Pak..." ucap Bimo.
Nampak Bayu masih memetik mangga yang sudah tua.
"Bayu...Ini keranjang terakhir loh..." ucap Lukman.
"Iya" ucap Bayu.
Setelah keranjang terakhir terisi,mereka istirahat.
"Bimo...Ambil gerobak di belakang rumah ya..Buat angkutin ini mangganya," ucap pak Hasan.
"Injih Pak..." ucap Bimo.
Bimo berjalan ke arah rumah pak Hasan.
Lalu Pak Hasan berjalan mengecek mangga yang di petik.
"Bagus juga kerjaan mereka.." ucap pak Hasan dalam hati melihat buah mangga tak ada yang cacat.
Lalu pak Hasan kembali kerumahnya.
Lukman duduk di samping Bayu.
"Ada apa denganmu wahai kisanak yang tampan..." ucap Lukman.
"Putri pindah rumah..." ucap Bayu.
"APAAAAAA.....!!!!??? Lukman terkejut.
Lukman kini paham,mengapa Bayu berubah sikap.
"Seng sabar mas broo... Kalau dia jodohmu,kalian akan bertemu lagi..." ucap Lukman mencoba memghibur.
Tak lama kemudian,Bimo datang membawa gerobak.
Bayu dan Lukman memgangkat keranjang Mangga bersama - sama.Setelah penuh,Bimo membawa ke rumah pak Hasan.
Setelah angkatan terakhir, mereka berjalan ke rumah pak Hasan.
Kini mereka berada di teras rumah pak Hasan.
"Matur suwun yoo... Ini upah untuk kalian..." ucap pak Hasan sambil memberikan uang pada Bimo,lalu Lukman.
Saat memberikan kepada Bayu,Bayu diam saja tak menerima uang yang di berikan pak Hasan.
Lalu Lukman yang memgambilnya.
"Matur suwun pak...
"Kita pamit pulang...
"Assalam mu'alaikum." ucap Bimo dan Lukman.
Lalu Lukman menarik tangan Bayu untuk pulang karena Bayu diam saja.
"Kemana lagi kita?" ucap Bayu.
"Ini uangmu Bay..." ucap Lukman.
"Ambil aja..." ucap Bayu tak mau menerima uang tersebut.
Lalu Lukman memasukkan ke dalam kantong celana Bayu.
"Ya kita pulang lah Yu...Kan dah selesai.." ucap Bimo.
"Oke.." ucap Bayu.
Mereka pulang kerumah.
"Bay... Aku langsung pulang " ucap Lukman.
"Aku juga... Nanti malam habis isya ke pos ronda ya..." ucap Bimo.
"Yaa..." ucap Bayu.
Bayu meletakkam sepedanya lalu berjalan ke dalam rumah.
"Assalam mu'alaikum...Bu....Bayu pulang..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." suara Hana dari dalam warung.
Bayu kemudian mandi,setelah itu Shalat. Kemudian duduk di teras.
Bayu menyalakan radio bututnya.
Terdengar lagu pop
Putri gadis belia yang baru melek 🎶
Jadi liar karena ingin keren🎶
Dan dibilang trendi🎶
Putri harusnya kamu ada di rumah 🎶
Isi pr atau les fisika🎶
Bukan di diskotik🎶
Saat lagu itu selesai di putar,ada suara pengisi radio.
"Kali ini ada pesan,pesan itu datangnya 3 hari yang lalu,tapi dia minta dibacanya hari ini. Oke langsung saja.
Hana mendatangi Bayu yang duduk termenung.
" Awanku...
Hana yang hendak bicara tak jadi karena mendengar suara radio menyebut nama awan.
" Aku bahagia sekali bisa mengenalmu,bersamamu,belajar bersamamu. Semoga hubungan kita akan selamanya langggeng dan bahagia hingga di pelaminan nanti...Dari kekasih hatimu Putri.
"Waah... Romantis sekali. Semoga saja hubungan kalian langgeng sampai di pelaminan ya..Amiiin... " suara pembawa acara di radio.
"Waaasssuuuuu... Sempat - sempatnya dia kirim pesan ke radio." ucap Bayu dalam hati.
Bayu kembali meneteskan air matanya.
Hana tak jadi bicara,lalu ia masuk ke dalam rumah.
Khalisa ingin memberikan kejutan saat datang kerumahnya Bayu hari minggu,tapi sayang ia tidak bisa datang,dan harus meninggalkan Bayu.
"Putri...Putriii... Aku akan menjaga hatiku untukmu sampai aku mati" ucap Bayu dalam hati.
---***---
Malam hari tiba,Bayu berada di pos ronda.
Bayu menunggu sahabatnya datang sambil memainkan gitar. Karena Bayu sendirian di pos ronda.
Tak lama kemudian Bimo,Lukman dan Daniel datang.
"Juancoook... Kalian datangnya lama sekali.. Hampir aja aku bakar neh pos rondanya.." ucap Bayu pura - pura marah.
"Slow bro....Sloww...Jangan emosi... Kalau emosi nanti Mak lampir datang kesini.." ucap Daniel.
"Mana minumanku...Haus tahu..." ucap Bayu.
Danil memberikan minuman kepada Bayu.
Lukman memegang kening Bayu.
"Awakmu wes waras po jek kesurupan?" ucap Lukman.
"Waras lah Man...Kalau gak waras aku gak datang ke sini. Mending aku tidur.." ucap Bayu.
"Syukurlah..." ucap Daniel.
"Bulan depan kampung sebelah mengadakan lomba sepak bola...Ikut apa gak Yu..." ucap Bimo.
"Heemmm.... Ayooo...Aku ikut.. Lalu siapa aja tim kita..." ucap Bayu.
"Seperti biasa lah Bay..." ucap Edi tiba - tiba muncul.
"Bangkek...Ngaget - ngagetin wong waee..." ucap Bayu.
"Hahahahahahaha......Edi tertawa.
"Tumben kesini kang... " ucap Bayu.
"Neh si Kebo yang ngajakin..." ucap Edi sambil nunjuk Bimo.
"Iyoo Yu...Aku takut kamu jadi patung karena kebanyakan diem..."ucap Bimo.
"Taeeek....Emangnya aku ini di masukin ke dalam corran semen apa....?" ucap Bayu.
"Bisa jadi... Kalau jadi patung entar kita pajang di tugu. Lalu di buat tulisan,pahlawan desa Sidodadi." ucap Daniel.
"Waaasssuuuu...." ucap Bayu.
Namun tiba - tiba terdengar sirine mobil polisi,lalu mobil polisi itu melewati mereka.
"Lah...Kok ada polisi...Tumben..." ucap Lukman.
Lalu ada seseorang naik sepeda montor menghampiri mereka.
"Di jalan Melati ada kasus pembunuhan..." ucap pria dewasa.
"HAAAAAAH....!!!??? Mereka terkejut.
"Siapa yang di bunuh pak ?" ucap Bayu.
"Dengar - dengar dekat rumahnya Wati.." ucap pria itu.
"Ayooo kesana Yuuk..." ucap Lukman.
"Ayooook...."ucap Bayu,Bimo,Daniel,Edi serempak.
"Bentar aku ambil sepeda dulu..." ucap Bayu.
Bayu berlari kerumahnya. Karena sering berlari,jadi Bayu ceoat sampai,lalu mengambil sepedanya,kemudian memacu sepedanya ke arah pos ronda.
Begitu sampai,mereka pergi bersama - sama. Edi di gonceng oleh Bayu.
Tak lama kemudian mereka sampai.
Ada mobil ambulans datang.
Bayu melihat ada Pak Warso dan Wati,kemudian ada seorang wanita naik kemobil polisi,lalu ada seorang polisi memasang garis polisi.
"Apa yang terjadi pak ?" ucap Bayu bertanya kepada seorang pria dewasa.
Namun ketika pria itu hendak menjawab,seorang polisi mendatangi Bayu.
"Apakah anda Bayu..." ucap Polisi.
"Iya Pak... Ada apa?" ucap Bayu heran.
"Ikut kami kekantor polisi..." ucap Polisi .
"Heeeeh....!!!!??? Bayu terkejut.
"Salah aku apa pak?" ucap Bayu.
"Menurut keterangan Pak Warso,Bayu mengetahui bahwa Wati mempunyai hutang kepada pak Warso." ucap Polisi.
"Yoo aku gak tahu. Kok tanya saya..." ucap Bayu.
"Ikut saja sebagai saksi...." ucap polisi.
"Jancoook...." ucap Bayu.
Mau gak mau Bayu ikut.
"Kang Edi...Tolong antarkan sepedaku kerumah..." ucap Bayu.
"Yooo..." ucap Edi
Lalu mobil polisi itu berjalan menjauhi kerumunan orang - orang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 410 Episodes
Comments
Harri Purnomo Servis Kamera
lho kok iso? di fitnah pak Warso kah?
2024-12-16
0
Elsan Nugraha
waduh 😅
2024-05-05
0
Karebet
👍👍👍
2023-08-20
0