Ia saat itu pulang agak sorean pasalnya ia harus menunggu hasil pengecekan tubuhnya untuk yang terakhir kali, tentang apakah ia memang sudah layak untuk pergi dari rumah sakit ini. Awalnya Reyhan ingin menolak tapi karena pihak rumah sakit mengatakan kalau ini permintaan dari Ayah Reyna Sendiri membuatnya tidak bisa berkata apa-apa dan menerimah perawatan tersebut apa adanya.
Permintaan untuk meninggalkan tempat ini sudah ia berikan Setelah ia bisa berjalan dengan menggunakan Tongkat, namun permintaan itu sama sekali tidak didengarkan. Hingga Vanessa harus datang secara pribadi untuk datang menyampaikan permintaan orang tuanya agar Aether bisa tinggal dan menyelesaikan penyembuhannya di rumah sakit ini.
Di hari itu, keluarga Reyna kembali datang untuk mengantarnya kembali. Walaupun yang datang hanyalah ibu dan reyna nya sendiri, itu sudah sangat berarti bagi Reyhan. ia diantarkan sampai di apartemennya, bahkan reyna Sempat tinggal disana untuk bermain dan membantunya bersih bersih.
Satu hal yang tidak pernah ia duga saat itu, adalah Air mata bahkan Aether Sama sekali tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi, tapi saat ia sampai dan saat ia ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibunda reyna.
Air mata itu tidak berhenti untuk keluar, semakin banyak Reyhan mengapusnya semakin deras air mata itu keluar dari matanya. Bahkan saat itu Reyna tidak bisa menahan tawa dan mengejek Reyhan yang tidak berhenti untuk menangis.
“Ternyata kak reyhan orangnya cengeng!” setelah ia Sedikit tenang Rheina masih berusaha mengejek Reyhan yang saat itu telah Sedikit tenang.
“Coba ulang!” ucap Reyhan yang mulai menjewer telinga dari Reyna yang tertawa Geli, itu terlihat kedekatan antara mereka berdua.
Sehingga ibu reyna yang juga masih ada disana,sama sekali tidak marah melihat reyhan yang menjewer anak semata wayangnya, hari itu mereka terus bercanda riang terutama Reyna yang terus mengejek Reyhan Sebagai orang yang cengeng.
Rasa kehangatan keluarga yang telah lama tidak Reyhan rasakan, kini ia kembali rasakan membuatnya sangat senang, walaupun itu hanya Sesaat tapi bagi Reyhan sudah sangat berarti.
Sehingga pikirannya yang awalnya sangat kusut oleh masalah Rose dan guild Storm hunternya sudah agak lebih mendingang, memang ia sudah berkata kepada cleo dan yUno kalau ia tidak akan membuat masalah dengan mereka.
Tapi dalam hatinya ia masih tidak tahu apakah jika ia bertemu dengan Roses masih bisakah ia menahan amarah itu, tapi Sekarang ia sudah sangat yakin kalau amarah yang berlebih itu tidak akan keluar baik itu bertemu dengan Siapa pun itu.
Saat Reyna dan keluarganya telah pulang, malam Sudah sangat larut, karena ia juga kelelahan mengurus masalah rumah sakit, dan pikirannya yang masih sedikit terbebani masalah yang ada Vof membuatnya lebih memilih beristirahat.
Ia mulai masuk dalam Permainan keesokan harinya, dan menemui berbagai orang yang terlihat sangat tidak bersemangat, dan Sepertinya jumlah pemain saat itu terlihat sangat berkurang. Aether Sedikit panik pasalnya ia mengira kalau semenjak ia tidak ada mereka semua telah di serang untuk yang kedua kalinya.
Ia pergi mencari orang-orang yang ia kenal dan mendapati Yuno yang sedang terduduk lemas, begitu pula dengan Cleo dan Aqua yang terlihat seperti tidak memiliki Semangat.
“Ada apa ini?” siapa Aether kepada mereka.
Ucapan itu menyadarkan mereka, dan mereka Sedikit kaget melihat Aether yang muncul di hadapan mereka, ia tidak tahu kalau Aether Sebenarnya Setelah pertarungan itu memilih untuk Logout.
Semua orang yang ada disana mengira kalau Aether saat itu dibunuh oleh Goblin sahman, sehingga Aether muncul dengan kecepatan Seperti ini membuat mereka sadar kalau Aether adalah orang yang membunuh goblin shaman itu.
Ternyata mereka tidak ada yang mengetahui kalau Aether sempat mengambil alih pertarungan dengan pemimpin musuh yang mereka tahu kalau Aether bergerak untuk menyelamatkan Roses yang sempat terpojok.
“Kalau masalah itu kalian tidak perlu tahu, aku hanya ingin bertanya kenapa Suasana Kamp bisa menjadi Seperti ini.”
Aether tidak ingin mereka terlalu banyak membahas tentang ia yang membunuh goblin shaman, pasalnya ia mendapatkan berbagai dropan dari monster itu, jika mereka tahu apa yang ada di dapatkan Aether takut kalau mereka malah minta bagian.
“setelah Goblin Shaman mati, sebagian kami terlalu berlebih beberapa orang beranggapan kalau ini adalah waktu yang tepat menyerang markas goblin yang ada di dalam hutan sana. karena Semua orang setuju kami pun mengejar mereka ke dalam hutan sana, dan mendapati kami yang di sergap dengan berbagai goblin yang jumlah kampir dua kali dengan pasukan yang pertama sehingga kami mau tidak mau harus mundur dan menerima kekalahan kami dengan telak.”
Yuno menjelaskan kronologi kejadian semejak Aether tidak ada disana, semakin banyak aether semakin dahinya berkerut karena merasa tindakan yang mereka ambil adalah tindakan yang sangat ceroboh.
“Bodoh si,”
“ya gitu deh, kami semua yang ada di sini masih menganggap kalau ini hanyalah sebuah permainan,” yuno sama sekali tidak membantah ucapan dari Aether pasalnya ia memang sudah sadar kalau ia sebagai ketua tidak bisa mengambil keputusan yang tepat.
“sudah-sudah, semua sudah terjadi. Ada baiknya kita pikirkan apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” aqua berusaha menenangkan mereka karena takut kalau nantinya mereka akan saling salah salahan.
Cleo yang saat itu terlihat diam dan tidak peduli apa yang terjadi disana langsung merinding pasalnya ia teringat Sesuatu yang mengerikan.
Saat ini Aether memang masih mengunakan topengnya Sehingga mereka tidak melihat kalau Aether saat ini sedang tersenyum di dalam topengnya.
“Kau tidak berpikir untuk membakar hutan kan?” cleo yang terus berprasangka buruk akhirnya mengeluarkan argumennya.
“kenapa, kau terus berpikir buruk kepadaku sih,” balas Aether dengan Sedikit memulihkan muka nya.
Dan mereka semua akhirnya Aether benar benar berpikir untuk membuat kebakaran hutan, setelah mengalami realitas dari game mereka semua tidak ada yang tahu dampak apa yang ditimbulkan oleh jika mereka membakar hutan.
“Gunakan saja cara lama? Kau temani aku, dan masuk hutan dan lihat berapa lama kita bisa bertahan.” Aether mulai mengajukan idenya.
Dan tentu Aether masih harus menjelaskan Bagaimana rencana sehingga mereka dapat dikoreksi oleh mereka, Aether juga tidak bisa memaksa untuk mereka selalu mengikuti apa yang dia ucapkan, tapi saat ini bagi Aether mereka sama sekali tidak bisa melakukan apa- apa yang mereka bisa lakukan adalah mencega para goblin itu melanjutkan serangannya.
Jika para goblin itu sekarang menyerang bisa dipastikan mereka akan mengalami kekalahan karena banyak pasukan mereka yang telah mati, dan bantuan yang ditunggu belum juga sampai , jadi mereka harus berperang di hutan untuk semenatara Waktu, dan bagia Aether untuk berperang di dalam hutan sana adalah salah satu dari keahliannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Arfi Jav
Kurang nih! Author ny belajar bahasa Indonesia.... kurang pengalaman atau pengetahuan!
2023-06-09
1