cuma itu?

.

sekretaris cantik nan sexy itu hendak mendekati Kevin tapi Sya segera menyelah berdiri didepan Perempuan itu dengan wajah berbinar.

"anda Chika kan? Chika artis terkenal itu? anda sedang bekerja untuk mempelajari drama anda yang akan datang? " tanya Sya berbinar dengan senyuman girangnya.

Chika langsung memainkan rambutnya seolah lupa pekerjaannya saat ini.

"waah... saya mengidolakan anda Nona.. "pekik Sya dengan kegirangan.

"Idola jidatmu Sya..? apa yang barusan kau katakan? kenapa kau harus membantu pria muka tembok itu hah?? " batin Sya merutuki dirinya sendiri.

"iya.. iya.. aku memang sangat cantik dan sexy..! " Chika memejamkan matanya mengangguk-ngangguk elegan

Sya memberi kode Bayu untuk membawa pergi Kevin, Bayu mengacungkan jempolnya, Kevin pun melihat Sya sebentar baru pertama kali ada pekerja perempuan yang sedikit berguna baginya,,

"mari tuan..! " bisik Bayu.

Bayu memberi isyarat kalau Sya harus naik taksi sendiri, Sya mengangguk-ngangguk mengerti.

Bayu dan Kevin keluar dari ruangan itu tanpa sepengetahuan Chika.

"boleh aku minta tanda tangan Nona.. aku akan pamerkan di akun Instagram aku.. haha... boleh ya Chika..? " pinta Sya sudah cocok di beri piagam khusus bisa berakting layaknya seorang Fans fanatic.

Chika mengangguk mengulurkan tangannya,,

"mana pena.. mana pena... tunggu Chika.. aku tidak menyangka akan bertemu kamu saat ini jadi aku tidak bawa pena". Sya kelimpungan mencari pena.

Chika membulatkan matanya melihat Kevin tidak ada lagi di tempat duduknya.

"minggir... ini semua karnamu.. kemana tuanmu hah?". marah Chika

Sya melebarkan matanya dengan syok,, "tu.. tuan meninggalkan saya..? hiks.. hiks... aku baru pertama kali bekerja kenapa di tinggal.. huhu.. hu... " Sya menangis seolah merasa paling tertindas saja saat ini.

Chika berteriak marah karna kehilangan Kevin, ia mendorong kasar Sya yang menangis seperti anak bayi saja.

Sya menghapus air mata buaya nya. "siapa juga yang mengidolakanmu gatel...dasar ulat bulu.. ". gerutu Sya mencibir saat Chika sudah keluar dari ruangannya.

Sya melihat di meja makan yang banyak tertata rapi makanan enak dan mahal.

"apa ini sudah dibayar kak? " tanya Sya ke pelayan yang baru saja masuk.

"sudah nona". jawab pelayan itu sopan.

Sya mengangguk dengan senyuman.

"anggap aja ini bayaranku karna aku udah menolongnya.. haha.. mubazir kan.. "Sya memasang serbetnya lalu berdoa sebelum makan.

pelayan tentu melayani Sya dengan baik karna sudah ditugaskan oleh Bayu sebelumnya,

Kevin di mobilnya sibuk melihat Iped nya.

"menurutmu kenapa Mr. Macel menyuruh wanita ular bulu itu?? " tanya Kevin dengan malas.

"anda tidak berubah tuan...selalu menyebut perempuan manapun dengan ular bulu.. hewan apa itu? ". batin Bayu hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sebutan tuannya.

setau Bayu ada hewan Ular berbisa tapi tidak pernah ia dengar namanya Ular Bulu yang ada ulat bulu tapi namanya bos apapun yang ia katakan pasti benar walaupun salah.

"saya juga tidak tau tuan.. sepertinya Nona Chika menggoda Tuan Macel untuk mendapatkan apa yang dia mau.. "

"ck... " Kevin berdecak

"tolak saja kerja sama nya jika dia menyuruh ular bulu itu juga untuk datang,, lagian siapa yang butuh kontrak saat ini? kenapa dia malah bertingkah aku lah yang butuh kontrak kerjasama itu".oceh Kevin dengan geram

"baik tuan" jawab Bayu.

.

.

Sya yang sudah menghabiskan makanannya pun segera beringsut dan keluar dari ruangannya tak sengaja ia menabrak seorang pria.

"awwh... maaf.. maaf..! " ucap Sya merasa bersalah membenarkan kaca mata besarnya melihat ke arah pria itu sebentar lalu segera berlari meninggalkan pria itu.

"apa-apaan itu? dia tidak mengenaliku? " gumam Pria itu garuk-garuk kepala.

"menarik juga". gumamnya lagi melanjutkan langkahnya.

Sya berlari mencari taksi dan mendapatkan taksi yang ia inginkan.

"aku enggak telat kan..? mampus aku kalau sampai si bos tembok marah" gerutunya tak enak hati.

Sya terus berdoa dalam hati

"semoga bos tembok itu nabrak pintu ruangannya sendiri terus dia pingsan beberapa jam! ". doa Sya dalam hati tak nyambung.

Sya tau Bos tembok nya itu tidak suka membuang waktu jadi kalau dia telat bisa bahaya begitulah fikirnya,

Sya membayar uang taksinya lalu segera berlari memasuki perusahaan CW Group, Sya membenarkan kaca matanya masuk ke dalam lift dengan nafas terengah-engah.

Sya mendatangi ruangan Bayu, ia menarik nafas panjang lalu mengetuk pintu ruangan bayu dengan sopan.

ada respon barulah Sya masuk ke ruangan Bayu

"maaf tuan saya terlambat... apa tuan Presdir marah? " tanya Sya hati-hati.

Bayu terkekeh, "kau membantunya mana bisa dia marah.. berapa uang taksinya? "

"eeh...? 190 ribu tuan" jawab Sya tersenyum malu.

Bayu mengeluarkan uang 100 ribu 2 lembar,,

"lebih tuan... ini kembaliannya.. " Sya mengeluarkan uang 10 Ribu ke Bayu.

Bayu mengerutkan keningnya melihat uang aneh itu, seumur hidupnya ia belum pernah memiliki uang segitu.

"terimakasih tuan". Sya berlari meninggalkan ruangan Bayu tanpa mendengar kata-kata bayu selanjutnya.

"apa ini uang? " gumamnya menatap uang 10.000 itu dengan seksama.

"iya ini uang... waah... ternyata ini yang namanya uang kecil ya? ". decak kagumnya menyimpan uang itu di laci bukan di dompetnya.

Sya kembali ke ruangannya sambil menghela nafas lega,, "uangku kembali utuh..! hehe,, dapat makan gratis terus uangku tetap utuh.. bisa beli bensin terus beli baju baru...".ucapnya senang.

Sya malah menikmati hidupnya jadi gadis biasa yang tidak bergelimang harta, malah hidupnya terasa lebih ringan dan yang pasti tidak ada yang memanfaatkannya seperti sebelumnya.

Sya terlonjak kaget saat telepon kantornya berdering..

"halo dengan saya perwakilan CW...? "

kata Sya dengan sopan dan lugasnya.

"Culun...? datang keruanganku". perintah Kevin dengan ketus seperti biasa.

Sya membulatkan matanya dengan mulut terbuka lebar,,

"kacamata... mana kacamataku? " Sya kelimpungan mencari kacamata besarnya.

Sya mendapatkan kacamatanya segera berlari dengan langkah 1000 ke ruangan Kevin, dalam hati Sya memaki-maki tuan tembok itu.

Sya mengetuk pintu ruangan Kevin, lalu mengatur nafasnya yang tak beraturan,,

"tuan? " sapa Sya menongolkan kepalanya di balik pintu.

"apa kau fikir aku akan kaget? " tanya Kevin dengan datar.

Sya perlahan memasuki ruangan Kevin.

"tidak tuan, ini pertama kalinya saya masuk ke ruangan presdir". jawab Sya jujur.

"mana mungkin anda kaget kalau saya mengetuk pintu,, dasar muka tembok.. ". batin Sya seperti biasa memaki presdirnya yang menyebalkan pastinya.

"pasal berapa? " tanya Kevin

"hah? " Sya menganga lebar tak mengerti.

"aku bilang pasal berapa tidak boleh ada perempuan bersentuhan fisik denganku?? " tanya Kevin dengan tajam.

"oh...! " Sya mengingat-ngingat otak cerdasnya dan menemukan jawaban.

"Pasal 23 bab 2 ayat 4". jawab Sya.

Kevin mengangguk-ngangguk

"baguslah... kau ingat semua itu... sekarang pergi..!! " usir Kevin dengan santainya.

Sya melebarkan matanya.

"Apa yang kau lamunkan? apa matamu itu mau aku congkel dengan penaku hah? " tanya Kevin dengan tajam

Sya menggeleng-geleng kepalanya lalu segera meninggalkan ruangan Presdir,

Sya kembali ke ruangannya dengan mata melotot ke arah pintu seolah wujud protesnya pada atasannya.

"memanggilku keruangannya hanya untuk bertanya hal itu? dia fikir lantai 30 itu tidak luas? ke ruangannya memakan waktu 15 menit jalan kaki dan 3 menit berlari kencang... apa katanya? pasal berapa? haha... kenapa tidak ditanya di telepon saja tuan tembok supaya aku tidak capek berlari kencang tadi.. " dumel Sya dengan marah-marah.

Sya mengipas-ngipasi wajahnya yang terasa berasap saat ini.

"astagah.. ingin sekali aku jedutkan keningnya itu ke tembok... " geram Sya dengan muka merahnya.

.

.

.

Haha.. jahatnya tuan Tembok ini ya? ..sabar ya Sya..

.

.

.

Terpopuler

Comments

Yusan Lestari

Yusan Lestari

lanjut 😊😊

2025-02-16

0

Hariyanti

Hariyanti

🤣🤣🤣🤣

2025-01-29

0

™•~•zira Kanaya°•°

™•~•zira Kanaya°•°

ya iyalah harus bantu ' secara Kevin itu bos Lo '
he'' 🥴 anak mami yg manja kerja '
ya gitu ' ngedumel Mulu otak nya ,

2023-09-14

3

lihat semua
Episodes
1 Syamita
2 di kecohi
3 memberi tau
4 ketahuan
5 tekat
6 pamitan
7 melamar pekerjaan
8 pertama bekerja
9 cuma itu?
10 balas
11 jam lembur?
12 berubah
13 bertemu
14 host
15 tak terduga
16 pembicaraan serius
17 permintaan
18 John Laser?
19 bertemu klien
20 situasi genting
21 rumah minimalis
22 bisa menyentuhnya
23 ada apa?
24 tidak di duga
25 kesal
26 ikut aku
27 ke luar kota
28 di kejar
29 milikku
30 tidak bisa kabur
31 masa lalu Sya
32 minta nasihat
33 kecelakaan
34 sadar
35 hadir
36 masalah kecil
37 siapa milikmu?
38 first kiss
39 belajar menerima
40 sangat manis
41 tanpa sengaja
42 traktir
43 lamaran sederhana
44 memperkenalkan
45 sebagai calon istri
46 masalah
47 bukan remaja
48 penghianat
49 menghadiri Awards
50 pelakunya?
51 memberitau
52 bongkar
53 gagal manis
54 diketahui
55 masalah Wiwin
56 terlaksana juga
57 tidak sengaja
58 ada apa dengan dia?
59 acara
60 alasan
61 kehancuran Bela
62 kehancuran Haris
63 menghadiri pesta
64 bulan madu versi Sya
65 tak juga menyerah
66 sedang beruntung
67 menginap
68 berdebar karna hal kecil
69 kerja ke luar kota
70 aktifitas pasangan LDR
71 tanpa sadar
72 Keluar Kota
73 salah sasaran
74 memohon
75 Bayu dan Wiwin (part. 1)
76 Bayu dan Wiwin (part. 2)
77 Bayu dan Wiwin (part. 3)
78 menikah
79 ketahuan
80 gila
81 RSJ
82 meminta
83 Ngidam?
84 keputusan
85 kabar baik
86 pengangkatan
87 sembuh
88 tidak disangka
89 keberanian
90 lahiran
91 kebahagiaan
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Syamita
2
di kecohi
3
memberi tau
4
ketahuan
5
tekat
6
pamitan
7
melamar pekerjaan
8
pertama bekerja
9
cuma itu?
10
balas
11
jam lembur?
12
berubah
13
bertemu
14
host
15
tak terduga
16
pembicaraan serius
17
permintaan
18
John Laser?
19
bertemu klien
20
situasi genting
21
rumah minimalis
22
bisa menyentuhnya
23
ada apa?
24
tidak di duga
25
kesal
26
ikut aku
27
ke luar kota
28
di kejar
29
milikku
30
tidak bisa kabur
31
masa lalu Sya
32
minta nasihat
33
kecelakaan
34
sadar
35
hadir
36
masalah kecil
37
siapa milikmu?
38
first kiss
39
belajar menerima
40
sangat manis
41
tanpa sengaja
42
traktir
43
lamaran sederhana
44
memperkenalkan
45
sebagai calon istri
46
masalah
47
bukan remaja
48
penghianat
49
menghadiri Awards
50
pelakunya?
51
memberitau
52
bongkar
53
gagal manis
54
diketahui
55
masalah Wiwin
56
terlaksana juga
57
tidak sengaja
58
ada apa dengan dia?
59
acara
60
alasan
61
kehancuran Bela
62
kehancuran Haris
63
menghadiri pesta
64
bulan madu versi Sya
65
tak juga menyerah
66
sedang beruntung
67
menginap
68
berdebar karna hal kecil
69
kerja ke luar kota
70
aktifitas pasangan LDR
71
tanpa sadar
72
Keluar Kota
73
salah sasaran
74
memohon
75
Bayu dan Wiwin (part. 1)
76
Bayu dan Wiwin (part. 2)
77
Bayu dan Wiwin (part. 3)
78
menikah
79
ketahuan
80
gila
81
RSJ
82
meminta
83
Ngidam?
84
keputusan
85
kabar baik
86
pengangkatan
87
sembuh
88
tidak disangka
89
keberanian
90
lahiran
91
kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!