PAPI TIRI

"Selamat makan!!!" ucap Renjun dan Sarang berbarengan sampai Mami wendy tertawa bahagia menatap tingkah anak-anaknya ini.

Rasanya sudah lama Renjun tidak sebahagia ini, sebab bagi mami wendy memang selama beberapa tahun ini kerap Renjun lebih tertutup setelah trauma yang dirasakannya waktu SMP dan untungnya keadaan Renjun telah membaik seiring berjalannya waktu  dan semua itu juga tidak luput dari kesigapan Wendy dan Chanyeol yang menemani Renjun kedalam pertempuran konseling selama setahun penuh .

Memang sih saat ini mereka sudah tidak lagi tinggal dikorea , tapi tetap saja Wendy selalu merasa bersalah saat mengingat momen itu padahal Renjun sudah benar-benar melupakan peristiwa tersebut ditambah lagi hubungan mereka Chanyeol dan Renjun masih memburuk sampai membuat Wendy merasa bersalah pada keduanya.

"Mami kok melamun?" tanya Sarang.

"Mami gak melamun kok." Jawab Mami Wendy tersenyum.

"Oh iya, gimana kira-kira masakan mami hari ini?" tanya Mami Wendy penuh harap.

"Enak banget dong mami." respon sarang penuh kegirangan sampai Mami Wendy menunjukkan kedua jempolnya pada sarang.

"Mantap ya masakan mami!!!"

"Iya dong, namanya Mami kesayangan Sarang." puji Sarang yang tampak imut, siapapun akan menyadari kalau Sarang adalah adik kecil paling imut dan bijak dengan paras cantik yang memiliki wajah campuran seperti Wendy dan Chanyeol walaupun telinganya lebih mirip pada Chanyeol.

"Kalau menurut njun, gimana?" Mami Wendy mengalihkan tatapannya pada Renjun yang ada dihadapannya.

"Hari ini masakan mami enak banget kok."

"Kok cuman hari ini? Emangnya selama ini gak enak ya , njun?"

Aduh sepertinya Renjun salah berbicara deh sampai membuat Mami wendy ingin merajuk begitu, padahal niatnya Renjun ingin memuji Maminya tersebut tetapi malahan Renjun dibuat panik.

"Bukan gitu maksudnya Renjun kok mami."

Tetapi raut wajah panik Renjun malah tampan lucu sampai Mami Wendy malah tersenyum, kini wajah naif Renjun mulai terlihat seperti dulu lagi setelah sebelum-sebelumnya ia berusaha kalem dan bersikap dewasa.

"Iya mami tahu kok, kamu ini ya cepat banget merasa bersalahnya."

Renjun cuman tersenyum saja seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, setidaknya ia lega kalau maminya tidak marah karena masalah masakan tersebut.

Akan tetapi raut wajah bahagia Renjun mulai sirna tatkala suara Chanyeol yang datang menghampiri mereka mulai terdengar jelas.

"Maaf ya papi telat datangnya, soalnya tadi ada urusan dikantor." ucap Chanyeol yang langsung mengecup kening Wendy dengan setelan kemeja dapi dan wajah bahagianya.

Mungkin benar saja kata pepatah, kalau rasa lelah yang kita dapatkan seharian akan hilang saat melihat senyuman keluarga kita sendiri dan sepertinya virus kebahagiaan yang tadi dirasakan oleh istri beserta anak-anaknya mulai menular pada Chanyeol.

Tetapi diwaktu yang bersamaan pula , ada seseorang yang tidak menyukai kehadiran Chanyeol kala ini yang tidak lain adalah Renjun sendiri.

Renjun menyudahi makan siangnya seusai meneguk habis air minum, lalu ia mendorong kursi sampai suaranya memperoleh perhatian Chanyeol.

"Kok cepat banget makannya njun? Nasinya belum habis loh nak." Mami Wendy sebenernya sudah menyadari kalau alasan senyuman anaknya memudar seketika ini dikarenakan kedatangan suaminya tetapi ia memilih pura-pura tidak tahu saja.

"Udah kenyang mi, aku masuk kamar dulu ya!" Renjun menggendongnya ranselnya tetapi senyumannya telah menghilang beberapa saat yang lalu.

"Wajah kamu kenapa?" tanya Chanyeol yang matanya masih belum lepas menatap luka diwajah Renjun , apalagi lebamnya juga belum hilang ditambah lagi ada salep yang menempel dibagian luka lecet area pipi.

"Gak kenapa-kenapa." responnya yang langsung membalikan badan.

"Kamu dipukuli lagi disekolah barumu? Siapa orangnya?"

Sekali lagi Renjun mendengarkan pertanyaan yang sama dari orang tuanya, hanya saja kali ini kekhawatiran Chanyeol terasa menjijikan ditelinga Renjun sampai membuat Renjun ingin muntah.

"Berhenti bersikap seolah-olah perduli denganku, udah aku bilang gak apa-apa!" teriak Renjun yang menoleh kepada Chanyeol.

"Bisa gak sekali aja kamu gak bersikap acuh gini sama Papi? Aku ini Ayahmu dan aku sangat perduli dengan keadaanmu, lagipula Ayah mana bisa yang ga khawatir kalau tahu anaknya pulang dengan penampilan lebam-lebam gini?" teriak Chanyeol yang saking khawatirnya pada Renjun sampai lepas kendali untuk meneriaki balik Renjun, padahal selama ini ia berusaha untuk berbicara tenang kepada anak tirinya itu.

"Masalahnya aku gak butuh perhatian darimu! Kau bukan ayah kandungku dan aku juga bukan anak biologismu!"

Suara Renjun semakin meninggi, setiapkali ia beradu pandang dengan Chanyeol rasanya seperti ia ingin sekali menerkam pria dewasa itu .

"Jaga bicaramu Renjun!" bentak Mami Wendy yang mulai merasa perlu untuk menyudahi pertengkaran ayah dan anak ini, ia mencoba menggenggam jemari Chanyeol untuk menenangkan suaminya itu dan matanya seolah-olah memberikan pandangan agar  Renjun berhenti bersikap kurang ajar pada ayahnya itu.

"Lebih baik kamu masuk kamar sekarang, njun!" suruh Mami Wendy yang langsung dituruti oleh Renjun tanpa banyak tanyak.

Setelah memastikan Renjun telah naik kelantai dua, barulah Wendy meraih tangan Sarang.

"Kamu tunggu sini dulu mas, aku mau ganti seragam Sarang bentar." ucap Mami Wendy yang mulai mendominasi rumah, ia membawa Sarang buru-buru dari sana dan mencoba menyibukkan Sarang agar tetap dikamar dengan memintanya mengerjakan tugas supaya gadis kecil itu bisa melupakan peristiwa tadi sebab beberapa kalimat yang didengarnya tadi tidak pantas untuk diingat oleh anak seusia sarang.

Sementara itu Chanyeol tidak bisa menahan kegelisahannya yang membuat ia malah menghampiri kamar Renjun, ia terus mengetuk pintu kamar Renjun berkali-kali yang sepertinya terkunci dari dalam.

Tetapi kali ini suaranya mulai melembut, ia tidak mau membuat kebencian Renjun terhadapnya semakin bertumbuh besar.

"Papi perlu bicara, njun. Kamu ada waktu gak?" tanya Chanyeol seusai mengetuk pelan kamar Renjun.

Tetapi Renjun enggan menggubris atau sekedar memberi respon pada Chanyeol, Dari dalam sana ia malah menutup kedua telinganya dengan Earphone yang suara volumenya ditingkatkan keras .

Hanya sebuah musik yang bisa didengarkannya saat ini, walau matanya masih tidak lepas menatap kearah pintu kamar.

Sebenarnya Renjun tidak benar-benar membenci Chanyeol seperti yang terlihat, hanya saja ia tidak sanggup menerima kebaikan hati dan kasih sayang dari pria itu ditambah lagi ia tidak ingin siapapun menggantikan status ayah kandungnya dari hatinya sendiri .

Kalau saja takdir memang baik, ia ingin sekali dilahirkan sebagai anak biologis dari Chanyeol tetapi dilain sisi kalau pun itu terjadi pasti ia akan sangat kecewa karena tidak bisa memiliki hubungan abang-adik dengan Winwin.

"Kamu masih marah ya sama Papi?" tanya Chanyeol lagi, ia mulai berhenti mengetuk pintu kamar Renjun dimana kedua tangannya terasa lemas dan hatinya mulai kecewa .

"Sudahlah Papi, mungkin aja Renjun perlu waktu sendiri." bisik Wendy yang langsung memeluk Chanyeol dari belakang, ia tidak ingin Chanyeol berlama-lama disini yang malah membuat hati lembut Chanyeol semakin terkoyak karena sebagai seorang ibu dan istri pastinya ia tidak mau melukai hati kedua orang yang disayanginya itu.

"Apa aku gagal menjadi Ayah baginya?" tanya Chanyeol mulai meragukan diri sendiri.

"Kamu adalah Ayah terbaik di dunia ini kok Pi, harusnya kamu gak boleh meragukan diri sendiri kayak gitu."

" Ya benar, kenapa juga aku malah merendahkan diri kayak gini?" ia bergumam sendiri seraya mentertawakan dirinya.

"Itu karena kamu terlalu menyayangi Renjun, kamu hanya ingin menjadi Ayah yang sempurna kan dimata Renjun? Dan aku bisa lihat betul kalau Renjun menyadari itu."

Perkataan Wendy barusan sungguh menenangkan hati Chanyeol, walaupun Chanyeol tidak perduli entah itu benar ataupun hanya sebuah karangan yang digunakan istrinya untuk menenangkan dirinya tetapi jujur saja ia sangat menghargai semua perkataan wendy barusan.

"Ayo kita keruang makan! Aku akan menjelaskan semua yang terjadi pada Renjun sambil menemanimu makan siang."

Chanyeol cuman membiarkan tangannya ditarik lembut oleh Wendy, ia juga tidak mau memaksakan Renjun untuk berbicara padanya jika ia berlama-lama disana makanya ia putuskan untuk bicara kembali pada Renjun nanti malam.

Episodes
1 PULANG
2 DIA TIDAK MENGENALKU
3 NASIHAT BIJAK
4 KELAS 2-E
5 SENIOR
6 PULANG SEKOLAH
7 PUKULAN KERAS
8 MAMI WENDY MARAH
9 PAPI TIRI
10 BISNIS UANG
11 TAWARAN PERTEMANAN JAEMIN
12 MARI BERTEMAN!
13 SENYUMAN PALSU MARK
14 PERTIKAIAN KECIL
15 SISWA SEMPURNA
16 MARK
17 MARAH?
18 ARTI SEBUAH KEPERCAYAAN
19 KAMBUH
20 LEUKIMIA
21 APA YANG HARUS DILINDUNGI?
22 RASA SAKIT
23 UNGGULAN VS BUANGAN
24 TIDAK BERGUNA
25 PEMBOHONG BESAR
26 ATAP SEKOLAH
27 KETAKUTAN
28 HUKUMAN
29 TARUHAN
30 TINDAKAN NEKAT
31 PUNCAK EMOSI
32 KETERBUKAAN WINWIN
33 KOIN KENANGAN
34 KENYATAAN YANG MENAKUTKAN
35 PENCURI KEBAHAGIAAN
36 SOSOK AYAH
37 BERTEMU AYAH KANDUNG
38 KEBENCIAN DOYOUNG
39 KELUAR DARI ZONA NYAMAN
40 ANAK YANG TAK DIINGINKAN
41 RUMAH SAKIT
42 IKATAN
43 REUNI TAK TERDUGA
44 SEMUA SALAHMU
45 TANPA BELAS KASIHAN
46 PANGGILAN TELEPON
47 DONOR SUMSUM
48 RUMAH SEJATI
49 MIKO DAN KISAHNYA
50 HUJAN DAN SALAH PAHAM
51 MANUSIA EGOIS?
52 HARAPAN TERBESAR
53 OBAT
54 MERINDUKAN SAHABAT
55 LAMA TIDAK BERTEMU
56 LAMA TIDAK BERTEMU 2
57 BAGAIMANA KISAH HIDUPMU?
58 BAGAIMANA KISAH HIDUPMU 2?
59 SAHABAT SEJATI
60 RAPUH DAN TAK BERDAYA
61 UANG ADALAH SEGALANYA
62 MENJADI MANUSIA EGOIS
63 MISI
64 BABAK BARU DARI KEHIDUPAN DAN KEHILANGAN
65 LIMA TAHUN KEMUDIAN
66 SANG EKSEKUTOR
67 DIA MASIH HIDUP ?
68 MEMPERBAIKI KESALAHPAHAMAN
Episodes

Updated 68 Episodes

1
PULANG
2
DIA TIDAK MENGENALKU
3
NASIHAT BIJAK
4
KELAS 2-E
5
SENIOR
6
PULANG SEKOLAH
7
PUKULAN KERAS
8
MAMI WENDY MARAH
9
PAPI TIRI
10
BISNIS UANG
11
TAWARAN PERTEMANAN JAEMIN
12
MARI BERTEMAN!
13
SENYUMAN PALSU MARK
14
PERTIKAIAN KECIL
15
SISWA SEMPURNA
16
MARK
17
MARAH?
18
ARTI SEBUAH KEPERCAYAAN
19
KAMBUH
20
LEUKIMIA
21
APA YANG HARUS DILINDUNGI?
22
RASA SAKIT
23
UNGGULAN VS BUANGAN
24
TIDAK BERGUNA
25
PEMBOHONG BESAR
26
ATAP SEKOLAH
27
KETAKUTAN
28
HUKUMAN
29
TARUHAN
30
TINDAKAN NEKAT
31
PUNCAK EMOSI
32
KETERBUKAAN WINWIN
33
KOIN KENANGAN
34
KENYATAAN YANG MENAKUTKAN
35
PENCURI KEBAHAGIAAN
36
SOSOK AYAH
37
BERTEMU AYAH KANDUNG
38
KEBENCIAN DOYOUNG
39
KELUAR DARI ZONA NYAMAN
40
ANAK YANG TAK DIINGINKAN
41
RUMAH SAKIT
42
IKATAN
43
REUNI TAK TERDUGA
44
SEMUA SALAHMU
45
TANPA BELAS KASIHAN
46
PANGGILAN TELEPON
47
DONOR SUMSUM
48
RUMAH SEJATI
49
MIKO DAN KISAHNYA
50
HUJAN DAN SALAH PAHAM
51
MANUSIA EGOIS?
52
HARAPAN TERBESAR
53
OBAT
54
MERINDUKAN SAHABAT
55
LAMA TIDAK BERTEMU
56
LAMA TIDAK BERTEMU 2
57
BAGAIMANA KISAH HIDUPMU?
58
BAGAIMANA KISAH HIDUPMU 2?
59
SAHABAT SEJATI
60
RAPUH DAN TAK BERDAYA
61
UANG ADALAH SEGALANYA
62
MENJADI MANUSIA EGOIS
63
MISI
64
BABAK BARU DARI KEHIDUPAN DAN KEHILANGAN
65
LIMA TAHUN KEMUDIAN
66
SANG EKSEKUTOR
67
DIA MASIH HIDUP ?
68
MEMPERBAIKI KESALAHPAHAMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!