permintaan

"tuan? apa saya boleh pulang? " tanya Sya hati-hati.

"mau pulang kemana? " tanya Kevin dengan datar.

"ya kerumah lah tuan... ibu saya khawatir dari tadi udah ngomel-ngomel" jawab Sya dengan berani mengacung-ngacungkan ponselnya.

Rangga tertawa terbahak-bahak dengan keberanian Sya melawan Kevin.

"biar aku atasi" ujar Kevin dengan memerah menatap tajam Rangga.

"tidak perlu tuan..! saya bisa mengatasinya sendiri" Sya melempar kunci mobil Kevin hingga Kevin gelagapan menangkap kuncinya.

"beri saya uang...! " Sya mengulurkan tangannya.

"hah? " cengo Kevin

"beri saya uang untuk naik taksi tuan" ulang Sya lagi dengan sabar.

Kevin meraba-raba dompetnya dan membukanya secara perlahan,

"aku tidak punya uang tunai" jawab Kevin dengan menahan malu.

"apaaa...?? " pekik Sya

Rangga tertawa terjungkal-jungkal di lantai tak peduli lagi wibawanya sebagai dokter senior terhormat di rumah sakit ini.

Sya dan Kevin seperti suami istri saja, Sya meminta uang untuk beli keperluan pokok tapi Kevin tidak punya uang begitulah ekspresi mereka saat ini pun begitu pas, hingga Rangga tak kuasa menahan wibawanya.

"presdir macam apa tidak punya uang hah? " tanya Sya berkacak pinggang.

"kau bilang apa? aku banyak uang dan ini.. ini.. ini... ini semua uang isinya.. kau bisa beli pesawat pribadi dengan kartu-kartu ini, aku hanya tidak punya uang tunai". marah Kevin tidak terima di bilang tidak punya uang oleh Sya.

"terus itu.. itu.. itu gunanya buat apa? saya bukan mau naik pesawat ke rumah saya tuan.. kami tidak punya landasan pesawat.. saya pulang harus naik taksi atau ojek tuaaannn.. dan mereka tidak terima pembayaran dengan kartu.. " geram Sya dengan mata melotot galak.

Kevin menggeram dengan meremas angin di wajah Sya, "kau melanggar pasal hah? "

"ini bukan jam kerja lagi" jawab Sya.

"masih jam lembur" jawab Kevin tak mau kalah

"lihat jam sana udah jam 12 malam.. tidak ada lembur-lemburan" marah Sya beralih ke salah satu suster yang baru aja masuk.

Kevin memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, bagaimana bisa ia memiliki asisten yang selalu melawan padanya,,

"suster.. apa anda punya uang? " tanya Sya dengan santun.

"eh..? " suster itu gelagapan tak mengerti.

"anda kenal dia kan? " tanya Sya menunjuk Kevin yang masih memijit pelipisnya sendiri.

suster mengangguk-ngangguk.

"dia akan mengganti uangmu..! aku mohon.. ibuku sudah marah-marah karna terlalu lama pulang tapi tuan saya yang itu tidak punya uang tunai jadi saya hanya bisa memohon pada suster". memelas Sya

"berikan saja sus.. biar saya yang ganti" sambar Rangga berusaha untuk berdiri.

"baik dokter" jawab suster langsung memberikan uang yang ada di sakunya ke Sya.

"terimakasih suster, dokter.. tuan " ucap Sya lalu melepaskan heelsnya ditempat dan lari kaki ayam keluar ruangan Rangga

"hei.. culun... Heels itu harganya 25 juta.. berani sekali kau menelantarkannya hah? " teriak Kevin dengan geram.

"katanya banyak uang kenapa uang 25 juta anda permasalahkan tuan? percuma pakai heels seharga 1 M kalau tidak bisa dibawa lari"

perkataan telak Sya menghunus jantung Kevin hingga siempunya memerah dengan tingkah asisten bar-bar di mulut itu,

Suster menahan tawanya sedangkan Rangga kembali terjungkal-jungkal tertawa,,

Sya menjulurkan lidahnya ke Kevin yang tampak marah, Sya langsung kabur dari tempat itu karna Ida sudah menunggunya di rumah.

"ak.. aku menyukainya.. haha... kau harus dapatkan dewi gangga itu" kata Rangga dengan tersenggal-senggal

buggh...

dengan geramnya Kevin memukul dada Rangga karna berani mengoloknya.

"aku tidak suka culun itu.. mulutnya selalu berbisa sekali lewat dari jam 10 malam" ujar Kevin dengan tatapan tajam ke arah pintu Sya keluar tadi.

"perempuan biasanya ular bulu tapi dia ular berbisa" gerutu Kevin

"lagian sejak kapan ada ular bulu hah? yang benar itu ular ya memang berbisa" ralat Rangga dengan heran.

"suka-suka akulah, dan juga..!! mana mungkin aku yang salah karna tidak punya uang tunai, " jawab Kevin dengan muka tak bersalahnya seolah apa yang dia katakan selalu benar saja.

"itu karna kamu emang salah.. bagaimana bisa seorang presdir tidak punya uang tunai hah? " gelak tawa Rangga kembali menggelegar.

Kevin mendengus dan langsung meninggalkan Rangga yang asik dengan dunia tawanya bersama suster yang sedang menahan tawa sekuat tenaga.

.

.

ke esokan harinya Sya bekerja seperti biasa dengan kedua rambut di kepang dan tak lupa kaca mata tebal yang selalu bertengger manis di batang hidungnya.

"aahh.. penampilan ini memang lebih menyenangkan" ucap Sya sambil merentangkan tangannya.

Sya terlonjak kaget saat Kevin tiba-tiba nyelonong masuk melempar tas nya yang tertinggal di mobil Kevin tadi malam.

"tas mu murahan" ejek Kevin dengan tutur kata pedas seperti biasa.

Sya menarik nafas dalam-dalam,

"ingin sekali aku mengundurkan diri dari tempat ini" batin Sya sambil menggigit bibir bawahnya.

"kenapa? kau tidak terima? " tantang Kevin.

"Pasal 8 Bab 1 ayat 2 bunyinya adalah seorang asisten perempuan tidak boleh masuk ke ruangan presdir jika tidak ada keperluan penting begitu juga sebaliknya, jika asisten perempuan melanggar maka dia harus bayar denda namun jikalau presdir yang melanggar maka asisten perempuan bisa meminta 1 permintaan pada sang presdir"

Kevin gelagapan seketika, jujur dia memang tidak ada urusan pekerjaan datang ke ruangan Sya.

"aku ada urusan denganmu tentang kerja sama dengan perusahaan R Group.. "dalih Kevin

"itu bukan pekerjaan saya tuan,, perlu saya antarkan ke ruangan tuan Bayu? " tawar Sya dengan senyuman.

Kevin kembali berdalih, "apa saja jam temuku saat ini? "

"jam temu anda sudah ada di meja kerja anda tuan" jawab Sya dengan senyuman lagi.

"kapan? aku tidak melihatnya! coba kau lihat lagi? " tegas Kevin sekali lagi.

"saya bantu periksa di ruangan anda tuan? karna setiap malam semua sudah diantar ke ruangan anda sebelum ayam berkokok " jawab Sya

"apa maksudmu aku salah? " tanya Kevin dengan nada membentak.

"anda tidak salah tuan" ralat Sya membuat Kevin mengangguk membenarkan merasa menang.

"tapi mungkin saja anda keliru" sambung Sya lagi dengan senyum di paksakan

Kevin terbelalak lagi. "kenapa kau selalu menjawabku? apa kau ada masalah denganku? "

"saya tidak ada masalah dengan anda tuan, saya hanya minta anda sebagai pemimpin harus bijaksana dan juga tadi saya hanya menjawab pertanyaan anda tidak lebih"

"oh.. jangan lupa bonus karna anda salah masuk ke ruangan saya tuan" Sya masih tersenyum.

tapi entah kenapa Kevin malah dongkol melihat senyuman itu,

"apa maumu? " tanya Kevin dengan geram.

"beri saya libur satu hari ini" jawab Sya dengan serius.

"apa alasanmu libur? " tanya Kevin

"saya ada urusan tuan... apa saya harus melapor juga pada anda? " tanya Sya

"ya.. harus dikatakan" jawab Kevin

"saya datang bulan tuan " jawab Sya berbohong tapi terlihat serius.

Kevin menautkan kedua alisnya, "apa maksudmu datang bulan? sekarang masih bulan Januari apa maksudmu bulan Februari? "

Sya menggeleng kepalanya, "tidak tuan tapi PMS " jawab Sya penuh penekanan.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Hariyanti

Hariyanti

🤦🤦🤪

2025-01-29

0

Teguh wira admaja

Teguh wira admaja

koplak ya si sya 🤣🤣🤣🤣

2022-09-18

2

Tiinaa

Tiinaa

bukan datang bulan tapi bulan datang,,kevin...kamu lucu nak

2022-06-04

3

lihat semua
Episodes
1 Syamita
2 di kecohi
3 memberi tau
4 ketahuan
5 tekat
6 pamitan
7 melamar pekerjaan
8 pertama bekerja
9 cuma itu?
10 balas
11 jam lembur?
12 berubah
13 bertemu
14 host
15 tak terduga
16 pembicaraan serius
17 permintaan
18 John Laser?
19 bertemu klien
20 situasi genting
21 rumah minimalis
22 bisa menyentuhnya
23 ada apa?
24 tidak di duga
25 kesal
26 ikut aku
27 ke luar kota
28 di kejar
29 milikku
30 tidak bisa kabur
31 masa lalu Sya
32 minta nasihat
33 kecelakaan
34 sadar
35 hadir
36 masalah kecil
37 siapa milikmu?
38 first kiss
39 belajar menerima
40 sangat manis
41 tanpa sengaja
42 traktir
43 lamaran sederhana
44 memperkenalkan
45 sebagai calon istri
46 masalah
47 bukan remaja
48 penghianat
49 menghadiri Awards
50 pelakunya?
51 memberitau
52 bongkar
53 gagal manis
54 diketahui
55 masalah Wiwin
56 terlaksana juga
57 tidak sengaja
58 ada apa dengan dia?
59 acara
60 alasan
61 kehancuran Bela
62 kehancuran Haris
63 menghadiri pesta
64 bulan madu versi Sya
65 tak juga menyerah
66 sedang beruntung
67 menginap
68 berdebar karna hal kecil
69 kerja ke luar kota
70 aktifitas pasangan LDR
71 tanpa sadar
72 Keluar Kota
73 salah sasaran
74 memohon
75 Bayu dan Wiwin (part. 1)
76 Bayu dan Wiwin (part. 2)
77 Bayu dan Wiwin (part. 3)
78 menikah
79 ketahuan
80 gila
81 RSJ
82 meminta
83 Ngidam?
84 keputusan
85 kabar baik
86 pengangkatan
87 sembuh
88 tidak disangka
89 keberanian
90 lahiran
91 kebahagiaan
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Syamita
2
di kecohi
3
memberi tau
4
ketahuan
5
tekat
6
pamitan
7
melamar pekerjaan
8
pertama bekerja
9
cuma itu?
10
balas
11
jam lembur?
12
berubah
13
bertemu
14
host
15
tak terduga
16
pembicaraan serius
17
permintaan
18
John Laser?
19
bertemu klien
20
situasi genting
21
rumah minimalis
22
bisa menyentuhnya
23
ada apa?
24
tidak di duga
25
kesal
26
ikut aku
27
ke luar kota
28
di kejar
29
milikku
30
tidak bisa kabur
31
masa lalu Sya
32
minta nasihat
33
kecelakaan
34
sadar
35
hadir
36
masalah kecil
37
siapa milikmu?
38
first kiss
39
belajar menerima
40
sangat manis
41
tanpa sengaja
42
traktir
43
lamaran sederhana
44
memperkenalkan
45
sebagai calon istri
46
masalah
47
bukan remaja
48
penghianat
49
menghadiri Awards
50
pelakunya?
51
memberitau
52
bongkar
53
gagal manis
54
diketahui
55
masalah Wiwin
56
terlaksana juga
57
tidak sengaja
58
ada apa dengan dia?
59
acara
60
alasan
61
kehancuran Bela
62
kehancuran Haris
63
menghadiri pesta
64
bulan madu versi Sya
65
tak juga menyerah
66
sedang beruntung
67
menginap
68
berdebar karna hal kecil
69
kerja ke luar kota
70
aktifitas pasangan LDR
71
tanpa sadar
72
Keluar Kota
73
salah sasaran
74
memohon
75
Bayu dan Wiwin (part. 1)
76
Bayu dan Wiwin (part. 2)
77
Bayu dan Wiwin (part. 3)
78
menikah
79
ketahuan
80
gila
81
RSJ
82
meminta
83
Ngidam?
84
keputusan
85
kabar baik
86
pengangkatan
87
sembuh
88
tidak disangka
89
keberanian
90
lahiran
91
kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!