Aether sudah Seperti malaikat pencabut nyawa bagi para goblin yang ada disana, para Assasin yang ada seperti tidak ada apa-apanya, pasalnya Aether saat itu sangat menggila, Ia sudah menekankan kepada para Assasin yang dia bawah, kalau satu satunya tugas mereka adalah tidak membiarkannya mati.
Dari pihak pemain sepertinya berada di pihak terpojokkan, namun saat Aether dan pihaknya masuk dan mengganggu para archer dan mage lawan, semua dapat berubah menjadi arah yang berlawanan, sehingga saat ini para pemain bisa memberikan perlawanan yang berarti terutama saat yuno dapat mengatur pasukan miliknya.
Sehingga para pemain dan bergerak sesuai dengan job yang mereka miliki, dan sama sekali tidak ada yang sia-sia, 3 orang yang berasal dari Storm hunter sangat menarik perhatian. Pasalnya dengan Level yang mereka yang sangat tinggi mereka tentunya masih dapat bertarung dengan baik.
Setidaknya itu bagi Segelintir orang, tapi diluar itu ada seorang yang Spearman yang bertarung dengan sangat gilanya , dan Semakin lama mereka bertarung, ketenangan yang dia perlihatkan akan semakin sempurna.
{title baru di dapatkan “goblin killer”}
[setiap goblin yang ada di dekat akan merasakan hawa takut akan kematian.]
[str: +5 Dan dev: +3 secara permanen]
Sebuah title baru segera ia dapatkan, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak goblin yang telah ia bunuh, satu kompi pasukan Archer sudah ia ratakan dengan waktu yang sangat singkat. Ada satu hal yang membuat Aether sangat buru-buru, yaitu pemimpin pasukan dari Goblin saat ini dipimpin oleh Seorang goblin sahman, goblin yang beberapa hari telah ia cari.
Jadinya saat ia sudah menyelesaikan para Goblin archer ia Segera menyerahkan para goblin mage kepada Para Assasin yang ia bawah, dan ia Yakin seharus tidak sulit bagi mereka sebagai seorang assasin untuk mengalahkan para Mage goblin yang masih tersisah.
Saat melihat pasukannya yang sedang dipojokkan tentunya Sebagai pemimpin goblin shaman itu langsung menyerang Roses sebagai orang yang paling banyak membunuh pasukannya dan baginya Roses merupakan oleh paling berbahaya.
Ia bersama dengan beberapa Goblin champion berusaha menunjukkan mereka, level mereka memang cukup tinggi tapi saat berhadapan dengan monster tipe bos monster mereka juga tetap akan sangat kesusahan.
Keadaan seperti ini tentu membuat roses dan teman-temannya sangat jengkel, ia juga sangat gengsi untuk meminta bantuan pasalnya di sini ia merupakan orang dengan level yang paling tinggi. Dan saat pemimpin musuh menyerang terlihat kalau Semua orang mengerti kalau Orang yang levelnya paling tinggi harus melawan pemimpin musuh.
Sedang teman-temannya saat ini sedang di pojokan oleh para goblin champion, sehingga mau tidak mau harus bertarung satu lawan satu dengan pemimpin pasukan para goblin, pengalaman seperti tidak pernah ia alami selama masuk dalam game ini.
Sehingga beberapa gerakannya terlihat sangat ceroboh, yang berakibat berapa serangan lawannya tidak bisa ia tangkis, dan semakin lama ia semakin terpojokkan, saat ia sedang terpuruk sebuah serangan yang sangat berbahaya tidak bisa ia hindari, dan pada saat itu ia hanya bisa berharap tidak mati karena mendapatkan Serangan besar dari lawannya.
Saat ia sudah pasrah untuk menerima serangan itu tampah diduga ia tiba melihat kalau serangan itu tiba berubah arah, dan setelah ia perhatikan ada seseorang yang melakukan secara brutal.
“Kau bisa pergi, serahkan saja monster ini kepadaku,” ucap Pria bertopeng yang seperti seorang Spearman.
Setelah mengucapkan hal itu, ia tidak basa basi dengannya Roses dan lebih memilih untuk langsung bertarung dengan Goblin shaman yang ada, sehingga rose saat itu sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk berbicara.
Hal pertama yang Aether lakukan saat bertarung dengan goblin shaman adalah membuatnya turun dari tunggangannya, karena dengan memiliki tunggakan Seperti itu dengan sebuah senjata tombak ia terlihat akan sangat berbahaya.
Untuk menghemat tenaga ia hanya mengincar bagian kaki dari tunangannya, karena kalau ia berusaha membunuh Sebuah Serigala yang sepertinya juga merupakan Seorang bos monster itu pastikan memakan banyak usaha.
Selama beberapa hari mereka berburu Goblin aether sama Sekali tidak menemukan Sebuah Skil yang ingin ia gunakan, Sehingga Selain skil Slash yang dimilikinya ia sama sekali tidak memiliki skil lain. Jadinya semua kemampuannya saat ini adalah kemampuan pribadi yang merupakan hasil gemblengan dari Baron yang luar biasa.
Ia Sebisa mungkin mengembangkan karakter Sesuai dengan apa yang Baron sarangkan kepadanya, setelah Goblin itu jatuh dari tunangannya pertarungan Sebenarnya baru saja dimulai, sebuah pertarungan antara pengguna tombak.
“ini mah Sepertinya aku harus melawan Baron lagi.”
Satu Serangan tombak yang ia terima langsung mengingatkannya kepada Pelatihnya bersama dengan baron, walaupun Seperti itu tidak ada rasa takut Bagi Aether untuk melawannya, malah ini menjadi motivasi tersendiri baginya untuk tidak boleh kalah.
Aether berusaha bertahan sebaik mungkin, setidaknya ia berusaha melihat bagaimana bagaimana cara lawannya untuk bertarung, baginya ini Sudah menjadi Sebuah kebiasaan sehingga beberapa saat kedepan yang ia bisa melawan dengan muda.
Hanya dengan waktu beberapa saat ia sadar kalau teknik bertarung dari goblin masih jauh dari Baron Walaupun kekuatan yang dia rasakan sama, tapi itu hanya kekuatan Bagi Aether yang sudah sangat terbiasa dengan cara bertarung Baron yang kuat dan sangat cepat menggunakan Tombak lawan Goblin Seperti bagi Aether adalah Sebuah perkara yang sangat muda.
Sehingga saat Aether mulai mengeluarkan serangan serangan goblin shaman itu sama sekali tidak bisa mengimbangi. Sehingga semakin lama mereka bertarung Aether terlihat semakin mendominasi, serangan demi Serangan terus mengurangi hp goblin shaman hingga goblin itu mati.
“Menang!!!” teriak Aether Setelah ia mengalahkan Goblin shaman itu.
“level up.”
“level Up.”
“Level up.”
{tombak terkutuk raja shaman berhasil didapatkan.}
Berbagai pemberitahuan langsung muncul di kepala Aether, setelah kekalahan pemimpin mereka terlihat Tidak ada semangat. Yang ada mereka langsung berhamburan untuk menyelamatkan diri.
“Jangan biarkan mereka Lolos!” teriak Yuno yang berusaha membunuh sebanyak mungkin Gomblin
Begitu pula dengan Aether yang berusaha membunuh sebanyak mungkin goblin, karena membunuh satu dari mereka bisa Setidaknya mengurangi lawan mereka di pertempuran mereka selanjutnya.
“Huaaaah!!!”
Terdengar teriakan di berbagai tempat,luapan ekspresi senang dapat terasa di sana begitu pula dengan Aether. Tapi ia saat itu tidak ingin terlalu lama berada di sana pasalnya masih ada masalah yang setidaknya ia perlu dihindari untuk sementara waktu.
Sekarang ia berada dalam dua pilihan Sulit tetap membantu mereka hingga misi ini selesai, atau pergi karena pergi misi pribadinya di tempat ini memang telah Selesai.
Apalagi di tambah rose yang tengah ada di tempat ini membuatnya sangat malas untuk segera lanjut misi, ia tidak bisa memutuskan apa yang akan ia lakukan sehingga pada akhirnya Aether lebih memilih untuk mendinginkan pikirannya dengan Logout.
Hari ini bisa dikatakan menjadi hari terbaik untuk Reyhan, selain ia yang berhasil untuk membunuh Goblin buruannya, hari ini adalah hari dimana akhirnya ia berhasil keluar dari rumah sakit.
Kondisinya telah berada di performa terbaik, untuk keluar dari rumah sakit ini bahkan ia telah berada di kondisi dimana ia dapat berjalan tanpa bantuan dari Tongkat.
Dengan kondisi fisik yang seperti itu ia sudah tidak memiliki alasan lain untuk tidak pergi dari rumah sakit ini, dan kembali ke apartemen nya yang miskin itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
lucas
tunggangan
2022-09-13
0
anggita
Assasin..💥
2022-04-12
0