host

.

.

Sya terus saja berjalan hingga Kevin mengerutkan keningnya melihat Sya yang pucat pasi,

tanpa sadar Kevin memegang tangan Sya hingga Sya terjingkat kaget.

Kevin bisa memegang tangan Sya karna ia memakai sarung tangan tebal warna hitam,

Sya melihat ke arah Kevin, "T.. tuan? maaf..! saya tidak sengaja mengabaikan anda".

Kevin melihat ke arah Haris dan Bella yang tampak romantis, Kevin sebagai seorang pria yang pintar tentu menyadari ada yang tidak benar antara Sya dengan pengusaha baru itu.

"apa kau sudah makan? " tanya Kevin

Syamita menggeleng kepalanya, "sayangnya belum tuan" jawab Sya.

"ayo kita makan..! karnamu aku dapat tawaran kerjasama dari pengusaha hebat dari berbagai negara," Ajak Kevin tanpa sadar menggenggam tangan Sya.

Sya hanya mengikuti Kevin sambil mengangkat gaunnya, Bayu tak sengaja menoleh ke Kevin dan tertegun melihat Tuannya memegang tangan perempuan untuk pertama kalinya walau tidak bersentuhan kulit tapi hal itu sudah masuk dalam keajaiban dunia bagi Bayu.

Sya terus saja berlari kecil mengikuti langkah lebar Kevin,

"t.. tuan.. bisa pelan sedikit? heels saya terlalu tinggi untuk menyamakan langkah kaki anda" pekik Sya

Kevin menghentikan langkah kakinya dan memutar kepalanya ke arah Sya, Kevin terperanjat melihat Sya mengangkat gaunnya setinggi itu hingga betis mulusnya terlihat jelas.

"apa sejak tadi kau mengangkat gaunmu seperti ini? " tanya Kevin tak percaya.

"iya.. karna saya bisa tersandung jika berjalan dengan anggun tadi" jawab Sya dengan ngos-ngosan.

Kevin menghela nafas panjang, "maaf..! " cicitnya

Sya membulatkan matanya, "a.. apa? tuan bilang apa tadi? "

" tidak ada acara replay" ketus Kevin menarik lagi tangan Sya tapi kali ini dengan langkah pelan.

Kevin melepaskan tangan Sya saat mereka tiba di ruangan tertutup penuh gemerlap lampu,

Sya terperangah melihat keindahan itu, sedangkan Kevin sudah duduk dan mulai makan sendiri sesekali matanya melirik Sya yang masih ternganga dengan mata berbinar melihat desain ruang makannya kini.

"hei.. culun.. cepat makan! kau mau aku tinggal? aku masih ada acara tampil nanti" titah Kevin di raja menyebalkan bagi Sya.

Sya menarik nafas dalam-dalam lalu memaksakan bibirnya untuk tersenyum walau hatinya berbanding terbalik saat ini.

Sya makan di depan Kevin tidak ada kesan anggunnya hingga bibir Kevin berkedut menahan tawanya sekuat tenaga.

"apa kau makan memang serakus ini? " ejek Kevin

"iya tuan.. supaya anda makin ilfil" jawab Sya

Kevin mencibir, "sejak kapan aku kagum padamu heh? jangan sok percaya diri kau ya? aku pria tampan sejuta pesona hingga perempuan banyak yang jatuh hati padaku.. kenapa aku harus tertarik dengan gadis culun sepertimu hah? "

Sya mencebikkan bibirnya, "anda alergi perempuan."

jawaban Sya membuat Kevin mati kutu,

"aku tidak separah itu.. jadi jangan sebut kata-kata yang membuat siapapun salah faham". tegas Kevin

Sya memutar bola matanya dengan jengah, "anda alergi perempuan dan hanya bisa bersentuhan dengan tuan Bayu.. apa namanya coba? jangan-jangan anda sering berduaan dengan tuan Bayu..! "

"ck.. ckck.. kasihan tuan Bayu menjadi korban pelampiasan bira*i anda" decak Sya dengan tutur bahasanya yang sudah pasti selalu bisa membuat Kevin terbelalak tak percaya.

"apa kau barusan bilang aku ini Gay? " tanya Kevin dengan tatapan tajamnya.

"kalau anda alergi perempuan berarti anda hanya bisa bersentuhan dengan pria kan? bukankah anda pria dewasa? kemana anda melampiaskan bir*hi anda? tidak apa tuan.. saya bisa menjaga mulut saya untuk tidak berbicara pada media" senyum menawan Sya malah membuat Kevin merasa tertohok.

Kevin seketika kehilangan selera makannya, "aku tidak Gay...! "

"ya.. ya. ..ya anda tidak Gay tuan.. tapi keadaan anda yang membuat anda harus bersikap demikian, ck.. terong sama terong apa bagusnya coba? ck.. ck.. " Sya berbicara tanpa ada disaring di setiap lontaran katanya.

Kevin memijit pelipisnya yang terasa pening saat ini, baru ini dia mendapatkan karyawan yang berani melawannya bahkan Kevin pernah melawannya melanggar pasal dan gilanya Sya tau semua isi Pasal yang di sebut Kevin bahkan bisa menyebut isinya.

"apa tuan tidak makan? " tanya Sya dengan polos seolah tak merasa berdosa telah menyinggung seorang Kevin Candrawinata yang terhormat dengan sebutan Guy.

"kau membuatku kehilangan selera makan" ketus Kevin

"ck.. dasar anak-anak" dumel Sya

"kau bilang aku apa? " tanya Kevin dengan berang.

"bukankah yang mudah tersinggung itu hanya anak-anak? anda seorang pria terhormat mudah tersinggung dengan kata-kata jujur saya? seharusnya anda suka dengan kepribadian saya yang terbuka dari pada sok anggun didepan anda sok bicara manis didepan anda tapi nyatanya seorang penghianat".

Kevin langsung teringat sosok gadis masa lalunya yang memang anggun didepannya, manis bicara dengannya tapi nyatanya benar-benar menghianatinya hingga dirinya trauma berdekatan dengan perempuan yang bibirnya sudah tidak bersih lagi.

perempuan itu bercium*n dengan pria asing yang pasti membuat Kevin jijik melihatnya.

Kevin pernah ke dokter psikiater,, itu semua karna kerja otaknya yang tak terima penghiatan kekasihnya hingga tubuhnya merespon tidak bisa berdekatan dengan perempuan yang bibirnya sudah pernah berci*man dengan pria lain.

"kau benar..! bersikaplah seperti ini selalu". ujar Kevin dengan dingin seketika.

Sya melihat ke arah Kevin sebentar lalu mengangkat bahunya tanpa peduli apa yang membuat Kevin seperti itu.

.

.

.

kini Sya dan Kevin kembali ke acara pesta pertemuan antar pengusaha.

Sya di tunjuk sebagai MC dan diberikan buku pengusaha-pengusaha yang akan tampil ke atas panggung menyampaikan sepatah dua kata untuk para hadirin yang ada di acara ini.

"saya? haha tidak.. terimakasih" tolak Sya.

"kau pandai berbicara.. kau pantas mendapatkannya". ujar Kevin dengan serius

Sya melihat ke arah Kevin, mereka bersitatap cukup lama, Sya menatap tak percaya tuan tembok itu memujinya sedangkan Kevin menatap datar tanpa ekspresi seperti biasa.

"ekhem...! " dehem seorang yang memilih Sya menjadi MC nya.

Sya tersenyum kikuk ke arah wanita paruh baya itu dan menerima mic serta buku tamu pentingnya,

"boleh saya memanggil seseorang menjadi rekan saya diatas panggung? " tanya Sya dengan sopan

"tentu..! " jawab wanita paruh baya itu dengan senyuman.

Sya melihat ke arah para hadirin yang hadir lalu menghidupkan Mic nya.

"nona wiwin? bisakah anda menjadi teman saya disini? " tanya Sya dengan bahasa elegannya.

beberapa orang yang mengenal wiwin sebagai model bintang baru di negara ini pun hanya bisa terbengong-bengong sebab mereka tidak tau Wiwin bisa jadi MC.

Wiwin tersenyum melihat Sya lalu mengangkat gaunnya berjalan anggun ke atas panggung dan disambut tangan oleh Sya.

"kamu cantik sekali win..! " bisik Sya.

"kamu juga" senyum Wiwin

Sya dan wiwin mulai mengangguk kompak, mereka begitu profesional menjadi host diacara itu hingga banyak yang ingin menyewa jasa kedua perempuan cantik itu.

"kita sambut tuan Kevin Candrawinata untuk menyampaikan sepatah dua kata berharganya" kata Sya dengan semangat.

"wow... mari kita beri tepuk tangan meriah untuk tuan besar kita ya? " sambung Wiwin.

Bella di bawah menekuk geram alisnya melihat wiwin seorang model baru yang sudah menggeser posisi nya sebagai model papan atas yang sangat terkenal.

belum lagi banyak yang memuji kecantikan Wiwin dan Sya diatas panggung itu.

.

.

Terpopuler

Comments

Hariyanti

Hariyanti

👍👍👍👍👍

2025-01-29

0

Rofah Pratama

Rofah Pratama

aku suka critanny...!! bagus sekali

2025-01-01

2

Novianti Ratnasari

Novianti Ratnasari

kasian km Bell

2022-08-13

1

lihat semua
Episodes
1 Syamita
2 di kecohi
3 memberi tau
4 ketahuan
5 tekat
6 pamitan
7 melamar pekerjaan
8 pertama bekerja
9 cuma itu?
10 balas
11 jam lembur?
12 berubah
13 bertemu
14 host
15 tak terduga
16 pembicaraan serius
17 permintaan
18 John Laser?
19 bertemu klien
20 situasi genting
21 rumah minimalis
22 bisa menyentuhnya
23 ada apa?
24 tidak di duga
25 kesal
26 ikut aku
27 ke luar kota
28 di kejar
29 milikku
30 tidak bisa kabur
31 masa lalu Sya
32 minta nasihat
33 kecelakaan
34 sadar
35 hadir
36 masalah kecil
37 siapa milikmu?
38 first kiss
39 belajar menerima
40 sangat manis
41 tanpa sengaja
42 traktir
43 lamaran sederhana
44 memperkenalkan
45 sebagai calon istri
46 masalah
47 bukan remaja
48 penghianat
49 menghadiri Awards
50 pelakunya?
51 memberitau
52 bongkar
53 gagal manis
54 diketahui
55 masalah Wiwin
56 terlaksana juga
57 tidak sengaja
58 ada apa dengan dia?
59 acara
60 alasan
61 kehancuran Bela
62 kehancuran Haris
63 menghadiri pesta
64 bulan madu versi Sya
65 tak juga menyerah
66 sedang beruntung
67 menginap
68 berdebar karna hal kecil
69 kerja ke luar kota
70 aktifitas pasangan LDR
71 tanpa sadar
72 Keluar Kota
73 salah sasaran
74 memohon
75 Bayu dan Wiwin (part. 1)
76 Bayu dan Wiwin (part. 2)
77 Bayu dan Wiwin (part. 3)
78 menikah
79 ketahuan
80 gila
81 RSJ
82 meminta
83 Ngidam?
84 keputusan
85 kabar baik
86 pengangkatan
87 sembuh
88 tidak disangka
89 keberanian
90 lahiran
91 kebahagiaan
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Syamita
2
di kecohi
3
memberi tau
4
ketahuan
5
tekat
6
pamitan
7
melamar pekerjaan
8
pertama bekerja
9
cuma itu?
10
balas
11
jam lembur?
12
berubah
13
bertemu
14
host
15
tak terduga
16
pembicaraan serius
17
permintaan
18
John Laser?
19
bertemu klien
20
situasi genting
21
rumah minimalis
22
bisa menyentuhnya
23
ada apa?
24
tidak di duga
25
kesal
26
ikut aku
27
ke luar kota
28
di kejar
29
milikku
30
tidak bisa kabur
31
masa lalu Sya
32
minta nasihat
33
kecelakaan
34
sadar
35
hadir
36
masalah kecil
37
siapa milikmu?
38
first kiss
39
belajar menerima
40
sangat manis
41
tanpa sengaja
42
traktir
43
lamaran sederhana
44
memperkenalkan
45
sebagai calon istri
46
masalah
47
bukan remaja
48
penghianat
49
menghadiri Awards
50
pelakunya?
51
memberitau
52
bongkar
53
gagal manis
54
diketahui
55
masalah Wiwin
56
terlaksana juga
57
tidak sengaja
58
ada apa dengan dia?
59
acara
60
alasan
61
kehancuran Bela
62
kehancuran Haris
63
menghadiri pesta
64
bulan madu versi Sya
65
tak juga menyerah
66
sedang beruntung
67
menginap
68
berdebar karna hal kecil
69
kerja ke luar kota
70
aktifitas pasangan LDR
71
tanpa sadar
72
Keluar Kota
73
salah sasaran
74
memohon
75
Bayu dan Wiwin (part. 1)
76
Bayu dan Wiwin (part. 2)
77
Bayu dan Wiwin (part. 3)
78
menikah
79
ketahuan
80
gila
81
RSJ
82
meminta
83
Ngidam?
84
keputusan
85
kabar baik
86
pengangkatan
87
sembuh
88
tidak disangka
89
keberanian
90
lahiran
91
kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!