sebelum membuka pintu reyhan sedikit memperjelas siapa yang datang mengunjunginya, "Siapa?" ucap Reyhan secara sepihak karena ia sama sekali tidak mengenali orang yang ada di depan pintu. Setelah ia perhatikan lagi, orang itu merupakan seorang pengantar paket. Reyhan sedikit bingung, pasalnya ia sama sekali tidak ingat bahwa ia pernah memesan suatu barang.
Reyhan pada saat itu berusaha memperjelas bahwa ia sama sekali tidak pernah memesan barang apa pun, tapi kurir itu sendiri sangat ngotot kalau alamat yang ada di paket tersebut mengarah ke tempat ini, apalagi nama yang ada di dalamnya masih benar, bahwa itu adalah nama Reyhan.
Setelah berdebat selama beberapa saat, akhirnya Reyhan mengalah dan membiarkan paket tersebut disimpan di rumahnya. Lagian, ia tidak perlu membayar apa pun untuk kedatangan paket itu.
Reyhan berniat untuk menyimpan paket itu untuk sementara waktu, takutnya memang paket tersebut salah kirim sehingga jika nantinya ada masalah dengan pemilikannya, Reyhan sama sekali tidak perlu repot.
Pada dasarnya ia memiliki pilihan untuk mengirim paket tersebut kembali ke pengirim, namun setelah ia bertanya kepada si kurir, ia sama sekali tidak mendapatkan jawaban tentang nama dari orang yang mengirim barang tersebut kepadanya. Sehingga satu-satunya cara yang ada di kepalanya saat ini adalah untuk menyimpan barang tersebut untuk sementara waktu sampai ia mendapatkan nama dari orang yang mengirimkan barang tersebut kepadanya.
Setelah itu, moodnya untuk kembali bermain permainan benar-benar telah runtuh. Ia lebih memutuskan untuk berjalan-jalan di luar, karena memang selama beberapa hari semenjak ia diputuskan oleh pacarnya, ia sama sekali tidak pernah keluar dari tempatnya itu.
Ia telah memutuskan bahwa walaupun ia sudah kembali bermain game, ia masih akan berusaha untuk mencari sebuah pekerjaan yang layak, walaupun itu mungkin sedikit sulit dengan ijazah SMA yang dimilikinya saat ini. (Ijazah tersebut adalah ijazah Paket C yang berasal dari pemerintah.)
Sehingga saat ia jalan-jalan di sekitar tempat tinggalnya, ia juga terus berusaha mencari beberapa lowongan pekerjaan. Dengan hoodie merah andalan yang sering ia kenakan, ia mulai berjalan-jalan di sekitar sambil melihat bagaimana pemandangan kota di mana ia tinggal.
"Kota ini semakin hari semakin padat saja," komentarnya saat melihat kepadatan para pengguna jalan yang ada di sekitarnya. Makassar adalah salah satu kota terpadat yang ada di Indonesia, dan di situlah ia berasal, kota dengan segudang sejarah yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Kota ini mungkin tidak sepadat ibukota, namun karena ia juga merupakan salah satu dengan perkembangan ekonomi terbaik di Indonesia, menjadikannya kota yang cukup diperhatikan oleh dunia. Terutama sering menjadi tempat transit bagi mereka yang mendatangi berbagai pulau-pulau lain di Indonesia bagian timur.
Saat berjalan-jalan seperti ini, Reyhan terus memikirkan apa yang harus ia lakukan supaya dapat bertahan hidup di Kota yang keras ini.
Saat sedang asyik melamun tentang hidup, ia tiba-tiba melihat seorang anak yang sedang menyeberang, tampaknya tidak menyadari bahwa saat ini lampu lalu lintas masih hijau. Kepadatan lalu lintas yang sangat padat tentu akan sangat berbahaya bagi anak tersebut jika di biarkan.
Reyhan dengan refleks yang sangat baik langsung berlari untuk menyelamatkan anak tersebut, tapi sepertinya aksi Reyhan itu sedikit terlambat. Ia berhasil menangkap anak itu, namun tidak berhasil menariknya ke tempat yang lebih aman.
Saat ia berusaha menjauh, ia sudah melihat sebuah mobil yang melaju cukup kencang ke arah mereka. Melihat hal tersebut, ia segera melakukan improvisasi dengan memeluk anak tersebut untuk menghindari benturan yang lebih parah.
Karena yang ada di pikiran Reyhan saat itu, jika ia tidak bisa selamat, setidaknya ia bisa menyelamatkan anak ini dari bahaya yang akan datang. Walaupun mungkin Reyhan akan terluka, ia sudah pasrah akan hal itu. Yang mungkin bisa disesalinya kalau ia benar-benar mati adalah mengapa ia harus tertabrak mobil seperti ini.
"Kenapa ini malah seperti cerita-cerita Jepang yang ujung-ujungnya malah akan ke isekai ke tempat yang lebih jauh nantinya," gumamnya seolah menjadi pengiring bagi mobil tersebut menabraknya dengan keras. Ia tidak lagi mendengar apa-apa, beberapa suara teriakan sempat ia dengar sebelum ia kehilangan kesadaran.
Semua orang yang ada di sana sangat kaget dengan kejadian yang berlangsung sangat cepat tersebut, terutama keluarga dari anak yang ada di sana. Pasalnya, tabrakan tersebut sangat keras. Mereka langsung berlari untuk melihat keadaan anaknya.
Dan saat itu, entah itu keajaiban atau bagaimana, anak yang mereka khawatirkan berhasil selamat walaupun tubuhnya masih ada beberapa lecet karena terseret saat kecelakaan terjadi.
"Sedangkan kondisi Reyhan saat itu sudah terlihat sangat memprihatinkan, tubuhnya sudah bermandikan darah, dan sepertinya ia juga sudah tidak sadarkan diri.
"Woy, tanggung jawab doang," teriak seseorang yang sadar tentang keadaan Reyhan yang pada saat itu sudah sangat parah, sedangkan keluarga si bocah masih terus mengecek bagaimana keadaan anaknya. (Indonesia ni bos, pukul dulu baru tanya kemudian.)
Melihat keadaan yang seperti itu, beberapa warga juga sudah berniat untuk memukul ibu anak itu karena berkekat kelalaiannya terjadi sebuah kecelakaan seperti ini.
"Maafkan kami, tapi tolong bantu kami untuk membawa pemuda itu ke rumah sakit terlebih dahulu. Untuk masalah selanjutnya, kami akan bertanggung jawab dengan apa pun yang terjadi, baik itu kepada mobil yang ada atau pemuda yang sudah menyelamatkan anak kami," ucapnya sambil memperlihatkan sebuah kartu nama. Hal ini membuat semua warga yang ada di sana lansung diam karena mereka sangat percaya dengan orang tersebut karena ia adalah salah satu orang yang terkenal di Indonesia.
Sebuah kartu nama itu langsung merubah segalanya, beberapa orang langsung membantu untuk menyelesaikan masalah yang ada di sana.
Setelah beberapa hari di salah satu rumah sakit terbesar di Makassar, Reyhan yang saat itu dirawat di sana akhirnya tersadar.
"Syukurlah, aku tidak mati," ucapnya langsung bersyukur saat mengetahui bahwa ia tidak mati. Namun ia masih bingung tentang apa yang terjadi, dan salah satu hal yang paling ia takuti saat ini adalah kalau ia berada di bawah di sebuah rumah sakit mewah di mana ia mungkin tidak bisa membayar biaya dari rumah sakit tersebut.
Bahkan sekarang Rey sudah memiliki beberapa pikiran untuk segera kabur dari tempat ini. Tidak lupa ia juga mengecek bagaimana kondisi tubuhnya setelah ia mengingat bagaimana ia tertabrak. Ia sama sekali tidak kaget kalau ada beberapa bagian tubuhnya yang sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Dan memang benar, kaki kirinya yang mendapatkan benturan paling keras saat itu sama sekali tidak bisa digerakkan oleh Reyhan.
"Baru kemarin, aku kehilangan orang yang paling aku cintai, dan sekarang aku sepertinya harus menerima bahwa sekarang aku telah menjadi orang cacat," pikiran Reyhan saat itu semakin besar karena masalah seperti ini.
"Namun setidaknya kecelakaan ini sama sekali tidak berhubungan dengan Game-game itu," lanjutnya dengan sedikit menghibur diri sendiri.
Ia hanya tidak tahu bahwa anak yang ia selamatkan merupakan salah satu sponsor terbesar dalam game "Vernata of Fantasia."
Tidak berselang lama, dokter yang berjaga di rumah sakit tersebut datang membawa beberapa orang suster untuk melakukan perawatan rutin. Reyhan sama sekali tidak bermasalah dengan mereka yang melakukan perawatan seperti itu, sehingga perawatan dilakukan dengan lancar. Namun sebelum mereka pergi dari tempat tersebut, Reyhan mengajukan sebuah pertanyaan yang sedikit aneh.
"Doc, organ dalam yang ada di tubuhku tidak ada yang bermasalah bukan?"
"Iya, kami sama sekali tidak menemukan gejala apa pun di dalam sana saat kami melakukan beberapa operasi tulangmu yang patah," ucap dokter itu masih menjawab dengan baik walaupun ia sama sekali tidak mengerti kenapa Reyhan menanyakan hal seperti itu.
"Syukurlah!" ucap Reyhan dengan muka yang terlihat sangat senang.
Dengan melihat muka Reyhan yang seperti itu, membuat dokter yang ada di sana menanyakan alasan kenapa Reyhan bisa sesenang itu. Takutnya ada beberapa pemeriksaan yang terlewatkan oleh pihak dokter yang bisa membahayakan sang pasien.
"Tidak apa, Doc, saya hanya sedikit khawatir kalau saya tidak akan bisa membayar biaya rumah sakit. Kalau organ dalam saya masih aman, setidaknya itu masih bisa kuberikan sebagai ganti biaya rumah sakit yang ada," ucap Reyhan dengan senyum yang membuat semua dokter yang ada di sana sama sekali tidak bisa berkata apa-apa.
semua orang yang berada disana tidak tahu harus merespon seperti apa karena apa yang Reyhan katakan seperti sebuah bercandaan namun orang yang mengataknnya terlihat tidak terseyum seolah apa yang dia katakan adalah kebenaran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Viva Rrq
ganggu banget pas baca
2022-11-09
2
Viva Rrq
banyak banget typo sama kata yg gk efektif alias berulang dalam 1 kalimat, mending d atur dulu thor
2022-11-09
1
ValdoNovaa
improvisasi
2022-10-07
0