Minggu Jam 9.20.
Bayu kerumah pak Warso,karena semalam ketika di pos ronda,pak Warso menyuruh Bayu datang kerumah.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu di depan pintu rumah pak Warso.
"Wa'alaikum salam " suara gadis.
Bayu mengenal pemilik suara itu,dia adalah Nabila,putri pak Warso.
Nabila menemui Bayu.
"Masuuk mas..." ucap Nabila.
"Iyaa..... Bapakmu mana Bil?" ucap Bayu.
"Ada... Di belakang..." ucap Nabila.
Nabila tingginya sepundaknya Bayu,mukanya oval,kulitnya sawo matang,rambut sebahu, Adik kelas Bayu.
"Duduk dulu mas...Aku panggilkan bapakku" ucap Nabila.
"Iya..." ucap Bayu.
Bayu duduk di sofa yang empuk. Nampak perabotan mewah terpajang.
"Orang kaya mah begini... Perabotannya mahal - mahal..." ucap Bayu dalam hati.
Nabila datang membawa minuman teh hangat dan cemilan.
"Loh.... Mana bapakmu Nabila?" ucap Bayu.
"Bapakku di WC,perutnya masih mules gara - gara kebanyakan makan sambal..." ucap Nabila.
"Oalaah... Gitu to..." ucap Bayu.
"Hem....Mas Bayu..." ucap Nabila.
"Iya..." ucap Bayu.
Nampak Nabila memainkan jarinya.
"Cewek yang sering mas bonceng itu kemana? kok tidak kelihatan lagi di sekolah?" ucap Nabila.
"Pindah rumah..." ucap Bayu.
"Hem.....
Nampak Nabila ragu.
"Mas sudah punya pacar apa belum?" ucap Nabila.
"Bangkeeekk....Kirain mau nanya apa,gak tahunya pacar..." ucap Bayu dalam hati.
"Belum...." ucap Bayu.
Nampak wajah Nabila sumringah saat mendengar Bayu jomblo.
Tak lama kemudian pak Warso datang.Lalu duduk di kursi.
"Sepurane yo Yu... Perutku tadi mules..." ucap pak Warso.
Nabila berdiri lalu meninggalkan Bayu dan ayahnya di ruang tamu.
"Gakpapa pak..." ucap Bayu.
"Kamu bisa bawa mobil gak?" ucap pak Warso.
"Bisa pak... Tapi setelah itu aku masuk rumah sakit..." ucap Bayu.
"Jancoook.... Kuwi jenenge gak iso... Wooo Sempruull..." ucap pak Warso.
Bayu cengengesan saja.
"Kalau kamu bisa bawa mobil ,aku akan memberi pekerjaan jika hari minggu" ucap pak Warso.
"Kerjaan apa pak?" ucap Bayu.
"Ngantar beras..." ucap pak Warso.
"Ya aku harus belajar dulu pak,baru bisa mahir nyetir naik mobil..." ucap Bayu.
"Gini saja... Hari ini kamu ikut aku,nanti aku ajari cara - caranya..." ucap pak Warso.
"Hem.....Boleh... Kapan itu pak...?" ucap Bayu.
"Habis subuh..." ucap pak Warso.
"Gak bisa pak...Besok aku sekolah..." ucap Bayu.
"Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha... Pak Warso tertawa.
"Gak di pos ronda,di rumahku kamu bikin aku tertawa... Ya sekarang to... Dah habisin dulu itu tehmu..." ucap pak Warso.
"Oke pak..." ucap Bayu.
Bayu menghabiskan teh di gelas tersebut.
Pak Warso berdiri.
"Ayo ikut aku..." ucap pak Warso.
Bayu mengikuti pak Warso dari belakang.
Begitu sampai di mobil pick up yang ada muatannya beras,pak Warso duduk di kursi kemudi,Bayu duduk di samping pak Warso.
"Pedal ini adalah Gas...
Pak Warso menunjuk pedal gas.
"Lalu ini Rem,dan ini kopling...
Bayu diam menyimak.
"Ini rem tangan ,ini kuncinya. Masukin kelubang lalu putar searah jarum jam.
Mesin mobil di nyalakan.
"Yang ini transmisi,Gigi 1,2,3,4,5 untuk maju. Lalu R untuk mundur.Lalu N itu netral,jadi kendaraan jika di nyalakan tidak langsung mati
"Kalau mau jalan,tekan kopling lalu pindah gigi ke 1,
"Perhatikan rem tangan,jika masih ngerem,cara lepasnya begini" ucap pak Warso.
Bayu terus menyimak penjelasan pak Warso.
Sampai mobil itu berjalan.
"Jika mau belok ke kanan atau ke kiri kita harus lihat kaca spoin dulu Yu... Untuk memastikan apakah ada kendaraan atau tidak,jangan maen hajar saja..." ucap pak Warso.
"Iya pak..." ucap Bayu.
Pak Warso mempunyai niat terselubung agar bisa jalan bersama Bayu agar istrinya tak selalu curiga.
Begitu mereka sampai di toko,pak Warso turun dari mobil. Lalu menemui pemilik toko,setelah itu kembali ke mobil.
"Yu... Bantu aku nurunin beras..." ucap pak Warso.
Bayu pun turun membantu pak Warso menurunkan beras.
Setelah selesai,mereka melanjutkan lagi perjalanan. Mereka berhenti dari toko satu ke toko lainnya,hingga tak terasa muatannya habis.
Selama perjalanan,pak Warso selalu memberi penjelasan tentang mengemudi.
Lalu mereka kembali kerumah.
"Apakah kamu sudah paham Yu..." ucap pak Warso.
"Paham pak,hanya saja aku belum punya sim,jadi takut mencoba.." ucap Bayu.
"Itu gampang...Kamu belajar dulu menyetir memakai mobilku..
"Begitu dah bisa,nanti aku akan menyuruhmu mengantar beras daerah sini saja,." ucap pak Warso.
"Nanti kalau aku di tangkap gimana pak? Kan aku gak punya sim?" ucap Bayu.
"Di sini gak ada razia...Jadi kamu tenang aja.
"Aku akan bantu buatkan sim jika umurmu 17 tahun.
"Giman? mau apa enggak" ucap pak Warso.
Nampak Bayu berpikir..
"Mau pak...Mau..." ucap Bayu.
"Ya udah... Sekarang kita kelapangan... Kamu mulai belajar di sana..." ucap pak Warso.
Mobil itu melaju ke arah lapangan.
Setelah sampai di sana.
"Kamu sekarang belajar di sini dulu,mutar - mutar lapangan. Jika dah mahir,maka akan aku bawa di jalan raya..." ucap pak Warso.
"Siaap pak..." ucap pak Warso.
Bayu turun,begitu pula pak Warso. Mereka berganti tempat.
Kini Bayu duduk di kursi kemudi.
Nampak Bayu seperti tak nyaman duduknya
"Tekan pegangan besi di bawah kursimu Yu kalau kakimu belum sampai" ucap pak Warso.
Bayu menekan tombol tersebut.
Kini Bayu merasa nyaman.
Bayu memegang transmisi,karena dirinya masih penasaran dengan pengoprasian gigi tersebut.
"Tekan aja kopling itu,tapi jangan di nyakan mesinnya Yu kalau kamu penasaran sama transmisi ini" ucap pak Warso.
Bayu menekan kopling,lalu memainkan transmisi.
"Oooo...Begini ta transmisinya itu" ucap Bayu dalam hati.
"Sekarang coba kamu nyalakan mesinnya" ucap pak Warso.
Bayu memutar kunci mobil.
Mesin mobil menyala.
"Masih ingat gak apa yang aku kasih tahu Yu...?" ucap pak Warso.
"Masih pak..." ucap Bayu.
"Nah sekarang coba kamu praktekkan.... " ucap pak Warso.
Bayi pun mempraktekkannya. Ia menekan kopling ,lalu melapas rem tangan,kemudian menekan gas perlahan.
Mobil pun berjalan pelan.Kadang tersendat sendat karena Bayu pertama kali memgendarai mobil.
"Nah gitu... Pelan - pelan saja,jangan di injak kuat gasnya" ucap pak Warso sambil tanganya stanby di rem tangan buat jaga - jaga jika Bayu tak bisa mengendalikan mobil tersebut.
Mesin mobil mati karena Bayu lupa menginjak kopling saat memasukkan transmisi. Bayu menghidupkan kembali mobil tersebut.
"Alon - alon wae Yu... Lama - lama nanti kamu bisa" ucap pak Warso.
Bayu memutari lapangan tersebut berulang kali,lalu ia mencoba jalan mundur.
"Perhatikan spion Yu.... Spion itu nyawamu,bila kamu gak perhatikan,nyawamu bisa melayang" ucap pak Warso.
Pak Warso dengan telaten mengarahkan Bayu.
"Hem....Cepat sekali dia paham dan bisa mengendarai mobilku" ucap pak Warso dalam hati.
Selama 1 jam Bayu belajar mengendarai mobil di lapangan.Lalu mereka istirahat sebentar sambil menikmati Es campur yang tak jauh dari lapangan.
Pak Warso memgeluarkan uang 100rb,lalu di berikan pada Bayu.
"Neh uang jajan untukmu,karena kamu tadi membantu mengangkat beras..." ucap pak Warso.
"Suwun pak..." ucap Bayu.
100 ribu adalah jumlah yang besar,untuk bekerja di sawah selama satu hari saja hanya di upah 10 ribu.
Setelah selesai,mereka pun pulang.
"Kalau dah mahir,setiap hari minggu,kamu yang mengantar berasnya Yu... Tapi tenang saja,nanti aku temanin kamu.." ucap pak Warso.
"Siap pak..." ucap Bayu.
Dalam pikirannya Bayu ia merasa senang sekali mendapat uang jajan yang lebih besar. Uang pemberian pak Warso,selalu ia tabung tanpa sepengetahuan ibunya. Ibunya hanya tahu kalau Bayu menabung dari uang jajan saat pergi sekolah. Karena Bayu selalu menyisihkan uang jajannya untuk di tabung.
Esok hari,Bayu menjalani rutinitas seperti biasa,sekolah,bermain,kadang membantu ibunya. Begitu hari minggu tiba,Bayu datang kerumah pak Warso.
Setelah mengantar beras,Bayu mengitari lapangan. Perlahan tapi pasti. Bayu mulai mahir mengendarai mobil pick up.
Tak terasa sudah berjalan 1 bulan,kini Bayu duduk di kursi kemudi dari rumah pak Warso.
Bayu menjalankan mobil itu perlahan.Lalu berhenti untuk memastikan tak ada kendaran lewat,begitu sepi Bayu berjalan lagi di jalan raya.
Kadang Bayu melihat spion kanan dan kiri.
"Nah gitu Yu...Jangam gugup... Santai saja..." ucap pak Warso sambil menghembuskan asap rokok kretek.
Selang beberapa menit kemudian.
"Kita berhenti di toko pak Syamsul Yu..." ucap pak Warso.
"Iya pak..." ucap Bayu.
Ketika akan belok,Bayu melihat spion,ada sebuah motor hendak menyalip,Bayu memelankan kendaraan tak lupa menyalakan lampu sein. Begitu kosong,Bayu membelokkan mobilnya.
"Pinterr......" ucap pak Warso yang dari tadi memperhatikan Bayu.
Mereka pun menurunkan beras. Setelah itu lanjut ke toko lainnya.Hingga beras di bak mobil sisa 1 karung kecil.
"Ini Yu ongkosmu " ucap pak Warso memberikan uang 200rb kepada Bayu.
"Banyak betul pak...?" ucap Bayu heran.
"Gakpapa... Sekalian antar aku ke rumah Wati... Setelah itu kamu bawa mobilku kerumahmu. 2 jam kemudian datang lagi kesini,sambil angkat itu beras kerumah Wati." ucap pak Warso.
"Ooo... Begitu...Oke pak.." ucap Bayu.
Mobil pun berhenti di depan rumah Wati.
lalu pak Warso turun.
"Ingat yoo...2 jam lagi jemputin aku sambil angkat itu berasnya,tapi jangan bilang siapa - siapa kalau aku ke sini yooo" ucap pak Warso.
"Siap pak..." ucap Bayu.
Kemudian Bayu pulang kerumah.
Tak lama kemudian Bayu sampai.
"Assalam mu'alaikum... Bu... Bayu pulang..." ucap Bayu.
"Wa'laikum salam....
"Loh nak...Itu mobil siapa?" ucap Hana.
"Mobil pak Warso bu...Katanya di suruh bawa,2 jam lagi Bayu di suruh kembali..." ucap Bayu.
"Ooo begitu.." ucap Hana.
Bayu duduk di depan tivi sambil makan choki - choki yang ada di meja.
Pantang menyerah 🎶
Itulah pedomanmu🎶
Entaskan kemiskinan cita-citamu🎶
Rintangan 'tak menggentarkan dirimu🎶
Indonesia maju, sejahtera tujuanmu🎶
Nyalakan api semangat perjuangan🎶
Dengungkan gema, nyatakan persatuan🎶
"Oleh pak Rido...
"Oleh pak Rido...
"Pikiranku makin mumeet..." ucap Bayu.
Bayu sengaja memplesetkan lagu tersebut karena pak Rido adalah guru Fisika.Bayu selalu pusing dengan pelajaran tersebut karena harus menghapal rumus.
Setelah hampir 2 jam,Bayu bergegas keluar menuju rumah Wati.
"Bu... Bayu keluar dulu... Assalam mu'alaikum" ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam...." ucap Hana.
Bayu menyalakan mobil tersebut,lalu berjalan ke arah rumah Wati janda muda.
Begitu sampai,Bayu mengangkat beras ke rumah Wati.
Tok...Tok...Tok...
"Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam" suara Wati dari dalam.
Tak lama kemudian Wati keluar dengan keadaan rambut basah.
Wati celingukan keluar.
"Taruh di mana ini berasnya mbak..." ucap Bayu.
"Taruh di situ saja Yu...
"Aman Kang.." ucap Wati.
Pak Warso muncul dari dalam.
"Aku pulang dulu ya Ti..." ucap pak Warso.
"Iya Kang..." ucap Wati.
"Assalam mu'alaikum..." ucap pak Warso.
"Wa'alaikum salam " ucap Wati.
Mereka pun naik mobil.
"Gakpapa deh burungnya dia kecil,yang penting dapat uang dan beras " ucap Wati dalam hati.
---***---
Di dalam mobil.Bayu menyetir mobil
"Yu... Kamu jangan bilang siapa - siapa ya,kalau aku habis dari rumah Wati,kalau istriku nanya kenapa lama,bilang aja bannya bocor.." ucap pak Warso.
"Iya pak... Emang bapak habis ngapain tadi?" ucap Bayu penasaran.
"Habis nyuci kerisku Yu..." ucap pak Warso.
"Oalah keris ta... Kenapa gak dirumah saja pak?" ucap Bayu.
"Di rumah berbahaya ada Nabila,takutnya kerisku melayang terus menancap ke Nabila,karena Nabila belum menikah.." ucap pak Warso .
"Oooo... Begitu....
"Jika Nabila sudah menikah berarti nanti bapak mencuci kerisnya di rumah bapak sendiri dong,gak di rumah mbak Wati lagi" ucap Bayu.
"Iyaaaa...
"Eeh.....!!!??? pak Warso kaget.
"Bajingan.... Mana mungkin aku ngent***n anakku... Wooo dasar bocah semprull..." ucap pak Warso dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 410 Episodes
Comments
Don Khing
karena Arjuna gw nyampe ke sini,,,dan yang bikin gw rada syok,,,ANJIRRR,,,,kerjaan bayu sama kayak gw !?,,,,anter beras pake pick up!!!!!!!!
lu tau pikiran gw ya Thor,,,, 🤪 😁 🤪 🤪 🤪 😜
2025-01-11
0
Harri Purnomo Servis Kamera
cepet nyandak an, iso nyupir
2024-12-16
0
bahar pritit
seneng kalau dapet crita yg slow gini alurnya. kek kek crita lain yg baru episode 3 dah masuk intinya ada, gak seruuu. mending gini pelan2 sambil nyritain tokoh2 dah latar belakangnya.
2023-08-01
2